Pesepak Bola Dunia Yang Tunduk Di Depan Ka’bah

Berhaji – Menunaikan ibadah haji dan umrah, pastilah menjadi keinginan setiap Muslim. Meski biayanya dianggap cukup mahal, namun tak sedikit orang yang rela menyisihkan pendapatannya demi menyempurnakan Ibadah dengan berhaji atau melakukan sunnah Rasul dengan umrah.

Termasuk mereka yang sehari-harinya sangat padat dengan pekerjaan, rela menyalurkan waktu sengganya untuk beribadah di tanah suci. Begitupun dengan para pesepak bola dunia ini. Meski pertandingan sangat mengikat waktu, namun mereka menyempatkan untuk berhaji yang memakan waktu satu bulan atau hanya ber umrah saja.

Siapa sajakah mereka? Berikut potret pesepak bola dunia yang sedang beribadah haji dan umrah dalam balutan kain Ihram.

Karim Benzema

Karim Benzema
Karim Benzema dan Pihak Kementrian Olahraga Arab Saudi

Memilih tak tampil dalam putaran final Piala Eropa 2016 yang digelar di negaranya, Benzema meluangkan waktu untuk beribadah di rumah Allah pada musim haji tahun lalu. Ia juga tampak diundang oleh pihak Kementrian Olahraga untuk Arab Saudi di sela-sela kegiatan ibadahnya.

Mesut Ozil

mesut ozil
mesut ozil

Mantan pemain Real Madrid ini memang terkenal cukup religius. Tak jarang, ia terlihat berdoa di lapangan menjelang pertandingan. Nah, sebelum piala Eropa 2016 digelar, ia menyempatkan diri untuk beribadah umrah pada bulan Mei.

Franck Ribery

franck ribery
franck ribery

Franck Ribery melakukan ibadah umrah ketika klubnya, Bayern Muenchen sedang menjalani pertandingan persahabatan di Jeddah, Arab Saudi. Dia pergi umrah bersama rekan setimnya yang beragama Islam, Hamit Altintop.

Hakan Calhanoglu

Hakan Calhanoglu

Pemain Bayer Leverkusen itu melaksanakan Ibadah umrah kompetisi Bundesliga libur hampir sebulan saat musim dingin pad aakhir 2015 lalu. Dirinya mengaku tak kuasa menahan air mata ketika melihat Ka’bah.

Demba Ba

Demba Ba

Pria Senegal ini sudah cukup sering menunaikan ibadah umrah. Pada 2013 lalu, Ba berkunjung ke Mekah dan Madinah. “Setelah di Masjid Al-Haram, inilah penampakan Masjid Nabawi,” tulis Demba Ba sambil mengunggah foto menara Masjid Nabawi, Rabu, 26 Juni 2013.

Ba kembali melakukan umrah pada 2015, sesaat setelah bergabung dengan Shanghai Shenhua. Umrah Ba kali ini terasa lebih spesial karena dilakukan saat bulan Ramadan.

Heboh Tukang Becak Naik Haji Dibantu Makhluk Ghaib

Berhaji – Bernama Kasrin bin Sumarto (60), pria ini mengegerkan masyarakat dengan berangkat haji secara misterius. warga Dukuh Gembul, Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang Jawa Tengah tiba-tiba berangkat naik haji tanpa pendaftaran.

Sontak hal ini langsung menjadi pembicaraan khalayak ramai hingga viral di media sosial. Rumah Kasrin pun semakin ramai dengan banyaknya awak media yang meliput.

Seperti bola panas yang bergulir, kabar tentang tukan becak ini dihujani berbagai macam komentar. Mulai dari dituduh berbohong hingga dibantu oleh makhluk lain. Meskipun begitu sebagian warga di desanya tak percaya bahwa Kasrin naik haji dan kini masih di Mekah.

Keanehan cerita naik haji Kasrin

Bagaimana bisa seseorang naik haji tanpa mengurus dokumen-dokumen yang diperlukan terlebih dahulu? Apalagi sekarang ini, antrian haji bisa sampai 10 tahun lamanya.

