Berusaha Bakar Diri Di Depan Ka’bah Pria 40 Tahun Ditangkap Kepolisian Arab Saudi

Berhaji – Petugas Masjidil Haram menangkap seorang pria yang diduga akan menghabisi nyawanya sendiri di depan Ka’bah. Seorang petugas memergokinya tengah melumuri pakaian dengan bensin yang dibawanya dalam sebuah botol.

Mayor Raed Sameh Al-Sulami, juru bicara petugas khusus Masjidil Haram mengatakan bahwa pria berumur 40 tahun tersebut menunjukkan indikasi kelainan jiwa saat ditangkap.

“Ia ditangkap sebelum melanjutkan tindakan bakar diri, dan tindakannya menunjukkan indikasi kelainan jiwa.”

Sameh pun mengatakan bahwa pria dengan gangguan jiwa tersebut hanya berusaha membakar diri dan bukan akan membakar Ka’bah seperti yang di beritakan sebelumnya. Meski begitu, pihak kepolisian tidak menjelaskan secara detail  tindakan apa yang akan dilakukan setelah adanya insiden tersebut.

Alami Kecelakaan Setelah Umroh, 6 Warga Inggris Tewas Di Tempat

Berhaji.com – Enam warga Inggris meninggal dalam sebuah kecelakan lalu lintas ketika mereka kembali ke Madinah dengan bus usai umrah di Mekkah, Rabu, 18 Januari 2017.

Para korban warga Inggris itu termasuk empat asal Manchester dan dua dari Glasgow. “Salah satu korban tewas masih balita,” tulis Arab News, Jumat, 20 Januari 2017.

Dua anak-anak lainnya, Arab News melaporkan, mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Pasangan suami istri Skotlandia, Mohammad dan Talat Aslam, orang tua dari lima anak dan pengurus Masjid Agung Glasgow turut meninggal.

“Kami turut berduka cita atas wafatnya enam warga Inggris akibat insiden lalu lintas di Madinah,” kata Konsul Jenderal Inggris, Barrie Peach, kepada Arab News.

Dia melanjutkan, konsulat akan memberikan bantuan kepada warga Inggris lainnya yang mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut.

Informasi yang diperoleh Arab News menyebutkan, kecelakaan itu bermula ketika salah satu ban bus meletus di jalan bebas hambatan di Madinah.

Mohammad Arfi, Direktur operastor wisata dari perusahaan Saudi, mengatakan, kendaraan tersebut membawa 12 penumpang saat mengalami kecelakaan.

“Bus oleng saat salah satu ban meletus sehingga celaka,” ucapnya.

Pemerintah Saudi Buat Aturan Baru Haji Dan Umroh

Berhaji.com – Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dilaporkan telah merilis seperangkat peraturan baru. Peraturan baru itu ditujukan untuk memberikan perlindungan bagi jamaah, baik Haji atau Umrah.

Sebuah dokumen yang diunggah di situs kementerian itu mengatakan, mereka akan memberikan perlindungan lebih terhadap hak-hak jamaah melalui tindak lanjut melalui komite pengawasan dan pusat komunikasi untuk menerima keluhan dan lain sebagainya.

Kementerian itu mengatakan, hal itu menjamin hak-hak jamaah asing dengan memantau komitmen dan layanan kontrak seperti akomodasi, makanan dan transportasi. Dikatakan hal ini merujuk pada sebuah komite khusus yang memutuskan hukuman terhadap pelanggar.

“Sebuah perusahaan jasa Umrah dan Haji yang menyediakan layanan dibawah standar akan dijatuhi hukuman, mulai dari didenda, skorsing atau lebih dan/atau lisensinya dicabut,” kata kementerian itu, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (8/1).

Berdasarkan peraturan baru itu jamaah Umrah harus diberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan saat melakukan ritual mereka dengan jaminan adnya transportasi, pengiriman barang-barang, konfirmasi pemesanan tiket pesawat, tiket pesawat alternatif dalam kasus yang asli hilang oleh pihak perusahaan penyelenggara layanan.

“Hak-hak jamaah haji termasuk keamanan dan kenyamanan, implementasi penuh dari kewajiban kontrak dengan perusahaan jasa yang menyediakan, jaminan keuangan terhadap perusahaan untuk memastikan mereka menghormati kontrak mereka, representasi di pengadilan bila perusahaan keberatan dengan kompensasi finansial,” tukasnya.

