Berhaji.com

Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama mengoptimalkan pemanfaatan kuota haji reguler maupun khusus. Optimalisasi ini penting karena panjangnya daftar antrian.

Jadi, kuota-kuota harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh haji reguler maupun khusus sehingga seluruh kuota yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi dapat terserap maksimal. Tentu semua dilakukan Ditjen PHU sesuai dengan regulasi.

“Sampai dengan berakhirnya pelunasan tahap kedua, haji reguler (30/6/2016) masih tersisa kuota sebanyak 1.375 orang dan haji khusus (17/06/2016) sebanyak 439 orang,” kata Kasubdit Pendaftaran Haji Ditjen PHU Nur Aliya Fitra yang biasa disapa Nafit, seperti dikutip dari haji.kemenag.go.id.

Sisa Kuota Haji Reguler

Nafit menjelaskan bahwa untuk jamaah haji reguler, sisa kuota 1.375 tersebut akan dikembalikan kepada masing-masing provinsi dengan memasukkan jamaah haji cadangan yang telah melunasi pada tahap 1. Jamaah haji cadangan yang telah melunasi pada tahap 1 sebanyak 4.856 orang.

Bagaimana mekanisme pengisiannya, Nafit juga menjelaskan pengisian jamaah cadangan tersebut dengan mendahulukan jamaah lansia dan pendamping, penggabungan mahram, baru kemudian nomor urut porsi berikutnya.

“Apabula jumlah cadangan lunas pada suatu provinsi tidak mencukupi sisa kuota, maka akan dibuka kembali pelunasan di provinsi yang kurang tersebut sampai dengan kuota terpenuhi,” terangnya.

Sisa Kuota Haji Khusus

Lalu bagaimana dengan sisa kuota haji khusus sebanyak 439 orang? Nafit menerangkan untuk sisa kuota haji khusus akan diisi oleh jamaah haji cadangan yang telah melunasi pada tahap 1, sebanyak 439 orang. Namun hingga hari ini, berdasarkan laporan PIHK terdapat sebanyak 500-an jamaah yang telah melunasi pada tahap 1 dan 2, menunda/membatalkan keberangkatan.

“Karena jumlah cadangan tidak lagi mencukupi untuk menutupi sisa kuota setelah pelunasan tahap 2, maka direncanakan pelunasan haji khusus akan dibuka kembali tahap 3,” kata Nafit.

“Waktu pelunasan tahap ketiga pada tanggal 19 sampai dengan 22 Juli 2016 sesuai dengan Keputusan Dirjen PHU nomor D/195/2016 tentang Pemenuhan Sisa Kuota haji Khusus Tahun 1437 H/2016 M,” ungkap Nafit.

Nafit juga menjelaskan bahwa pihaknya dipastikan akan terus melakukan monitoring sisa kuota pada jamaah haji reguler dan khusus agar tetap dapat terisi penuh.

“Apabila hingga masa pemberangkatan jamaah berlangsung, masih terdapat jamaah yang membatalkan, menunda, akan terus diupayakan diisi. Dengan mengganti jamaah tersebut, baik oleh jamaah cadangan lunas maupun pembukaan kembali pelunasan BPIH sesuai dengan sisa kuota yang ada pada jamaah haji regular maupun khusus. Tentu semua harus sesuai dengan regulasi,” tutupnya.

Komentar

Komentar