Pedagang Kaki Lima Hambat Jalan Keluar Masjid Nabawi

Berhaji.com

Pedagang kaki lima telah mengambil alih trotoar dan jalur di daerah pusat dekat Masjid Nabawi dan menghalangi pergerakan pejalan kaki dan menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Meskipun alokasi kios untuk pedagang kaki lima telah disiapkan, sebagian besar dari mereka menolak untuk menyewa kios ini karena tingginya harga sewa. Selain itu, lokasi tersebut juga terbatas dan jauh dari tempat pejalan kaki.

Para pedagang  mengeluhkan tentang petugas dan polisi yang dengan paksa menghancurkan kios mereka dan menyita barang-barang mereka.

Mereka menambahkan bahwa mereka melakukan pekerjaan ini mengikuti nenek moyang mereka, dan menyatakan bahwa mereka siap untuk meninggalkan trotoar asalkan disediakan tempat pengganti alternatif oleh pihak yang berwenang. Mereka menuntut lokasi pasar yang populer dan cocok untuk menjajakan barang-barang dagangan mereka dan tanpa sewa yang tinggi.

Jumlah pedagang kaki lima terus alami peningkatan selama musim haji dan umrah musim di pasar dan di trotoar dekat Masjid Nabawi, dan hasil ini menyebabkan kepadatan penduduk dan kemacetan lalu lintas, seperti dikutip dari arabnews.com. Barang yang ditampilkan sangat bervariasi, mulai dari pakaian, aksesoris, makanan, dan lain-lain.

Salamah Al-Lahibi, juru bicara resmi untuk Sekretariat Madinah, menjelaskan bahwa rencana telah disesuaikan untuk menerapkan peraturan denda sistematis dan hukuman daerah yang diterbitkan oleh keputusan Kabinet Menteri terhadap PKL dan juga untuk mencegah terjadinya pelanggaran tersebut.

 

Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari

Berhaji – Ada yang unik dari arsitektur Masjid Nabawi, yaitu payung-payung yang tersebar di pelataran masjid yang akan membuka dan menutup secara otomatis setiap pagi dan sore.

Setiap jam 6 pagi payung-payung tersebut secara otomatis akan membuka dan setiap jam 6 sore payung-payung tersebut akan secara otomatis menutup. Suasana ini merupakan salah satu yang paling dinikmati jema’ah haji dan umrah setiap hari.

Suasana langit senja Madinah dari balik payung-payung yang mulai menutup. Berikut inilah potret keindahan suasana Masjid Nabawi saat senja hari yang pasti akan membuat siapapun yang melihatnya ingin datang berkunjung.


Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari

Subhanallah, semoga kita termasuk golongan hamba-Nya yang diberi kesempatan untuk berkunjung ke tempat indah ini. Aamiin.

View this post on Instagram

One nice evening in Medina

A post shared by Fitrop Fitrop (@fitrop) on

Video detik-detik menutupnya payung di Masjid Nabawi.

Wow, Petugas Masjid Nabawi Ini Menguasai 17 Bahasa!

berhaji.com – Bekerja di tempat suci seperti Masjid Nabawi merupakan sebuah berkah dan kesempatan yang mungkin tidak bisa didapatkan sembarang orang.

Bertugas di Masjid Nabawi juga berarti melayani ribuah jama’ah haji dari berbagai negara yang belum tentu kesemuanya bisa berbahasa Arab. Hal inilah yang menjadikan para petugas di Masjid Nabawi diharuskan menguasai beberapa bahasa agar bisa membimbing para jama’ah dengan baik.

Seorang petugas wanita di Masjid Nabawi yang tidak ingin disebutkan namanya bahkan bisa menguasai 17 bahasa dalam pengalamannya melayani jama’ah di sana yang datang dari berbagai negara di dunia. Pendidikan untuk menguasai berbagai bahasa oleh para petugas Masjid Nabawi ini dimulai sejak kurang lebih sepuluh tahun yang lalu.

