Saudi Imbau Penggunaan Gelang Elektronik

Berhaji.com

Kerajaan Arab Saudi mengimbau para calon haji menggunakan gelang elektronik sebagai upaya keamanan para jemaah. Seperti dilansir dari kantor berita Saudi Press Agency (SPA), Kementerian Haji dan Umrah Saudi meresmikan penggunaan gelang elektronik yang menyimpan informasi identitas tiap jemaah termasuk lokasi masuk Saudi, nomor visa, nomor paspor, dan alamat si calon haji.

Dalam rangkaian peluncuran gelang tersebut belum lama ini, Asisten Menteri Urusan Umrah Saudi Eisa Mohammad Rawas mengungkapkan, peranti baru ini akan memudahkan layanan pemerintah dan sektor swasta untuk membantu mereka yang kehilangan, uzur, dan tidak mampu berbahasa Arab. Peranti ini disebutkan tahan air, terkoneksi dengan GPS (global positioning system), dan menyimpan pula rekam medis dan identitas pribadi sang jemaah.

SPA menyebutkan, peranti ini juga akan memberikan informasi seputar waktu waktu shalat dan informasi lain yang membantu para jemaah yang tidak berbahasa Arab seputar informasi ibadah dan ajang tahunan yang berlangsung.

Rawas menambahkan, pihak kementerian telah berkonsultasi dengan sejumlah biro perjalanan dan perusahaan penyelenggara haji dan umrah di dalam dan luar negeri sebelum merancang gelang tersebut. Informasi yang ada dalam gelang elektronik tersebut dapat diakses dengan menggunakan telepon pintar oleh pihak terkait, di antaranya pihak kementerian dan lembaga keamanan.

Kementerian Agama Republik Indonesia telah melakukan uji coba gelang jemaah haji berbasis global positioning system (GPS) tersebut. Namun, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku belum bisa menerapkan pada semua jemaah, seperti dikutip dari harian republika. “Ini sifatnya uji coba dan biayanya juga tidak murah. Kita akan khususkan tahun ini bagi jemaah lanjut usia,” ujarnya.

Alasan prioritas uji coba gelang berbasis GPS bagi lansia lantaran jemaah di usia ini berpotensi untuk tersasar sehingga butuh pengamatan yang lebih seksama. “Uji coba ini dilakukan untuk melihat alat ini bekerjanya seperti apa. Simulasi di Tanah Air oleh berapa vendor sudah dilakukan dan relatif tidak ada kendala, tapi tentu berbeda bila diaplikasikan di Tanah Suci dengan jumlah jemaah yang banyak,” kata Lukman.

Tahun Depan Makkah akan Miliki Hotel dengan 10 Ribu Kamar

 

Berhaji.com

Tahun depan Makkah akan menjadi rumah bagi hotel terbesar di dunia dengan 10 ribu kamar.

Abraj Kudai Hotel dibangun dengan biaya 3,5 miliar dolar AS diharapkan rampung 2017. Digadang sebagai hotel terbesar di dunia, proyek ini dimiliki oleh Kementerian Keuangan Arab Saudi dan dirancang oleh grup Dar Al-Handasah.

Lokasi hotel terletak di Manafia, yakni pusat Makkah, hanya berjarak 2 km dari Masjidil Haram. Nantinya, pengunjung akan menikmati kemewahan papan atas dengan lebih dari 70 restoran, 12 menara bangunan hotel yang masing-masing terdiri dari 30 hingga 48 lantai, dan empat helipad.

Abraj Kudai tak sekedar dibangun sebagai hotel. Tersedia pula convention center, dengan fasilitas parkir bus, pusat perbelanjaan, pusat jajanan, pusat konferensi, dan juga parkir, seperti dikutip dari republika.co.id. Adapun kubah di lantai teratas akan menjadi rumah bagi ballroom yang berlokasi di menara tertinggi.

Ukurannya yang megah, begitu pula tingginya, serta lokasinya, membuat bangunan ini menjadi ikon dengan identitas modern multifungsi yang lekat dengan Saudi dan Islam.

Sejauh ini hotel akan dibuka tahun depan, tapi laporan finansial menyebut kontruksi mungkin terlambat hingga 2018. Sementara itu rekor hotel dengan kamar terbanyak di dunia masih dipegang Malaysia`s First World Hotel dengan  7.351 kamar, seperti dilansir dari Indian Express.

