Kedatangan Jamaah Umrah Tahun Depan Diproyeksikan Mencapai 8 Juta Jiwa

Berhaji.com

Ahmad Sheikh Bafaqih, pakar di bidang ekonomi Haji dan Umrah, mengatakan jumlah jamaah umrah terdaftar meningkat dibanding angka tahun lalu.

Dia mengharapkan kedatangan 8 juta jamaah umrah tahun depan, setelah sebagian pembangunan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selesai. Diharapkan jumlah jamaah meningkat 2 juta jamaah umrah dibandingkan dengan 6 juta peziarah tahun ini, diperkirakan meningkat 30 persen.

Dia menekankan pada upaya bersama dari Kementerian Dalam Negeri, haji dan umrah, dan otoritas terkait untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan sebagian besar peziarah yang melakukan umrah selama Ramadhan terakhir ini di Makkah.

Sementara itu, sumber-sumber informasi mengatakan, Kementerian Haji dan Umrah menghentikan penerbitan visa umrah tanpa batas untuk musim tahun ini sejak 16 Ramadhan. Sumber tersebut mengatakan bahwa musim umrah tahun ini menunjukkan peningkatan 6,99 persen dari tahun lalu dengan 6.393.464 visa dikeluarkan, meningkat dari 444.252 visa, sementara jumlah peziarah mencapai 5.949.212 jamaah umrah.

Menurut statistik, Mesir datang pertama dengan 1.303.067 visa umrah, naik 17 persen dari musim Umrah lalu; Pakistan dengan 991.337 visa umrah dan Indonesia di posisi ketiga dengan 699.612 visa umrah.

Jumlah jamaah yang datang dari Turki meningkat tahun ini dengan 18.875 dibandingkan tahun lalu, dengan jumlah visa yang dikeluarkan untuk peziarah Turki sebesar 473.672, membuat negara keempat dalam daftar negara-negara dalam hal jumlah jamaah umrah.

Jordan berada di posisi kelima dengan total perkiraan visa dari 434.479, sedangkan India musim ini menambahkan 77.077 umrah dari musim lalu, yang berjumlah sekitar 409.639 visa umrah.

Aljazair berada di peringkat ketujuh pada daftar dengan 371.949 visa umrah, namun kedua setelah Pakistan dalam hal peningkatan jumlah peziarah, di mana peningkatan sebesar 28,51 persen.

Data menunjukkan bahwa Malaysia memperoleh 26.005 visa umrah, meningkat 10 persen, dan di posisi kesembilan ada Uni Emirat Arab dengan 187.289 visa umrah, meningkat 12.919 jamaah.

Irak mencatat penurunan jumlah jamaah umrah sekitar 10,22 persen dibandingkan musim lalu, dengan 168.406 visa umrah diterbitkan, seperti dikutip dari arabnews.com. Negara-negara lainnya mencatat penurunan dari 26,91 persen pada jumlah visa umrah yang diterbitkan.

 

Bandara Baru Madinah Siap Layani Lebih dari 750.000 Jamaah

Berhaji.com

Pekerjaan pembangunan masih terus berlangsung di Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdul Aziz di Madinah. Pembangunan bandara tersebut sebagai bentuk kesiapan dengan kedatangan sejumlah besar jamaah untuk melakukan umrah dan mengunjungi Masjid Nabawi.

Pihak bandara telah mempercayakan kepada pihak operasi untuk memastikan kesiapan rencana untuk memfasilitasi kedatangan dan keberangkatan lebih dari 750.000  jamaah selama bulan Ramadhan dan di luar bulan Ramadhan. Pembangunan ini dilaksanakan oleh perusahaan kontraktor, TIBAH.

Direktur Senior Otoritas Pembangunan Bandara, Waled Abu Anaq mengatakan, rencana komprehensif untuk periode perjalanan selama bulan Ramadhan termasuk persiapan ruang kedatangan dan keberangkatan, penyediaan semua peralatan yang diperlukan, dan pengoperasian semua fasilitas perbankan di bandara untuk mengeluarkan mata uang asing, tengah serius dipersiapkan.