Kloter Pertama Jemaah Haji Akan Dipulangkan Tanggal 17 September Mendatang

Berhaji.com – Seluruh rentetan ibadah haji telah selesai dengan berakhirnya fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Kolter gelombang pertama jemaah haji pun tengah disiapkan untuk kepulangannya pada Sabtu (17/9) mendatang.

Jamaah gelombang pertama akan dipulangkan melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAAIA) Jeddah,” ujar Kepala Bidang Transportasi, Subhan Cholid .

 

Sebanyak 10 kloter dijadwalkan untuk ikut pemulangan gelombang pertama. Daftar kloter dan juga jadwal pemulangan secara detail sudah disampaikan pada pihak muassasah, naqabah, dan syarikah agar disiapkan sarana transportasi yang akan membawa jemaah dari Makkah menuju Jeddah.

Jemaah haji diharapkan tidak membawa barang-barang terlarang termasuk air zam-zam dalam tas koper karena pemeriksaan akan dilakukan secara ketat. Hal ini dilakukan karena karena pada tahun ini check in barang akan langsung dilakukan di bandara, tidak lagi di Madinatul Hujjaj.

“Karena tahun ini ada perubahan di mana tidak ada lagi city check in, maka semua barang akan dikirim langsung ke bandara. Kalau di bandara, artinya barang tersebut akan dicek oleh pihak keamaanan arab Saudi,” tegas Kepala Daker Makkah, Arsyad Hidayat .

Berdasarkan data yang dirilis dalam aplikasi Haji Pintar, ke-10 kloter yang akan dipulangkan pada tahap awal adalah JKS 001, JKG 001 dan JKG 002, BTH 001, MES 001, PDG 001, BDJ 001, SUB 001 dan SUB 002, serta UPG 001.

Jamaah Haji Ilegal Diancam Hukuman Penjara dan Denda

Berhaji.com

Direktur Departemen Ekspatriat di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Arab Saudi Mayjen Muhammad al Anzi mengatakan jamaah haji tanpa ijin haji yang tertangkap di Makkah atau tempat suci lainnya akan diadili dan dihukum dalam waktu 24 jam.

“Putusan penjara dan denda terhadap jamaah ilegal akan dikeluarkan dalam waktu 24 jam,” ujar dia. Putusan penjara dan denda untuk jamaah haji ilegal akan menjadi putusan final.

Komite Admnistrasi khusus di pos pemeriksaan sepanjang Makkah dan tempat suci akan mencantumkan vonis tersebut. Sebelum vonis keluar jamaah haji ilegal akan ditahan di pos pemeriksaan al Shumaisi di sepanjang jalan Jeddah-Makkah selama 48 jam.

Anzi mengatakan banyak rute sebelum Makkah dan pos pemeriksaan bagi mereka yang tanpa ijin haji kembali. Tetapi jika mereka mencoba memaksa menyebrangi pos pemeriksaan tanpa ijin maka akan ditangkap dan diadili.

Direktur Departemen Lalu Lintas Makkah Kolonel Basim al Badri mengatakan tidak ada kendaraan yang diizinkan untuk masuk jalan utama menuju tempat suci. Mereka kan dijaga oleh 27 ribu personel keamanan.

Panglima pasukan keamanan haji Jenderal Khaled al Harbi mengatakan pihaknya telah memiliki pengalaman panjang untuk mengendalikan lebih dari dua juta jamah haji yang berada di Mina, Arafah dan Makkah selama lima hari.

Sebelumnya pesawat keamanan Saudi mengamankan empat ekspatriat Arab yang sedang berasa di gunung Al Hada, Taif beruha untuk memasuki tempat suci tanpa ijin haji. Mereka dibawa turun dan diserahkan kepada Organisasi Bulan Sabit Merah untuk perawatan sebelum diserahkan kepada imigrasi.

Juru bicara Kementrian Haji dan Umrah Hatim Qadhi mengatakan sekitar 7 ribu jamaah umrah over stay saat ini tinggal setelah umrah karena sakit dan dan harus dirawat di rumah sakit. “Sekitar enma juta jamaah umrah telah kembali ke rumah masing-masing,” jelas dia.

