Sudahkah Anda Mempersiapakan diri dan Menata Hati Sebelum Berhaji?

berhaji.com

Sahabatku yang dirahmati oleh Allah swt, perlu kita ketahui bawasanya dalam berhaji diperlukan kesiapan spiritual, untuk menunjang kematangan spiritual banyak beberapa hal yang harus kita pahami dan dikaji lebih luas. Pada umumnya kesiapan spiritual berhaji yang seringkali dikaji dan dipelajari hanya mengenai manasik haji,pemahaman ilmu fiqih, dan menjelang keberangkatan baru mulai mengikuti pelatihan tatacara melakukan ritual haji, hal tersebut memang sudah benar dan harus dilakukan pada saat kaum muslim ingin berhaji.

Tapi coba pikirkan kembali sudahkah kita mempersiapakan diri dan menata hati sebaik mungkin….? atau sudahkah terbentuk niat kokoh berhaji hanya untuk meraih ridho allah dan menyempurnakan rukun islam….? sahabatku kaum muslim diseluruh dunia coba kita renungkan terkadang kita terbawa oleh kenikmatan duniawi semata, dan terbawa arus kehidupan yang sudah serba modern saat orang-orang ingin memanfaatkan materinya hanya untuk pencitraan saja dan meraih berbagai pujian yang dirasanya dapat memperbaiki diri. Bahkan saat ini mulai banyak yang ingin pergi haji dengan tujuan dipandang kaya dan pulang dengan gelar haji, selain itu ada yang berhaji hingga berkali-kali hanya karna ingin mendapat berbagai pujian dari banyak orang atau ingin dipandang baik dan hebat karna uang hasil kerjanya digunakan beribadah.

Kaum muslimin tentu kita tidak mau menjadi hamba allah yang haus akan pujian dan citra baik yang terkadang sudah menjadi kebutuhan, dan malah membuat ibadah kita menjadi nol besar dihadapan Allah. mari sahabatku kita mulai renungkan diri dan mawas diri kita bersihkan hati terlebih dahulu dari rasa ria karna sesungguhnya allah tidak suka pada umatnya yang ria, mulai saat ini tanamkan dalam diri hati yang bersih niat yang kokoh beribadah hanya untuk meraih ridho allah semata jangan tertipu dengan bayang-bayang pujian yang hanya datang sementara namun hal tersebut dapat memutus hubungan baik kita dengan Allah SWT.

Berhaji salah satu rukun islam yang ke lima tentu Allah sangat senang ketika melihat umatnya berniat untuk melaksanakan salah satu ibadah tersebut, dan allah akan lebih senang saat umatnya beribadah tanpa didasari rasa ria, memang bukan hal yang mudah untuk menghindari rasa ria karna kita hanya manusia biasa yang terkadang haus akan pujian dan ingin selalu meraih citra baik, namun kita akan menjadi lebih hebat dihadapan sang pencipta kita ketika kita mampu meredan rasa egois kita dan membersihkan hati dari rasa ria.

Sahabatku itu lah hal yang paling utama ketika kita memutuskan untuk berhaji, dan bagaimana cara kita mengelola hati sebaik mungkin agar tetap bersih dan terhindar dari rasa ria, dan alangkah baiknya ketika kita ingin berhaji persiapkan spiritual kita sebaik mungkin agar ibadah haji dapat terlaksana sesuai syariat dan ketentuan islam yang sesungguhnya, dan mari kita raih gelar terhebat dari Allah SWT yaitu haji mabrur.

3 Pilar Penting Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Berhaji

Sahabatku seluruh umat muslim didunia, sudah paham kan mengenai beberapa persiapan berhaji..? jika dikaji kembali ada tiga hal terpenting dalam berhaji yaitu kemampuan materi,mental,dan spiritual. Mari kita lanjutkan ke persiapan berikutnya yang tidak kalah penting dan harus kita pahami secara matang agar niat berhaji semakin mantap.

Jika dikaji dari istilah berhaji dibagi menjadi beberapa istilah berikut, yang pertama sering kali kita mendengan kata haji atau kata lain dari berkunjung ke baitullah untuk melakukan beberapa amalan thawaf,sa’i dan wukuf di arafah serta amalan lainnya pada masa tertentu demi memenuhi panggilan allah. Selain itu sering kaliyang kita dengan selain berhaji yaitu UMRAH merupakan hal yang sama yaitu berkunjung ke baitullah untuk melakuakn thawaf,sa’i dan cukur demi mengharap ridho allah.

Selain kedua istilah tersebut ada beberapa istilah lain yang mungkin sering kita dengar namun kurang dipahami, oleh karna itusedikitnya akan saya coba jelaskan, diantaranya ada istilah ISTITHA’AH yang artinya mampu yaitu mampu melaksakan ibadah haji atau umrah ditinjau dari segi jasmani, rohani dan ekonomi. Selain itu ada yang dinamakan rukun haji yang merupakan rangkaian amalan yang harus dilakuakn dalam ibadah haji dan tidak dapat diganti dengan yang lain walaupun dengan dam, jika rukun haji ditinggalkan maka tidak sah hajinya.

Selain itu adaistilah lain yaitu wajib haji yang merupakan rangkaian amalan yang harus dikerjakan dalam ibadah haji namun bila tidfak dikerjakan karena udzur syar’i sah hajinya akan tetapi harus membayar dam. Kemudian BADAL yaitu mengganti atau menukar, dalam kaitan dengan ibadah haji atau umrah adalah menggantikan orang lain karena udzur atau tealh meninggal dunia, untuk mengerjakan haji atau umrah atau juga menolong orang lain dalam hal melontar jumroh.

Setelah berangkat tentu disana kita akan melihat yang dinamakn KA’BAH sudah paham kah mengenai KA’BAH …? mari kita bahas lebih lanjut, KA’BAH merupakan rumah yang berbentu persegi empat atau kubus, dan menjadi kiblat bagi seluruh umat muslim ketika mengerjakan ibadah shalat. Berlanjut ke beberapa istilah berikutnya yaitu ada yangdinamkan MIQAT ZAMANI yang merupakan batasan waktu melaksanakan haji, menurut jumhur ulama MIQAT zamani mulai tanggal 1 syawal sampai dengan terbit fajar 10 dzulhijah. Sedangkan MIKAT MAKANI merupakan batasan tempat untuk mulai melaksanakan ihram haji atau umrah.  Berikutnya ada istilah IHRAM yaitu niat ketika memulai mengerjakan ibadah haji atau umrah dan orang yang berpakaian ihram disebut muhrim namun hal tersebut sering tertukar dengan istilah mahram oarang yang haram untukdinikahi.

Kemudian sering kali kita mendengan beberapa istilah lain yang mungkin belum kita pahami lebih luas, mari kita telusuri istilah penting lainnya mengenai berhaji, THAWAF merupakan mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali, dimana ka’bah selalu ada disebelah kirinya dimulai dan diakhiri disudut rukun sejajar hajar aswad. Kemudian ada istilah THAWAF IFADAH yaitu thawaf rukun haji yang harus dilaksanakan tidak boleh ditinggalkan dalam pelaksanaan ibadah haji. THAWAF WADA ialah thawaf yang dilaksankan sebagai penghormatan akhir sebelum meninggalkan makkah, thawaf wada hukumnya wajib dalam pelaksanaan haji. THAWAF QUDUM ialah thawaf yang dilaksanakan sebagai penghormatan pada saat pertama masuk Masjidil haram, thawaf qudum hukumnya sunah. Bagi jamaah haji yang mengambil haji tamattu tawaf qudumnya sudah termasuk dalam tawaf umrah.