berhaji.com

Keterlambatan penerbitan visa haji seringkali menyebabkan tertundanya keberangkatan jemaah haji, hal ini juga yang menjadi hambatan di pelaksanaan haji tahun 2015 lalu. Untuk menghindari terulangnya masalah yang sama, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis, melalui laman Kementerian Agama, mengatakan perubahan bentuk visa bertujuan mempermudah proses pencetakannya.

Visa yang diterbitkan berdasarkan urutan keberangkatan ini biasanya keluar setelah Ramadan. Tahun lalu, visa calon jemaah haji tak sesuai urutan sehingga beberapa kelompok terbang tertunda.

Mulanya, visa haji berbentuk stiker yang ditempel di paspor. Kini, visa haji akan berbentuk kertas ukuran A4 (210 x 297 milimeter) dan dapat diurus secara online.

Penerapan e-hajj di Indonesia juga sudah dilakukan pada musim haji 2015 dan dianggap sukses, meski terkendala penerbitan visa. Sistem e-hajj ini merupakan sistem informasi haji dan umrah yang terintegrasi dengan sejumlah negara lain.

Sri ilham mengatakan, sistem ini sudah terintegrasi antara Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Indonesia dan India menjadi negara percontohan untuk e-hajj.

Komentar

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>