Jamaah Haji hanya Dijatah Membawa 5 Liter Air Zamzam

Berhaji.com

Ketua Daker Makkah Arsyat Hidayat menginformasikan bahwa setiap jamaah haji hanya mendapatkan jatah lima liter air zam-zam untuk dibawa ke Tanah Air. Jika ada yang berbuat curang atau menambah memasukkan air zam-zam ke koper, maka isinya akan dikeluarkan oleh petugas.

“Ini berdasarkan aturan yang berlaku di penerbanangan, jamaah haji dilarang memasukkan air zam-zam ke tas koper mereka dan jamaah haji hanya mendapatkan lima liter air zam-zam,” ujar Arsyad.

Imbauan ini kembali Arsyad tegaskan karena hingga Rabu (30/9) kemarin masih ada jamaah haji Indonesia yang membawa air zam-zam di dalam koper mereka dan itu harus dikeluarkan.

Sebanyak 13.679 jamaah yang dipulangkan dari 32 kloter haji, seperti dilansir dari republika.co.id. Para jamaah meninggalkan kota Makkah menuju Jeddah untuk kemudian pulang ke Tanah Air.

Air zam-zam sudah menjadi tradisi bagi jamaah haji sepulang dari Makkah, lalu membagikannya kepada sanak saudara di rumah masing-masing. Sebagai bentuk rasa syukur, mereka lalu membagikan menikmati air zam-zam untuk warga yang belum bisa ke Tanah Suci.

Maka tidak heran bila banyak jamaah haji, akhirnya berusaha menambah jumlah pasokan air zam-zam mereka.

 

Air Zam-Zam Semakin Eksklusif, Hanya yang Punya Passport yang Boleh Membeli

Berhaji.com – Air zam-zam memiliki tempat yang istimewa di hati umat muslim. Selain karena kesuciannya, air zam-zam juga dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Karena itulah, banyak produsen air zam-zam illegal atau palsu yang marak di Arab Saudi.

Seperti dilansir Arab News, baru-baru ini polisi telah menggrebek sebuah pabrik di Mekkah yang menjual air zam-zam yang dicampur dengan air kran.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah menerapkan aturan baru perihal air zam-zam dengan menyediakan air zam-zam bersegel resmi dari Perusahaan Air Nasional yang dapat dibeli jama’ah di bandara. Hanya saja, jama’ah harus menunjukkan passport untuk mendapatkan air zam-zam.

Sebotol air zam-zam dijual seharga sembilan riyal atau Rp. 31.000 dan setiap satu passport hanya berlaku untuk sebotol air zam-zam.

Namun, peraturan ini ternyata menyulitkan bagi jamaah yang berasal dari dalam negeri. Misalnya Hasan Ahmed yang mengaku tidak bisa membeli air zam-zam karena tidak punya passport.

“Saya pergi untuk membeli Zamzam di bandara, tapi saya kecewa karena harus menunjukkan paspor. Saya bukan traveler, saya tidak memiliki paspor,” ujar Ahmed.

Saudia Mulai Operasi Penerbangan Skala Besar Untuk Para Jamaah Haji

LOGISTIK FEAT: Saudia akan mengoperasikan 1.531 internasional dan  76 penerbangan domestik untuk mengangkut jamaah ke tujuan mereka

berhaji.com

Saudi Arabian Airlines (Saudia) telah mulai beroperasi,  lebih dari 1.600 penerbangan haji kembali ke semua tujuan dari Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dan Bandara Internasional Prince Mohammed di Madinah setelah akhir dari ibadah haji tahunan.

“Kami akan mengoperasikan 1.531 penerbangan internasional dan 76 penerbangan domestik untuk mengangkut jamaah ke tujuan mereka,” kata Saleh bin Nasser Al-Jasser, director-general of the national flag carrier, yang memainkan peran penting dalam operasi  besar-besaran haji dari berbagai negara.

Dia mengatakan Saudia memperluas layanan terpadu untuk peziarah berkoordinasi dengan berbagai departemen pemerintah, termasuk Otoritas Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Haji dan Departemen Paspor.

“Rencana strategis Saudia untuk mengangkut jamaah haji dari 100 tujuan dalam dan luar negeri adalah sukses besar,” kata direktur jenderal, menambahkan bahwa rencana bertujuan mengangkut 818.000 jamaah.

