Tips Agar Tidak Tersesat Saat Menunaikan Ibadah Haji Di Masjidil Haram

berhaji.com

Pada saat menunaikan ibadah haji, tak jarang kita terpisah dari rombongan, apalagi ketika kita terlalu khusyuk beribadah dan kehilangan jejak rombongan. Di saat-saat terntu kita juga bisa mencari waktu untuk datang ke Masjidil Haram lebih awal untuk bisa beribadah lebih lama dan mendapat tempat di shaf depan.

Nah, agar kita tidak tersesat di Masjidil Haram pada saat menunaikan ibadah haji, ikut tips-tips berikut ini.

Pertama, jangan lupakan kartu identitas jemaah haji Indonesia Anda, biasanya berupa gelang jamaah, gelang maktab dan ID card jamaah. Sehingga jika Anda hilang, petugas bisa mendeteksi rombongan Anda.

Kedua, selalu bawa serta identitas hotel berupa kartu nama yang berisi alamat dan contact person. Jika Anda tersesat, Anda bisa minta pada petugas untuk ditunjukkan ke alamat hotel.

Ketiga, usahakan untuk tidak terpisah dari rombongan, setidaknya selalu bersama salah satu teman dari rombongan sehingga kita tidak terpisah seorang diri.

Keempat, saat akan memasuki Masjidil Haram, perhatikan nomor pintu masuk, ingat-ingat nomornya atau bisa juga dicatat atau difoto sehingga kita bisa keluar melalu pintu tempat kita masuk.

Kelima, jika menggunakan bus shalawat, perhatikan stiker bus karena ada 12 rute yang mempunyai stiker dan nomor berbeda.

Semoga bermanfaat!

8 Hal yang Harus Disiapkan Matang Sebelum Berangkat Umrah atau Haji

berhaji.com

Ibadah umrah dan haji merupakan ibadah yang membutuhkan banyak persiapan. Bukan hanya persiapan materi, namun juga persiapan fisik dan mental agar semua ibadah dapat dijalankan dengan baik. Berikut 8 hal yang perlu disiapkan sebelum berangkat umrah dan haji.

Niat

Luruskan niat hanya untuk beribadah dan memenuhi panggilan Allah, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di Tanah Suci kelak. Lupakan niat-niat lainnya seperti ingin pamer foto umrah di Mekkah atau ingin mendapatkan gelar haji untuk mendapatkan derajat tinggi di masyarakat, fokuskan niat hanya untuk beribadah dengan ikhlas.

Persiapan Fisik

Agar semua rukun haji bisa dilaksanakan dengan baik, pastikan Anda juga melakukan beberapa latihan fisik seperti berjalan pagi dan sore atau jogging jika memungkinkan. Lakukan juga olahraga ringan dan jaga kesehatan agar tetap fit.

Persiapan Ilmu

Manasik haji saja tak cukup untuk membekali kita dengan ilmu-ilmu ibadah haji. Bacalah buku saku yang diberikan agen haji dengan baik, juga baca beberapa artikel dan ayat-ayat Al-Qur’an mengenai ibadah haji, agar semua ibadah dapat dilakukan dengan nilai yang tinggi.

Membuat Target Ibadah

Tidak ada salahnya membuat target ibadah seperti khatam Qur’an minimal sekali selam berhaji atau selalu sholat berjama’ah di masjid. Namun, buatlah target yang wajar dan jangan sampai target tersebut justru membuat kita mengabaikan ibadah lain atau membuat ibadah menjadi tidak khusyuk karena terburu-buru.

Persiapkan Mental

Siapkan juga mental Anda untuk menghadapi berbagai hal, misalnya fasilitas toilet, menghadapi kelakuan orang dan juga menghadapi hal lainnya. Jangan sampai kita banyak mengeluh karena memiliki ekspektasi yang tinggi dalam beribadah haji.

Manajemen Waktu

Pelajari juga kebiasaan di Mekkah dan Madinah untuk dapat memanajemen waktu. Misalnya datang lebih awal sebelum sholat wajib untuk thawaf dan mencari tempat untuk sholat. Anda bisa menanyakan dan mengonsultasikan hal ini pada agen penyedia travel umrah dan haji yang Anda ikuti.

