Aplikasi Umrah Cerdas, Untuk Hindari Travel Umrah Palsu

Berhaji – Maraknya aksi penipuan travel Umrah bodong yang terjadi di Indonesia, membuat banyak orang gerah. Pasalnya, dana yang dikumpulkan untuk ibadah Umrah tak sedikit. Sekarang, masyarakat dapat meminimalisir penipuan tersebut dengan sebuah aplikasi yang mudah digunakan.

Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag, Abdul Djamil mengatakan melalui aplikasi tersebut, masyarakat bisa memperoleh informasi instan untuk mengetahui apakah sebuah travel haji dan umroh memiliki izin atau tidak.

Aplikasi tersebut diluncurkan sejak November 2016 lalu. Dengan adanya “Umrah Cerdas” diharapkan masyarakat tidak lagi tertipu dengan agen-agen travel haji dan umroh yang abal-abal.

 

Bagaimana Tata Cara Umrah?

Berhaji – Masih banyak yang belum tata cara Umrah, adapun yang sudah lupa karena memang diajarkan saat sekolah dasar saja. Nah berikut ini adalah tata cara pelaksanaan umrah dari awal hingga akhir.

Pertama:

Jika seseorang akan melaksanakan umrah, dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebelum berihram dengan mandi sebagaimana seorang yang mandi junub, memakai wangi-wangian yang terbaik jika ada dan memakai pakaian ihram.

Kedua:

Pakaian ihram bagi laki-laki berupa dua lembar kain ihran yang berfungsi sebagai sarung dan penutup pundak. Adapun bagi wanita, ia memakai pakaian yang telah disyari’atkan yang menutupi seluruh tubuhnya. Namun tidak dibenarkan memakai cadar/ niqab (penutup wajahnya) dan tidak dibolehkan memakai sarung tangan.

Ketiga:

Berihram dari miqat untuk dengan mengucapkan:

لَبَّيْكَ عُمْرَةً

labbaik ‘umroh” (aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah).

Keempat:

Jika khawatir tidak dapat menyelesaikan umrah karena sakit atau adanya penghalang lain, maka dibolehkan mengucapkan persyaratan setelah mengucapkan kalimat di atas dengan mengatakan,

اللَّهُمَّ مَحِلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي

Allahumma mahilli haitsu habastani” (Ya Allah, tempat tahallul di mana saja Engkau menahanku).

Dengan mengucapkan persyaratan ini—baik dalam umrah maupun ketika haji–, jika seseorang terhalang untuk menyempurnakan manasiknya, maka dia diperbolehkan bertahallalul dan tidak wajib membayar dam (menyembelih seekor kambing).

Kelima:

Tidak ada alat khusus untuk berihram, namun jika bertepatan dengan waktu shalat wajib, maka shalatlah lalu berihram setelah shalat.

Keenam:

Setelah mengucapkan “talbiah umrah” (pada poin ketiga), dilanjutkan dengan membaca dan memperbanyak talbiah berikut ini, sambil mengeraskan suara bagi laki-laki dan lirih bagi perempuan hingga tiba di Makkah:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَك لَبَّيْكَ ، إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَك وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَك

Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”. (Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,  aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).

Ketujuh:

Jika memungkinkan, seseorang dianjurkan untuk mandi sebelum masuk kota Makkah.

Kedelapan:

Masuk Masjidil Haram dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid:

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ.

Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik” (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu).

Kesembilan:

Menuju ke Hajar Aswad, lalu menghadapnya sambil membaca “Allahu akbar” atau “Bismillah Allahu akbar” lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya. Jika tidak memungkinkan untuk menciumnya, maka cukup dengan mengusapnya, lalu mencium tangan yang mengusap hajar Aswad. Jika tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka cukup dengan memberi isyarat kepadanya dengan tangan, namun tidak mencium tangan yang memberi isyarat. Ini dilakukan pada setiap putaran thawaf.

Kesepuluh:

Kemudian, memulai thawaf umrah 7 putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad pula. Dan disunnahkan berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa pada 4 putaran terakhir.

