Tulisan ini terinspirasi dari banyaknya kisah misteri yang terjadi kepada jamaah haji indonesia. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak terkecuali Allah mengundang seseorang untuk menjadi tamuNya ke tanah suci. Ketika Allah menjadikan seseorang untuk  berhaji, tidak ada yang bisa merubah ketetapaNya. Tidak melihat seseorang itu kaya atau miskn. Allah akan memberi cara di luar nalar manusia. Selamat menikmati kisah penuh misteri dan teka-teki, semoga kita dapat mengambil hikamh dari kisah ini.

Para jamaah haji sering mendengar cerita, baik yang sifatnya ajaib-seram (mirip kisah-kisah misteri) maupun ajaib-seram (mirip Mimpi kali Yee . . .). namun juga tidak jarang yang biasa saja tapi informatif dan sedikit menghibur, atau berita tentang pusat belanja murah dan perilaku jamaah kita.

Pengalaman menggembirakan tentu akan menambah semangat. Hal ini pula yang dialami seorang jamaah haji asal Bandung tentang seorang lelaki tua yang saking inginnya pergi haji, selalu menyempatkan untuk mengantar hingga Pondok Gede apabila ada kerabat atau tetangga yang akan pergi haji. Hingga pada suatu ketika, dia ditanya oleh seorang tua di Pondok Gede, “Pak, Bapak mau pergi haji?”

“Bukan begitu, maksud saya, apakah Bapak ingin pergi haji ke Baitullah?” tanya orang tua itu.

“Oh tentu saja kalau soal ingin, sudah sejak lama saya ingin pergi haji. Karenanya saya selalu sempatkan untuk mengantar keluarga atau tetangga yang pergi haji hingga ke Pondok Gede,” jawabnnya lagi.

“Kalau begitu, silahkan temui anak saya di Bandung, mudah-mudahan dia bisa membantu niat Bapak untuk pergi haji,” ujar orang tua itu sambil memberikan secarik kertas beralamat.

Singkat kata, lelaki tua ini pun mendatangi alamat yang diberikan, dan bertemu dengan seorang anak muda yang lantas mengajaknya ke bank, untuk membayar ONH, tanpa banyak komentar. Ketika tiba waktunya, berangkatlah Bapak tersebut ke Tanah Suci dan dengan sisa living cost yang ada, ia pun membeli oleh-oleh untuk keluarga yang telah mebayarinya ONH.

Sesampainya di Tanah Air, usia melaksanakan haji, ia segera menuju alamat yang dahulu didatanginya, untuk mengantarkan oleh-oleh dan berterima kasih serta menunjukkan rasa syukur atas telah terlaksananya niat untuk melaksanakan haji. Namun apa yang terjadi?

Berpura-pura beberapa kali, ia tidak menemukan rumah yang dahulu didatanginya. Ditanyakannya kepada orang disekitar daerah itu, mereka hanya menunjukkan sebuah lahan kosong. “sejak dahulu, disitu tidak ada rumah, kok, Pak,” komentar penduduk yang melihat dirinya kebingungan. Peristiwa ini memang agak menyeramkan, tapi amat menggembirakan, bahkan menyentuh dasar kalbu kita dan menyadarkan kita bahwa tiada yang mustahil bagi Allah. Subhanallah!

Komentar

Komentar