Semua counter layanan untuk penumpang umrah telah dioperasikan di ruang haji yang mengkhususkan diri dalam kedatangan dan keberangkatan penumpang umrah pada penerbangan internasional, dengan berkoordinasi dengan Departemen Paspor dan Bea Cukai, Kantor Perusahaan Umrah, dan di bawah pengawasan cabang Kementerian Haji dan Umrah di Madinah.

Semua kantor penerbangan di lorong-lorong keberangkatan juga telah disiapkan untuk memfasilitasi layanan, seperti semua pos keamanan dan inspeksi. Penerbangan umrah telah dijadwal ulang juga untuk memastikan bahwa setiap penerbangan difasilitasi dan terorganisir dengan rapih.

Direktur Jenderal Otoritas Pembangunan Bandara, Mohammed Al-Fadel mengatakan rencana operasional untuk Ramadhan dilaksanakan berkoordinasi dengan perusahaan kontraktor dan pemerintah khusus. Pembangunan dilaksanakan dengan memperhitungkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan.

Tujuannya, kata dia, adalah untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan prosedur keberangkatan dan kedatangan untuk penumpang jamaah Umrah dan pengunjung. Penyempurnaan bandara ini juga guna menjamin pemeliharaan dan keamanan lingkungan di bandara.

“Rencana operasional untuk bulan Ramadhan termasuk koordinasi dalam pergerakan penumpang pada setiap jam, sesuai rencana operasional, dalam rangka memfasilitasi kedatangan dan keberangkatan lebih dari 750.000 penumpang pada 1600 penerbangan Umrah internasional pada berbagai penerbangan, selain menerima penerbangan internasional dan domestik yang dijadwalkan secara rutin, “katanya.

Dia mengatakan semua counter di ruang plaza haji telah siap untuk melayani penumpang sepanjang bulan, seperti dikutip dari arabnews.com. Para staf bandara juga siap dan terlatih untuk menyelesaikan semua prosedur untuk kedatangan dan keberangkatan penumpang dalam waktu singkat.

 

Fasilitas Kereta Cepat Mashair Railway Siap Digunakan Jamaah Haji Tahun Ini

Berhaji.com

Sekitar 30 sampai 50 persen dari fasilitas kereta cepat Mashair Railway (Makkah Metro) akan digunakan musim haji ini, menurut Abdullah Al-Khodairy, perwakilan dari pemerintah provinsi Makkah dan Ketua Komite Haji Eksekutif.

Berbicara tentang layanan baru yang disediakan untuk jamaah haji tahun ini, ia berkata, “Perluasan Masaa (area berjalan antara Safa dan Marwah) telah selesai dan akan memfasilitasi ritual sai’ para jamaah haji.”

“Pembatasan dengan menyediakan kendaraan kecil untuk memasuki Makkah dan tempat-tempat suci lain adalah langkah-langkah yang diambil untuk menghindari para jamaah haji dari jongkok menunggu di tempat umum, juga akan memberikan kontribusi bagi keberhasilan haji tahun ini,” katanya.

Al-Khodairy memimpin pertemuan pada hari Selasa untuk mengatur kampanye media untuk menginformasikan publik tentang peraturan haji dan instruksi.

Gubernur Makkah Pangeran Khaled Al-Faisal akan meluncurkan kampanye kesadaran besar lain berjudul “Pelarangan Haji Tanpa Izin” pada hari Sabtu. Kampanye ini bertujuan untuk mendorong orang Saudi dan ekspatriat untuk memperoleh izin haji sebelum melanjutkan ke tempat-tempat suci untuk haji.

Sementara itu, Brig. Ayed Al-Harbi, komandan pasukan Haji Departemen Paspor, mengatakan kampanye kesadaran tahun lalu berperan dalam membantu peziarah memasuki tempat suci tanpa kesulitan.

