Pemerintah Saudi Siapkan Ribuan Pendingin Baru di Tenda Mina

Berhaji.com

Otoritas Saudi menyiapkan sekitar 8.500 alat pendingin baru berteknologi canggih yang dipasang di tenda-tenda di Mina. Sebuah perusahaan asal Australia telah menyelesaikan pemasangan tersebut dan menguji alat tersebut sebelum jemaah haji tiba.

Seperti dilansir dari arabnews, alat pendingin tersebut disebutkan lebih hemat listrik karena hanya mengonsumsi kurang dari 55 persen kapasitas listrik kota tersebut, tidak membutuhkan banyak air, dan mampu menghasilkan lebih banyak udara segar dengankekuatan kipas yang lebih besar pula.

Alat pendingin tersebut juga mampu menurunkan suhu hingga 21 derajat Celcius dan tidak akan menyebabkan suhu di luar menjadi lebih panas. Selain itu, alat ini juga membantu mengendalikan penyebaran virus dan penyakit.

Diharapkan, pemasangan alat pendingin tersebut akan membantu jemaah mengantisipasi cuaca panas yang dihadapi dalam musim haji tahun ini. Pada musim haji tahun lalu, suhu di dalam tenda mencapai 33 derajat Celcius dan alat pendingin dalam tenda tampaknya tidak banyak membantu untuk mengatasi masalah suhu panas itu.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil mengatakan, cuaca adalah satu di antara beberapa tantangan yang akan dihadapi pada muslim haji tahun ini. “Faktor cuaca yang sangat mempengaruhi saat musim haji tahun ini,” jelas Djamil.

Kepada para calon jemaah, Djamil mengatakan, pihaknya telah melakukan imbauan sosialisasi agar mengantipasi cuaca panas. Seperti mengimbau selalu menyediakan sprayer dan hindarkan diri dari sengatan panas.

Djamil juga meminta petugas kesehatan juga intensif melakukan antisipasi terhadap cuaca panas tersebut dengan menganjurkan jemaah untuk tidak banyak berada di tempat terbuka yang memungkinkan terkena sengatan panas langsung saat di Arab Saudi.

Tahun ini diperkirakan jumlah jemaah haji lebih dari dua juta orang dari seluruh dunia. Untuk mengantisipasi keadaan, otoritas Saudi telah memasang 1.000 kamera pengawas di kawasan Masjidil Haram, seperti dikutip dari harian republika. Kamera ini tersambung dengan ruang kontrol yang harus diawasi oleh pasukan khusus. Mereka inilah yang bertugas untuk memonitor pergerakan jemaah.