Anggota MCH dan Jamaah PIHK Mendarat di Jeddah

Jeddah (Pinmas) —- Sebanyak 16 anggota Media Center Haji (MCH) sekitar pukul 17.20 mendarat di bandara King Absul Aziz Jeddah menggunakan pesawat Garuda 747. Anggota MCH tersebut akan bertugas di tiga kota, yaitu Jeddah, Makkah, dan Madinah.

Kedatangan anggota MCH tersebut disambut oleh Kadaker Jeddah Endang Jumali. Kadaker menyampaikan ucapan selamat datang kepada para anggota MCH dan berharap bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Informasi terkait perkembangan jemaah haji sangat dibutuhkan keluarga di Tanah Air. Ini kesempatan bagi tim MCH untuk memberi informasi yang akurat dan berimbang,” kata Kadaker.

Sementara itu, Kasi Pendataan PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) Cecep Nursamsi menjelaskan, Minggu, (22/9) pukul 17.00 WAS sudah empat PIHK mendarat di Jeddah. Keempat PIHK tersebut adalah Nurul Amanah (31 jamaah), Farfaja (138 jamaah), Andromeda (86 jamaah), dan Arminareka (178 jemaah)

Dua PIHK lainnya, yakni: Biyosiba dan Kinday, mendarat di Madinah.

“Jumlah jamaah haji khusus tahun ini sebanyak 13.600 orang yang diberangkatkan oleh 138 PIHKpemegang bendera. Sejauh ini baru enam PIHK yang memberangkatkan jamaah dari Jakarta dengan berbagai penerbangan. Mereka menetap di Arab Saudi maksimal selama 27 hari,” imbuh Cecep. (is/mkd)

APAKAH PENTING MENGIKUTI BIMBINGAN MANASIK HAJI ATAU TURUT KELOMPOK BIMBINGAN IBADAH HAJI (KBIH)

APAKAH PENTING MENGIKUTI BIMBINGAN MANASIK HAJI ATAU TURUT KELOMPOK BIMBINGAN IBADAH HAJI (KBIH)?

 

“Bekerjasamalah kamu sekalian menuju kebajikan dan
menuju ketaqwaan. Dan jangan kalian bekerjasama
menuju dosa dan permusuhan.” (Al-Qur`an, 5:2)

 

Pemerintah Indonesia, dalam hal ini jajaran Departeman Agama, telah berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi saudara saudaranya sebangsa yang akan melaksanakan ibadah haji. Mereka melakukan evaluasi dan perbaikan se­tiap tahun. Akan tetapi dana, sarana dan sumber daya manusia yang masih terbatas, serta etos dan budaya kerja yang belum mantap, maka masih saja dirasakan adanya kekurangan. Sehubungan dengan itu, maka jika anda berangkat dengan paket BPIH biasa, bukan haji khusus, maka lebih banyak manfaatnya, bila anda bergabung dengan suatu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Sebab dalam rombongan Departeman Agama, untuk satu kelompok terbang (kloter) yang berjumlah lima ratus orang, hanya ada satu pembimbing ibadah yang tentu sangat sulit memberikan bimbingan yang optimum bagi seluruh jamaah kloter yang berjumlah 500 orang. Dengan bergabung kepada suatu KBIH, insya Allah anda akan banyak mendapat manfaat. Manfaat apa yang diperoleh dengan bergabung di KBIH? Manfaat yang diperoleh adalah men­dapatkan bekal utama haji yaitu taqwa, sebagai­mana firman Allah SWT.: “Wa tazawwaduu, fainna khoiroz zaadit-taqwaa” / “Siapkanlah perbekalan haji, dan sebaik baik perbekalan (haji) adalah taqwa. ” (QS, al-Baqarah, 2:197)