Seperti dilansir Al-Watan Daily, wanita ini menguasai bahasa Inggris , Urdu , Perancis , Turki , Malawi , Indonesia , Malaysia , Hindi , Persia , Hausa , Pashto , Thailand dan Malawi. Menurutnya, bahasa yang paling mudah dipelajari adalah Bahasa Urdu karena pengucapannya yang mudah. Sedangkan bahasa yang cukup sulit dipahami adalah bahasa Rusia dan bahasa Turki.

Sumber: Women staffers at Prophet’s Mosque speak 17 languages

ZIARAH KE MASJID NABAWI DAN MAKAM RASULULLAH

Dari Ibnu Umar, telah bersabda Rasulullah Saw, “Barang siapa berziarah kepadaku setelah aku meninggal, maka seakan-akan ia berziarah pada waktu aku masih hidup.” (HR. Baihaqi, Daruqutni, dan Tabrani)[i]

 

Banyak hadits yang menguraikan keutamaan ziarah. Dalam hadits lain dikatakan, “Barang siapa datang menziarahiku tanpa tanpa tujuan lain kecuali  untuk berziarah kepadaku, maka aku berhak menjadi pemberi syafaat baginya di hari kiamat.” (HR. Ath-Thabrani dari Ibnu Umar).

Hadits tersebut merupakan dalil dilarangnya mengunjungi makam Rasul dengan niat lain selain ziarah, seperti meminta doa dan dengan sengaja meminta syafaat di hadapan makam Rasulullah Saw.

Hukum Ziarah ke Masjid Nabawi dan Makam Rasul

Ziarah ke masjid Nabawi adalah sunnah. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Saw. “Janganlah mengadakan ziarah kecuali ke tiga masjid, yakni Masjidil Haram, masjid saya ini, dan Masjidil Aqsha.” (HR. Bukhari – Muslim)

Maka hendaklah orang-orang berziarah ke masjid Nabawi, karena satu kali shalat di dalamnya lebih baik daripada seribu kali shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Apabila seseorang akan pergi ke Madinah, seharusnya tujuan awalnya adalah melaksanakan shalat di masjid Rasulullah. Dan ketika dia telah sampai di sana, hendaknya berziarah ke makam Rasulullah Saw., serta makam kedua sahabat beliau yaitu Abu Bakar dan Umar r.a., sesuai dengan cara yang disyariatkan, tanpa melakukan bid’ah ataupun berlebih-lebihan.[ii]

Hubungan Ziarah dengan Haji

Tidak ada hubungan antara ziarah ke masjid Nabawi dan Makam Rasulullah dengan ibadah haji. Sesungguhnya ziarah ke masjid Nabawi ialah urusan di luar haji dan umrah. Akan tetapi, ahli ilmu membahasnya di dalam bab haji, karena pada zaman dahulu orang-orang mengalami kesulitan jika harus melaksanakan haji dan umrah dalam suatu perjalanan, sedangkan untuk ziarah ke masjid Nabawi dalam perjalanan yang lain. Jadi apabila mereka melakukan ibadah haji dan umrah, maka mereka sekaligus melewati Madinah untuk ziarah ke masjid Rasulullah Saw.[iii]

Adab Masuk Masjid Nabawi dan Ziarah ke Makam Rasul

Peziarah masjid Nabawi disunnahkan untuk mendatanginya dengan tenang dan sopan, memakai wewangian, mengenakan pakaian terbaik, memasukinya dengan kaki kanan, dan membaca do’a ma’tsur. Dia disunnahkan pula mendatangi raudhoh (taman) terlebih dahulu untuk mengerjakan shalat sunnah tahiyyatulmasjid dengan khusyuk. Sesudah selesai mengerjakan shalat sunnah ini, dia disunnahkan pergi ke makan Nabi Saw dengan menghadap kepadanya dan membelakangi kiblat untuk mengucapkan salam kepada Rasulullah Saw, kemudian bergerak mundur sekitar satu hasta ke arah kanan untuk mengucapkan salam kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., lalu bergerak mundur lagi sekitar satu hasta ke arah kanan untuk mengucapkan salam kepada Umar bin Khattab, lantas menghadap kiblat dan berdoa untuk dirinya, orang-orang yang dicintainya, sadara-saudaranya dan seluruh umat Islam, lalu langsung pulang ke kampung halamannya. Seorang peziarah hanya boleh mengeraskan suaranya hingga terdengar bagi dirinya saja. Dia juga harus menjauhi perbuatan mengusap-ngusap dan mencium makam Nabi Saw. karena itu termasuk perkara yang dilarang oleh beliau.[iv]

