8 Cara Agar Bisa Cepat Umrah Di Usia Muda

berhaji.com

Menunaikan ibadah haji dan umrah di usia muda memang menjadi impian kebanyakan orang. Namun, tak semua orang mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi tanah suci di usia muda.

Namun, kita bisa mewujudkan kesempatan itu sendiri dengan cara berusaha dan bersungguh-sungguh. Berikut ini 10 hal yang bisa dilakukan agar bisa umrah selagi muda.

Menabung dengan Besaran Tetap

Setiap bulan, tentukan jumlah tertentu untuk ditabungkan dengan tujuan untuk umrah atau naik haji. Usahakan agar besaran tabungan bisa tetap agar kita bisa memperkirakan berapa tahun lagi kita bisa mengejar untuk berangkat umrah.

Niatkan Sedini Mungkin

Semakin dini kita memiliki niat untuk berangkat umrah, maka semakin cepat juga tabungan terkumpul. Misalnya saja saat kita berusia 20 tahun kita sudah bertekad untuk menabung untuk umrah. Bukan tak mungkin, di usia 30 tahun kita berhasil untuk umrah.

Manfaatkan Fasilitas Pinjaman dari Bank Syariah

Kamu juga bisa memanfaatkan layanan produk bank syariah yang dikenal dengan nama pembiayaan umrah. Produk ini diperuntukkan bagi jamaah yang ingin berangkat lebih cepat, mereka bisa mencicil selama sebelum berangkat hingga setelah pulang umrah.

Kamu juga bisa menggabungkan uang tabungan dengan pinjaman dari bank sehingga pinjaman yang kamu ambil tidak terlalu besar dan cicilannya bisa menjadi lebih ringan.

Tabungan dengan Investasi

Biaya umrah umumnya terus meningkat setiap tahun. Untuk mengatasinya, kamu bisa mencoba menabung dengan berinvestasi pada jenis investasi seperti emas ataupun pasar saham halal. Saham halal adalah saham yang diperjual belikan pada perusaaan yang bidang usahanya jelas dan halal.

Berangkat Umrah Pada Saat Low Season

Seperti juga biaya liburan, biaya umrah di saat peak season seperti saat Ramadhan juga biasanya meningkat karena banyaknya jamaah yang mengantri. Pilihlah waktu yang kosong untuk berangkat umrah untuk mendapatkan harga normal.

Hindari Berangkat Umrah Bareng Artis

Selain saat peak season, salah satu hal yang membuat biaya umrah meningkat juga adalah program berangkat umrah bareng artis atau dai kondang. Tak hanya mahal, berangkat umrah bareng artis juga dapat membuat kita tidak fokus beribadah dan malah sibuk berfoto selfie dengan tokoh tersebut. Apalagi, seringkali tokoh yang dibawa tersebut tak memedulikan jamaah yang ingin berfoto bersamanya, sehingga jamaah terkadang perlu berusaha keras agar bisa berfoto bersama sang artis.

Pilih Fasilitas Umrah Sederhana

Biaya umrah juga akan tergantung pada fasilitas yang disediakan pihak agen travel umrah. Pilih saja fasilitas yang sederhana, yang penting tujuan kita untuk beribadah tercapai dan kita bisa memfokuskan diri beribadah daripada mencari kenyamanan di penginapan  maupun di perjalanan.

Umrah Backpacker

Untuk kamu yang suka tantangan, kamu bisa bergabung dengan komunitas umrah backpacker yang bisa pergi umrah dengan biaya sangat miring. Atau, kamu juga bisa pergi umrah sendiri tanpa ikut biro umrah. Caranya, buat Visa Bisnis dengan mengisi aplikasi di website, kadangkala harus mencari penjamin atau pengundang dari saudi. Kemudian, cari tiket pesawat umum ke Jeddah / Riyadh, dan gunakan kendaraan umum untuk ke Mekkah atau Madinah. Biaya bis umum biasanya berkisar antara 35 – 80 riyadh. Untuk menginap, bisa singgah di Masjidil Haram atau Nabawi. Makan bisa sekitar 15-35 riyal sekali makan porsi besar, sedangkan minum disediakan di masjid.