Garuda Indonesia Siap Berangkatkan Calon Haji

Berhaji.com

Garuda Indonesia siap memberangkatkan sebanyak 79.020 calon jemaah haji (calhaj) dari Tanah Air ke Tanah Suci. Tahun ini, Garuda merupakan salah satu maskapai pengangkut jemaah haji. Maskapai lainnya adalah Saudi Arabian Airlines.

Direktur Utama Garuda Indonesia, M Arif Wibowo menjelaskan, pihaknya akan mulai memberangkatkan calhaj pada 9 Agustus mendatang dari delapan emberkasi, yaitu Banda Aceh, Medan, Jakarta, Padang, Solo, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.

“Kita berharap diberikan kemudahan dan kelancaran,” ucap Arif saat menerima kunjungan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Abdul Jamil, di Hanggar 4 GMF AeroAsia, Tangerang, Banten, Kamis (4/8).

Dia mengatakan, berbagai upaya persiapan telah dilakukan untuk melayani jemaah haji, seperti perawatan armada, sistem ground handling, layanan inflight catering, dan awak kabin beserta pilot.

Sinergi dengan anak perusahaan Garuda Indonesia pun dilakukan. “Sinergi tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan yang baik,” kata Arif.

Dalam upaya memberi pelayanan terbaik kepada para tamu Allah SWT, Garuda Indonesia telah menyiapkan 442 awak kabin. Dari jumlah itu, 40 persen di antaranya merupakan putra daerah asal embarkasi. Hal itu dilakukan untuk memudahkan komunikasi dengan para jemaah.

Pada musim haji kali ini, Garuda mengoperasikan 12 pesawat, di antaranya dua Boeing 747-400 berkapasitas 455 tempat duduk, empat Boeing 777-300 ER berkapasitas 393 tempat duduk, dan lima Airbus 330-300 berkapasitas 360 tempat duduk.

Rencananya, Garuda akan memberangkatkan 79.020 calhaj yang terbagi dalam 205 kelompok terbang (kloter), seperti dikutip dari harian republika. Pemberangkatan dibagi dua gelombang.

Abdul Djamil mengapresiasi persiapan Garuda Indonesia dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah. “Dari paparan Dirut Garuda, dari aspek kesiapan, insyaAllah siap,” ujar dia.

Abdul Djamil mengaku tidak khawatir terkait persiapan teknis Garuda Indonesia, mengingat maskapai nasional ini didukung oleh fasilitas perawatan yang memadai.

Mengenai Saudi Airlines, ia menjelaskan, maskapai asal Arab Saudi ini akan menerbangkan jemaah haji Indonesia melalui embarkasi yang lebih sedikit dibandingkan Garuda Indonesia.

Seperti halnya Garuda, lanjut Abdul Djamil, Saudi Airlines pun siap memberangkatkan para calhaj dari Tanah Air ke Tanah Suci.

Pada kesempatan itu, Abdul Djamil kembali menegaskan, pemvisaan untuk calhaj gelombang kedua mulai diproses.

Pedagang Kaki Lima Hambat Jalan Keluar Masjid Nabawi

Berhaji.com

Pedagang kaki lima telah mengambil alih trotoar dan jalur di daerah pusat dekat Masjid Nabawi dan menghalangi pergerakan pejalan kaki dan menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Meskipun alokasi kios untuk pedagang kaki lima telah disiapkan, sebagian besar dari mereka menolak untuk menyewa kios ini karena tingginya harga sewa. Selain itu, lokasi tersebut juga terbatas dan jauh dari tempat pejalan kaki.

Para pedagang  mengeluhkan tentang petugas dan polisi yang dengan paksa menghancurkan kios mereka dan menyita barang-barang mereka.

Mereka menambahkan bahwa mereka melakukan pekerjaan ini mengikuti nenek moyang mereka, dan menyatakan bahwa mereka siap untuk meninggalkan trotoar asalkan disediakan tempat pengganti alternatif oleh pihak yang berwenang. Mereka menuntut lokasi pasar yang populer dan cocok untuk menjajakan barang-barang dagangan mereka dan tanpa sewa yang tinggi.

Jumlah pedagang kaki lima terus alami peningkatan selama musim haji dan umrah musim di pasar dan di trotoar dekat Masjid Nabawi, dan hasil ini menyebabkan kepadatan penduduk dan kemacetan lalu lintas, seperti dikutip dari arabnews.com. Barang yang ditampilkan sangat bervariasi, mulai dari pakaian, aksesoris, makanan, dan lain-lain.