Dia mengatakan baru dbelinya Boeing dan Airbus, serta 29 pesawat sewaan, memungkinkan maskapai untuk menawarkan layanan terbaik kepada para tamu Allah. “Kami telah mencapai tingkat tinggi untuk kinerja tepat waktu dalam penerbangan haji dan memastikan keamanan persen 100 untuk peziarah,” tambahnya.

Saudia mengangkut bagasi tanpa penundaan. “Kami telah mengerahkan eksekutif senior di stasiun utama untuk mengawasi penerbangan haji dan meningkatkan kesadaran tentang peraturan keselamatan kepada para peziarah. Kami juga telah menyiapkan ruang operasi khusus untuk memonitor penerbangan haji. ”

Penunjukan karyawan yang berbicara bahasa yang sama dengan jamaah yang datang dari Indonesia, India, Malaysia dan Bangladesh adalah ukuran lain yang memenangkan hati pelanggan.

“Kami mengirim botol air Zamzam untuk jamaah haji Indonesia, India dan Malaysia ke negara-negara mereka dalam penerbangan kembali kosong selama fase pertama dari operasi haji.”

“Kami juga  mengeluarkan boarding pass untuk penerbangan kembali di muka sehingga para peziarah tidak perlu mengunjungi kantor kami di Makkah dan Madinah untuk membuat pemesanan kembali dan mampu fokus pada ibadah dan haji ritual.”

Maskapai penerbangan yang ditunjuk awak kabin yang berbicara bahasa peziarah, makanan pasokan untuk memenuhi semua selera dan layar haji dokumenter selama penerbangan.

“Kami menyediakan layanan check-in kota untuk jamaah haji Indonesia dan Malaysia di gedung Ain Al-Aziziya di Jeddah dan untuk peziarah India dan Iran di Makkah,” kata Al-Jasser.

source:

http://www.arabnews.com/saudi-arabia/news/643536

Mekah (Part-2)

Sebelum membaca alangkah baiknya membaca Mekah (Part-1)

Mekah-nya Adam

Menurut para sejarawan masa silam, Mekah sebagai tempat ibadah pertama kali dibangun oleh Adam. Di sanalah ia konon menemukan dan menghormati singgasana Allah, di tempat kabah sekarang berdiri. Di Mekah juga, di Padang Arafah, Adam bersatu kembali dengan Hawa, dan bersama-sama mereka memohon ampunan dan bimbingan Allah, seperti juga jutaan jamaah haji masa kini. Kaum Muslim percaya bahwa Hajar Aswad, batu hitam di sudut timur kabah, dibawa oleh Adam dari surga, dan bahwa setelah Adam wafat dan dikuburkan di Mekah, putranya Syits terus menghormati Singgasana Allah sampai singgasana itu ditarik kembali ke surga.

Mekah-nya Ibrahim

Ritus-ritus yang terkait dengan Ibrahim dan keluarganya diabadikan dalam ibadah haji, mulai dari mengitari kabah, yang dipercaya kaum Muslim dibangun ulang oleh Ibrahim dan putranya Ismail, sampai shalat di Miqat Ibrahim, di mana jejak Ibrahim terawetkan pada sebuah lempeng batu, Dan meminum air Sumur Zamzam yang memuaskan dahaga Ismail yang masih bayi. Menurut kepercayaan Islam, ritus berlari-lari antara bukit Shafa dan Marwah dimulai oleh Ibrahim untuk mengenang pencarian air oleh istrinya, Hajar. Lengkungan di samping kabah, Hajar dan Ismail disertakan dalam sa’i, sebab dipercaya sebagai bagian dari kabah dan tempat Hajar dan Ismail dimakamkan. Sebuah kisah menyatakan bahwa sebelum membangun kabah, Ibrahim mengunjungi Ismail yang masih kanak-kanak, karena ia mendapat perintah dari Allah untuk mengurbankan putranya. Saat berjalan keluar Mina, Ibrahim, Ismail dan Hajar digoda oleh iblis, yang dilempari batu oleh Ibrahim. Lagi-lagi, kaum Muslim mengenang mereka dengan melempari tiang-tiang jumrah di Mina. Terakhir, seperti juga Ibrahim yang bersedia mengurbankan Ismail, semua jamaah haji mengurbankan seekor hewan dan memberi  makan orang miskin.