Larangan dalam Berziarah

Apa yang dilakukan sebagian orang dalam berziarah, yakni mengusap-usap dinding kamar makam Rasulullah, mengambil berkah dengannya, dan sebagainya, maka semua ini termasuk bid’ah. Dan yang lebih parah, lebih mungkar, dan lebih berat lagi ialah memohon kepada Nabi Saw. agar dimudahkan dari segala kesulitan dan tercapainya segala harapan, maka hal ini merupakan syirik besar, yang mengeluarkannya dari agama. Sesungguhnya Nabi Saw. tidak dapat mendatangkan manfaat maupun menolak madhorot terhadap dirinya sendiri, demikian pula terhadap orang lain. Beliau tidak mengetahui segala sesuatu yang ghaib. Beliau meninggal dunia sebagaimana anak cucu Adam meninggal dunia. Beliau tidak mengatur sedikitpun dari alam raya ini selamanya. Allah Swt. berfirman kepada Rasulullah Saw.[v]

Katakankah (Muhammad), ‘Aku tidak kuasa menolak madharat maupun mendatangkan kebaikan kepadamu.’ Katakanlah (Muhammad), ‘Sesungguhnya tidak ada sesuatupun yang dapat melindungiku dari (adzab) Allah dan aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain-Nya.” (QS. Al-Jin: 21-22)[vi]

Jadi, Rasulullah adalah manusia yang membutuhkan Allah. Beliau tidak akan bisa berbuat sesuatu tanpa izin Allah. Beliau adalah yang dipelihara oleh Allah dan diberi beban sebagaimana beban yang diberikan kepada manusia lainnya. Hanya saja beliau mempunyai kelebihan karena anugerah yang diberikan Allah kepadanya, yang tidak diberikan kepada orang lain sesudahnya.[vii]

 


[i] Al-Ghazali. Rahasia Haji dan Umrah. (Bandung: Karisma, 1997). hlm. 94.

[ii] Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar. Fiqih Ibadah: Kumpulan Fatwa Lengkap Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. (Surakarta: Media Zikir, 2010). hlm. 636.

[iii] Ibid. hlm. 637.

[iv] Sulaiman Al-Faifi. Mukhtashar Fiqih Sunnah Sayyid Sabiq. (Solo: Aqwam, 2010). hlm. 407.

[v] Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar. Op.Cit. hlm. 639

[vi] Ibid. hlm. 640

[vii] Ibid.

Menikmati Indahnya Masjid Quba di Madinah yang Dibangun Nabi SAW

Berhaji.com

Pada bulan Ramadhan ribuan jamaah yang berasal dari dalam dan luar Kota Madinah, ramai memadati Masjid Quba di Madinah. Para jamaah tersebut khusyuk beribadah sambil mananti menanti hidangan berbuka puasa yang disajikan di masjid tersebut.

Quba Mosque

Quba Mosque1

 

Ramainya jamaah di masjid ini tak lain karena melaksanakan shalat di masjid ini memiliki keutamaan. Menurut hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Abu bin Sahl bin Hunaif ra, ia pernah menderngar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang bersuci di rumahnya, kemudian pergi ke Masjid Quba, lalu ia shalat di dalam Masjid Quba, maka baginya pahala seperti pahala umrah.” (HR. Tirmidzi)

Masjid Quba ini terletak di rute hijrah Nabi, di antara kota Makkah dan Madinah, tepatnya 3,5 kilometer dari Masjid Nabawi. Masjid Quba ini merupakan masjid pertama yang didirikan Nabi Muhammad SAW ketika tiba di Madinah saat hijrah.