Salamah Al-Lahibi, juru bicara resmi untuk Sekretariat Madinah, menjelaskan bahwa rencana telah disesuaikan untuk menerapkan peraturan denda sistematis dan hukuman daerah yang diterbitkan oleh keputusan Kabinet Menteri terhadap PKL dan juga untuk mencegah terjadinya pelanggaran tersebut.

 

Inilah Jadwal Penerbangan Jemaah Haji Indonesia

Berhaji.com

Kementerian Agama (Kemenag) merancang jadwal pemberangkatan 168.800 calon jemaah haji tahun 1437 Hijriah/2016 M ke Arab Saudi. Mereka akan diterbangkan dalam dua gelombang.

Gelombang pertama, calon jemaah akan mendarat di Bandara International Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, dan gelombang kedua calon jemaah terbang menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

“Masa pemberangkatan 168.800 calhaj selama 28 hari. Mulai 9 Agustus sampai 21 Agustus 2016 ke Madinah,” ujar Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag, Ahda Barori, dalam pembekalan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2016 di Asrama Haji Pondok Gede.

Dia menambahkan, para calin jemaah haji itu akan diberangkatkan dari 13 embarkasi se-Indonesia. Mereka akan terbagi dalam 384 kelompok terbang (kloter).

“Pemberangkatan calon haji gelombang II menuju Jeddah dimulai pada 22 Agustus hingga 4 September 2016. Pelaksanaan Wukuf bertepatan pada tanggal 10 September,” ucap Ahda.

Setelah puncak haji tersebut usai, para jemaah mulai bersiap kembali ke Tanah Air. Pemulangan jemaah haji gelombang pertama dari Jeddah akan berlangsung pada 17 September hingga 29 September 2016.

Sedangkan awal pemulangan jemaah gelombang kedua dari Madinah, akan dilakukan pada 30 September hingga 13 Oktober 2016.

Indonesia tahun ini mendapat kuota sebanyak 168.800 calon jemaah haji.jumlah tersebut terdiri dari 155.200 haji reguler dan 13.600 haji khusus.

Pemerintah Arab Saudi sebelumnya memberikan kuota jemaah haji Indonesia sebanyak 211.000 orang. Namun sejak 2013, pemerintah Arab mengurangi 20 persen calon jemaah seluruh negara, termasuk Indonesia, menyusul adanya pelebaran areal Masjidil Haram.

Kesuksesan prosesi ibadah haji tak terlepas dari peran serta para petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Selama beberapa hari, mereka akan membimbing,melayani dan memberikan rasa aman kepada para tamu Allah tersebut.

“Tim advance akan bertugas selama 78 hari. Yaitu mulai 1 Agustus sampai 17 Oktober 2016. Jumlahnya sebanyak 10 orang,” kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag RI Ahda Barori.

Sedangkan petugas yang akan ditempatkan di daerah kerja Madinah dan airport berjumlah 231 oang. Mereka akan melayani para calon tamu Allah selama 72 hari. “Masa tugas mereka mulai 6 Agustus-16 Oktober,” imbuh dia.

Untuk yang ditempatkan di daerah kerja Makkah, mereka akan bertugas selama 60 hari, seperti dikutip dari news.liputan6.com. Mereka yang berjumlah 289 orang akan bertugas dari 9 Agustus-6 Oktober 2016.

“Sedangkan Ketua Delegasi Amirul Haj, akan berada di Arab Saudi selama 20 hari. Yaitu sejak 25 Agustus – 17 September. Atau sesuai kebutuhan. Jumlahnya 15 orang,” jelas Ahda.

 

Makin Menjamurnya Pengemis di Madinah

Berhaji.com

Sejumlah warga dan para ahli mulai melibatkan dari dalam permasalahan munculnya pengemis. Mereka tidak puas terhadap lemahnya monitoring dan pengawasan oleh lembaga dan otoritas yang terlibat dalam memerangi kemiskinan.

Mereka menuntut intensifikasi kampanye anti-mengemis, yang sukses di masa lalu, terutama di daerah-daerah di sekitar Masjid Nabawi, dan dekat pusat perbelanjaan, ATM, dan jalan utama. Menurut mereka, maraknya pengemis di daerah-daerah, terutama di dekat tempat-tempat suci, adalah hal memalukan bagi negara dan berdampak buruk pada kota Nabi SAW.

Banyaknya pengemis di sekitar Masjid Nabawi, yang sering melecehkan pengunjung masjid, adalah suatu hal yang harus segera diatasi, kata Abdul Rahman Al-Ruhaili, terutama karena pengemis dapat dengan mudah terlibat dalam beragam kegiatan jemaah karena pemantauan yang buruk oleh otoritas.