Mekah-nya Muhammad

Di kota inilah Nabi Muhammad Saw dilahirkan dan menghidupkan kembali ritus-ritus haji Ibrahim. Kehidupan beliau juga menambahkan situs-situs baru untuk dikunjungi saat naik haji: banyak Muslim mengunjungi tempat-tempat yang pernah ditinggali dan dilewati Nabi Muhammad guna menelusuri jejak-jejak spiritual beliau. Akan tetapi, ini bukan bagian ibadah haji, dan pemerintah Saudi saat ini khawatir jemaah haji melakukan bid’ah sehingga mengalihkan perhatian mereka dari Allah. Pemerintahpun melenyapkan nyaris seluruh situs bersejarah dari Mekah. Walaupun tempat Nabi Muhammad dibesarkan ibu susunya, Halimah, masih ada (walaupun dikelilingi sebuah pasar), situs-situs lain, misalnya tempat beliau hidup bersama istrinya, Khadijah, tempat pemakaman beliau, dan rumah istri beliau, Aisyah, meskipun diketahui orang-orang setempat tapi tidak ditandai secara resmi.

Banyak Muslim mengunjungi Gua Hira, tempat Nabi Muhammad menerima wahyu pertama, dan Gua Tsur, tempat beliau bersembunyi sewaktu hijrah ke Madinah. Kenangan-kenangan Mekah lama milik Adam dan Ibrahim berbaur dengan Mekah baru milik Nabi Muhammad, yang membawa makna baru kepada kota Mekah.

ZAM-ZAM, AIR MUKJIZAT

 

Secara lahiriah di tengah tempat yang terletak di lekukan tanah kering gersang yang dikelilingi batu dan pasir, akan sangat sulit untuk mendapatkan sumber air, apalagi secara berlimpah.

Tetapi inilah salah satu tanda kebesaran Allah, karena pada bagian tengah lekukan kota Makkah yang dikelilingi oleh kekeringan, kegersangan serta curah hujan setiap tahun tidak lebih dari 10 cm, justru keluar sumber air yang berlimpah, air jernih, menyejukkan dan memiliki rasa alami yang dapat diterima secara langsung oleh siapapun yang meminumnya, tanpa harus menderita sakit meskipun tidak dimasak.[i]

Sejarah Keluarnya Sumber Air Zamzam

Dikisahkan bahwa pada suatu saat Nabi Ibrahim a.s. diperintahkan oleh Allah untuk meninggalkan istrinya, Hajar, bersama bayinya yang baru lahir, Ismail, di lembah gersang tanpa penghuni yang bernama Bakah (sekarang Makkah) hanya dengan berbekalkan sedikit air dan makanan. Padahal saat itu musim panas dan kering sedang melanda kawasan tersebut.

Tetapi inilah perjuangan keluarga Nabi yang tidak pernah mengenal takut, kelaparan dan kesusahan, walau Hajar dan bayinya berada di lembah yang penuh bahaya. Lama kelamaan semua bekal akhirnya habis, sehingga dengan berat hati Hajar harus meninggalkan putranya Ismail sendirian, untuk mencari makanan dan air.

Hajar berlari ke sana ke mari terutama antara bukit Shafa dan Marwah untuk melihat apakah ada oasis (sumber air) yang dekat dengannya, atau ada kafilah (rombongan) yang melintasi daerah tersebut untuk dimintakan bantuannya. Tetapi semua harapannya tidak terkabul karena memang mereka berada di daerah kering dan gersang yang tidak ditumbuhi oleh pohon dan perdu, tidak dijadikan tempat hidup untuk binatang manapun, serta jarang dilalui kafilah.

Tetapi mukjizat Allah kemudian tiba. Di ujung kaki bayi kecil Ismail, keluar sumber air yang makin lama makin membesar, sehingga jumlah air tak terbatas pada jumlah yang dibutuhkan oleh Hajar untuk sekedar penawar dahaga.

Inilah awal terjadinya sumur zamzam, sumber air berlimpah, sehat dan menyejukkan yang terletak tidak jauh dari bangunan ka’bah sekarang.[ii]

Khasiat Air Zamzam

Di antara khasiat air zamzam ialah sebagaimana disabdakan oleh Nabi Saw.

Air zamzam menurut apa yang diniatkan oleh orang yang meminumnya.” (HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majah)

Hadits tersebut dinilai shahih oleh Al-Albani di dalam Irwa’ Al-Ghalil (1123).