Seperti yang banyak dikabarkan, Kasrin sama sekali tidak pernah mengurus apapun untuk kepergiannya menunaikan ibadah haji.

Siwoyo, seorang warga Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan yang juga bekerja sebagai perangkat desa mengaku ikut mengantarkan Kasrin dengan ratusan warga lain menuju ke Masjid Lasem, untuk bersama-sama jamaah calon haji lainnya, yang akan berangkat haji Selasa malam (23/8). Namun, ia tak pernah sekalipun dimintai tolong untuk mengurus administrasi pemberangkatan haji Kasrin.

Dilansir dari Tribunjogja, Siwoyo mengaku merasa sangat aneh dengan keberangkatan Kasrin tersebut. Saat diantarkan ke Masjid Lasem, Kasrin sama sekali tidak seperti calon jemaah haji lainnya yang memakai seragam dan membawa koper besar. Kasrin hanya mengenakan pakaian koko putih, celana hitam, peci sambil membawa tas kecil seadanya.

Kasrin berangkat lebih awal dari kloter pertama

Keanehan lain muncul, karena sekitar pukul 23.00 WIB, Kasrin diketahui menelepon keluarganya dan mengatakan sudah sampai di Gedung Haji Rembang, tempat jamaah haji berkumpul.

Dia bilang siap untuk diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan Solo. Padahal, saat itu rombongan haji dari Masjid Lasem belum berangkat. ”Soalnya, pemberangkatan haji malam itu memang akan dilakukan pukul 01.30 WIB,” kata Ansori.

Ansori makin kebingungan, karena sekitar pukul 01.30 WIB, atau pada Rabu (24/8/2016), Kasrin menelepon bahwa dirinya sudah akan berangkat ke Mekah. Tepatnya, Kasrin mengatakan sudah naik pesawat. Dia juga menceritakan jika duduk bersama empat orang jamaah calon haji lainnya.

Dua hari keberangkatan Kasrin kembali ke Indonesia

Dua hari berangkat ke Mekkah, Kasrin kembali ke Indonesia dengan membawa bungkusan besar berisi oleh-oleh khas haji. Kasrin beralasan pulang karena ada keluarga yang membutuhkannya. Setelah bertemu dengan salah satu keluarganya, ia pun menghilang kembali.

Kabar ini tentunya membuat kita bertanya-tanya. Bagaimana bisa seseorang naik haji tanpa mengurus administrasi sama sekali? Pun misal ia berbohong, apakah ia berpikir masyarakat akan mudah dibodohi? Wallahu’alam. 

Kloter Pertama Jemaah Haji Akan Dipulangkan Tanggal 17 September Mendatang

Berhaji.com – Seluruh rentetan ibadah haji telah selesai dengan berakhirnya fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Kolter gelombang pertama jemaah haji pun tengah disiapkan untuk kepulangannya pada Sabtu (17/9) mendatang.

Jamaah gelombang pertama akan dipulangkan melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAAIA) Jeddah,” ujar Kepala Bidang Transportasi, Subhan Cholid .

 

Sebanyak 10 kloter dijadwalkan untuk ikut pemulangan gelombang pertama. Daftar kloter dan juga jadwal pemulangan secara detail sudah disampaikan pada pihak muassasah, naqabah, dan syarikah agar disiapkan sarana transportasi yang akan membawa jemaah dari Makkah menuju Jeddah.

Jemaah haji diharapkan tidak membawa barang-barang terlarang termasuk air zam-zam dalam tas koper karena pemeriksaan akan dilakukan secara ketat. Hal ini dilakukan karena karena pada tahun ini check in barang akan langsung dilakukan di bandara, tidak lagi di Madinatul Hujjaj.

“Karena tahun ini ada perubahan di mana tidak ada lagi city check in, maka semua barang akan dikirim langsung ke bandara. Kalau di bandara, artinya barang tersebut akan dicek oleh pihak keamaanan arab Saudi,” tegas Kepala Daker Makkah, Arsyad Hidayat .