Semoga bermanfaat!

8 Hal yang Perlu Dituntaskan Sebelum Berangkat Haji

berhaji.com

Ibadah haji merupakan salah satu ibadah berat yang dilakukan seorang Muslim. Tak sembarangan, hanya orang yang terpanggil yang pada akhirnya bisa menginjakkan kaki di tanah suci dan beribadah di sana. Oleh karena itu, berbagai persiapan fisik, mental maupun spiritual perlu kita selesaikan sebelum melangsungkan ibadah haji.

Berikut ini 8 hal yang perlu dituntaskan sebalum berangkat untuk menunaikan ibadah haji.

Taubat

“Labbaik” yang merupakan sebuah seruan saat menjalankan ibadah haji memiliki arti kata “aku datang memenuhi panggilanMu.” Maka sebelum kita datang memenuhi panggilan Yang Maha Suci dan berseru kepadaNya, alangkah baiknya jika kita bertaubat dulu akan dosa kita yang lalu, baik yang kita sadari ataupun tidak.

Melunasi hutang

Coba ingat-ingat lagi, apakah kita masih memiliki hutang kepada kerabat, teman atau saudara, meskipun jumlahnya sangat kecil. Lunasi dulu segala jenis hutang, baik dalam bentuk uang, barang maupun janji. Melunasi hutang juga bukan hanya hutang pada teman atau saudara, tapi juga hutang pada bank, pinjaman yang belum lunas, termasuk cicilan KPR.

Mengembalikan titipan-titipan

Sama halnya seperti hutang, titipan adalah hak orang lain, amanat yang perlu kita sampaikan pada tangan orang yang berhak menerimanya dengan selamat sesuai bentuknya semula.

Mengembalikan hak orang lain

Sebelum bertamu ke rumah Allah, bersihkan diri kita dari berbagai racun seperti mengambil hak orang lain atau mendzolimi orang lain. Jika masih ada dalam harta kita hak orang lain yang pernah kita ambil, maka kembalikanlah. Hal ini juga termasuk membayar berbagai zakat untuk setiap harta kita, karena selalu ada hak orang lain dalam setiap penghasilan dan harta kita. Inilah yang selalu diajarkan Islam, yaitu membagi harta kita dengan mereka yang fakir dan miski melalui zakat.

Mengikhlaskan niat hanya untuk Allah

Lupakan berbagai niat lainnya seperti ingin mendapatkan gelar haji, ingin dihormati orang lain, apalagi sekedar ingin berfoto di depan Ka’bah untuk bisa diunggah di media sosial. Ikhlaskan niat hanya untuk beribadah kepada Allah semata dan memenuhi panggilanNya.

Pamit dengan keluarga

Tak hanya dengan keluarga dekat, tak ada salahnya mengabari seluruh keluarga besar untuk berpamitan dan memohon do’a agar menjadi haji mabrur. Selain itu, berpamitan jugalah pada tetangga dengan mengadakan syukuran kecil untuk berpamitan dan memohon do’a.

Sholat dua rakaat di rumah

Sebelum berangkat bersama rombongan, sempatkanlah untuk shalat dua rakaat di rumah dengan membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas.

Berjanji kepada diri sendiri

Berjanjilah kepada diri sendiri untuk menghindari perbuatan maksiat di tanah suci, betul-betul menghormati sunnah-sunnah Rasulullah selama di tanah suci, menjadikan tujuan dan segenap pikiran hanya untuk mendapatkan ridha Allah, menggunakan semua kesempatan hanya untuk beribadah semata, serta meninggalkan perdebatan, pertikaian, keributan dan berbagai konflikdengan orang lain selama di tanah suci.

Tips Agar Tidak Tersesat Saat Menunaikan Ibadah Haji Di Masjidil Haram

berhaji.com

Pada saat menunaikan ibadah haji, tak jarang kita terpisah dari rombongan, apalagi ketika kita terlalu khusyuk beribadah dan kehilangan jejak rombongan. Di saat-saat terntu kita juga bisa mencari waktu untuk datang ke Masjidil Haram lebih awal untuk bisa beribadah lebih lama dan mendapat tempat di shaf depan.