Dengan demikian, apabila seseorang meminumnya karena haus, maka dia akan merasa segar, apabila dia meminumnya karena lapar, maka dia akan kenyang. Demikianlah khasiat air zamzam.[iii]

Sunah Meminum Air Zamzam

Setelah selesai thawaf dan mengerjakan shalat sunah dua rakaat, orang yang thawaf disunahkan meminum air zamzam. Telah disebutkan dalam Ash-Shalihain bahwa Rasulullah Saw. minum air zamzam dan beliau telah bersabda, “Air zamzam diberkahi, dia adalah makanan yang menghilangkan rasa lapar dan obat yang menyembuhkan penyakit.” Jibril a.s juga telah mencuci hati Rasulullah Saw. dengan air zamzam pada malam Isra’ dan Mi’raj.[iv]

Adab Minum Air Zamzam

Orang yang minum air zamzam disunahkan meniatkan kesembuhan dan niat-niat lain yang mengandung kebaikan dunia dan akhirat, karena khasiat air zamzam tergantung niat meminumnya.

Orang yang meminum air zamzam disunahkan pula untuk menghentikan minumnya setiap kali ia bernafas tiga kali, menghadap kiblat, minum hingga kenyang, memuji Allah, dan berdoa.[v]

 

 



[i] H. Unus Suriawiria. Jalan Panjang ke Tanah Suci. (Bandung: Penerbit Angkasa, 1995). hlm. 93

[ii] Ibid. hlm. 93-94.

[iii] Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar. Fiqih Ibadah: Kumpulan Fatwa Lengkap Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. (Surakarta: Media Zikir, 2010). hlm. 536.

[iv] Sulaiman Al-Faifi. Mukhtashar Fiqih Sunnah Sayyid Sabiq. (Solo: Aqwam, 2010). hlm. 374.

[v] Ibid.

Kalau Aku Memang Pantas Menjadi Kekasih’Mu

Ya Allah, kalau aku memang pantas menjadi kekasih-Mu berikan kesempatan padaku untuk selalu tunduk dan sujud hanya pada-Mu

Ya Allah kalau aku memang pantas menjadi kekasih-Mu, izinkan aku menyerahkan seluruh diriku hanya kepada-Mu .

Ya Allah, kalau aku memang pantas menjadi kekasih-Mu jauhkan aku dari perbuatan-perbuatan yang tidak Kau ridhai

Ya Allah kalau aku memang pantas menjadi kekasih-Mu, terimalah aku dengan segala kekuranganan-Ku dan sempurnakanlah amal ibadahku dengan cinta dan kasih sayang-mu

Ya Allah, kalau aku memang pantas menjadi kekasih-Mu, biarlah hanya ada nama-Mu di hatiku,di iidahku, di hari-hariku Allah Allah, Allah

Ya Allah, kalau aku memang pantas menjadi kekasih-Mu ikanlah jalan bagiku untuk masuk ke rumah-Mu, agar kuhirup wangi surga-Mu

Ya Allah, kalau.aku memang pantas menjadi kekasih-Mu, lapangkan jalan menuju hajar aswad-Mu, agar kucium dengan sepenuh mesraku

Ya Allah, kalau aku memang pantas menjadi kekasih-Mu, biarlah kutatap ka’bah-mu dengan sepenuh rasa hormat dan takjub kepada-Mu

Ya Allah, kalau aku memang pantas menjadi kekasih-Mu, biarkanlah kurasakan kehadiran Siti Hajar, ketika aku melangkah di lintasan sa,i-Mu

Ya Ailah, kalau aku memang pantas menjadi kekasih-Mu, biarkanlah kurasakan kehadiran Isma’il a.s., ketika kureguk air zamzam-Mu

Ya Allah, kalau aku memang pantas menjadi kekasih-Mu, biarkanrah tangisku tumpah di Arafah-Mu, menggerus dosa-dosaku kepada-Mu

Ya Allah, kalau aku memang pantas menjadi kekasih-Mu, hadirkanlah Rasurulah dalam perjaranan haji-ku, sampaikanlah shalawat dan salamku kepada Rasulullah Saw yang mulia kekasih yang sangat Kau kasihi

 