Berdasarkan data yang dirilis dalam aplikasi Haji Pintar, ke-10 kloter yang akan dipulangkan pada tahap awal adalah JKS 001, JKG 001 dan JKG 002, BTH 001, MES 001, PDG 001, BDJ 001, SUB 001 dan SUB 002, serta UPG 001.

Jamaah Haji Ilegal Diancam Hukuman Penjara dan Denda

Berhaji.com

Direktur Departemen Ekspatriat di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Arab Saudi Mayjen Muhammad al Anzi mengatakan jamaah haji tanpa ijin haji yang tertangkap di Makkah atau tempat suci lainnya akan diadili dan dihukum dalam waktu 24 jam.

“Putusan penjara dan denda terhadap jamaah ilegal akan dikeluarkan dalam waktu 24 jam,” ujar dia. Putusan penjara dan denda untuk jamaah haji ilegal akan menjadi putusan final.

Komite Admnistrasi khusus di pos pemeriksaan sepanjang Makkah dan tempat suci akan mencantumkan vonis tersebut. Sebelum vonis keluar jamaah haji ilegal akan ditahan di pos pemeriksaan al Shumaisi di sepanjang jalan Jeddah-Makkah selama 48 jam.

Anzi mengatakan banyak rute sebelum Makkah dan pos pemeriksaan bagi mereka yang tanpa ijin haji kembali. Tetapi jika mereka mencoba memaksa menyebrangi pos pemeriksaan tanpa ijin maka akan ditangkap dan diadili.

Direktur Departemen Lalu Lintas Makkah Kolonel Basim al Badri mengatakan tidak ada kendaraan yang diizinkan untuk masuk jalan utama menuju tempat suci. Mereka kan dijaga oleh 27 ribu personel keamanan.

Panglima pasukan keamanan haji Jenderal Khaled al Harbi mengatakan pihaknya telah memiliki pengalaman panjang untuk mengendalikan lebih dari dua juta jamah haji yang berada di Mina, Arafah dan Makkah selama lima hari.

Sebelumnya pesawat keamanan Saudi mengamankan empat ekspatriat Arab yang sedang berasa di gunung Al Hada, Taif beruha untuk memasuki tempat suci tanpa ijin haji. Mereka dibawa turun dan diserahkan kepada Organisasi Bulan Sabit Merah untuk perawatan sebelum diserahkan kepada imigrasi.

Juru bicara Kementrian Haji dan Umrah Hatim Qadhi mengatakan sekitar 7 ribu jamaah umrah over stay saat ini tinggal setelah umrah karena sakit dan dan harus dirawat di rumah sakit. “Sekitar enma juta jamaah umrah telah kembali ke rumah masing-masing,” jelas dia.

Direktur polisi Makkah Mayjen Saed al Qarni mengatakan sebanyak 188.747 orang berusaha masuk Makkah tanpa ijin tetapi kemudian kembali. Sebanyak 84.965 kendaraan dihentikan di pintu masuk Makkah karena secara ilegal mencoba memasuki Makkah, seperti dikutip dari republika.co.id. Sebanyak 48 mini bus telah ditahan karena membawa jamaah haji ilegal. n Ratna Ajeng Tejomukti

 

 

 

Pemerintah Saudi Awasi Peredaran Makanan Selama Musim Haji

Berhaji.com

Lebih dari 140.000 item makanan kadaluarsa disita dari gudang sebelum didistribusikan ke toko-toko di Makkah. Angka itu, termasuk 3.000 susu formula bayi yang didapat selama musim haji 2016.

Kementerian Perdagangan dan Investasi Arab Saudi, telah meluncurkan kampanye guna memastikan ketersediaan makanan selama musim haji. Inspeksi terhadap kualitas makanan merupakan bagian dari kampanye tersebut.