Nah, agar kita tidak tersesat di Masjidil Haram pada saat menunaikan ibadah haji, ikut tips-tips berikut ini.

Pertama, jangan lupakan kartu identitas jemaah haji Indonesia Anda, biasanya berupa gelang jamaah, gelang maktab dan ID card jamaah. Sehingga jika Anda hilang, petugas bisa mendeteksi rombongan Anda.

Kedua, selalu bawa serta identitas hotel berupa kartu nama yang berisi alamat dan contact person. Jika Anda tersesat, Anda bisa minta pada petugas untuk ditunjukkan ke alamat hotel.

Ketiga, usahakan untuk tidak terpisah dari rombongan, setidaknya selalu bersama salah satu teman dari rombongan sehingga kita tidak terpisah seorang diri.

Keempat, saat akan memasuki Masjidil Haram, perhatikan nomor pintu masuk, ingat-ingat nomornya atau bisa juga dicatat atau difoto sehingga kita bisa keluar melalu pintu tempat kita masuk.

Kelima, jika menggunakan bus shalawat, perhatikan stiker bus karena ada 12 rute yang mempunyai stiker dan nomor berbeda.

Semoga bermanfaat!

8 Hal yang Harus Disiapkan Matang Sebelum Berangkat Umrah atau Haji

berhaji.com

Ibadah umrah dan haji merupakan ibadah yang membutuhkan banyak persiapan. Bukan hanya persiapan materi, namun juga persiapan fisik dan mental agar semua ibadah dapat dijalankan dengan baik. Berikut 8 hal yang perlu disiapkan sebelum berangkat umrah dan haji.

Niat

Luruskan niat hanya untuk beribadah dan memenuhi panggilan Allah, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di Tanah Suci kelak. Lupakan niat-niat lainnya seperti ingin pamer foto umrah di Mekkah atau ingin mendapatkan gelar haji untuk mendapatkan derajat tinggi di masyarakat, fokuskan niat hanya untuk beribadah dengan ikhlas.

Persiapan Fisik

Agar semua rukun haji bisa dilaksanakan dengan baik, pastikan Anda juga melakukan beberapa latihan fisik seperti berjalan pagi dan sore atau jogging jika memungkinkan. Lakukan juga olahraga ringan dan jaga kesehatan agar tetap fit.

Persiapan Ilmu

Manasik haji saja tak cukup untuk membekali kita dengan ilmu-ilmu ibadah haji. Bacalah buku saku yang diberikan agen haji dengan baik, juga baca beberapa artikel dan ayat-ayat Al-Qur’an mengenai ibadah haji, agar semua ibadah dapat dilakukan dengan nilai yang tinggi.

Membuat Target Ibadah

Tidak ada salahnya membuat target ibadah seperti khatam Qur’an minimal sekali selam berhaji atau selalu sholat berjama’ah di masjid. Namun, buatlah target yang wajar dan jangan sampai target tersebut justru membuat kita mengabaikan ibadah lain atau membuat ibadah menjadi tidak khusyuk karena terburu-buru.

Persiapkan Mental

Siapkan juga mental Anda untuk menghadapi berbagai hal, misalnya fasilitas toilet, menghadapi kelakuan orang dan juga menghadapi hal lainnya. Jangan sampai kita banyak mengeluh karena memiliki ekspektasi yang tinggi dalam beribadah haji.

Manajemen Waktu

Pelajari juga kebiasaan di Mekkah dan Madinah untuk dapat memanajemen waktu. Misalnya datang lebih awal sebelum sholat wajib untuk thawaf dan mencari tempat untuk sholat. Anda bisa menanyakan dan mengonsultasikan hal ini pada agen penyedia travel umrah dan haji yang Anda ikuti.