Labbaika allahumma labbaik

Labbaika la syarikalaka labbaik

Innal hamda wanni’mata laka wal mulka laa syarika laka

Sa’i Sebagai Keikhlasan Ikhtiar dan Jaminan Allah

Ketika melaksanakan sa’i, kita teringat siti Hajar,budak wanita bersahaja yang diperistri Nabi Ibrahim atas saran Siti Sarah, sebagai ikhtiar mendapatkan anak yang sudah lama didambakannya. Siti Hajar adalah perempuan mulia dan menjadi simbol segala ketegaran hidup. Budak perempuan yang hitam itu telah diangkat Allah untuk menjadi simbol penghargaan atas kesungguhan ikhtiar yang dilandasi dengan keyakinan kepada Allah. Jasad Siti Hajar konon dikuburkan di sekitar Hijir Isma’il, bagian dari Ka’bah tempat dirinya menggendong Isma’il. Allah seolah mengabadikan pengorbanan dan kesetiaan Siti Hajar kepada suami, anak, dan terutama. ketaatan pada Tuhan-nya dan membalasnya dengan

menempatkan kuburannya di tempat dimana tangis tertumpah di antara doa dan ketulusan jiwa dalam menyembah Allah. Siti Hajar mengajarkan bahwa ketaatan dan keyakinan akan adanya pertolongan Aliah justru harus diwujudkan dengan kerja keras yang kontinu. Sebagaimana Siti Hajar berlari-lari antara Shafa dan Marwah, dengan mengharap pertolongan Allah, begitulah seharusnya kita menjalani berbagai ikhtiar horizontal kita di dunia: Ikhtiar yang kuat dengan landasan cinta dan kasih, dengan senantiasa mengharap pertolongan Allah dan kelak berakhir di bukit kepuasan, penghargaan, dan kemurahan hati. Siti Hajar berlari antara Shafa dan Marwah mengejar-ngejar bayangan air yang hanya sebuah fatamorgana. Siti Hajar mengetahui hal itu. Dia memang wanita hitam dan budak, tapi dia bukan wanita bodoh. Lebih dari itu, Siti Hajar adalah perempuan Mukmin yang selalu yakin pada pertolongan Allah yang akanhadir pada hidup mereka yang menolong menegakkan agama Allah.

Namun lihatlah, dari mana Allah mengirimkan air? Bukan di Shafa, bukan di Marwah. Bukan di antara

Shafa dan Marwah. Air yang dirindukan itu Allah munculkan dari jemari Isma’il a.s. yang mengorek-ngorek pasir.

Ikhtiar tanpa henti dan tak mengenal putus asa antara Shafa dan Marwah, namun zamzam dihadirkan pada titik yang lain. Bukankah seperti itu kita menjalani hidup? Kita berikhtiar untuk mencari rezeki dengan pergi jauh ke luar kota, bolak-balik seperti sa’i, namun tak juga berhasil. Tiba-tiba di kampung

halaman sendiri, datang orang meminta kita mengerjakan sesuatu yang karenanya dia bersedia membayar untuk keahlian kita. Inilah antara lain hikmah sa’i, tak kenal menyerah dalam berikhtiar untuk menggapai asa, dilandasi keyakinan penuh akan pertolongan Allah, tidak memberontak jika gagal dan tidak menyesal jika rezeki dikirimkan dari sumber yang lain.

Dalam sa’i juga diajarkan agar kita tidak cepat-cepat melakukan tahallul: Jangan cepat bermanja diri Menjaga KekhusYuan Sa’i

 

Betul, kita memang harus menjaga kekhusyrkan dalam melakukan sa’i. Dikisahkan oleh ustad Athian Ali, suatu ketika dia membimbing rombongan jamaah haji.Di antara mereka terclapat sepasang suami-istri. Ljsai melaksanakan tawaf dan menuju mas’d (tempat sa’i), mereka membawa aJt zamzarn sebagai bekal. Pada saat itu, sumur zmnzarn masih terbuka dan kita bisa mengambil air ,,langsung” dari keran air di sekitar sumur zam-zam, sehingga terasa lebih eksklusif’ persoalan mulai muncul ketjka sang suarni mengusutan agar zamzam dalam botol itu disimpan di Bukit Marwah karena nanti bisa diambil. Tetapi isrrinya tidak sempat seraya berkata, “Bahwa saja, nanti hilang lho terdengar itu, suaminya marah clan berkata, ,,Simpan saja! Siapa yang mau mencuri?,,Maka sa’i pun diwarnai ,,doa,,tambahan : simpan, bawa, simpan. bawa… terus hingga , sa,i usai. Tampa disadari bahwa setan telah masuk ke dalam saluran darah dan mengalir deeras dalam tubuh mereka. Usai sa’i, mereka pulang ke maktab dengan menyewa taksi’ ditemani ustad athian yang memahami bahasa Arab dan sudah beberapa kali pergi ke Mkkah. Tetapi aneh, taksi berputar-putar. tak tentu arah, sehingga maktab yang hanya bejarak 2 km dari Harampun tak kurliung ciitemukan. rlna-tiba rarcsi berhenri, dan sopirnya marah, ,,Kalian pasti membawa setan, saya jadi hilang arah begini, turun cepat” bentaknya mengagetkan para penumpang. Bahkan, sopir itu tak berminat untuk meminta bayaran. Taksi. meninggalkan eka yang terheran-heran.