Dia menekankan perlunya menerjemahkan isi kampanye ke dalam bahasa yang berbeda untuk memastikan bahwa pesan telah tersampaikan kepada beragam bangsa, seperti dikutip dari arabnews.com.

Dia juga menyerukan untuk menghentikan kendaraan ilegal yang membawa peziarah di pos pemeriksaan pertama untuk mengurangi tekanan pada pos pemeriksaan utama.

 

 

Antisipasi Keterlambatan Visa Haji

Berhaji.com

Komisioner Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI), Syamsul Ma`arif, mengingatkan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengantisipasi keterlambatan visa haji. Ia berharap, visa tidak menjadi persoalan yang menghambat penyelenggaraan haji.

“Ini yang harus segera diantisipasi,” ujar Syamsul.

Dia juga menekankan agar pemerintah memperhatikan visa jamaah yang diberangkatkan lebih awal. Harapannya, kejadian tahun lalu terkait visa haji tidak terulang.

Menurut dia, Kemenag perlu terus melakukan komunikasi intens dengan Pemerintah Arab Saudi. Ia yakin, apabila komunikasi intens dengan Arab Saudi terus dilakukan maka proses pemvisaan akan berjalan lancar.

“Karena, (penerbitan) visa berhubungan langsung dengan Pemerintah Arab Saudi,” kata Syamsul.

Kemenag, lanjut dia, juga perlu mengantisipasi data jamaah yang tidak terekam dalam sistem. Hal ini dinilai menjadi salah satu penghambat penerbitan visa.

Di luar proses pemvisaan, dia menilai, persiapan penyelenggaraan haji tahun ini sudah cukup baik, khususnya terkait pemondokan, transportasi dan katering.

Mengenai kuota haji, Syamsul Ma`arif meminta Kemenag agar jangan sampai tersisa. Ia juga meminta agar sisa kuota diberikan kepada calon jamaah haji seusai urutan.

“Ini harus diberikan kepada orang-orang yang wajib menerima.”

Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Sodik Mudjahid, juga mendorong Kemenag agar penerbitan visa tidak terlambat. Apalagi sudah ada pemberian biaya verifikasi dari tingkat kabupaten/kota hingga pusat, seperti dikutip dari harian republika. “Kami sediakan anggaran sesuai permintaan mereka. Jadi, tidak ada alasan lagi terjadi kemacetan,” ujar Sodik.

Ia mengatakan, saat ini penerbitan visa dipermudah dengan diterapkannya sistem online. Melalui sistem ini, Kemenag tidak harus membawa paspor secara fisik untuk penerbitan visa. “Namun paspor cukup di-scan untuk kemudian dikirim ke Pemerintah Arab Saudi,” katanya.

Karena itu, kata Sodik, DPR mendorong Kemenag untuk mempersiapkan data dengan baik. Selain itu, sumber daya manusia (SDM) dalam pengurusan visa juga harus disiapkan dengan optimal. “Hubungan baik antara Kemenag dengan Kedubes Arab Saudi juga perlu dibangun,” ujarnya.

Terkait hal itu, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Kedubes Arab Saudi dan perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi. Melalui komunikasi ini diharapkan proses penerbitan visa dapat berjalan lancar dan tepat waktu.

“Visa tahap demi tahap terus kita pantau secara ketat karena ini kewenangan Saudi Arabia untuk mengeluarkan visa,” kata Menag usai menghadiri acara Halal Bihalal di Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (15/7).

Dalam upaya mempercepat penerbitan visa, Menag juga telah melakukan pemantauan langsung ke Arab Saudi sekaligus melobi Kementerian Haji Arab Saudi.

Ia mengakui, sejauh ini persiapan haji yang masih membutuhkan waktu untuk diselesaikan adalah visa. Saat ini, pembuatan visa masih dalam tahap entry data untuk diproses melalui sistem e-hajj.

Sementara, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Abdul Djamil, menginformasikan, pihaknya tengah menunggu persetujuan penerbitan visa dari Kementerian Haji Arab Saudi. Setidaknya, ada 40 ribu visa jamaah yang sudah diajukan ke Kementerian Haji Arab Saudi.