Dalam pembangunan masjid ini, Rasulullah SAW lah yang melakukan peletakan batu pertama, dilanjutkan oleh putrinya, lalu disempurnakan oleh para sahabat.

Allah SWT memuji masjid ini dan orang yang mendirikan sembahyang di dalamnya dari kalangan penduduk Quba’ dengan Firman-Nya:

Sesungguhnya masjid itu yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut bagimu (Hai Muhammad) bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya terdapat orang-orang yang ingin membersihkan diri…….(QS. At Taubah: ayat 108).

Masjid ini telah beberapa kali mengalami renovasi. Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah orang pertama yang membangun menara masjid ini. Sakarang renovasi masjid ini ditangani oleh keluarga Kerajaan Saudi. Mengutip buku berjudul Sejarah Madinah Munawarah yang ditulis Dr Muhamad Ilyas Abdul Ghani, masjid Quba ini telah direnovasi dan diperluas pada masa Raja Fahd ibn Abdul Aziz pada 1986. Renovasi dan peluasan ini menelan biaya sebesar 90 juta riyal yang membuat masjid ini memiliki daya tampung hingga 20 ribu jamaah.

 

Bocoran Gambar Payung Mewah yang Akan Hiasi Masjidil Haram

Berhaji.com

Salah satu proyek yang sedang dijalankan di tengah pembangunan Masjidil Haram adalah payung otomatis yang mirip dengan payung-payung di Masjid Nabawi.

Payung-payung raksasa ini dibuat dengan tujuan melindungi jemaah haji dari terik matahari saat sedang beribadah. Dibuat dari marmer dan lapisan emas di beberapa sisi, payung raksasa ini juga dilengkapi dengan jam analog yang dapat menunjukkan waktu sholat.

Images source: skyscrapercity.com

Yuk, Intip Proyek Perluasan Mesjid Nabawi

Berhaji – Seperti yang diketahui bahwa lonjakan jamaah haji dan umroh setiap tahunnya terus meningkat. Olehkarena itu pemerintah Arab Saudi terus melakukan perluasan di dua kawasan, yaitu Mesjidil Haram dan Mesjid Nabawi.

Perluasan Mesjid Nabawi secara besar-besaran sudah mulai dilakukan pasca musim haji tahun 2011. Perluasan ini paling tidak akan menggusur 60 hotel yang ada disisi barat dan timur mesjid tersebut. Ini semua adalah rangkaian dari giga proyek perluasan Masjidil Haram dan Mesjid Nabawi yang akan dilakukan hingga tahun 2020 nanti.

Berikut ini adalah beberapa gambar perluasan Mesjid Nabawi yang diambil dari skyscrapercity.

10356767_10153290814532125_6355917538363045112_n

11130197_10153288438517125_5596706045386778835_n

western-demolition-Madinah3

western-demolition-Madinah4

western-demolition-Madinah5

western-demolition-Madinah6

Pesepak Bola Dunia Yang Tunduk Di Depan Ka’bah

Berhaji – Menunaikan ibadah haji dan umrah, pastilah menjadi keinginan setiap Muslim. Meski biayanya dianggap cukup mahal, namun tak sedikit orang yang rela menyisihkan pendapatannya demi menyempurnakan Ibadah dengan berhaji atau melakukan sunnah Rasul dengan umrah.

Termasuk mereka yang sehari-harinya sangat padat dengan pekerjaan, rela menyalurkan waktu sengganya untuk beribadah di tanah suci. Begitupun dengan para pesepak bola dunia ini. Meski pertandingan sangat mengikat waktu, namun mereka menyempatkan untuk berhaji yang memakan waktu satu bulan atau hanya ber umrah saja.