Seorang pejabat di Kementerian Perdagangan dan Investasi, mengatakan ratusan ribu item yang disita itu merupakan makanan yang disimpan dalam kondisi yang melanggar peraturan kesehatan di Makkah. Ia menerangkan, praktek penyimpanan obat-obatan kadaluarsa dan item yang rusak secara medis akan menjadi bagian pemeriksaan.

“Semua item yang disita dalam persiapan untuk dihancurkan, semua pekerja bersama pemilik, berada di bawah penyelidikan, mereka menunggu sanksi hukum,” kata pejabat yang tidak disutkan namanya seperti dilansir Arab News, Rabu (7/9).

Selain itu, razia akan dilakukan di tempat-tempat suci, terutama toko-toko yang sebagian besar sering dikunjungi jamaah haji, seperti dikutip dari republika.co.id. Pemeriksaan rencananya turut mencakup pemeriksaan intensif perhiasan dan logam mulia, pompa bensin, toko-toko ponsel, lemari es dan truk makanan.

 

 

Tips Haji: Tetap Fit bagi Penderita Anemia

Berhaji.com

Anemia atau kekurangan zat besi dalam tubuh dapat mengakibatkan sulit untuk berkonsentrasi, mudah merasa lelah dan tampak lesu. Penderita anemia yang melaksanakan ibadah haji harus mewaspadai kondisi asupan gizinya. Karena ibadah haji yang menuntut kerja fisik memberi efek yang lebih berat pada penderita anemia. Mereka akan lebih mudah merasa lelah dibanding jamaah lain yang tidak menderita anemia.

Untuk mengantisipasi kondisi lelah ini penderita anemia harus tetap menjaga asupan gizinya. Staf Ahli Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia Jaya Raya, Saptawati Bardosono mengungkap beberapa tips yang harus diperhatikan bagi jamaah haji penderita anemia.

Cairan tubuh
Cairan tubuh yang cukup akan sangat membantu proses distribusi semua zat yang dikonsumsi jamaah. Jika kurang cairan, akan sangat berbahaya. Selain menyebabkan dehidrasi maka asupan gizi yang kita makan sulit untuk menyebar di seluruh tubuh.

Gizi seimbang
Selain itu, gizi seimbang dengan makan tiga kali dalam sehari menjadi syarat utama bagi penderita anemia. Jamaah diminta untuk tidak menunda makan di tengah asyiknya beribadah. “Jangan menunggu lapar baru makan. Jangan menunggu gejala anemia keluar baru memberikan asupan gizi ke dalam tubuh,” imbau Saptawati.

Bagi jamaah yang enggan mengonsumsi buah dan sayuran saat di Tanah Air agar mulai mengubah pola konsumsi. Mulai makan buah dan sayur, utamanya yang mengandung serat dan vitamin lainnya, seperti jeruk yang kaya vitamin C.

Zat besi
Untuk memperbanyak asupan zat besi, jamaah harus banyak mengonsumsi sayuran hijau, kacang-kacangan, telur, daging merah, dan makanan yang diperkaya atau difortifikasi dengan zat besi.

Daging merah, kata Saptawati, sangat mudah didapatkan di Arab Saudi. Seperti hati daging domba, daging kambing, bahkan daging sapi. Jenis-jenis makanan tersebut dikatakan sebagai sumber utama untuk memenuhi kekurangan zat besi dalam tubuh.

Sedangkan, untuk sumber nabatinya bisa diperoleh, di antaranya, dari kentang, bayam, kangkung, dan brokoli. Dari kacang-kacangan, seperti kacang merah dan kacang hijau. Zat besi juga bisa diperoleh dari ikan laut dan ayam.

Cek Hemoglobin
Jika jamaah, khususnya penderita anemia sudah mulai merasa lelah, letih, dan lesu segeralah untuk mengecek hemoglobin (Hb) darah. Ini untuk memastikan apakah lelah yang disebabkan itu disebabkan oleh anemia yang dideritanya atau karena sebab lainnya, seperti dikutip dari republika.co.id. Jika Hb normal maka kelelahan yang mulai menyerang itu tidak disebabkan anemia. Tapi, jika Hb rendah maka lelah itu akibat anemia yang diidapnya.