Kesebelas:

Disunnahkan pula mengusap Rukun Yamani pada setiap putaran thawaf. Namun tidak dianjurkan mencium rukun Yamani. Dan apabila tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka tidak perlu memberi isyarat dengan tangan.

Keduabelas:

Ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunnahkan membaca,

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” (Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka). (QS. Al Baqarah: 201)

Ketigabelas:

Tidak ada dzikir atau bacaan tertentu pada waktu thawaf, selain yang disebutkan pada no. 12. Dan seseorang yang thawaf boleh membaca Al Qur’an atau do’a dan dzikir yang ia suka.

Keempatbelas:

Setelah thawaf, menutup kedua pundaknya, lalu menuju ke makam Ibrahim sambil membaca,

وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla” (Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat) (QS. Al Baqarah: 125).

Kelimabelas:

Shalat sunnah thawaf dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim, pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah, membaca surat Al Kaafirun dan pada raka’at kedua setelah membaca Al Fatihah, membaca surat Al Ikhlas.

Keenambelas:

Setelah shalat disunnahkan minum air zam-zam dan menyirami kepada dengannya.

Ketujuhbelas:

Kembali ke Hajar Aswad, bertakbir, lalu mengusap dan menciumnya jika hal itu memungkinkan atau mengusapnya atau memberi isyarat kepadanya.

 

SA’I UMRAH

Kedelapanbelas:

Kemudian, menuju ke Bukit Shafa untuk melaksanakan sa’i umrah dan jika telah mendekati Shafa, membaca,

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ

Innash shafaa wal marwata min sya’airillah”  (Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah) (QS. Al Baqarah: 158).

Lalu mengucapan,

نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ

Nabda-u bimaa bada-allah bih”.

Kesembilanbelas:

Menaiki bukit Shafa, lalu menghadap ke arah Ka’bah hingga melihatnya—jika hal itu memungkinkan—, kemudian membaca:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ  (3x)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ

“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. (3x)

Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian.”

Keduapuluh:

Bacaan ini diulang tiga kali dan berdoa di antara pengulangan-pengulangan itu dengan do’a apa saja yang dikehendaki.

Keduapuluhsatu:

Lalu turun dari Shafa dan berjalan menuju ke Marwah.

Keduapuluhdua:

Disunnahkan berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh di antara dua tanda lampu hijau yang beada di Mas’a (tempat sa’i) bagi laki-laki, lalu berjalan biasa menuju Marwah dan menaikinya.

Keduapuluhtiga:

Setibanya di Marwah, kerjakanlah apa-apa yang dikerjakan di Shafa, yaitu menghadap kiblat, bertakbir, membaca dzikir pada no. 19 dan berdo’a dengan do’a apa saja yang dikehendaki, perjalanan (dari Shafa ke Marwah) dihitung satu putaran.

Keduapuluhempat:

Kemudian turunlah, lalu menuju ke Shafa dengan berjalan di tempat yang ditentukan untuk berjalan dan berlari bagi laki-laki di tempat yang ditentukan untuk berlari, lalu naik ke Shafa dan lakukan seperti semula, dengan demikian terhitung dua putaran.

Keduapuluhlima:

Lakukanlah hal ini sampai tujuh kali dengan berakhir di Marwah.

Keduapuluhenam:

Ketika sa’i, tidak ada dzikir-dzikir tertentu, maka boleh berdzikir, berdo’a, atau membaca bacaan-bacaan yang dikehendaki.

Keduapuluhtujuh:

Jika membaca do’a ini:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ

Allahummaghfirli warham wa antal a’azzul akrom” (Ya Rabbku, ampuni dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa dan Maha Pemurah), tidaklah mengapa  karena telah diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud dan ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya mereka membacanya ketika sa’i.

Keduapuluhdelapan:

Setelah sa’i, maka bertahallul dengan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul, dan yang mencukur gundul itulah yang lebih afdhal. Adapun bagi wanita, cukup dengan memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari.