Packing

Jangan sampai ada barang bawaan yang tertinggal, terutama yang sering Anda butuhkan. (Baca: Tips Packinh Umrah dan Haji)

Menjalin Silaturahmi

Di Tanah Suci nanti, semua orang dari berbagai belahan dunia akan tumpah menjadi satu untuk memenuhi panggilan Allah. Anda bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menjalin silaturahmi dengan saudara sesama Muslim dari berbagai penjuru dunia, untuk menambah pengalaman dan juga ilmu dalam beribadah.

6 Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Agen Perjalanan Haji dan Umrah

Dailymoslem – Pengalaman haji dan umrah merupakan tantangan tersendiri bagi setiap umat Muslim, terutama bagi mereka yang baru pertama kali menjalaninya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar perjalanan haji dan umrah kita dapat berjalan sesuai rencana.

Berikut ini 6 hal yang harus diperhatikan dalam memilih agen perjalanan haji dan umrah agar kita tidak salah pilih.

Pertama, perhatikan penampilan kantor agen. Kali ini, Anda harus menilai berdasarkan penampilannya. Kantor agen yang terpercaya biasanya rapi dan tertata dengan baik, dengan customer service yang jelas dan fasilitas yang jelas baik di kantor maupun di perjalanan.

Kedua, cara melayani konsumen. Agen perjalanan yang buruk biasanya tidak memedulikan apapun kecuali transaksi. Sedangkan agen perjalanan yang baik biasanya melayani konsumen dengan penuh perhatian dan pengertian, mereka mendengar dan menjawab pertanyaan sesuai yang diinginkan konsumen.

Ketiga, perhatikan kelegalan. Pastikan agen perjalanan yang Anda pilih telah mengantongi izin haji dan umrah dari Departemen Agama Republik Indonesia. Anda dapat mengetahui agen tersebut memiliki ijin resmi dari Depag atau tidak dengan melakukan pengecekan di Website Kementrian Agama.

Keempat, program Arbain dan Non-Arbain. Arbain merupakan program yang mengijinkan Anda tinggal lebih dari delapan hari di Madinah, sedangkan Non-Arbain merupakan program yang mengijinkan Anda tinggal beberpa hari saja di Madinah, dan selebihnya tinggal di Makkah. Pastikan agen perjalanan yang Anda pilih memiliki keduanya.

Kelima, jaringan kuat dengan industri pariwisata. Agen perjalanan haji dan umrah yang baik biasanya memiliki asosiasi dengan industri patiwisata lainnya seperti maskapai penerbangan, jaringan hotel hingga ke perusahaan rental mobil. Hal tersebut menunjukkan kredibilitas yang baik dari agen tersebut.

Keenam, pengalaman dan testimoni. Testimoni dari kerabat atau keluarga yang pernah menggunakan agen tersebut juga perlu Anda perhatikan. Pilihlah agen yang mendapat testimoni yang baik dan memuaskan dari konsumennya.

Lima Tips Umrah Bagi yang Baru Pertama Kali

berhaji.com

Bagi Anda yang sudah sudah memiliki niatan untuk menjalankan umrah namun belum pernah melakukannya sebelumnya, selain mengikuti arahan dari pihak penyelenggara umrah, Anda juga harus memiliki patokan tertentu agar umrah Anda bisa berjalan mulus sesuai rencana.

Berikut ini lima hal yang harus diperhatikan oleh Anda yang akan menjalankan umrah untuk pertama kali.

Pemilihan Waktu

Umrah memang bisa dilakukan kapan saja, tidak seperti haji yang harus dilakukan di musim haji. Namun, Anda juga perlu memilih waktu yang tepat, misalnya saat iklim di Mekkah cukup nyaman untuk beribadah. Di musim panas, yaitu pada bulan Juni – Agustus karena suhu bisa mencapai 45 derajat celcius. Sedangkan pada bulan November – Februari, suhu bisa mencapai 8 derajat celcius di malam hari dan 38 – 42 derajat celcius di siang hari. Selain itu, pemilihan waktu di bulan Ramadhan juga bisa menyebabkan biaya membengkak.

