Sahabatku pemuda muslim Sudahkah anda melakukan persiapan secara mental untuk berhaji? realitanya yang sering kali kita lihat persiapan berhaji direncanakan pada usia dewasa atau setelah mapan bahkan terkadang kita mencanangkan rencana berhaji setelah lansia,hal  tersebut terjadi karna pola pikir kita mengenai kematangan materi dan mental akan terbentuk diusia kita yang sudah dewasa atau menjelang usia 40 tahun hingga 50 tahun.

Pola pikir yang terbentuk demikian memang benar namun pernah kah kita berpikir menjelang usia tua merupakan masa menurunnya daya ingat, fisik mulai lemah, kemampuan berpikir rendah bahkan terkadang penyakit pun mulai menyerang, memang yang kita lihat pada umumnya menjelang tua harta mulai menimbun dan masa kerja pun mulai berhenti saat dimana mulai rehat dengan segala aktivitas pekerjaan. Jika dikaji secara materi tentunya dapat dikategorikan sudah matang secara materi dan siap untuk melaksankan ibadah haji, akan tetapi coba kita perhatikan secara mental usia tua kita mulai mengalami penurunan secara fisik dan mental apakah hal tersebut dapat mempengaruhi iabadah berhaji ? jika dikaji lebih dalam tentu saja hal tersebut akan menjadi hambatan ketika kita melaksankan ibadah haji.

Berhaji itu diperlukan kesiapan materi, mental, spiritual, diusia tua saya yakin memang secara materi dapat dikategorikan matang dan mampu, secara mental siap secara spiritual pun siap, namun jika dikaji lebih jauh secara mental diusia tua mulai ada penurunan mental mulai mudah merasa takut dalam melakukan hal-hal yang baru, mulai mudah merasa takut dalam melakukan hal-hal yang tidak biasa seperti menghadapi iklim cuaca yang berbeda, orang-orang yang berbeda, dan hambatan-hambatan lainnya yang dihadapi saat melaksanakan ibadah haji.

Sahabatku jika rencana berhaji diusia tua banyak hambatan, alangkah baiknya kita para kaum muda mulai merencanakan berhaji sejak dini, karna saat ini mulai banyak para umat muslim muda yang sudah sukses dengan usahanya atau mapan dalam pekerjaannya, tapi terkadang yang pertama kali yang dipikirkan hanya investasi untuk hal-hal lain sedangkan rencana haji dicanangkan setelah menginjak usia tua. Memang saat ini mulai banyak pemuda yang berkeinginan untuk berangkat ke mekkah tapi realitanya hanya ingin  berumroh dengan niat ingin pencitraan, jalan-jalan, agar keinginannya terkabul tanpa ada makna ibadah ataupun pemahaman spiritual yang lebih baik. Apakah hal tersebut menjadi ibadah..? atau kah hanya menghabiskan uang semata..? jika dipikir kembali hal tersebut hanya perbuatan mubah saja, oleh karena itu mari kita mulai tanamkan niat berhaji sesuai kentuan yang sebenarnya sejak dini.

Kesiapan secara mental alangkah baiknya mulai ditanamkan sejak dini diusia muda, untuk para sahabatku yang sudah sukses dan mampu secara materi mari bergegas dan tanamkan niat berhaji yang kuat dan buat perencanaan berhaji sebaik mungkin jangan sampai kalah dengan saudara-saudara kita yang sudah lansia. Kita bentuk pemuda-pemuda sukses secara materi dan secara spiritual.

Komentar

Komentar