Saeed Al-Mohammadi, yang bekerja di daerah pusat di Madinah, mengatakan kehadiran pengemis di daerah dan dekat pintu hotel adalah memalukan untuk pengunjung yang datang dan pergi. Lebih disayangkan lagi, banyak pengemis tersebut adalah perempuan dengan anak-anak yang mengenakan pakaian robek. Dia mengatakan, “Hal seperti ini memberikan kesan buruk tentang masyarakat kita”.

Ahmed Asiri mengatakan kehadiran pengemis di mal-mal dan dekat ATM juga berdampak buruk pada budaya dan masyarakat, sementara Mohammed dan Fayez Al-Juhani mengatakan bahwa mengemis sebagai sebuah realitas yang harus dibenahi oleh semua, terutama karena telah terdapat sejumlah daerah yang ditunjuk, di mana pengemis bisa mendapatkan bantuan. Mereka mempertanyakan peran kantor anti-pengemis dan urusan sosial dalam memberantas fenomena ini.

Menurut Brig. Fahad Al-Ghannam, juru bicara departemen kepolisian Madinah, alasan di balik munculnya pengemis adalah bahwa pengemis memanfaatkan dan mengeksploitasi belas kasihan warga, mereka sering menggunakan anak-anak dan perempuan, seperti dikutip dari arabnews.com. Dalam kasus di mana pengemis adalah warga negara Saudi, mereka dipindahkan ke organisasi amal atau lembaga asuransi sosial, tetapi jika mereka ekspatriat, mereka dipindahkan ke Departemen Paspor untuk dideportasi. Dia mengatakan jumlah mereka yang ditangkap karena mengemis dari 1437/01/01 ke 30/6/1437 adalah 214 orang dari berbagai negara.

Kementerian Kesehatan Saudi Luncurkan Aplikasi Elektronik untuk Jemaah Haji

Berhaji.com

Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan haji tahun ini, Kementerian Kesehatan Saudi telah melaksanakan beberapa langkah efektif seperti membuat aplikasi elektronik dan buku petunjuk untuk memudahkan jemaah haji dalam pelaksanaan ibadah haji.

Hal ini tentunya sebagai pendukung langkah-langkah sebelumnya, seperti adanya gelang khusus untuk jemaah, dan lain-lain. Langkah-langkah tersebut ditujukan untuk mengetahui lokasi para jemaah haji, sehingga mereka dapat kembali dengan selamat.

Komite Persiapan Haji telah menyelenggarakan pertemuan ke-22 mereka di biro kementerian di Riyadh, di bawah pimpinan Hussein Al-Ghannam, Ketua Komite Persiapan Haji dan pengawas umum dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan bagi Haji dan Umrah.

Pertemuan ini dihadiri oleh ketua komite, pejabat urusan kesehatan di Makkah dan Madinah, serta dari pihak King Abdullah Medical City melalui komunikasi video online.

Pertemuan tersebut membahas rencana pengadaan fasilitas kesehatan untuk musim haji mendatang, dan persiapan khusus dari panitia darurat selama haji, selain mekanisme untuk mengembangkan kerja darurat dengan membaginya menjadi tiga wilayah operasional: daerah pusat, Arafah , Mina, serta daerah Muzdalifah dan Makkah, seperti dikutip dari arabnews.com. Pertemuan itu membahas kontribusi dari angkatan kerja yang datang di spesialisasi bidang darurat yang jarang ada, seperti perawatan intensif dan luka bakar.

Pertemuan juga meninjau alur kerja dan penyelesaian persiapan medis dan non-medis, selain tindakan pencegahan untuk menghadapi penyakit menular selama musim haji, terutama dalam hal virus Mers-korona.

Jamin Keamanan Jemaah, Kemenag Tambah Kuota Petugas TNI Polri

Berhaji.com

Demi membuat calon jemaah haji yang berangkat tahun ini aman dan terlindungi, Kementerian Agama (Kemenag) melakukan langkah preventif dengan menambah personil TNI Polri menjadi petugas haji di Arab Saudi.

“Iya tahun ini ada 75 personil. Itu kita tambah pada kuota tahun lalu yang hanya 45 personil,” kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Abdul Djamil saat apel petugas dari unsur TNI Polri di Rumah dinasnya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/07/2016).

Jadi, sambungnya, penambahan para personil tersebut tugasnya bukan hanya di Tanah Air saja, melainkan mereka akan mengawal penuh sampai para jemaah sampai ke Tanah Suci, seperti dikutip dari haji.kemenag.go.id. Sebab menurut Djamil, personil tersebut sebelumnya hanya berada di satu titik yakni saat keberangkatannya saja.