Direktur polisi Makkah Mayjen Saed al Qarni mengatakan sebanyak 188.747 orang berusaha masuk Makkah tanpa ijin tetapi kemudian kembali. Sebanyak 84.965 kendaraan dihentikan di pintu masuk Makkah karena secara ilegal mencoba memasuki Makkah, seperti dikutip dari republika.co.id. Sebanyak 48 mini bus telah ditahan karena membawa jamaah haji ilegal. n Ratna Ajeng Tejomukti

 

 

 

Pemerintah Saudi Awasi Peredaran Makanan Selama Musim Haji

Berhaji.com

Lebih dari 140.000 item makanan kadaluarsa disita dari gudang sebelum didistribusikan ke toko-toko di Makkah. Angka itu, termasuk 3.000 susu formula bayi yang didapat selama musim haji 2016.

Kementerian Perdagangan dan Investasi Arab Saudi, telah meluncurkan kampanye guna memastikan ketersediaan makanan selama musim haji. Inspeksi terhadap kualitas makanan merupakan bagian dari kampanye tersebut.

Seorang pejabat di Kementerian Perdagangan dan Investasi, mengatakan ratusan ribu item yang disita itu merupakan makanan yang disimpan dalam kondisi yang melanggar peraturan kesehatan di Makkah. Ia menerangkan, praktek penyimpanan obat-obatan kadaluarsa dan item yang rusak secara medis akan menjadi bagian pemeriksaan.

“Semua item yang disita dalam persiapan untuk dihancurkan, semua pekerja bersama pemilik, berada di bawah penyelidikan, mereka menunggu sanksi hukum,” kata pejabat yang tidak disutkan namanya seperti dilansir Arab News, Rabu (7/9).

Selain itu, razia akan dilakukan di tempat-tempat suci, terutama toko-toko yang sebagian besar sering dikunjungi jamaah haji, seperti dikutip dari republika.co.id. Pemeriksaan rencananya turut mencakup pemeriksaan intensif perhiasan dan logam mulia, pompa bensin, toko-toko ponsel, lemari es dan truk makanan.

 

 

Jamaah Haji Diimbau Waspadai Joki Tawaf dan Sai`

Berhaji.com

Sebanyak 10 jamaah risiko tinggi (risti) sempat terlantar di Masjidil Haram, Makkah akibat memakai jasa joki tawaf dan sa`i dari mukimin. Beruntung, petugas Sektor Khusus (Seksus) Daerah Kerja (Daker) Makkah langsung bergerak cepat dalam menolong mereka yang sebagian dalam kondisi sakit.

Wakil Kepala Sektor Khusus Daker Makkah Harun al-Rosyid mengatakan, ada dua kasus yang peristiwanya terjadi dalam waktu berdekatan. “Kejadian pada dua hari lalu ini berlangsung pada pukul 02.00 dini hari dan 03.00 dini hari,” kata Harun ketika ditemui di Masjidil Haram, Makkah, Rabu (24/8).

Peristiwa yang pertama bermula ketika ada dua jamaah risti yang sedang dalam kondisi sakit menggunakan jasa mukimin untuk melakukan tawaf dan sa`i. Namun, keberadaan mukimin tersebut di luar koordinasi petugas Masjidil Haram alias tidak resmi.

Mukimin tersebut tiba-tiba ditangkap polisi Arab Saudi yang bertugas di Masjidil Haram wilayah sa`i dan tawaf. Dua jamaah risti tersebut akhirnya ditinggalkan begitu saja.

Akhirnya, laporan masuk ke Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Petugas sektor khusus (seksus) langsung bergerak cepat menangani kedua jamaah tersebut. Petugas membantu kedua jamaah menyelesaikan sa`i dan melakukan tahalul sebelum mereka diarahkan ke sektornya.

Ketika petugas kembali ke wilayah sa`i, kata Harun, peristiwa kedua yang lebih besar terjadi. “Kini, ada delapan jamaah yang tercecer akibat joki mereka ditangkap polisi Arab Saudi,” katanya.

Petugas seksus akhirnya membantu delapan jamaah menuntaskan prosesi sa`i. namun, karena jumlah sumber daya manusianya terbatas, petugas menyewa jasa petugas kursi roda resmi Masjidil Haram untuk membantu jamaah menyelesaikan sa`i dan tahalul.