“Tinggal tunggu persetujuan, kalau sudah setuju tinggal cetak di Kedubes Arab Saudi di Indonesia,” kata Djamil.

 

 

Penggunaan Kuota haji Reguler dan Khusus Dioptimalkan Sesuai Regulasi

Berhaji.com

Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama mengoptimalkan pemanfaatan kuota haji reguler maupun khusus. Optimalisasi ini penting karena panjangnya daftar antrian.

Jadi, kuota-kuota harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh haji reguler maupun khusus sehingga seluruh kuota yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi dapat terserap maksimal. Tentu semua dilakukan Ditjen PHU sesuai dengan regulasi.

“Sampai dengan berakhirnya pelunasan tahap kedua, haji reguler (30/6/2016) masih tersisa kuota sebanyak 1.375 orang dan haji khusus (17/06/2016) sebanyak 439 orang,” kata Kasubdit Pendaftaran Haji Ditjen PHU Nur Aliya Fitra yang biasa disapa Nafit, seperti dikutip dari haji.kemenag.go.id.

Sisa Kuota Haji Reguler

Nafit menjelaskan bahwa untuk jamaah haji reguler, sisa kuota 1.375 tersebut akan dikembalikan kepada masing-masing provinsi dengan memasukkan jamaah haji cadangan yang telah melunasi pada tahap 1. Jamaah haji cadangan yang telah melunasi pada tahap 1 sebanyak 4.856 orang.

Bagaimana mekanisme pengisiannya, Nafit juga menjelaskan pengisian jamaah cadangan tersebut dengan mendahulukan jamaah lansia dan pendamping, penggabungan mahram, baru kemudian nomor urut porsi berikutnya.

“Apabula jumlah cadangan lunas pada suatu provinsi tidak mencukupi sisa kuota, maka akan dibuka kembali pelunasan di provinsi yang kurang tersebut sampai dengan kuota terpenuhi,” terangnya.

Sisa Kuota Haji Khusus

Lalu bagaimana dengan sisa kuota haji khusus sebanyak 439 orang? Nafit menerangkan untuk sisa kuota haji khusus akan diisi oleh jamaah haji cadangan yang telah melunasi pada tahap 1, sebanyak 439 orang. Namun hingga hari ini, berdasarkan laporan PIHK terdapat sebanyak 500-an jamaah yang telah melunasi pada tahap 1 dan 2, menunda/membatalkan keberangkatan.

“Karena jumlah cadangan tidak lagi mencukupi untuk menutupi sisa kuota setelah pelunasan tahap 2, maka direncanakan pelunasan haji khusus akan dibuka kembali tahap 3,” kata Nafit.

“Waktu pelunasan tahap ketiga pada tanggal 19 sampai dengan 22 Juli 2016 sesuai dengan Keputusan Dirjen PHU nomor D/195/2016 tentang Pemenuhan Sisa Kuota haji Khusus Tahun 1437 H/2016 M,” ungkap Nafit.

Nafit juga menjelaskan bahwa pihaknya dipastikan akan terus melakukan monitoring sisa kuota pada jamaah haji reguler dan khusus agar tetap dapat terisi penuh.

“Apabila hingga masa pemberangkatan jamaah berlangsung, masih terdapat jamaah yang membatalkan, menunda, akan terus diupayakan diisi. Dengan mengganti jamaah tersebut, baik oleh jamaah cadangan lunas maupun pembukaan kembali pelunasan BPIH sesuai dengan sisa kuota yang ada pada jamaah haji regular maupun khusus. Tentu semua harus sesuai dengan regulasi,” tutupnya.

Sisa Kuota Haji Dikembalikan ke Daerah Sesuai Urutan Porsi

Berhaji.com

Ketua Rabithah haji Indonesia Ade Marfuddin mengatakan berdasarkan Peraturan Menteri Agama, calon jamaah haji lansia 75 tahun mendapatkan prioritas untuk mengisi kuota cadangan.