Pak Athian lalu bertanya, ,Ada apa antara Ibu dan bapak”Suami istri ini pun lalu bercerita bahwa mereka tadi bertengkar selama sa’i dan belum saling memaafkan hingga sekarang. “masya allah , itulah rupanya penyebabnya. Ayolah saling memaafkan dan beristigfar, mohon ampun pada Allah,” saran ustad Athian.

Tidak lama kemudian, sebuah taksi datang dan menawari mereka bertiga naik , lalu taksi bergerak ke arah maktab mereka. Hanya sebentar , mereka pun sampai dan sopir taksi enggan dibayar, “ Halal Haji….” Kat-nya sambil tersenyum.

Pergi Haji: Belajar Mati (Part-2)

Tulisan ini adalah lanjuta dari tulisan sebelumnya “Pergi Haji: Balajar Mati”Semoga menambah spirit ruhuyah kita untuk memaknai ibadah haji. Dan semoga Allah menjadikan kita sebagai tamu-Nya, dan memampukan kita pergi ke tanah suci untuk melaksanakan rukun islam yang kelima. Mari kita belajar mati dari hikmah ibadah haji. Selamat menyelami lautan spiritual Ibadah Haji Dan Umrah melalui tulisan ini.

 

Siap Menghadapi Segala Peristiwa Yang Akan Terjadi

www.berhaji.com
pergi haji belajar mati

 

Bagaimana dengan di Tanah Suci? Betulkah jika di sini kita sering berperilaku buruk, di sana akan menuai keburukan? Jika di sini kita selalu menyuruh, di sana  pun akan menjadi suruhan orang?

Dikasihkan, seorang jaksa yang pernah menyiram, seorang tahanan yang kabur dengan segelas kopi panas sudah bersiap-siap jika di Makkah dirinya akan diguyur Allah dengan kopi panas pula.

“Saya siap kalau Allah membalas segala tingkah saya yang berlebihan, dengan balasan apa pun, asal Allah mengampuni saya dan melimpahkan kasih sayang-Nya pada saya,” ucapnya dengan air mata yang menggenang.

Namun apa yang terjadi? Alih-alih kopi panas, yang ditemuinya malah lautan kebahagiaan, kesejukan air zamzam, dan kenikmatan air mata yang senantiasa membasahi tempat sujudnya di kala shalat.

“Memang banyak kopi panas di sekitar Masjidil Haram, tapi harus beli,” kata Pak Jaksa ini sambil tersenyum senang menceritakan pengalamannya di Tanah Suci.

Tapi, bagaimana kalau kita mendapat perlakuan tidak baik di Tanah Suci? Bagaimana jika haji juga dipenuhi dengan kesulitan dan penderitaan? Jangankan kita, saudaraku,Rasullullahyang mulia, makhluk kekasih Allah yang begitu ikhlas dalam mengemban amamah berupa islam pun mengalami perlakuan buruk. Bahkan Beliau di usir, dicoba dibunuh, dihina, dilempari kotoran, sambil tetap harus bertahan di Makkah hingga datang perintah hijrah. Dan ketika hijrah ke Madinah pun bBeliau masih dikejar-kejar dan hampir terbunuh ketika seorang pemburu hadiah berhasil menyusul dan menodongkan pedang tajam di leher Nabi. Allahu akbar!

Jadi, kalau ada peristiwa tidak menyenangkan dan itu kita rasakan sebagai balasan atas dosa-dosa kita di Tanah Air, bersyukurlah, bahwa Allah mempercepat proses penjatuhan hukuman itu, hingga kelak di akhirat, insya Allah kita terbebas dari siksa neraka. Bukankah tiada balasan bagi haji mabrur kecuali surga?