Siapa sajakah mereka? Berikut potret pesepak bola dunia yang sedang beribadah haji dan umrah dalam balutan kain Ihram.

Karim Benzema

Karim Benzema
Karim Benzema dan Pihak Kementrian Olahraga Arab Saudi

Memilih tak tampil dalam putaran final Piala Eropa 2016 yang digelar di negaranya, Benzema meluangkan waktu untuk beribadah di rumah Allah pada musim haji tahun lalu. Ia juga tampak diundang oleh pihak Kementrian Olahraga untuk Arab Saudi di sela-sela kegiatan ibadahnya.

Mesut Ozil

mesut ozil
mesut ozil

Mantan pemain Real Madrid ini memang terkenal cukup religius. Tak jarang, ia terlihat berdoa di lapangan menjelang pertandingan. Nah, sebelum piala Eropa 2016 digelar, ia menyempatkan diri untuk beribadah umrah pada bulan Mei.

Franck Ribery

franck ribery
franck ribery

Franck Ribery melakukan ibadah umrah ketika klubnya, Bayern Muenchen sedang menjalani pertandingan persahabatan di Jeddah, Arab Saudi. Dia pergi umrah bersama rekan setimnya yang beragama Islam, Hamit Altintop.

Hakan Calhanoglu

Hakan Calhanoglu

Pemain Bayer Leverkusen itu melaksanakan Ibadah umrah kompetisi Bundesliga libur hampir sebulan saat musim dingin pad aakhir 2015 lalu. Dirinya mengaku tak kuasa menahan air mata ketika melihat Ka’bah.

Demba Ba

Demba Ba

Pria Senegal ini sudah cukup sering menunaikan ibadah umrah. Pada 2013 lalu, Ba berkunjung ke Mekah dan Madinah. “Setelah di Masjid Al-Haram, inilah penampakan Masjid Nabawi,” tulis Demba Ba sambil mengunggah foto menara Masjid Nabawi, Rabu, 26 Juni 2013.

Ba kembali melakukan umrah pada 2015, sesaat setelah bergabung dengan Shanghai Shenhua. Umrah Ba kali ini terasa lebih spesial karena dilakukan saat bulan Ramadan.

Makin Menjamurnya Pengemis di Madinah

Berhaji.com

Sejumlah warga dan para ahli mulai melibatkan dari dalam permasalahan munculnya pengemis. Mereka tidak puas terhadap lemahnya monitoring dan pengawasan oleh lembaga dan otoritas yang terlibat dalam memerangi kemiskinan.

Mereka menuntut intensifikasi kampanye anti-mengemis, yang sukses di masa lalu, terutama di daerah-daerah di sekitar Masjid Nabawi, dan dekat pusat perbelanjaan, ATM, dan jalan utama. Menurut mereka, maraknya pengemis di daerah-daerah, terutama di dekat tempat-tempat suci, adalah hal memalukan bagi negara dan berdampak buruk pada kota Nabi SAW.

Banyaknya pengemis di sekitar Masjid Nabawi, yang sering melecehkan pengunjung masjid, adalah suatu hal yang harus segera diatasi, kata Abdul Rahman Al-Ruhaili, terutama karena pengemis dapat dengan mudah terlibat dalam beragam kegiatan jemaah karena pemantauan yang buruk oleh otoritas.

Saeed Al-Mohammadi, yang bekerja di daerah pusat di Madinah, mengatakan kehadiran pengemis di daerah dan dekat pintu hotel adalah memalukan untuk pengunjung yang datang dan pergi. Lebih disayangkan lagi, banyak pengemis tersebut adalah perempuan dengan anak-anak yang mengenakan pakaian robek. Dia mengatakan, “Hal seperti ini memberikan kesan buruk tentang masyarakat kita”.

