Makin Menjamurnya Pengemis di Madinah

Berhaji.com

Sejumlah warga dan para ahli mulai melibatkan dari dalam permasalahan munculnya pengemis. Mereka tidak puas terhadap lemahnya monitoring dan pengawasan oleh lembaga dan otoritas yang terlibat dalam memerangi kemiskinan.

Mereka menuntut intensifikasi kampanye anti-mengemis, yang sukses di masa lalu, terutama di daerah-daerah di sekitar Masjid Nabawi, dan dekat pusat perbelanjaan, ATM, dan jalan utama. Menurut mereka, maraknya pengemis di daerah-daerah, terutama di dekat tempat-tempat suci, adalah hal memalukan bagi negara dan berdampak buruk pada kota Nabi SAW.

Banyaknya pengemis di sekitar Masjid Nabawi, yang sering melecehkan pengunjung masjid, adalah suatu hal yang harus segera diatasi, kata Abdul Rahman Al-Ruhaili, terutama karena pengemis dapat dengan mudah terlibat dalam beragam kegiatan jemaah karena pemantauan yang buruk oleh otoritas.

Saeed Al-Mohammadi, yang bekerja di daerah pusat di Madinah, mengatakan kehadiran pengemis di daerah dan dekat pintu hotel adalah memalukan untuk pengunjung yang datang dan pergi. Lebih disayangkan lagi, banyak pengemis tersebut adalah perempuan dengan anak-anak yang mengenakan pakaian robek. Dia mengatakan, “Hal seperti ini memberikan kesan buruk tentang masyarakat kita”.

Ahmed Asiri mengatakan kehadiran pengemis di mal-mal dan dekat ATM juga berdampak buruk pada budaya dan masyarakat, sementara Mohammed dan Fayez Al-Juhani mengatakan bahwa mengemis sebagai sebuah realitas yang harus dibenahi oleh semua, terutama karena telah terdapat sejumlah daerah yang ditunjuk, di mana pengemis bisa mendapatkan bantuan. Mereka mempertanyakan peran kantor anti-pengemis dan urusan sosial dalam memberantas fenomena ini.

Menurut Brig. Fahad Al-Ghannam, juru bicara departemen kepolisian Madinah, alasan di balik munculnya pengemis adalah bahwa pengemis memanfaatkan dan mengeksploitasi belas kasihan warga, mereka sering menggunakan anak-anak dan perempuan, seperti dikutip dari arabnews.com. Dalam kasus di mana pengemis adalah warga negara Saudi, mereka dipindahkan ke organisasi amal atau lembaga asuransi sosial, tetapi jika mereka ekspatriat, mereka dipindahkan ke Departemen Paspor untuk dideportasi. Dia mengatakan jumlah mereka yang ditangkap karena mengemis dari 1437/01/01 ke 30/6/1437 adalah 214 orang dari berbagai negara.