Setelah proses sa`i dan tahalul selesai dilaksanakan, jamaah diantar dengan menggunakan kendaraan operasional seksus pada pukul 09.30 waktu setempat, seperti dikutip dari harian republika. “Kita antar ke sektornya masing-masing. Alhamdulillah, berkat kesigapan anggota seksus, 10 jamaah tersebut sudah bisa kami tangani dengan selamat dan aman,” katanya.

Petugas seksus menemukan mukimin yang bekerja sebagai joki Hajar Aswad. Namun, keberadaannya dinilai masih belum mengganggu atau merugikan jamaah.

“Joki Hajar Aswad kami ketahui tidak merugikan jamaah. Ketika kami dalamai, selama ini belum ada jamaah yang jadi korbannya,” kata Harun.

Jamaah dan mukimin sama-sama ikhlas. Jamaah merasa nyaman memanfaatkan jasa mereka. Sementara, joki Hajar Aswad merasa diuntungkan dengan uang yang mereka dapat.

Harun mengatakan, petugas seksus tetap terus memantau kemungkinan adanya joki nakal. Petugas terus memantau jamaah apakah ada yang menggunakan jasa joki Hajar Aswad, lalu diperas ratusan riyal. “Selama ini kasus seperti itu belum terjadi,” katanya.

Harun mengimbau mukimin jangan mengambil risiko dengan menjadi joki sa`i atau tawaf bagi jamaah yang tidak mampu melakukannya. Karena, jika ketahuan pihak keamanan Masjidil Haram, mereka bisa ditangkap dan jamaah menjadi terlantar.

Harun mengatakan, potensi mukimin ketahuan jadi joki itu sangat besar. Karena, pengawasan di wilayah Masjidil Haram sekarang sudah samakin ketat. Harun pun mengatakan, pihak keamanan itu sudah mampu membaca gelagat joki mukimin meski mereka mungkin berpakaian ihram, memakai gelang jamaah dan tas jamaah.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1437 H/ 2016 M Ahmad Dumiyati Basori mengimbau jamaah haji untuk mewaspadai keberadaan joki. Jika jamaah menemukan kesulitan, dapat menghubungi petugas PPIH. “Kita akan carikan solusi terbaik. Kami ingin menjaga keselamatan jamaah agar dapat kembali bertemu dengan keluarga,” katanya.

Pihaknya berharap jamaah dapat melaksanakan haji dengan baik.mereka juga diimbau untuk mengikuti petunjuk dan peraturan yang sudah ditetapkan PPIH.

Tujuh Masjid Bersejarah di Madinah Siap Dibuka Kembali

Berhaji.com

Kementerian Urusan Islam, Tauhid, dan Hidayah di Madinah Muhammad Islami Al-Humaid telah menyerahkan kunci tujuh masjid bersejarah di Madinah kepada wali kota untuk memulihkan kondisi bangunan. Rencananya ketujuh masjid tersebut akan dibuka kembali setelah renovasi selesai dilakukan dengan menggunakan dana dari donor amal.

Dilansir dari Arabnews Rabu (17/8), pengelolaan masjid tersebut nantinya akan diserahkan kepada Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional Arab Saudi (SCTNH). Sebelumnya ketujuh masjid tersebut ditutup karena adanya penyimpangan saat kunjunganan jemaah.

“Kementerian akan menangani masalah tersebut setelah pembukaan masjid sesuai dengan prinsip dan kesadaran Islam yang benar,” jelas dia.

Menurut dia, perawatan harus dilakukan untuk mencegah kerusakan terhadap bangunan. Ketujuh masjid tersebut adalah Masjid Al-Fath, Masjid Salman al-Farisi, Masjid Abu Bakar Ash Shiddiq, Masjid Umar bin Khattab, Masjid Ali bin Abi Thalib, dan Masjid Fathimah Az-Zahra.

Pemerintah Saudi Kecam Haji Ilegal

Berhaji.com

Kerajaan Arab Saudi mengimbau agar jemaah haji menjalankan prosedur yang benar untuk melaksanakan ibadah haji. Mereka pun mengancam jemaah yang berencana melakanakan ibadah haji dengan cara-cara menipu alias berhaji dengan cara ilegal.