“Mereka (personil) ada juga yang akan bertugas di bandara Madinah maupun Makkah. Kemudian ada yang kita letakkan di titik yang sentral seperti transportasi lalu kemudian layanan-layanan di hotel-hotel tempat menginapnya jemaah dan termasuk di kantor sektor,” paparnya.

Ia mengaku bahwa saat ini anggota TNI dan Polri yang menjadi petugas haji pada tahun ini ada yang tetap dan yang digantikan.

“Ada yang ganti ada yang personil yang berangkat lagi. Kalau semuanya berangkat lagi kacau kita. Jadi mesti harus ada orang yang kemarin bertugas punya pengalaman dengan orang-orang yang rekrut,” katanya.

Oleh karena itu diakuinya para personil tersebut akan ditempatkan di daerah rawan bagi jemaah haji nantinya. Kendati begitu, dirinya pun meminta kepada jemaah di Makkah agar mampu mentaati peraturan yang sudah ditetapkan.

“Oh di Arafah dan Mina, mobilasi dari Arafah khususnya adalah bagian jamarat saat melontar dan saya meminta agar jemaah yang melontar supaya taat kepada ketentuan Arab Saudi mengenai jadwal melontar,” imbau Djamil.

Pasca Tragedi Bom, Sejumlah Jalan di Madinah akan Diberi Nama

Berhaji.com

Pemerintah Dewan Kota Madinah telah menyetujui rekomendasi nama-nama untuk  dijadikan nama jalan, setelah kejadian serangan bom Madinah, sebagai pengakuan atas pengorbanan mereka untuk melindungi tanah air dan warganya.

Gagasan ini datang dalam suatu program terpadu yang dilaksanakan oleh dewan kota, mengutuk insiden menyedihkan yang terjadi di Madinah pada hari 29 Ramadan.

Hal ini juga dimaksudkan untuk mengungkapkan solidaritas dewan kota kepada tanah air atas kehilangan empat anak bangsa yang berdedikasi, dan sebagai pengakuan untuk peran kunci yang dimainkan oleh dinas keamanan dalam hal ini.

Anggota dewan mengunjungi keluarga para korban dan mereka yang terluka dalam aksi kriminal  teroris, dan juga menyerahkan rangkaian bunga pada kesempatan Idul Fitri.

Dalam cara yang sama, anggota dewan, bersama-sama dengan anak-anak mereka, mengunjungi Pasukan Darurat dan menyatakan penghargaan mereka atas pengorbanan mereka dalam melindungi tanah air.

Presiden Dewan Kota Eisa bin Salim Al-Sihaimi menyampaikan apresiasinya pada Pasukan Darurat yang telah bekerja keras. Menurutya, hal tersebut adalah sebuah perwujudan cinta tanah air dan warganya, juga bentuk ketaataan kepada Allah , seperti dikutip dari arabnews.com. “Kami selalu merasa upaya besar di segala bidang  yang diberikan oleh petugas keamanan kami, yang berani ini, di mana kita telah menyaksikan kerja keras mereka yang tak ternilai, setelah insiden keji ini,” katanya.

Ia mengatakan, kunjungan yang dilakukan oleh anggota dewan datang sebagai kewajiban agama, nasional dan sosial ditentukan oleh kewarganegaraan tulus dan persaudaraan, dan berdiri bersatu di belakang pimpinan yang bijaksana yang memberikan hati-hati untuk semua kategori masyarakat, terutama orang-orang keamanan dan mereka keluarga, dan yang terluka selama misi suci mereka terhadap agama dan tanah air.

 

Inilah Foto Upadate Terbaru Pembangunan Mataf

Berhaji.com

Dalam rangka memfasilitasi jamaah haji yang akan datang pada musim haji mendatang, pihak kerajaan Arab Saudi terus memperbaharui infrastruktur. Salah satunya adalah perluasan area Mataf untuk tawaf para jamaah. Inilah sejumlah foto pembangunan area Mataf yang berhasil dikumpulkan:

Mataf expansion updates1

Mataf expansion updates2

Mataf expansion updates3

Mataf expansion updates4

Mataf expansion updates5

Mataf expansion updates6

Mataf expansion updates7

Mataf expansion updates8

Mataf expansion updates11

Mataf expansion updates12

Mataf expansion updates13

Mataf expansion updates14

Mataf expansion updates15

Mataf expansion updates16