Selama ini, materi yang disampaikan dalam manasik di sebuah KBIH, masih didominasi oleh teori manasik berupa hukum-hukum dan do’a­-do’a haji. Bahkan terkadang masih banyak yang lebih memperbayak do’a saja, sehingga tidak sedikit jamaah yang menjadi gugup karena belum banyak do’a yang hafal. Padahal, jika kita melihat firman Allah tadi dan realita kebutuhan di lapangan, maka selain manasik atau tatacara haji dan ibadah selama di tanah suci, hal lain yang lebih penting adalah kataqwaan yaitu akhlak dan sikap perilaku seperti kesabaran, ketabahan, ketawakalan, kerajinan dan ke­khusyuan ibadah, toleransi, kerjasama, kekompakkan, keikhlasan dan lain lain. Untuk mendapat hal hal seperti inilah anda bergabung dengan KBIH. Termasuk dalam akhlak taqwa adalah semangat: “Ta’aawanuu ‘alal birri wat­taqwaa, wa laa ta’aawanuu ‘alai ismi wal­’udwaan” / “Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. ” (QS, al-Ma’idah, 5:2) Yakni semangat tolong-menolong dalam kebajikan dan dalam ketaqwaan, serta saling menjauh dan menghindar dari dosa, kesalahan dan per­musuhan. Jadi, tidak cukup dan termasuk rugi

bila anda pergi haji dan masuk sebuah KBE jika hanya mendapat manasik haji, tanpa mendapat bekal haji yang utama yakni sikap d akhlak taqwa seperti disebut di atas

Mengungkap Fakta Ilmiah Keajaiban Ka’bah

Mengungkap Fakta Ilmiah Keajaiban Ka’bah

Ternyata Bukan GMT Bukan Di Greenwich bukan dimanapun, Tapi Semuanya ada Di Ka’bah (Fakta Ilmiah)

Ka’bah, rumah Allah sejuta umat muslim merindukan berkunjung dan menjadi tamu – tamu Allah sang maha pencipta. Kiblatnya (arah) ummat muslim dalam melaksanakan sholat, dari negaramanapun semua ibadah sholat menghadap ke kiblat ini.

Istilah Ka’bah adalah bahasa al quran dari kata “ka’bu” yg berarti “mata kaki” atau tempat
kaki berputar bergerak untuk melangkah. Ayat 5/6dalam Al-quran menjelaskan istilah itu dg “Ka’bain” yg berarti ‘dua matakaki’ dan ayat 5/95-96 mengandung istilah ‘ka’bah’ yg artinya nyata “mata bumi” atau “sumbu bumi” atau kutub putaran utara bumi.

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekahadalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasitersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.

Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Makkah Pusat Bumi
Prof. Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.

Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesudah itu ia mengamati dengan seksama posisi ketujuh benua terhadap Makkah dan jarak masing-masing. Ia memulaiuntuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.

Setelah dua tahun dari pekerjaanyang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh program-program komputer untuk menentukan jarak-jarak yang benar dan variasi-variasi yang berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahwa Makkah merupakan pusat bumi Ia menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebagai titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada waktu yang sama, ia bergerak bersamaan dengan keliling luar benua-benua tersebut. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Agustus 1978).

Gambar-gambar Satelit, yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama ketika studi-studi lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.

Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.

Studi ilmiah ini dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda, bukan dimaksud untuk membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari bumi. Bagaimanapun, studi ini diterbitkan di dalam banyak majalah sain di Barat.

Allah berfirman di dalam al-Qur’an al-Karim sebagai berikut:
‘Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Makkah)dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya..’ (asy-Syura: 7)

Kata ‘Ummul Qura’ berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya. Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai arti yangpenting di dalam kultur Islam.

Sebagaimana seorang ibu adalahsumber dari keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri lain, sebagaimana dijelaskan pada awal kajian ini. Selain itu, kata ‘ibu’ memberi Makkah keunggulan di atas semua kota lain.

Makkah atau Greenwich
Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah,bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yanglalu.

Ada banyak argumentasi ilmiah untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan ia tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris.Jika waktu Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat.