Selain calon jamaah haji lansia juga mahram dari calon haji wanita berusia 45 tahun ke bawah dan pendamping calon jamaah haji lansia mendapat prioritas mengisi cadangan selanjutnya calon jamaah haji sesuai dengan nomor urut porsi.

Menurut Ade, dilihat dari asas kadilan memang PMA dan undang-undang saling bertentangan. Di satu sisi, jamaah haji yang berangkat sesuai dengan antrian porsi tetapi ternyata Kemenag memberikan prioritas bagi beberapa kasus seperti jamaah haji lansia dan wanita tidak memiliki mahram.

“Masalah kuota ini jika ingin lebih adil harus dicari solusinya, karena bagi wanita yang tidak berangkat tanpa mahram melanggar aturan Arab Saudi, jika menggabungkan mahram juga bagi jamaah lain terasa tak adil begitu juga dengan lansia, tetapi karena keterbatasan kemampuan maha harus didahulukan,” jelasnya.

Tetapi seharusnya jika kuota cadangan ini tidak mengganggu kuota normal, seharusnya tidak ada masalah. Karena wanita yang harus memiliki mahram biasanya berusia 45 tahun, sedangkan selebihnya tidak wajib didampingi mahram.

Tetapi untuk keadilan, sebaiknya saat mendaftar bagi wanita harus mendaftar bersama suami atau anaknya, seperti dikutip dari republika.co.id. Hal ini untuk mengantisipasi rasa ketidakadilan bagi jamaah yang menunggu lama, tapi tersalip oleh keluarga calon jamaah wanita yang tidak memiliki mahram.

Begitu juga dengan calon jamaah haji lansia, seharusnya Kemenag mengelompokkan calon jamaah haji lansia 75 tahun selama tiga tahun ke depan untuk tahun pemberangkatan saat ini.

“Kemenag harus menginformasikan seluruh calon jamaah haji lansia tersebut mengenai kesiapan berangkat di tahun ini, karena banyak calon jamaah haji lansia yang kurang paham cara untuk mendaftar prioritas haji,” jelasnya.

Pelunasan Tahap Kedua Ditutup, Ada Tersisa 1.375 Kuota Haji

Berhaji.com

Pelunasan tahap kedua Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Reguler ditutup pada Kamis (30/6) sore. Data Monitoring Pelunasan Haji Reguler pada Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) mencatat sebanyak 9.822 jamaah telah melunasi sehingga kuota haji tersisa untuk 1.375 calon jamaah.

Pelunasan tahap pertama BPIH Reguler ditutup pada 10 Juni lalu dengan jumlah jamaah yang sudah melunasi sebanyak 142.852 orang (92.73%) dan masih tersisa 11.197 kuota (7.27%). Dengan demikian, total calon jamaah haji yang sudah melunasi BPIH tahap pertama dan kedua berjumlah 152.674 orang (99.11%).

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen PHU, Ahda Barori, mengatakan jumlah yang melunasi ini jauh lebih banyak jika dibandingkan dua tahun lalu, seperti dikutip dari republika.co.id. Pada tahun 2014, pelunasan tahap kedua ditutup dengan sisa 2.505 kuota. Sedangkan pada tahun 2015, kuota haji masih tersisa 3.097 saat penutupan pelunasan tahap kedua.

Keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) No D/158/2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembayaran BPIH Reguler 1437 H/2016 M mengatur bahwa pengisian kuota jamaah haji reguler dibagi menjadi 2 tahap. Jika sampai tahap kedua ditutup, masih ada sisa kuota, maka hal itu diperuntukkan bagi kuota cadangan.

Dalam keputusan Dirjen PHU ditegaskan, Jamaah haji cadangan mengisi sisi kuota setelah pelunasan tahap kedua berakhir. Pengisian sisi kuota oleh jamaah haji lanjut usia, dan pendamping jamaah haji lanjut usia.