 

Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Badal Haji

Berhaji.com

Ibadah haji adalah dambaan setiap hamba. Namun, berbagai kondisi bisa menghalangi seseorang untuk menunaikan ibadah haji langsung ke Makkah. Seseorang yang memiliki uzur untuk berangkat haji kadang menunjuk seseorang untuk berangkat haji menggantikan dirinya. Hal ini kerap disebut dengan badal haji. Niat dan ibadah hajinya diperuntukkan bagi seseorang yang batal berangkat dan mengamanahkannya kepada orang lain. Soal ibadah haji, adakah syarat-syarat khususnya?

Badal haji menjadi perbincangan di kalangan fukaha. Ada yang berpendapat tidak bisa dibadalkan karena seseorang akan dihisab, karena amal perbuatannya sendiri. Ada juga yang membolehkan sebab ada nash khusus dalam hadits yang mengizinkan seseorang menghajikan orang lain.

Bagi yang berpendapat bahwa badal haji tidak sah, berpegang kepada beberapa ayat Al-Quran. Di antaranya surah Al-Baqarah ayat 286. “…ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya, dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya..”

Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman, “(Yaitu) Bahwasanya seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan bahwasanya seseorang manusia tidak memperoleh seseuatu selain dari apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm [53]: ayat 38-39).

Sementara bagi yang membolehkan mengambil dalil dari beberapa hadits sahih soal badal haji. Di antaranya, dari Ibnu Abbas ra bahwa seorang wanita dari Juhainah datang kepada Nabi SAW dan berkata, “Ibu saya telah bernazar untuk pergi haji, tapi belum sempat pergi hingga wafat, apakah saya harus berhaji untuknya? Rasulullah SAW menjawab, “Ya pergi hajilah untuknya. Tidakkah kamu tahu bila ibumu punya utang, apakah kamu tahu bila ibumu punya utang, apakah kamu akan membayarkannya? Bayarkanlah utang kepada Allah karena hutang kepada-Nya lebih berhak untuk dibayarkan.” (HR. Bukhari).

Dalam hadits lain, seorang wanita dari Khas`am berkata kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah sesungguhnya ayahku telah tua renta, baginya ada kewajiban Allah dalam berhaji, dan dia tidak bisa duduk tegak di atas punggung onta,” Lalu Nabi SAW bersabda, “Hajikanlah dia.” (HR Muslim).

Lalu, apakah yang membadalkan haji harus berangkat dari negara orang yang digantikan ataukah bebas dari mana saja? Jumhur Ulama (mayoritas ulama) membolehkan orang yang menggantikan haji bebas berangkat dari negara mana saja. Tidak harus dari asal orang yang digantikan.

Namun, ada ulama dari kalangan Hanabilah yang mempersyaratkan bahwa haji yang digantikan oleh orang lain itu harus dilakukan dengan berangkat dari negeri orang tersebut. Karena menurut mereka, kewajiban haji bagi orang tersebut adalah dari negerinya, maka bila karena suatu alasan harus digantikan oleh orang lain, harus juga berangkat dari negeri tempat dia tinggal.

Soal ibadah haji, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. pertama, yang menghajikan harus sudah haji. Kedua, niat untuk orang yang dibadali. Ketiga, diniatkan untuk membayat utang bukan menggantikan amal. Keempat, seseorang hanya dapat membadali untuk satu orang, karena ihram itu untuk sekali haji dan menyebut nama satu orang. Kelima, pelaksanaan badal oleh naib (anak atau saudara) harus sukarela bukan terpaksa. Keenam, biaya badal haji dari kekayaan orang yang membadali, kecuali anak atau saudara sukarela membiayai.

Yang perlu diperhatikan bersama adalah komersialisasi badal haji. Ada orang-rang yang menawarkan jasa badal haji, tapi ternyata dia menerima tawaran badal haji dari beberapa orang. Sehingga badal hajinya tidak sah.