Packing

Jangan sampai ada barang bawaan yang tertinggal, terutama yang sering Anda butuhkan. (Baca: Tips Packinh Umrah dan Haji)

Menjalin Silaturahmi

Di Tanah Suci nanti, semua orang dari berbagai belahan dunia akan tumpah menjadi satu untuk memenuhi panggilan Allah. Anda bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menjalin silaturahmi dengan saudara sesama Muslim dari berbagai penjuru dunia, untuk menambah pengalaman dan juga ilmu dalam beribadah.

6 Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Agen Perjalanan Haji dan Umrah

Dailymoslem – Pengalaman haji dan umrah merupakan tantangan tersendiri bagi setiap umat Muslim, terutama bagi mereka yang baru pertama kali menjalaninya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar perjalanan haji dan umrah kita dapat berjalan sesuai rencana.

Berikut ini 6 hal yang harus diperhatikan dalam memilih agen perjalanan haji dan umrah agar kita tidak salah pilih.

Pertama, perhatikan penampilan kantor agen. Kali ini, Anda harus menilai berdasarkan penampilannya. Kantor agen yang terpercaya biasanya rapi dan tertata dengan baik, dengan customer service yang jelas dan fasilitas yang jelas baik di kantor maupun di perjalanan.

Kedua, cara melayani konsumen. Agen perjalanan yang buruk biasanya tidak memedulikan apapun kecuali transaksi. Sedangkan agen perjalanan yang baik biasanya melayani konsumen dengan penuh perhatian dan pengertian, mereka mendengar dan menjawab pertanyaan sesuai yang diinginkan konsumen.

Ketiga, perhatikan kelegalan. Pastikan agen perjalanan yang Anda pilih telah mengantongi izin haji dan umrah dari Departemen Agama Republik Indonesia. Anda dapat mengetahui agen tersebut memiliki ijin resmi dari Depag atau tidak dengan melakukan pengecekan di Website Kementrian Agama.

Keempat, program Arbain dan Non-Arbain. Arbain merupakan program yang mengijinkan Anda tinggal lebih dari delapan hari di Madinah, sedangkan Non-Arbain merupakan program yang mengijinkan Anda tinggal beberpa hari saja di Madinah, dan selebihnya tinggal di Makkah. Pastikan agen perjalanan yang Anda pilih memiliki keduanya.

Kelima, jaringan kuat dengan industri pariwisata. Agen perjalanan haji dan umrah yang baik biasanya memiliki asosiasi dengan industri patiwisata lainnya seperti maskapai penerbangan, jaringan hotel hingga ke perusahaan rental mobil. Hal tersebut menunjukkan kredibilitas yang baik dari agen tersebut.

Keenam, pengalaman dan testimoni. Testimoni dari kerabat atau keluarga yang pernah menggunakan agen tersebut juga perlu Anda perhatikan. Pilihlah agen yang mendapat testimoni yang baik dan memuaskan dari konsumennya.

Pria Ini Rela Berjalan Sejauh 5.700 Kilometer Demi Menunaikan Ibadah Haji

berhaji.com

Dahulu kala, orang menunaikan haji dari berbagai negara dengan menggunakan hewan tunggangan atau kapal laut. Di masa kini, mungkin hampir semua orang dari berbagai negara menuju Mekkah dengan menggunakan pesawat.

Namun berbeda dengan yang dilakukan Senad Hadzic, ia rela berjalan sejauh 57.000 kilometer dari tempat tinggalnya di Bosnia menuju Mekkah untuk dapat menunaikan ibadah haji.

Tepatnya pada Desember 2012 lalu, Senad Hadzic memulai perjalanannya melewati enam negara yaitu Turki, Yordania, Suriah, Serbia, Bulgaria hingga akhirnya tiba di Arab Saudi. Senad mengaku tidak memiliki yang yang cukup untuk melakukan perjalanan dengan pesawat, sehingga ia memutuskan untuk berjalan kaki.

Dengan berbekal 200 euro, Senad Hadzic nekat berjalan dari ribuan kilometer karena cintanya yang besar kepada Allah.

Hamil dan Berhaji ala Riana Garniati Rahayu

Berhaji.com

Hamil dan berhaji mungkin dua hal yang sangat sulit dilakukans secara bersamaan. Berhaji merupakan kegiatan ibadah yang membutuhkan stamina dan energi yang tinggi dengan berbagai ritual dan rukun-rukunnya. Mulai dari mengelilingi ka’bah sampai melakukan perjalanan ke Mina untuk lempar jumrah.