Keduapuluhsembilan:

Setelah memotong atau mencukur rambut, maka berakhirlah ibadah umrah dan Anda telah dibolehkan untuk mengerjakan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihram.

Kedatangan Jamaah Umrah Tahun Depan Diproyeksikan Mencapai 8 Juta Jiwa

Berhaji.com

Ahmad Sheikh Bafaqih, pakar di bidang ekonomi Haji dan Umrah, mengatakan jumlah jamaah umrah terdaftar meningkat dibanding angka tahun lalu.

Dia mengharapkan kedatangan 8 juta jamaah umrah tahun depan, setelah sebagian pembangunan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selesai. Diharapkan jumlah jamaah meningkat 2 juta jamaah umrah dibandingkan dengan 6 juta peziarah tahun ini, diperkirakan meningkat 30 persen.

Dia menekankan pada upaya bersama dari Kementerian Dalam Negeri, haji dan umrah, dan otoritas terkait untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan sebagian besar peziarah yang melakukan umrah selama Ramadhan terakhir ini di Makkah.

Sementara itu, sumber-sumber informasi mengatakan, Kementerian Haji dan Umrah menghentikan penerbitan visa umrah tanpa batas untuk musim tahun ini sejak 16 Ramadhan. Sumber tersebut mengatakan bahwa musim umrah tahun ini menunjukkan peningkatan 6,99 persen dari tahun lalu dengan 6.393.464 visa dikeluarkan, meningkat dari 444.252 visa, sementara jumlah peziarah mencapai 5.949.212 jamaah umrah.

Menurut statistik, Mesir datang pertama dengan 1.303.067 visa umrah, naik 17 persen dari musim Umrah lalu; Pakistan dengan 991.337 visa umrah dan Indonesia di posisi ketiga dengan 699.612 visa umrah.

Jumlah jamaah yang datang dari Turki meningkat tahun ini dengan 18.875 dibandingkan tahun lalu, dengan jumlah visa yang dikeluarkan untuk peziarah Turki sebesar 473.672, membuat negara keempat dalam daftar negara-negara dalam hal jumlah jamaah umrah.

Jordan berada di posisi kelima dengan total perkiraan visa dari 434.479, sedangkan India musim ini menambahkan 77.077 umrah dari musim lalu, yang berjumlah sekitar 409.639 visa umrah.

Aljazair berada di peringkat ketujuh pada daftar dengan 371.949 visa umrah, namun kedua setelah Pakistan dalam hal peningkatan jumlah peziarah, di mana peningkatan sebesar 28,51 persen.

Data menunjukkan bahwa Malaysia memperoleh 26.005 visa umrah, meningkat 10 persen, dan di posisi kesembilan ada Uni Emirat Arab dengan 187.289 visa umrah, meningkat 12.919 jamaah.

Irak mencatat penurunan jumlah jamaah umrah sekitar 10,22 persen dibandingkan musim lalu, dengan 168.406 visa umrah diterbitkan, seperti dikutip dari arabnews.com. Negara-negara lainnya mencatat penurunan dari 26,91 persen pada jumlah visa umrah yang diterbitkan.

 

Jemaah Umrah Diperkirakan Akan Membludak Di 10 Hari Terakhir Ramadan

berhaji.com

Sekitar 6 juta jamaah tercatat melakukan ibadah Umroh di bulan Ramadan kali ini, berdasarkan data statistik dari the Information Center Kementrian Haji dan Umrah Arab Saudi, seperti dilaporkan the Saudi Press Agency.

Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat dan memuncak pada 10 terakhir Ramadan. Bulan Ramadan memang kerap dimanfaatkan umat Muslim dengan memaksimalkan ibadah, salah satunya adalah melaksanakan ibadah umroh sebelum ibadah haji di musim haji yang datang setelah Ramadan.

(Baca: Visa Haji Kini Berbentuk Kertas A4 untuk Menghindari Keterlambatan Penerbitan)

“Jumlah jamaah umrah akan melebihi 6 juta di beberapa hari mendatang. Pihak kementerian juga sudah berkoordinasi dengan agensi agar kegiatan ibadah umrah tetap nyaman dan mudah meski jamaah membludak,” ucap juru bicara dalam press statement. Ia juga menambahkan, sejauh ini ada 43.000 layanan disediakan untuk jamaah umrah.