Rekap Setoran Awal Provinsi

Rekap Setoran Awal Provinsi

REKAPITULASI PENDAFTARAN SETORAN AWAL PER-PROPINSI

KODE NAMA PROVINSI SETORAN AWAL PORSI W.LIST MAXTB
1 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 57,036 3,924 53,112 14
2 SUMATERA UTARA 88,840 8,234 80,606 10
3 SUMATERA BARAT 53,442 4,498 48,944 11
4 R I A U 58,096 5,044 53,052 11
5 J A M B I 35,770 2,634 33,136 13
6 SUMATERA SELATAN 70,795 6,360 64,435 11
7 BENGKULU 13,367 1,614 11,753 8
8 LAMPUNG 66,017 6,282 59,735 10
9 DKI JAKARTA 78,281 7,084 71,197 11
10 JAWA BARAT 333,692 37,620 296,072 8
11 JAWA TENGAH 365,897 29,657 336,240 12
12 D.I. YOGYAKARTA 43,217 3,091 40,126 13
13 JAWA TIMUR 473,574 34,165 439,409 13
14 B A L I 6,858 639 6,219 10
15 NUSA TENGGARA BARAT 58,358 4,494 53,864 12
TOTAL SETORAN AWAL PORSI W.LIST
2,288,189 194,000 2,094,189

Pengurangan Kuota Haji 2013

menteri-agama-menag-suryadharma-ali

Jakarta (Sinhat), Kementerian Agama belum lama ini menerima surat dari Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi. Isi surat itu menyampaikan, kuota haji untuk Indonesia, dipotong 20 persen. “Benar surat itu sudah kami terima 6 Juni lalu. Isinya tentang pemotongan 20 % kuota haji untuk seluruh negara anggota OKI (Organisasi Konferensi Islam), termasuk Indonesia. Dalam surat itu disampaikan, keluarnya kebijakan itu, akibat lambatnya penyelesaian rehabilitasi Masjidil Haram. Sehingga, demi terjaminnya keselamatan jamaah haji, pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengurangi kuota haji,” tukas Menteri Agama Surya Dharma Ali, kepada watawan di lantai dua Gedung Utama Kementerian Agama, Rabu sore (12/06).

Keterlambatan rehabilitasi Masjidil Haram, lanjut dia, berakibat pada berkurangnya kapasitas daya tampung tempat tawaf, yang semula dapat menampung 48.000 jamaah dalam satu jam. Menjadi 22.000 jamaah dalam satu jam. “Artinya terpotong setengah,” tuturnya. Tapi, kata dia, bila ini dipaksakan, dikhawatirkan bisa berakibat fatal, bagi keselamatan calon jamaah haji (Calhaj). Sehingga, pemerintah Arab Saudi mengambil kebijakan itu, demi keselamatan jamaah. Insya Allah kebijakan ini, cukup hanya tahun ini,”tutur Suryadharma lagi. Dengan kebijakan itu, sambung dia, dipastikan 42.200 Calhaj batal berangkat.

“Dengan begitu, terjadi penurunan jamaah haji Indonesia. Dari tahun lalu 211.000 jamaah menjadi 168.800 jamaah. Dengan demikian, dari angka itu jamaah haji khusus yang terpotong 3400 orang. Dan, jamah haji reguler 38.800 orang,” imbuh Suryadharma. Meski demikian, ucap dia, pemerintah tidak tinggal diam. “Upaya lobi sedang dilakukan. Khususnya dengan Menteri Haji Arab Saudi. Mudah-mudahan ada dispensasi implementasi atas kebijakan tersebut,” ujarnya lagi. Sementara, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, Anggito Abimanyu memastikan calon jamaah haji yang terkena kebijakan itu, akan berangkat di tahun depan.