Sementara itu, saat perempuan hamil biasanya banyak kesakitan yang dirasakan. Mulai dari mual-mual, morning sick, hingga kelelahan yang berlebihan. Namun, Riana Garniati Rahayu membuktikan bahwa perempuan cukup kuat untuk melaksanakan ibadah haji meskipun tengah berbadan dua.

Bukan hanya ritual ibadah berat yang harus dijalaninya selama berhaji, Riana juga harus melewati berbagai vaksin agar kondisi kehamilannya tetap baik dan sehat selama proses berhaji hingga pulang lagi ke tempat tinggalnya.

Selengkapnya baca di sini.

Fenomena Selfie Jemaah Haji Di Tanah Suci

Berhaji.com

Dapat menunaikan ibadah haji merupakan kesempatan istimewa bagi umat Muslim, terutama bagi mereka yang berada di negara yang jauh dari Mekkah. Ongkos dan biaya yang mahal menjadikan beribadah haji merupakan kemewahan tersendiri.

Namun, sayangnya kesempatan mewah ini seringkali membuat orang yang mampu melaksanakan ibadah haji malah jadi pamer. Salah satu caranya adalah dengan selfie saat beribadah haji dan mengunggahnya di media sosial secara live.

Seorang jemaah haji asal Jordania mengakui bahwa mengunggah foto selfie saat menunaikan ibadah haji dapat menjadi salah satu cara untuk mengubah image berhaji yang tadinya melelahkan jadi menyenangkan.

“Saya juga mengambil selfie saat menunaikan ibadah haji, seperti saat berada di Arafah dan di Jamarat. Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menunaikan ibadah haji dan saya senang saya mendapatkan kesempatan tersebut. Saya ingin mengingatnya, jadi saya mengambil foto untuk kenang-keangan,” ujar seorang jema’ah haji asal Jordania, dilansir dari dailymoslem.com.

Sharing foto haji dan umrah di media sosial juga bisa membuat image berhaji jadi lebih menyenangkan, daripada image melelahkan yang selama ini sering didengar,” tambahnya.

Namun, sayangnya kegiatan selfie di sela ibadah haji ini seringkali mengganggu jemaah lainnya yang ingin khusyuk beribadah. Misalnya saat jemaah yang selfie tiba-tiba berhenti di tengah ritual untuk mengambil selfie dan menghalangi jalan jemaah lain, seperti yang dirasakan oleh Mohammed Rashid, jamaah asal Arab.

“Saya sangat terganggu dengan orang-orang yang tiba-tiba berhentu untuk berfoto selfie. Mereka mengganggu konsentrasi saya saat saya ingin khusyul beribadah – membuat saya harus pindah atau menjauh dari orang yang sedang berfoto itu,” ujar Mohammed Rashid.

Persoalan ini juga sempat menarik perhatian pemerintah Saudi yang berencana menerapkan peraturan mengenai smartphone di Masjidil Haram.

 

Proses Pembersihan Masjidil Haram yang Mungkin Tidak Pernah Kita Bayangkan Sebelumnya

Berhaji.com

Di balik indah dan bersihnya Masjidil Haram, ada ratusan hamba Allah yang mengais rezeki dengan membersihkan rumah Allah tersebut. Mulai dari mengepel Masjidil Haram, membersihkan batu bukit Safa Marwah, membersihkan hiasan-hiasan di dinding masjid, mencuci karpet-karpet besar yang jumlahnya ratusan, hingga memberi wewangian di ruangan masjid.

Masjidil Haram yang memiliki luas yang besar, lengkap dengan detail di setiap sudutnya, tentunya Masjidil Haram membutuhkan perawatan ekstra untuk bisa menjadi tempat yang nyaman bagi para jemaah dalam melaksanakan ibadah haji.

Inilah orang-orang dibalik selalu rapi dan bersihnya Masjidil Haram.

Foto-Foto Perbedaan Jamarat (Lokasi Lempar Jumroh) Masa Lalu dan Masa Kini

Berhaji.com

Dalam pelaksanaan ibadah haji, ada satu ritual yang dilaksanakan di Jamarat, tepatnya di kota Mina. Dalam ritual ini, jema’ah haji melemparkan tujuh kerikil yang sebelumnya sudah mereka kumpulkan di Muzdalifah, ke tiga tiang di jamarat yaitu Aqabah, Wusta dan Ula.

Ritual ini menyimbolkan peperangan melawan syaitan. Tiang-tiang jamarat yang dilempari batu diibaratkan syaitan yang harus dilawan para jema’ah haji.