Sementara itu, Tarek Al-Abdul Jabbar selaku asisten presiden Bandara juga melakukan inspeksi ke terminal haji dan umrah di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jedah pada Senin, (19/06).

Ditemani oleh Abdullah Al-Reemi, direktur general KAIA dan petugas Bandara senior lainnya, ia memeriksa ulang berbagai fasilitas yang disediakan untuk para jamaah.

(Baca: 8 Cara Agar Bisa Cepat Umrah Di Usia Muda)

8 Cara Agar Bisa Cepat Umrah Di Usia Muda

berhaji.com

Menunaikan ibadah haji dan umrah di usia muda memang menjadi impian kebanyakan orang. Namun, tak semua orang mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi tanah suci di usia muda.

Namun, kita bisa mewujudkan kesempatan itu sendiri dengan cara berusaha dan bersungguh-sungguh. Berikut ini 10 hal yang bisa dilakukan agar bisa umrah selagi muda.

Menabung dengan Besaran Tetap

Setiap bulan, tentukan jumlah tertentu untuk ditabungkan dengan tujuan untuk umrah atau naik haji. Usahakan agar besaran tabungan bisa tetap agar kita bisa memperkirakan berapa tahun lagi kita bisa mengejar untuk berangkat umrah.

Niatkan Sedini Mungkin

Semakin dini kita memiliki niat untuk berangkat umrah, maka semakin cepat juga tabungan terkumpul. Misalnya saja saat kita berusia 20 tahun kita sudah bertekad untuk menabung untuk umrah. Bukan tak mungkin, di usia 30 tahun kita berhasil untuk umrah.

Manfaatkan Fasilitas Pinjaman dari Bank Syariah

Kamu juga bisa memanfaatkan layanan produk bank syariah yang dikenal dengan nama pembiayaan umrah. Produk ini diperuntukkan bagi jamaah yang ingin berangkat lebih cepat, mereka bisa mencicil selama sebelum berangkat hingga setelah pulang umrah.

Kamu juga bisa menggabungkan uang tabungan dengan pinjaman dari bank sehingga pinjaman yang kamu ambil tidak terlalu besar dan cicilannya bisa menjadi lebih ringan.

Tabungan dengan Investasi

Biaya umrah umumnya terus meningkat setiap tahun. Untuk mengatasinya, kamu bisa mencoba menabung dengan berinvestasi pada jenis investasi seperti emas ataupun pasar saham halal. Saham halal adalah saham yang diperjual belikan pada perusaaan yang bidang usahanya jelas dan halal.

Berangkat Umrah Pada Saat Low Season

Seperti juga biaya liburan, biaya umrah di saat peak season seperti saat Ramadhan juga biasanya meningkat karena banyaknya jamaah yang mengantri. Pilihlah waktu yang kosong untuk berangkat umrah untuk mendapatkan harga normal.

Hindari Berangkat Umrah Bareng Artis

Selain saat peak season, salah satu hal yang membuat biaya umrah meningkat juga adalah program berangkat umrah bareng artis atau dai kondang. Tak hanya mahal, berangkat umrah bareng artis juga dapat membuat kita tidak fokus beribadah dan malah sibuk berfoto selfie dengan tokoh tersebut. Apalagi, seringkali tokoh yang dibawa tersebut tak memedulikan jamaah yang ingin berfoto bersamanya, sehingga jamaah terkadang perlu berusaha keras agar bisa berfoto bersama sang artis.

Pilih Fasilitas Umrah Sederhana

Biaya umrah juga akan tergantung pada fasilitas yang disediakan pihak agen travel umrah. Pilih saja fasilitas yang sederhana, yang penting tujuan kita untuk beribadah tercapai dan kita bisa memfokuskan diri beribadah daripada mencari kenyamanan di penginapan  maupun di perjalanan.

