Kementerian Haji akan membangun terminal untuk peziarah di Prince Muhammad International Airport di Madinah tahun ini untuk memenuhi persyaratan dari meningkatnya jumlah jamaah yang datang untuk haji dan umrah.

Sahel Al-Sabban, wakil menteri untuk transportasi dan proyek, mengatakan terminal haji baru akan selesai pada akhir tahun ini dengan biaya SR 30.140.000.

Bandara Madinah dengan proyek perluasan ini akan meningkatkan kapasitasnya hingga delapan juta penumpang pada tahap pertama dan 12 juta pada tahap kedua.

Proyek “New Madinah Airport” mencakup pembangunan terminal baru seluas 138.000 meter persegi.  Dan akan memiliki 18  gerbang keberangkatan dengan air-bridge yang terkait dengan pesawat sebanyak 20 pesawat. Total luas proyek ini sebesar empat juta meter persegi (4 juta m2).

Tahun lalu, GACA membuka terminal internasional baru yang dapat menangani 35 penerbangan setiap hari. “Terminal baru memiliki kapasitas untuk menampung 600 penumpang per jam,” kata GACA, menambahkan bahwa kapasitas akan dua kali lipat menjadi 1.200 penumpang setelah tahap kedua selesai.

Al-Sabban mengatakan pihaknya akan melaksanakan sejumlah proyek baru tahun ini, termasuk pembangunan bangunan kantor cabang dan lembaga untuk Umrah di Makkah, alokasi penambahan ini telah dibuat mereka dalam anggaran tahun ini.

“Proyek-proyek baru yang sedang dilaksanakan pada awal musim Umrah yang akan terus selama delapan bulan,” kata menteri.

Tahun lalu lebih dari 5,5 juta jamaah melakukan umrah. “Ini adalah 18 persen lebih dari jumlah tahun 2011 ketika 4,1 juta datang untuk umrah,” kata Al-Sabban.

Beliau memberikan penghargaan pada kerjasama antara instansi pemerintah dan swasta untuk keberhasilan operasi Haji dan Umrah tahun lalu.

Beliau  menekankan pentingnya sistem trek elektronik yang baru, dan akan dapat meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji dan umrah.

“Sistem baru ini akan memungkinkan para peziarah untuk mengetahui layanan yang akan mereka terima di Makkah dan tempat-tempat suci lainnya dari negara asal mereka,” kata Al-Sabban.

Sistem ini juga akan memungkinkan jamaah untuk membayar jasa dengan menggunakan kartu kredit. Hal ini mensyaratkan pengambilan sidik jari dari peziarah sebelum mengeluarkan visa. Peziarah akan dapat memilih pilihan layanan yang berbeda-beda.

“Gateway elektronik kementerian akan diluncurkan segera setelah menyelesaikan infrastruktur yang diperlukan,” katanya. Infrastruktur yang sedang dikembangkan dengan standar tertinggi dan didukung oleh perusahaan khusus di bidangnya.

Kementerian telah melatih sejumlah besar orang Saudi untuk bekerja untuk haji dan Umrah di sektor jasa. Pemerintah telah mengizinkan sekitar 200 perusahaan untuk menyediakan jasa umrah. Dan ada lebih dari 2.700 agen asing di sektor ini.

Komentar

Komentar