Adab dalam Mengenakan Ihram yang Harus Anda Ketahui

Berhaji.com

Ihram adalah pakaian yang harus dikenakan jamaah haji sebelum memasuki tanah Suci. Tempat-tempat memakai ihram atau miqat makani sudah ditentukan sejak zaman Rasulullah SAW.

Tak ada yang istimewa dari pakaian ini. Bagi jamaah haji pria, ihram hanyalah dua helai kain putih. Yang satu berfungsi menutupi area pinggang hingga mendekati mata kaki, atau disebut juga dengan izar. Satu helai lainnya menutupi bagian atas.

Hujjatul Islam, Imam Ghazali, dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan, putih adalah warna yang disukai Allah.

Meski pun hanya pakaian sederhana, berihram ternyata akan lebih baik bila disertai dengan sejumlah amalan. Sebelum berihram, jamaah haji dianjurkan untuk mandi dengan niatan untuk memakai ihram. Ini dilakukan ketika mereka sudah sampai di miqat makani.

Selama membersihkan diri, jamaah haji membersihkan tubuhnya. Kemudian merapihkan janggut, kumis, rambut, dan memotong kuku.

Selesai mandi, jamaah dapat langsung mengenakan ihram.selama mengenakan ihram, mereka tidak lagi mengenakan pakaian berjahit.

Selama mengenakan ihram, jamaah tidak boleh mengenakan wewangian. Namun, apabila masih ada wewangian tersisa di badan, maka tidak menjadi masalah. Dalam sebuah hadist diceritakan sebelum memulai ihram, ada sisa wewangian atau misik di sela-sela rambut Rasulullah SAW. Wewangian itu tidak dihilangkan meski pun Rasululah SAW sudah mengenakan ihram. (HR. Bukhari dan Muslim, dari Aisyah).

Dalam sebuah hadits diceritakan, istri Rasulullah, Aisyah, biasa menggosokkan minyak wangi kepada Rasulullah ketika ihram, juga ketika tahallul sebelum ia tawaf. (Bukhari dan Muslim).

Ketika berjalan menuju Tanah Suci, jamaah sudah bisa meniatkan untuk apa berihram.ada yang berniat untuk berhaji. Ada juga yang berumrah, atau keduanya.

Jamaah disunahkan mendirikan shalat dua rakaat dengan niat sunah ihram. Pada rakaat pertama, jamaah membaca Surah Al-Kafirun setelah membaca Al-Fatihah. Pada rakaat kedua, jamaah dianjurkan membaca Surah Al-Ikhlas setelah membaca Al-Fatihah.

Jamaah disunnahkan untuk selalu mengcapkan talbiyah, labbail Allahumma labbaik… dan seterusnya. Lafaz ini tak harus diucapkan dengan keras. Cukup dengan suara perlahan agar tidak mengganggu kenyamanan.dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kalian tidak memanggil zat yang tuli atau pun yang tidak hadir.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Selama menjalankan iabdah haji, jamaah dianjurkan untuk dapat malaksanakan berbagai amalan sunah. Hal ini dimaksudkan untuk memaksimalkan ibadah selama berada di Tanah Suci. Ibadah di Tanah Suci akan diganjar dengan pahala yang lebih besar dibandingkan beribadah di tempat lain.

 

Jamaah Haji Diimbau Waspadai Joki Tawaf dan Sai`

Berhaji.com

Sebanyak 10 jamaah risiko tinggi (risti) sempat terlantar di Masjidil Haram, Makkah akibat memakai jasa joki tawaf dan sa`i dari mukimin. Beruntung, petugas Sektor Khusus (Seksus) Daerah Kerja (Daker) Makkah langsung bergerak cepat dalam menolong mereka yang sebagian dalam kondisi sakit.

Wakil Kepala Sektor Khusus Daker Makkah Harun al-Rosyid mengatakan, ada dua kasus yang peristiwanya terjadi dalam waktu berdekatan. “Kejadian pada dua hari lalu ini berlangsung pada pukul 02.00 dini hari dan 03.00 dini hari,” kata Harun ketika ditemui di Masjidil Haram, Makkah, Rabu (24/8).