Umrah Backpacker

Untuk kamu yang suka tantangan, kamu bisa bergabung dengan komunitas umrah backpacker yang bisa pergi umrah dengan biaya sangat miring. Atau, kamu juga bisa pergi umrah sendiri tanpa ikut biro umrah. Caranya, buat Visa Bisnis dengan mengisi aplikasi di website, kadangkala harus mencari penjamin atau pengundang dari saudi. Kemudian, cari tiket pesawat umum ke Jeddah / Riyadh, dan gunakan kendaraan umum untuk ke Mekkah atau Madinah. Biaya bis umum biasanya berkisar antara 35 – 80 riyadh. Untuk menginap, bisa singgah di Masjidil Haram atau Nabawi. Makan bisa sekitar 15-35 riyal sekali makan porsi besar, sedangkan minum disediakan di masjid.

Semoga bermanfaat!

8 Hal yang Harus Disiapkan Matang Sebelum Berangkat Umrah atau Haji

berhaji.com

Ibadah umrah dan haji merupakan ibadah yang membutuhkan banyak persiapan. Bukan hanya persiapan materi, namun juga persiapan fisik dan mental agar semua ibadah dapat dijalankan dengan baik. Berikut 8 hal yang perlu disiapkan sebelum berangkat umrah dan haji.

Niat

Luruskan niat hanya untuk beribadah dan memenuhi panggilan Allah, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di Tanah Suci kelak. Lupakan niat-niat lainnya seperti ingin pamer foto umrah di Mekkah atau ingin mendapatkan gelar haji untuk mendapatkan derajat tinggi di masyarakat, fokuskan niat hanya untuk beribadah dengan ikhlas.

Persiapan Fisik

Agar semua rukun haji bisa dilaksanakan dengan baik, pastikan Anda juga melakukan beberapa latihan fisik seperti berjalan pagi dan sore atau jogging jika memungkinkan. Lakukan juga olahraga ringan dan jaga kesehatan agar tetap fit.

Persiapan Ilmu

Manasik haji saja tak cukup untuk membekali kita dengan ilmu-ilmu ibadah haji. Bacalah buku saku yang diberikan agen haji dengan baik, juga baca beberapa artikel dan ayat-ayat Al-Qur’an mengenai ibadah haji, agar semua ibadah dapat dilakukan dengan nilai yang tinggi.

Membuat Target Ibadah

Tidak ada salahnya membuat target ibadah seperti khatam Qur’an minimal sekali selam berhaji atau selalu sholat berjama’ah di masjid. Namun, buatlah target yang wajar dan jangan sampai target tersebut justru membuat kita mengabaikan ibadah lain atau membuat ibadah menjadi tidak khusyuk karena terburu-buru.

Persiapkan Mental

Siapkan juga mental Anda untuk menghadapi berbagai hal, misalnya fasilitas toilet, menghadapi kelakuan orang dan juga menghadapi hal lainnya. Jangan sampai kita banyak mengeluh karena memiliki ekspektasi yang tinggi dalam beribadah haji.

Manajemen Waktu

Pelajari juga kebiasaan di Mekkah dan Madinah untuk dapat memanajemen waktu. Misalnya datang lebih awal sebelum sholat wajib untuk thawaf dan mencari tempat untuk sholat. Anda bisa menanyakan dan mengonsultasikan hal ini pada agen penyedia travel umrah dan haji yang Anda ikuti.

Packing

Jangan sampai ada barang bawaan yang tertinggal, terutama yang sering Anda butuhkan. (Baca: Tips Packinh Umrah dan Haji)

Menjalin Silaturahmi

Di Tanah Suci nanti, semua orang dari berbagai belahan dunia akan tumpah menjadi satu untuk memenuhi panggilan Allah. Anda bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menjalin silaturahmi dengan saudara sesama Muslim dari berbagai penjuru dunia, untuk menambah pengalaman dan juga ilmu dalam beribadah.