Lain lagi dengan kisah rombongan KBIH BISRI PT Pusri yang berjumlah sekitar120 jamaah. Kami mendapat maktab di Aziziyah, tempat yang tidak kami temukan namanya dalam peta Makkah. Ya, Aziziyah lebih dekat ke Mina, hanya 30 menit perjalanan santai ketempat melempar jumrah.

Setiap pukul 3 dini hari, regu demmi regu bergelombang menuju ke Masjidil Haram. Demikian pula regu kami. Dalam regu kami terdapat seorang dokter beserta istrinya yangsedang hamil. Suaminya yang dokter mengambil tanggung jawab penuh atas kondisi kehamilan istrinya. “Kami sudah berazam, maka kami bertawakal kepada Allah, “kata Dokter Zaini ketika ditanya dengan kondisi istrinya yang berhaji dalam keadaan hamil.

Sehari sebelumnya seorang jmaah berkata, entah apa maksudnya, “Wah saya belum nangis , nih,” katanya. Mungkin karena dia melihat jamaah lain sudah tumpah air matanya sejak melihat Ka’bah, bahkan sejak meninggalkan rumah. Sementara dia masih tenang-tenang saja.

Kami masuk lift, namun Pak Dokter dan istrinya keluar lagi. Biar nanti saja, katanya, karena lift terlihat sudah penuh. Maka turunlah kamidari lantai lima menuju lantai dasar. Lift berjalan normal, namun ketika sampai dilantai dasar, lift tidak berhenti melainkan terus terperosok ke basement, dan … bum! Suara keras pun terdengar.

Di dalam lift kami berseru menyebut nama Allah: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar! Setelah agak tenang, seseorang mengeluarkan ponselnya dan bersyukur sinyalnya masih baik. Lalu dia menghubungi H. Lukman, salah seorang tim pembimbing. Kami bersyukur karena dia masih berada di sekitar maktab, padahal regu yang dia pimpin biasanya paling awal berangkat ke Haram.

Kemudian kami semua berdoa. Pada saat itu, seorang ustad mengingatkan tentang peristiwa seorang sahabat yang terperangkap dalam gua: mohonlah pertolongan kepada Allah dan berwasilahlah dengan amal shaleh kita, sebutkan dalam hati, mohonlah pertolongan kepada Allah.

Suasana hening beberapa menit lamanya, hingga kemudian terdengar pintu lift digedor dari luar. Kami membalas memukul-mukul pintu lift. Dan kemudian, pintu lift tampak dicoba dibuka secara paksa dengan kayu, tetapi tidak berhasil. “kemana kuncinya?” tanya salah seorang dari kami yang mengerti masalah teknis. Rupanya kuncinya terbawa oleh seorang pengurus maktab. Kami harus menunggu beberapa menit lagi sampai dia yang membawa kunci datang dan membuka lift. Mata kami melihat pemandangan yang tidak beres; Basement ini rupanya belum selesai. Tumpukan bahan bangunan dan sisa-sisa material teronggok disana-sini, tidaak ada listrik yang meneranginya.

Ya Allah, ketika tiba, kami bersyukur karena kami yang tadinya akan mendapat kamar di lantai 12 ke atas, ternyata kemudian dipindah ke kamar lantai 3 dan 5. namun kami pun harus mendapati kenyataan bahwa di maktab belum tersedia air untuk wudhu,apalagi mandi. Sekarang kami melihat, gedung ini ternyata belum tuntas pembangunannya.

Saya mencoba mengklarifikasi pada Kadaker Makkah, Bapak Wardhani. Dia pun menjawab, “Mas, jujur saja, bangunan itu memang belum selesai. Pemilik gedung yang sebelumnya sudah sepakat dengan kami, tiba-tiba menaikkan uang sewa secara sepihak. Kami tidak terima dan membawa persoalan ini ke pihak yang berwenang. Tapi jamaah tetap harus dilayani. Maka, hanya satu hari sebelum anda dan rombongan datang, saya menyepakati harga dengan pemilik gedung yang sekarang anda tempati ini.”

ya Allah, kami ridha dengan apa pun yang engkau timpakan pada kami. Saya lirik teman yang tadi berkata bahwa dia belum menangis, matanya sembap karena tangis dan bibirnya tak putus bertasbih menyebut-nyebut nama Allah. Subhanallah walhamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar.

            “Bagaimana sekarang, apa sudah menangis?”tanya saya yang dibalasannya dengan senyum dan anggukan haru.