Peristiwa yang pertama bermula ketika ada dua jamaah risti yang sedang dalam kondisi sakit menggunakan jasa mukimin untuk melakukan tawaf dan sa`i. Namun, keberadaan mukimin tersebut di luar koordinasi petugas Masjidil Haram alias tidak resmi.

Mukimin tersebut tiba-tiba ditangkap polisi Arab Saudi yang bertugas di Masjidil Haram wilayah sa`i dan tawaf. Dua jamaah risti tersebut akhirnya ditinggalkan begitu saja.

Akhirnya, laporan masuk ke Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Petugas sektor khusus (seksus) langsung bergerak cepat menangani kedua jamaah tersebut. Petugas membantu kedua jamaah menyelesaikan sa`i dan melakukan tahalul sebelum mereka diarahkan ke sektornya.

Ketika petugas kembali ke wilayah sa`i, kata Harun, peristiwa kedua yang lebih besar terjadi. “Kini, ada delapan jamaah yang tercecer akibat joki mereka ditangkap polisi Arab Saudi,” katanya.

Petugas seksus akhirnya membantu delapan jamaah menuntaskan prosesi sa`i. namun, karena jumlah sumber daya manusianya terbatas, petugas menyewa jasa petugas kursi roda resmi Masjidil Haram untuk membantu jamaah menyelesaikan sa`i dan tahalul.

Setelah proses sa`i dan tahalul selesai dilaksanakan, jamaah diantar dengan menggunakan kendaraan operasional seksus pada pukul 09.30 waktu setempat, seperti dikutip dari harian republika. “Kita antar ke sektornya masing-masing. Alhamdulillah, berkat kesigapan anggota seksus, 10 jamaah tersebut sudah bisa kami tangani dengan selamat dan aman,” katanya.

Petugas seksus menemukan mukimin yang bekerja sebagai joki Hajar Aswad. Namun, keberadaannya dinilai masih belum mengganggu atau merugikan jamaah.

“Joki Hajar Aswad kami ketahui tidak merugikan jamaah. Ketika kami dalamai, selama ini belum ada jamaah yang jadi korbannya,” kata Harun.

Jamaah dan mukimin sama-sama ikhlas. Jamaah merasa nyaman memanfaatkan jasa mereka. Sementara, joki Hajar Aswad merasa diuntungkan dengan uang yang mereka dapat.

Harun mengatakan, petugas seksus tetap terus memantau kemungkinan adanya joki nakal. Petugas terus memantau jamaah apakah ada yang menggunakan jasa joki Hajar Aswad, lalu diperas ratusan riyal. “Selama ini kasus seperti itu belum terjadi,” katanya.

Harun mengimbau mukimin jangan mengambil risiko dengan menjadi joki sa`i atau tawaf bagi jamaah yang tidak mampu melakukannya. Karena, jika ketahuan pihak keamanan Masjidil Haram, mereka bisa ditangkap dan jamaah menjadi terlantar.

Harun mengatakan, potensi mukimin ketahuan jadi joki itu sangat besar. Karena, pengawasan di wilayah Masjidil Haram sekarang sudah samakin ketat. Harun pun mengatakan, pihak keamanan itu sudah mampu membaca gelagat joki mukimin meski mereka mungkin berpakaian ihram, memakai gelang jamaah dan tas jamaah.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1437 H/ 2016 M Ahmad Dumiyati Basori mengimbau jamaah haji untuk mewaspadai keberadaan joki. Jika jamaah menemukan kesulitan, dapat menghubungi petugas PPIH. “Kita akan carikan solusi terbaik. Kami ingin menjaga keselamatan jamaah agar dapat kembali bertemu dengan keluarga,” katanya.

Pihaknya berharap jamaah dapat melaksanakan haji dengan baik.mereka juga diimbau untuk mengikuti petunjuk dan peraturan yang sudah ditetapkan PPIH.

Haid Datang saat Berhaji, Bagamanakah Hukumnya?