Proses pelunasan BPIH untuk jamaah haji cadangan sudah dilakukan bersamaan dengan pelunasan tahap pertama. Sampai dengan penutupan pelunasan tahap pertama pada 10 Juni lalu, calon jamaah haji yang melakukan pelunasan kuota cadangan mencapai 4.856 orang. Mereka baru bisa diberangkatkan jika terdapat sisa kuota pada masing-masing provinsi dan kab/kota setelah pelunasan tahap kedua berakhir.

Ahda Barori mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mengidentifikasi sisa kuota di tiap provinsi dan kab/kota, seperti dikutip dari republika.co.id. Menurutnya, identifikasi ini penting untuk menyesuaikan dengan jumlah calon jamaah haji yang melakukan pelunasan kuota cadangan.

“Saya berharap jamaah yang melunasi kuota cadangan merata di setiap provinsi sehingga bisa menutup sisa kuota yang ada,” kata Ahda. “Tentunya pengisian sisa kuota dengan kuota cadangan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada.”

Ahda juga berharap jamaah yang sudah melakukan pelunasan tahap pertama dan kedua yang batal berangkat karena berbagai sebab, jumlahnya tidak banyak.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, jamaah haji Indonesia akan diberangkatkan dalam 2 gelombang. Gelombang I rencananya mulai diberangkatkan pada tanggal 9-21 Agustus 2016 langsung menuju Madinah. Adapun gelombang II rencananya diberangkatkan pada tanggal 22 Agustus-4 September 2016 dengan tujuan Jeddah.

 

 

 

Jamaah Haji hanya Dijatah Membawa 5 Liter Air Zamzam

Berhaji.com

Ketua Daker Makkah Arsyat Hidayat menginformasikan bahwa setiap jamaah haji hanya mendapatkan jatah lima liter air zam-zam untuk dibawa ke Tanah Air. Jika ada yang berbuat curang atau menambah memasukkan air zam-zam ke koper, maka isinya akan dikeluarkan oleh petugas.

“Ini berdasarkan aturan yang berlaku di penerbanangan, jamaah haji dilarang memasukkan air zam-zam ke tas koper mereka dan jamaah haji hanya mendapatkan lima liter air zam-zam,” ujar Arsyad.

Imbauan ini kembali Arsyad tegaskan karena hingga Rabu (30/9) kemarin masih ada jamaah haji Indonesia yang membawa air zam-zam di dalam koper mereka dan itu harus dikeluarkan.

Sebanyak 13.679 jamaah yang dipulangkan dari 32 kloter haji, seperti dilansir dari republika.co.id. Para jamaah meninggalkan kota Makkah menuju Jeddah untuk kemudian pulang ke Tanah Air.

Air zam-zam sudah menjadi tradisi bagi jamaah haji sepulang dari Makkah, lalu membagikannya kepada sanak saudara di rumah masing-masing. Sebagai bentuk rasa syukur, mereka lalu membagikan menikmati air zam-zam untuk warga yang belum bisa ke Tanah Suci.

Maka tidak heran bila banyak jamaah haji, akhirnya berusaha menambah jumlah pasokan air zam-zam mereka.

 

Maraknya Pasar Gelap untuk Kursi Roda di Makkah

Berhaji.com

Sejumlah jamaah mengeluh tentang adanya transaksi pasar gelap untuk kursi roda di dalam Masjidil Haram di Makkah.

Sebenarnya pihak otoritas setempat telah menyediakan lebih dari 12.000 kursi roda untuk digunakan oleh para peziarah tua dan cacat secara gratis, tetapi banyak orang mengatakan bahwa pada kenyataannya, sangat sulit untuk mendapatkan sebuah kursi roda karena saking banyaknya peziarah di Tanah Haram.

Mohsen Asiri mengatakan ia pergi ke Masjidil Haram pada hari Rabu dan ingin mendapatkan kursi roda gratis untuk ibunya.