6 Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Agen Perjalanan Haji dan Umrah

Dailymoslem – Pengalaman haji dan umrah merupakan tantangan tersendiri bagi setiap umat Muslim, terutama bagi mereka yang baru pertama kali menjalaninya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar perjalanan haji dan umrah kita dapat berjalan sesuai rencana.

Berikut ini 6 hal yang harus diperhatikan dalam memilih agen perjalanan haji dan umrah agar kita tidak salah pilih.

Pertama, perhatikan penampilan kantor agen. Kali ini, Anda harus menilai berdasarkan penampilannya. Kantor agen yang terpercaya biasanya rapi dan tertata dengan baik, dengan customer service yang jelas dan fasilitas yang jelas baik di kantor maupun di perjalanan.

Kedua, cara melayani konsumen. Agen perjalanan yang buruk biasanya tidak memedulikan apapun kecuali transaksi. Sedangkan agen perjalanan yang baik biasanya melayani konsumen dengan penuh perhatian dan pengertian, mereka mendengar dan menjawab pertanyaan sesuai yang diinginkan konsumen.

Ketiga, perhatikan kelegalan. Pastikan agen perjalanan yang Anda pilih telah mengantongi izin haji dan umrah dari Departemen Agama Republik Indonesia. Anda dapat mengetahui agen tersebut memiliki ijin resmi dari Depag atau tidak dengan melakukan pengecekan di Website Kementrian Agama.

Keempat, program Arbain dan Non-Arbain. Arbain merupakan program yang mengijinkan Anda tinggal lebih dari delapan hari di Madinah, sedangkan Non-Arbain merupakan program yang mengijinkan Anda tinggal beberpa hari saja di Madinah, dan selebihnya tinggal di Makkah. Pastikan agen perjalanan yang Anda pilih memiliki keduanya.

Kelima, jaringan kuat dengan industri pariwisata. Agen perjalanan haji dan umrah yang baik biasanya memiliki asosiasi dengan industri patiwisata lainnya seperti maskapai penerbangan, jaringan hotel hingga ke perusahaan rental mobil. Hal tersebut menunjukkan kredibilitas yang baik dari agen tersebut.

Keenam, pengalaman dan testimoni. Testimoni dari kerabat atau keluarga yang pernah menggunakan agen tersebut juga perlu Anda perhatikan. Pilihlah agen yang mendapat testimoni yang baik dan memuaskan dari konsumennya.

Lima Tips Umrah Bagi yang Baru Pertama Kali

berhaji.com

Bagi Anda yang sudah sudah memiliki niatan untuk menjalankan umrah namun belum pernah melakukannya sebelumnya, selain mengikuti arahan dari pihak penyelenggara umrah, Anda juga harus memiliki patokan tertentu agar umrah Anda bisa berjalan mulus sesuai rencana.

Berikut ini lima hal yang harus diperhatikan oleh Anda yang akan menjalankan umrah untuk pertama kali.

Pemilihan Waktu

Umrah memang bisa dilakukan kapan saja, tidak seperti haji yang harus dilakukan di musim haji. Namun, Anda juga perlu memilih waktu yang tepat, misalnya saat iklim di Mekkah cukup nyaman untuk beribadah. Di musim panas, yaitu pada bulan Juni – Agustus karena suhu bisa mencapai 45 derajat celcius. Sedangkan pada bulan November – Februari, suhu bisa mencapai 8 derajat celcius di malam hari dan 38 – 42 derajat celcius di siang hari. Selain itu, pemilihan waktu di bulan Ramadhan juga bisa menyebabkan biaya membengkak.

Pilih Agen Travel Terpercaya

Jangan sembarang memilih agen travel untuk pergi umrah, mengingat biaya umrah juga tak bisa dibilang murah, sehingga kita harus berhati-hati dengan jumlah uang tersebut. Perhatikan juga akomodasi yang ditawarkan agen travel, apakah sesuai dengan harga yang dibayarka? Jika Anda ingin menghemat dana, pilih juga paket umrah reguler agar tidak perlu singgah di negara-negara lainnya seperti Dubai, Turki, Mesir dan Malaysia, dan tujuan Anda langsung ke Mekkah. Setelah itu, Anda bisa segera mempersiapkan semua dokumen yang diperlukan. Seperti paspor, foto close up, dan kartu kuning berisi vaksinasi meningitis dan influenza.