Berhaji.com

Pergi ke Tanah Suci menunaikan haji adalah impian setiap Muslim. Seseorang yang sudah mendapat panggilan guna menunaikan rukun Islam kelima ini, tentu berharap menjadi haji yang mabrur. Salah satu syarat agar ibadah hajinya diterima adalah menunaikan semua rangkaian ibadah haji.

Khusus bagi Muslimah yang menunaikan haji, tentu ada peluang datang haid bulanan saat sedang berihram. Padahal, saat haid, seorang Muslimah tidak boleh menunaikan tawaf sebagai bagian dari rukun haji.

Saat Aisyah ra sedang haid, Rasulullah SAW bersabda, “Lakukanlah segala sesuatu yang dilakukan orang yang berhaji, selain dair melakukan tawaf di Ka`bah hingga engkau suci.” (HR Muttafaq a`laih).

Lalu, bagaimana jika saat berhaji datang haid pada Muslimah? Di antara syarat sah tawaf adalah suci dari hadas kecil dan besar. Dengan demikian, orang yang bertawaf pada dasarnya, harus bersih dari haid dan nifas. Kesucian semacam ini merupakan syarat sah tawaf menurut sebagaian besar ulama. Orang yang bertawaf dalam kondisi tidak suci, tawafnya menjadi batal.

Berdasarkan pandangan ini, dalam Madzhab Syafii disebutkan, “Wanita haid yang belum melakukan tawaf ifadah harus bertahan di Makkah hingga suci. Kalau ada bahaya yang mengancam atau hendak pulang bersama rombongan sebelum tawaf ifadah, ia harus tetap dalam keadaan ihram hingga kembali ke Makkah untuk bertawaf walau beberapa tahun kemudian.” (Kitab Al-Majmu` juz 8, hal. 200).

Sementara menurut kalangan Hanafi, suci dalamtawaf hukumnya wajib. Karena itu, orang yang bertawaf dalam kondisi tidak suci seperti wanita yang sedang haid dan nifas, tawafnya sah, tetapi harus membayar dam (denda). Mereka berdalil dengan firman Allah SWT, “Hendaknya mereka melakukan tawaf di sekitar Ka`bah Baitullah itu.” (QS Al-Hajj [22] ayat 29). Menurut mereka ayat tersebut memerintahkan tawaf secara mutlak, tanpa dikaitkan dengan syarat kesucian.

Jika darah haidnya tidak keluar terus-menerus dan sempat berhenti untuk beberapa hari, pada masa itulah ia bertawaf. Ini sesuai dengan pandangan kalangan Syafiiah yang menyatakan, kondisi bersih pada hari-hari terputusnya haid dianggap suci.

Terakhir, Ibnu Taymiyyah dan Ibnul Qayyim berpendapat, tawaf ifadah wanita haid adalah sah jika memang kondisinya terpaksa, seperti ia harus pergi bersama rombongan untuk meninggalkan Makkah. Syaratnya, ia harus membalut tempat keluarnya darah.

Lalu, apakah boleh seorang Muslimah meminum pil antihaid agar selama ibadah haji tidak terganggu?

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam keputusan Komisi Fatwa 12 Januari 1979 membahas singkat tentang penggunaan pil haid. Komisi Fatwa MUI yang saat itu dketuai KH Syukri Ghozali memutuskan tiga hal terkait mengonsumsi pil haid.

Pertama, jika niatnya untuk menunaikan ibadah haji, hukumnya mubah atau boleh.

Kedua, jika penggunaan pil haid dengan maksud untuk menunaikan puasa Ramadhan, hukumnya makruh. Akan tetapi bagi Muslimah yang sukar mengqadha puasa pada hari lain maka hukumnya mubah.

Ketiga, jika niat penggunaan selain untuk dia ibadah di atas, hukumnya bergantung pada niatnya. MUI menegaskan, jika penggunaan pil haid untuk perbuatan yang menjurus pada pelanggaran hukum agama, maka hukumnya haram.