Ahmed Asiri mengatakan kehadiran pengemis di mal-mal dan dekat ATM juga berdampak buruk pada budaya dan masyarakat, sementara Mohammed dan Fayez Al-Juhani mengatakan bahwa mengemis sebagai sebuah realitas yang harus dibenahi oleh semua, terutama karena telah terdapat sejumlah daerah yang ditunjuk, di mana pengemis bisa mendapatkan bantuan. Mereka mempertanyakan peran kantor anti-pengemis dan urusan sosial dalam memberantas fenomena ini.

Menurut Brig. Fahad Al-Ghannam, juru bicara departemen kepolisian Madinah, alasan di balik munculnya pengemis adalah bahwa pengemis memanfaatkan dan mengeksploitasi belas kasihan warga, mereka sering menggunakan anak-anak dan perempuan, seperti dikutip dari arabnews.com. Dalam kasus di mana pengemis adalah warga negara Saudi, mereka dipindahkan ke organisasi amal atau lembaga asuransi sosial, tetapi jika mereka ekspatriat, mereka dipindahkan ke Departemen Paspor untuk dideportasi. Dia mengatakan jumlah mereka yang ditangkap karena mengemis dari 1437/01/01 ke 30/6/1437 adalah 214 orang dari berbagai negara.

Kedatangan Jamaah Umrah Tahun Depan Diproyeksikan Mencapai 8 Juta Jiwa

Berhaji.com

Ahmad Sheikh Bafaqih, pakar di bidang ekonomi Haji dan Umrah, mengatakan jumlah jamaah umrah terdaftar meningkat dibanding angka tahun lalu.

Dia mengharapkan kedatangan 8 juta jamaah umrah tahun depan, setelah sebagian pembangunan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selesai. Diharapkan jumlah jamaah meningkat 2 juta jamaah umrah dibandingkan dengan 6 juta peziarah tahun ini, diperkirakan meningkat 30 persen.

Dia menekankan pada upaya bersama dari Kementerian Dalam Negeri, haji dan umrah, dan otoritas terkait untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan sebagian besar peziarah yang melakukan umrah selama Ramadhan terakhir ini di Makkah.

Sementara itu, sumber-sumber informasi mengatakan, Kementerian Haji dan Umrah menghentikan penerbitan visa umrah tanpa batas untuk musim tahun ini sejak 16 Ramadhan. Sumber tersebut mengatakan bahwa musim umrah tahun ini menunjukkan peningkatan 6,99 persen dari tahun lalu dengan 6.393.464 visa dikeluarkan, meningkat dari 444.252 visa, sementara jumlah peziarah mencapai 5.949.212 jamaah umrah.

Menurut statistik, Mesir datang pertama dengan 1.303.067 visa umrah, naik 17 persen dari musim Umrah lalu; Pakistan dengan 991.337 visa umrah dan Indonesia di posisi ketiga dengan 699.612 visa umrah.

Jumlah jamaah yang datang dari Turki meningkat tahun ini dengan 18.875 dibandingkan tahun lalu, dengan jumlah visa yang dikeluarkan untuk peziarah Turki sebesar 473.672, membuat negara keempat dalam daftar negara-negara dalam hal jumlah jamaah umrah.

Jordan berada di posisi kelima dengan total perkiraan visa dari 434.479, sedangkan India musim ini menambahkan 77.077 umrah dari musim lalu, yang berjumlah sekitar 409.639 visa umrah.

Aljazair berada di peringkat ketujuh pada daftar dengan 371.949 visa umrah, namun kedua setelah Pakistan dalam hal peningkatan jumlah peziarah, di mana peningkatan sebesar 28,51 persen.

Data menunjukkan bahwa Malaysia memperoleh 26.005 visa umrah, meningkat 10 persen, dan di posisi kesembilan ada Uni Emirat Arab dengan 187.289 visa umrah, meningkat 12.919 jamaah.

Irak mencatat penurunan jumlah jamaah umrah sekitar 10,22 persen dibandingkan musim lalu, dengan 168.406 visa umrah diterbitkan, seperti dikutip dari arabnews.com. Negara-negara lainnya mencatat penurunan dari 26,91 persen pada jumlah visa umrah yang diterbitkan.