“Garis antrian untuk kursi roda gratis sangat panjang dan tidak ada banyak kursi roda yang tersedia. Jadi aku pergi ke Al-Safa di mana mereka biasanya memiliki kursi roda untuk disewakan. Orang meminta SR500 untuk membawa ibu saya dengan kursi roda untuk Sa’i (ritual berjalan antara gunung dari Safaa dan Marwa sebagai bagian dari ibadah haji). harganya selangit tapi aku harus bayar karena saya putus asa, “kata Asiri.

Ahmad Al-Rabghi juga menceritakan bahwa dirinya membutuhkan kursi roda untuk Sa’I, dan ia diharuskan membayar SR200 untuk layanan kursi roda.

“Saya mengatakan kepada para penyewa bahwa harga resmi adalah tetap dan itu SR50. Para penyewa mengatakan bahwa saya beruntung telah menemukan harga seperti itu. Aku pergi dan memberitahu polisi terdekat dan dia bilang aku harus melaporkan kepada inspektur dari Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci, “kata Al-Rabghi.

Dia menambahkan, ia pergi untuk mencari perwakilan dari pihak Kursi Kepresidenan tapi aku tidak bisa menemukan orang.

“Itu terjadi sekitar waktu shalat Maghrib. Aku kembali ke polisi mengatakan saya tidak menemukan siapa pun. Seorang pria lain mengatakan kepada saya bahwa pihak yang bertanggung jawab tentang kursi roda selalu menghilang selama waktu puncak. Saya harus membayar SR200 karena tidak ada satu pun pihak yang hadir untuk mengontrol pasar gelap, “kata Al-Rabghi.

Dia meminta pemerintah setempat untuk campur tangan dan mencegah orang dari menawarkan jasa kursi roda dengan harga tinggi, seperti dilansir dari saudigazette.com.

“Presiden bisa saja ditunjuk inspektur untuk menangkap pekerja yang menawarkan jasa mereka untuk harga yang tidak diatur. Harus ada hukuman untuk penyewaan kursi roda kepada peziarah dengan harga yang tidak masuk akal, “kata Al-Rabghi.

Hussain Al-Sibyani mengatakan terkait pelayanan kursi roda di Masjidil Haram telah menjadi suatu hal yang sangat berantakan yang perlu diatur.

“Ada wanita Afrika yang berpura-pura menjadi peziarah di kursi roda, tetapi setelah mereka melihat seorang peziarah yang membutuhkan kursi roda mereka bangun untuk menawarkan kepada mereka. Kemudian anak-anak mereka akan datang untuk mendorong para peziarah, “kata Al-Sibyani.

 

 

Gubernur Makkah: Hanya yang Tawaf Saja yang Boleh Shalat di Area Mataf

Berhaji.com

Pemerintah Saudi mengumumkan agar para pengunjung kota Makkah selain yang melaksanakan tawaf agar tidak memasuki area Mataf di Masjidil Haram ketika waktu shalat lima waktu dan saat berlangsungnya shalat Tarawih. Hal ini berlaku selama bulan Ramadhan.

Kebijakan tersebut dikeluarkan oleh Gubernur Makkah Khaled Al-Faisal melalui akun Twitter-nya, seperti dikutip dari arabnews.com.

Area Mataf selalu padat ketika waktu shalat tiba. Hal ini sangat menyulitkan para jamaah umrah untuk melaksanakan tawaf. “Oleh karena itu, para pengunjung harus memberikan ruang bagi jamaah umrah untuk tawaf,” ujar Khaled.

Khaled mengatakan bahwa ada banyak area untuk melaksanakan shalat di Masjidil Haram, seperti di koridor dalam, utara masjid, dan lantai atas masjid. “Hanya orang-orang yang melaksanakan umrah saja yang dapat melaksanakan shalat wajib di halaman,” tegasnya.

Kebijakan tersebut dilaksanakan di setiap shalat wajib dan shalat tarawih. Seluruh Umat Muslim yang datang mengunjungi Masjidil Haram diharapkan untuk mematuhi aturan ini, serta dapat bekerja sama dengan aparat keamanan setempat.