APAKAH PENTING MENGIKUTI BIMBINGAN MANASIK HAJI ATAU TURUT KELOMPOK BIMBINGAN IBADAH HAJI (KBIH)?

 

“Bekerjasamalah kamu sekalian menuju kebajikan dan
menuju ketaqwaan. Dan jangan kalian bekerjasama
menuju dosa dan permusuhan.” (Al-Qur`an, 5:2)

 

Pemerintah Indonesia, dalam hal ini jajaran Departeman Agama, telah berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi saudara saudaranya sebangsa yang akan melaksanakan ibadah haji. Mereka melakukan evaluasi dan perbaikan se­tiap tahun. Akan tetapi dana, sarana dan sumber daya manusia yang masih terbatas, serta etos dan budaya kerja yang belum mantap, maka masih saja dirasakan adanya kekurangan. Sehubungan dengan itu, maka jika anda berangkat dengan paket BPIH biasa, bukan haji khusus, maka lebih banyak manfaatnya, bila anda bergabung dengan suatu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Sebab dalam rombongan Departeman Agama, untuk satu kelompok terbang (kloter) yang berjumlah lima ratus orang, hanya ada satu pembimbing ibadah yang tentu sangat sulit memberikan bimbingan yang optimum bagi seluruh jamaah kloter yang berjumlah 500 orang. Dengan bergabung kepada suatu KBIH, insya Allah anda akan banyak mendapat manfaat. Manfaat apa yang diperoleh dengan bergabung di KBIH? Manfaat yang diperoleh adalah men­dapatkan bekal utama haji yaitu taqwa, sebagai­mana firman Allah SWT.: “Wa tazawwaduu, fainna khoiroz zaadit-taqwaa” / “Siapkanlah perbekalan haji, dan sebaik baik perbekalan (haji) adalah taqwa. ” (QS, al-Baqarah, 2:197)

Selama ini, materi yang disampaikan dalam manasik di sebuah KBIH, masih didominasi oleh teori manasik berupa hukum-hukum dan do’a­-do’a haji. Bahkan terkadang masih banyak yang lebih memperbayak do’a saja, sehingga tidak sedikit jamaah yang menjadi gugup karena belum banyak do’a yang hafal. Padahal, jika kita melihat firman Allah tadi dan realita kebutuhan di lapangan, maka selain manasik atau tatacara haji dan ibadah selama di tanah suci, hal lain yang lebih penting adalah kataqwaan yaitu akhlak dan sikap perilaku seperti kesabaran, ketabahan, ketawakalan, kerajinan dan ke­khusyuan ibadah, toleransi, kerjasama, kekompakkan, keikhlasan dan lain lain. Untuk mendapat hal hal seperti inilah anda bergabung dengan KBIH. Termasuk dalam akhlak taqwa adalah semangat: “Ta’aawanuu ‘alal birri wat­taqwaa, wa laa ta’aawanuu ‘alai ismi wal­’udwaan” / “Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. ” (QS, al-Ma’idah, 5:2) Yakni semangat tolong-menolong dalam kebajikan dan dalam ketaqwaan, serta saling menjauh dan menghindar dari dosa, kesalahan dan per­musuhan. Jadi, tidak cukup dan termasuk rugi

bila anda pergi haji dan masuk sebuah KBE jika hanya mendapat manasik haji, tanpa mendapat bekal haji yang utama yakni sikap d akhlak taqwa seperti disebut di atas

Komentar

Komentar