“Kami pastikan, musim haji 2014, yang terkena pengurangan kuota ini berangkat. Dan, apabila ada kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), alias bila terjadi selisih lebih, dari tahun ini, mereka tidak akan dikenakan biaya tambahan,” pungkasnya lagi. Ia kembali menjelaskan, yang paling krusial terkena pemotongan adalah jamaah haji usia muda. “Sedangkan jamaah usia lanjut di atas 83 tahun tetap diutamakan. Alias diprioritaskan,” jelasnya. (reporter:Mario/redaktur:rm)

Adzan Maghrib di Mekkah

Beautiful Makkah Maghrib Adhan 8th March 2013

Progres Perluasan Mataf

28 Februari 2013

Pembongkaran Minarets

Kolom dan Pondasi

Masjid al Haram Under Construction

25 Februari 2013

Bandara Madinah akan memiliki Terminal Haji

Kementerian Haji akan membangun terminal untuk peziarah di Prince Muhammad International Airport di Madinah tahun ini untuk memenuhi persyaratan dari meningkatnya jumlah jamaah yang datang untuk haji dan umrah.

Sahel Al-Sabban, wakil menteri untuk transportasi dan proyek, mengatakan terminal haji baru akan selesai pada akhir tahun ini dengan biaya SR 30.140.000.

Bandara Madinah dengan proyek perluasan ini akan meningkatkan kapasitasnya hingga delapan juta penumpang pada tahap pertama dan 12 juta pada tahap kedua.

Proyek “New Madinah Airport” mencakup pembangunan terminal baru seluas 138.000 meter persegi.  Dan akan memiliki 18  gerbang keberangkatan dengan air-bridge yang terkait dengan pesawat sebanyak 20 pesawat. Total luas proyek ini sebesar empat juta meter persegi (4 juta m2).

Tahun lalu, GACA membuka terminal internasional baru yang dapat menangani 35 penerbangan setiap hari. “Terminal baru memiliki kapasitas untuk menampung 600 penumpang per jam,” kata GACA, menambahkan bahwa kapasitas akan dua kali lipat menjadi 1.200 penumpang setelah tahap kedua selesai.

Al-Sabban mengatakan pihaknya akan melaksanakan sejumlah proyek baru tahun ini, termasuk pembangunan bangunan kantor cabang dan lembaga untuk Umrah di Makkah, alokasi penambahan ini telah dibuat mereka dalam anggaran tahun ini.

“Proyek-proyek baru yang sedang dilaksanakan pada awal musim Umrah yang akan terus selama delapan bulan,” kata menteri.

Tahun lalu lebih dari 5,5 juta jamaah melakukan umrah. “Ini adalah 18 persen lebih dari jumlah tahun 2011 ketika 4,1 juta datang untuk umrah,” kata Al-Sabban.

Beliau memberikan penghargaan pada kerjasama antara instansi pemerintah dan swasta untuk keberhasilan operasi Haji dan Umrah tahun lalu.

Beliau  menekankan pentingnya sistem trek elektronik yang baru, dan akan dapat meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji dan umrah.

“Sistem baru ini akan memungkinkan para peziarah untuk mengetahui layanan yang akan mereka terima di Makkah dan tempat-tempat suci lainnya dari negara asal mereka,” kata Al-Sabban.

Sistem ini juga akan memungkinkan jamaah untuk membayar jasa dengan menggunakan kartu kredit. Hal ini mensyaratkan pengambilan sidik jari dari peziarah sebelum mengeluarkan visa. Peziarah akan dapat memilih pilihan layanan yang berbeda-beda.

“Gateway elektronik kementerian akan diluncurkan segera setelah menyelesaikan infrastruktur yang diperlukan,” katanya. Infrastruktur yang sedang dikembangkan dengan standar tertinggi dan didukung oleh perusahaan khusus di bidangnya.

Kementerian telah melatih sejumlah besar orang Saudi untuk bekerja untuk haji dan Umrah di sektor jasa. Pemerintah telah mengizinkan sekitar 200 perusahaan untuk menyediakan jasa umrah. Dan ada lebih dari 2.700 agen asing di sektor ini.