4 Keutamaan Tanah Haram Makkah (Part I)

berhaji.com

Assalamualaikum sahabatku mari kita kaji kembali mengenai berhaji, dalam pembahasan kali ini kita perluas pemahaman keutamaan tanah haram di tanah makkah. Tanah haram jika dimutlakkan secara umum yang dimaksudkan adalah tanah Haram Makkah. Inilah tanah yang dimuliakan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika disebut Haromain, maka yang dimaksudkan adalah Makkah dan Madinah. Ibnu Qayyim Al Jauziyah menyebutkan dalam Zaadul Ma’ad, “Allah Ta’ala telah memilih beberapa tempat dan negeri, yang terbaik serta termulia adalah tanah Haram. Karena Allah Ta’ala telah memilih bagi nabinya –shallallahu ‘alaihi wa sallam– dan menjadikannya sebagai tempat manasik dan sebagai tempat menunaikan kewajiban. Orang dari dekat maupun jauh dari segala penjuru akan mendatangi tanah yang mulia tersebut.”

Di antara keutamaan tanah haram Makkah disebutkan dalam beberapa ayat dan hadits berikut.

Pertama: Di Makkah terdapat baitullah

Sebagaimana Allah menyebutkan mengenai do’a Nabi Allah –kholilullah (kekasih Allah)- Ibrahim ‘alaihis salam,

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Rabb kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim: 37).

Rumah pertama yang dijadikan peribadatan kepada Allah Ta’ala adalah baitullah sebagaimana disebutkan dalam ayat,

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia” (QS. Ali Imran: 96).

Dan baitullah inilah yang dijadikan tempat berhaji sebagaimana disebutkan dalam ayat,

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” (QS. Ali Imran: 97).

 

Barcode untuk Membantu Menemukan Tenda di Mina

berhaji.com

Pemerintah Saudi berencana untuk memperkenalkan sistem barcode untuk  tenda di Mina agar dapat membantu peziarah mengidentifikasi tenda-tenda mereka dengan bantuan Google maps.

“Sebuah teknologi sudah dikembangkan untuk tujuan ini,” kata Mohammed Al-Ruwaished, ketua komite teknologi informasi di Youth Welfare Presidency’s scout camp.

Dia mengatakan organisasi Tawaf untuk peziarah dari berbagai negara akan diminta untuk menggunakan teknologi untuk mengeluarkan barcode. “Setiap peziarah akan diberikan pergelangan tangan yang terdapat barcode pribadinya dan jika setiap peziarah kehilangan jalan, pemandu akan dapat membimbing mereka menggunakan barcode ini dengan mudah,” katanya.

Al-Ruwaished mengatakan jalan baru dan gateway di tempat suci di Mina, Arafat dan Muzdalifa sedang ditambahkan ke peta Google untuk membantu peziarah membuat cetakan dari peta ini dari mana saja di dunia.

Dalam perkembangan terkait, Eissa Rawwas, wakil menteri untuk urusan Haji Umrah, mengatakan penerapan sistem elektronik gerbang haji akan dibuat wajib mulai tahun depan. Sistem ini akan dihubungkan dengan haji visa. “Kami telah menerapkan fase pertama dari sistem tahun ini,” katanya, seraya menambahkan bahwa fase berikutnya akan dimulai pada Rabiul Awwal 1, 1436 (23 Desember). Dia mengatakan pelayanan telah mengerahkan 1.500 karyawan untuk memastikan gerakan halus dari peziarah dari tenda mereka ke Jamarat untuk ritual rajam. Rawwas kata kementerian itu akan meminta semua organisasi Tawaf untuk menjaga 50 persen dari jamaah mereka di Mina pada tanggal 13 Dzul Hijjah di tahun-tahun mendatang untuk menghindari berdesak-desakan di “mataf,” atau daerah pradaksina mengelilingi Ka’bah Suci di Makkah. “Tahun lalu, kami melihat bahwa hanya 300.000 jamaah tetap di Mina untuk hari ketiga rajam di Jamarat,” katanya.

Hari Arafat tahun ini jatuh pada hari Jumat, sejumlah besar peziarah diharapkan untuk bergabung dengan ziarah tahunan. Hatim Qadi, juru bicara kementerian haji, mengatakan pihaknya tidak takut pemilih besar peziarah pada hari Jumat karena pengaturan telah selesai menjadi tuan rumah tamu Allah.

“Pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah masuknya jamaah ilegal yang tidak membawa izin haji yang valid,” katanya, seraya menambahkan bahwa hukuman yang tegas akan dikenakan pada pelanggar tersebut. “Orang-orang harus berpikir beberapa kali sebelum melanggar aturan dan peraturan negara,” tambahnya.

source:

http://www.arabnews.com/featured/news/639211