Nah, lokasi Jamarat juga merupakan salah satu titik pelaksanaan ritual haji yang mengalami perubahan yang signifikan. Dari yang dulunya hanya tiang yang dikelilingi tembok, kini dilengkapi dengan dua helipad, eskalator dan lima lantai untuk melempar jumroh agar jemaah tidak bertumpuk di satu titik.

Berikut ini foto-foto perbedaan Jamarat di masa lalu dan masa kini yang terlihat jelas perbedaannya.

Jamarat Masa Lalu

Jamarat Masa Kini

Terowongan Mina

Sebelum sampai ke Jamarat, jemaah haji juga harus terlebih dulu melewati terowongan Mina yang juga kini telah dilengkapi berbagai fasilitas untuk menunjang kebutuhan jemaah haji. Terowongan yang dulunya sering menjadi tempat para jemaah haji berdesakan kini sudah dilengkapi dengan pendingin ruangan untuk kenyamanan jemaah haji dan juga kamera CCTV untuk memantau kepadatan jemaah haji.

Foto-Foto Perbedaan Jamarat (Lokasi Lempar Jumroh) Masa Lalu dan Masa Kini Foto-Foto Perbedaan Jamarat (Lokasi Lempar Jumroh) Masa Lalu dan Masa Kini Foto-Foto Perbedaan Jamarat (Lokasi Lempar Jumroh) Masa Lalu dan Masa Kini

Kumpulan Foto Berhaji Di Masa Lalu yang Ternyata Lebih Menyejukkan Dipandang Mata

Berhaji.com

Tanah suci Mekkah dan Madinah telah mengalami berbagai kemajuan seiring perkembangan zaman. Bahkan, Masjidil Haram juga saat ini tengah mengalami perluasan untuk desain terbaru di tahun 2020 mendatang.

Berbagai kemewahan seperti lapisan marmer dan emas dapat kita lihat hampir di setiap sudut Mekkah dan Madinah, terutama di tempat-tempat melaksanakan ibadah haji. Pembangunan besar-besaran ini juga disebut-sebut sebagai salah satu tanda kiamat, sebagaimana disabdakan Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam.

Ibnu Syaibah meriwayatkan dengan sanadnya kepada Ya’la ibn Atha’ dari ayahnya, dia berkata: pada suatu hari, aku menuntun tali kekang onta Abdullah ibn Amr, lalu beliau berkata: “Bagaimana pendapat kalian, jika kalian hancurkan Ka’bah dan tidak menyisakan ada batu yang masih menumpuk? Mereka menjawab: oleh kita yang beragama Islam? Beliau menjawab: benar, kalian yang beragama Islam. Seseorang bertanya: lalu apa lagi? Beliau menjawab: kemudian ia akan dibangun dengan yang lebih bagus darinya. Apabila kalian telah melihat galian-galian besar di Makkah, dan bangunan-bangunannya menjulang tinggi melebihi pegunungannya, maka ketahuilah bahwa kiamat telah mendekatimu”(HR. Ibnu Abi Syaibah dan al-Arzaqi)

Mekkah dan Madinah di masa lalu memang tidak semegah dan mewah sekarang, namun ternyata lebih sejuk dipandang mata dengan berbagai kesederhanaannya.

Kronologi Tragedi Mina yang Menewaskan Hingga 700an Jemaah Haji

Berhaji.com

Setelah tragedi jatuhnya crane yang menewaskan hingga lebih dari 150 orang, umat Muslim kembali berduka dengan tragedi mina yang memakan korban tewas hingga 700an lebih dan 800an orang luka-luka.

Peristiwa ini bermula dari rombongan jemaah yang baru selesai lempar jumroh di waktu subuh berpapasan dengan rombongan jemaah dari Mekkah yang hendak melaksanakan ritual lempar Jumroh. Pada pukul 7 pagi para rombongan jema’ah ini berpapasan di Jalan Arab 204 yang menyebabkan jemaah berdesakan, kehabisan oksigen hingga terinjak-injak.

Jama’ah yang berdesakan ditambah dengan cuaca panas menyebabkan banyak orang melemah hingga akhirnya tewas terinjak jemaah lainnya. Dalam hitungan menit, jumlah korban tewas bertambah hingga 300an orang. Kebanyakan korban diduga berasal dari Afrika dan Mesir.

Pemerintah Saudi langsung mengerahkan 4000 orang tim penyelamat besarta 200 ambulans untuk mengevakuasi korban.