Latihan Fisik

Pada saat umrah, Anda juga akan membutuhkan kondisi tubuh yang prima karena aktivitas ibadah umrah juga lumayan melelahkan, seperti rawaf dan sa’i yang mengharuskan berjalan dari satu tempat ke tempat lain. Lakukan olahraga ringan secara rutin dari beberapa minggu sebelum keberangkatan.

Perbekalan

Beberapa item khusus yang perlu Anda ingat adalah pakaian ihram, sandal/sepatu, kaus tangan, kerudung panjang dan lebar, kaus kaki, pelembab wajah, lotion, pakaian ganti, pakaian tidur, alat sholat, Al-Qur’an, obat-obatab, miltivitamin, pembalut wanita untuk persiapan, dan juga kacamata hitam dan topi jika diperlukan, mengingat udara di Mekkah cukup panas dan terik. Anda juga bisa menyiapkan keperluan lain seperti kamera saku, power bank atau colokan 3 lubang untuk persiapan.

Luruskan Niat

Hilangkan jauh-jauh niat kita untuk hal-hal duniawi seperti memamerkan momen umrah di sosial media atau belanja banyak oleh-oleh. Bawa uang secukupnya saja sesuai kebutuhan. Ikhlaskan hati karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di Tanah Suci.

Semoga bermanfaat!

Jamaah Sering Selfie saat Umrah dan Haji, Haruskah Peraturan Tentang Smartphone Diterapkan di Masjidil Haram?

Berhaji.com – Saat ini, mengunjungi Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan umrah bukanlah sekedar ibadah sakral, malah sudah menjadi lifestyle bagi beberapa kalangan tertentu.

Bahkan, berfoto selfie di tempat-tempat di Mekah dan Madinah juga menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi orang-orang tertentu. Ironisnya lagi, sekarang bahkan kita juga sering menjumpai foto selfie di depan ka’bah dan Masjidil Haram, yang seharusnya menjadi tempat sakral untuk beribadah dan berdo’a kepada Allah.

Dilansir dari arabnews.com, kolonel Badr bin Saud Al-Saud yang bekerja untuk pasukan keamanan Masjidil Haram mengatakan bahwa kebanyakan orang yang mengunjungi ka’bah merasa dirinya sedang piknik, sehingga mereka lebih fokus pada smartphone mereka dan minta difoto di sekitar ka’bah. Menurutnya, seharusnya orang-orang menggunakan smartphone mereka di kawasan Masjidil Haram hanya untuk keperluan komunikasi.

Saat ini, pemandangan jama’ah haji yang sibuk berfoto selfie di depan ka’bah adalah pemandangan yang umum.

Al-Saud mengutaraan hal ini di sebuah seminar yang diselenggarakan oleh King Fahad Security College mengenai isu-isu keselamatan dan keamanan di Kerajaan, dilansir dari media lokal.

Namun, peserta lain dalam seminar tersebut, di antaranya Abdulrahman Al-Faraj seorang penduduk Mesir tidak menyetujui hal tersebut karena bisa saja aplikasi smartphone yang mereka miliki dapat membantu dalam operasi penyelamatan.

Sungguh sebuah kesempatan yang baik jika kita bisa mengunjungi ka’bah dan beribadah di sana. Semoga hal tersebut tidak menjadikan kita orang yang riya dan menyombongkan diri. Aamiin.