Hal ini dilontarkan oleh Mufti Besar Syeikh Abdul Aziz al-Asheikh yang menkritisi upaya beribadah haji dengan cara menipu. Menerut dia, seperti dikutip dari Arabnews, tindakan jemaah yang mengelabui petugas keamanan saat melewati pos pemeriksaan dengan menggunakan busana normal dan kemudian berganti menjadi pakaian ihram saat berada di Kota Suci. “Memasuki Makkah tanpa izin adalah tindakan melanggar hukum,” ujarnya.

Kecaman ini ditujukan kepada sejumlah jemaah haji domestik yang berusaha menyelundup masuk ke Kota Suci setiap tahun. Al-Asheikh memastikan jemaah haji yang berkelakuan seperti itu tahun ini adalah mereka yang telah menunaikan haji dalam lima tahun terakhir.

Padahal, kata sang mufti besar, pihak kerajaan telah menyiapkan cara untuk memudahkan jemaah domestik yang berniat menunaikan haji, sehingga mereka tidak perlu berdesakan dan dapat menyelesaikan ibadah haji dengan sempurna tanpa kerepotan berarti, seperti dikutip dari harian republika. “Setiap orang bertanggung jawab untuk menjaga keamanan dengan mematuhi aturan yang telah dikeluarkan oleh pihak otoritas,” kata Al-Asheikh.

Dia pun menekankan bahwa keputusan untuk mengizinkan jemaah yang memiliki dokumen lengkap saja diambil demi kepentingan individu yang bersangkutan, dan upaya melanggar aturan ini tidak dapat dibenarkan.

 

 

Pemerintah Saudi Siapkan Ribuan Pendingin Baru di Tenda Mina

Berhaji.com

Otoritas Saudi menyiapkan sekitar 8.500 alat pendingin baru berteknologi canggih yang dipasang di tenda-tenda di Mina. Sebuah perusahaan asal Australia telah menyelesaikan pemasangan tersebut dan menguji alat tersebut sebelum jemaah haji tiba.

Seperti dilansir dari arabnews, alat pendingin tersebut disebutkan lebih hemat listrik karena hanya mengonsumsi kurang dari 55 persen kapasitas listrik kota tersebut, tidak membutuhkan banyak air, dan mampu menghasilkan lebih banyak udara segar dengankekuatan kipas yang lebih besar pula.

Alat pendingin tersebut juga mampu menurunkan suhu hingga 21 derajat Celcius dan tidak akan menyebabkan suhu di luar menjadi lebih panas. Selain itu, alat ini juga membantu mengendalikan penyebaran virus dan penyakit.

Diharapkan, pemasangan alat pendingin tersebut akan membantu jemaah mengantisipasi cuaca panas yang dihadapi dalam musim haji tahun ini. Pada musim haji tahun lalu, suhu di dalam tenda mencapai 33 derajat Celcius dan alat pendingin dalam tenda tampaknya tidak banyak membantu untuk mengatasi masalah suhu panas itu.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil mengatakan, cuaca adalah satu di antara beberapa tantangan yang akan dihadapi pada muslim haji tahun ini. “Faktor cuaca yang sangat mempengaruhi saat musim haji tahun ini,” jelas Djamil.

Kepada para calon jemaah, Djamil mengatakan, pihaknya telah melakukan imbauan sosialisasi agar mengantipasi cuaca panas. Seperti mengimbau selalu menyediakan sprayer dan hindarkan diri dari sengatan panas.

Djamil juga meminta petugas kesehatan juga intensif melakukan antisipasi terhadap cuaca panas tersebut dengan menganjurkan jemaah untuk tidak banyak berada di tempat terbuka yang memungkinkan terkena sengatan panas langsung saat di Arab Saudi.

Tahun ini diperkirakan jumlah jemaah haji lebih dari dua juta orang dari seluruh dunia. Untuk mengantisipasi keadaan, otoritas Saudi telah memasang 1.000 kamera pengawas di kawasan Masjidil Haram, seperti dikutip dari harian republika. Kamera ini tersambung dengan ruang kontrol yang harus diawasi oleh pasukan khusus. Mereka inilah yang bertugas untuk memonitor pergerakan jemaah.