Larangan dalam Haji Dan Umrah

Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya Ibrahim (atas perintah Allah) mengharamkan kota Mekah, dan aku (atas perintah Allah pula) mengharamkan kota Madinah. Tidak dibenarkan mencabut pohonnya tidak juga memburu binatangnya.” (HR. Bukhari)[i]

Terdapat enam hal yang terlarang untuk dilakukan selama haji dan umrah, yakni:[ii]

  1. Terlarang bagi laki-laki mengenakan pakaian yang berjahit seperti kemeja, celana, sepatu dan sebagainya, atau yang melingkungi badan seperti sarung, sorban dan sebagainya. Jamaah haji hanya doperbolehkan mengenakan semacam kain panjang atau handuk yang dililitkan ke tubuhnya, juga diperbolehkan baginya mengenakan sandal yang terbuka. Kecuali jika sama sekali tidak mendapatkan kain seperti itu, maka boleh memakai celana. Diperbolehkan juga mengenakan ikat pinggang dan berteduh ketika dalam kendaraan (bangunan). Tetapi tidak diperbolehkan menggunakan penutup kepala (yang langsung menyentuh kepala). Jika sekiranya melanggar larangan ini, maka wajib membayar dam (denda) seekor domba.

Adapun bagi wanita, diperbolehkan mengenakan pakaian yang berjahit, tetapi terlarang baginya menutupi wajahnya dengan sesuatu yang bersentuhan langsung dengannya seperti cadar.

  1. Terlarang memakai wangi-wangian (kecuali yang dipakai sebelum ihram). Oleh sebab itu, hendaknya dijauhi segala sesuatu yang dianggap sebagai wangi-wangian menurut kebiasaan.
  2. Memotong kuku dan mencukur (menghilangkan) rambut, termasuk larangan bagi siapa saja yang sedang ber-ihram. Bagi yang melanggar, diharuskan membayar dam. Tetapi diperbolehkan baginya memakai celak mata, mandi, berbekam dan menyisir rambut.
  3. Terlarang pula melakukan jima’ (bersenggama). Melakukannya sebelum tahallul pertama, merusak (membatalkan) haji disamping mewajibkan pembayaran dam berupa seekor unta atau sapi, atau tujuh ekor domba. Dan apabila hal itu dilakukan setelah tahallul pertama, maka hajinya tidak menjadi batal, tetapi tetap diharuskan membayar denda seekor unta, atau sapi atau tujuh ekor domba.
  4. Disamping jima’, terlarang pula melakukan hal-hal yang merupakan pendahuluan jima’, seperti mencium istri atau bersentuhan dengan sengaja. Demikian pula melakukan istimna (masturbasi). Semuanya itu hukumnya haram dan mewajibkan denda seekor domba. Diharamkan pula melakukan akad nikah atauu menikahkan orang lain, tetapi hal tersebut tidak mewajibkan denda, karena akad tersebut tidak sah dan dianggap tidak ada.
  5. Membunuh binatang buruan. Jika hal ini dilanggar, maka diharuskan membayar denda seekor hewan ternak yang besar tubuhnya mirip dan menyerupai yang terbunuh. Adapun binatang laut, tidak ada larangan dalam membunuhnya.

 

Larangan Selama di Tanah Suci

Adapun yang diharamkan untuk dilakukan di tanah suci adalah sebagai berikut:[iii]

  1. Non muslim dilarang memasuki tanah haram (tanah suci) dimulai sejak turunnya firman Allah pada tahun ke 9 Hijriyah. Ini adalah ketetapan Allah sesuai dengan firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis (jiwanya karena mempersekutukan Allah), maka janganlah mereka mendekati Masjidil haram setelah tahun ini.” (QS. 9:28)
  2. Berburu atau membunuh binatang kecuali yang berbahaya
  3. Mencabut tumbuh-tumbuhan yang tumbuh dengan sendirinya
  4. Membuang atau membawa sebagian tanah atau batuan yang ada di tanah haram
  5. Memungut barang yang ditemukan kecuali untuk dikembalikan
  6. Peperangan di tanah haram.

 


[i] Maisarah Zas. Haji dan Pencerahan Jati Diri Muslim. (Bandung: Alfabeta, 2005). hlm. 167.

[ii] Al-Ghazali. Rahasia Haji dan Umrah. (Bandung: Karisma, 1997). hlm. 37-38.

[iii]Maisarah Zas. Op.Cit. hlm. 167.