Pilih Agen Travel Terpercaya

Jangan sembarang memilih agen travel untuk pergi umrah, mengingat biaya umrah juga tak bisa dibilang murah, sehingga kita harus berhati-hati dengan jumlah uang tersebut. Perhatikan juga akomodasi yang ditawarkan agen travel, apakah sesuai dengan harga yang dibayarka? Jika Anda ingin menghemat dana, pilih juga paket umrah reguler agar tidak perlu singgah di negara-negara lainnya seperti Dubai, Turki, Mesir dan Malaysia, dan tujuan Anda langsung ke Mekkah. Setelah itu, Anda bisa segera mempersiapkan semua dokumen yang diperlukan. Seperti paspor, foto close up, dan kartu kuning berisi vaksinasi meningitis dan influenza.

Latihan Fisik

Pada saat umrah, Anda juga akan membutuhkan kondisi tubuh yang prima karena aktivitas ibadah umrah juga lumayan melelahkan, seperti rawaf dan sa’i yang mengharuskan berjalan dari satu tempat ke tempat lain. Lakukan olahraga ringan secara rutin dari beberapa minggu sebelum keberangkatan.

Perbekalan

Beberapa item khusus yang perlu Anda ingat adalah pakaian ihram, sandal/sepatu, kaus tangan, kerudung panjang dan lebar, kaus kaki, pelembab wajah, lotion, pakaian ganti, pakaian tidur, alat sholat, Al-Qur’an, obat-obatab, miltivitamin, pembalut wanita untuk persiapan, dan juga kacamata hitam dan topi jika diperlukan, mengingat udara di Mekkah cukup panas dan terik. Anda juga bisa menyiapkan keperluan lain seperti kamera saku, power bank atau colokan 3 lubang untuk persiapan.

Luruskan Niat

Hilangkan jauh-jauh niat kita untuk hal-hal duniawi seperti memamerkan momen umrah di sosial media atau belanja banyak oleh-oleh. Bawa uang secukupnya saja sesuai kebutuhan. Ikhlaskan hati karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di Tanah Suci.

Semoga bermanfaat!

Tips Packing dan Menentukan Barang Bawaan yang Tepat untuk Umroh

Berhaji.com

Packing merupakan salah satu hal terpenting sebelum berangkat umrah. Selain membawa pakaian untuk digunakan selama umrah, barang-barang lainnya untuk mendukung kesempurnaan ibadah dan kelengkapan data juga tak boleh tertinggal.

Berikut ini beberapa tips packing lengkap dengan berbagai barang bawaan yang harus Anda bawa di tas umrah Anda.

Perlengkapan Laki-Laki

  • 4 buah celana panjang berbahan kain yang nyaman
  • 4 buah baju takwa (koko) yang nyaman dipakai
  • 2 buah sarung
  • 2 buah baju ihram lengkap dengan sabuknya. Bisanya biro umroh akan memberi 1 buah baju ihram, jadi tinggal membeli 1 buah untuk jaga-jaga jika terkena najis
  • 5-6 buah kaos yang nyaman. Jika kurang, bisa dicuci di sana
  • Pakaian dalam untuk 9 hari, bisa disesuaikan
  • 1 buah jaket
  • 1 pasang sendal yang nyaman, dianjurkan sendal karet atau sendal gunung
  • Alat cukur (shaver), tidak dianjukan membawa silet
  • Alat mandi lengkap
  • Obat-obatan pribadi

Pelengkapan Wanita

  • 5-6 buah baju yang nyaman dipakai, sebaiknya gamis atau abaya, jika kurang bisa dicuci di sana
  • 5-6 buah kerudung yang menutupi dada (syar’i), ciput atau dalaman kerudung bisa disesuaikan
  • 3 buah kaos kaki
  • 2 buah kaos tangan yang telapaknya terbuka
  • Pakaian dalam untuk 9 hari, bisa disesuaikan
  • 2 buah baju ihram
  • 1 pasang sendal yang nyaman, dianjurkan sendal karet atau sendal gunung
  • 2-3 buah pakaian tidur
  • 1 buah jaket
  • Alat mandi lengkap , make-up bisa disesuakan (cukup bawa yang dirasa penting)
  • 1 bungkus Pantilyner
  • Obat-obatan pribadi

Tips Packing yang tepat agar tidak ibet dan salah taruh

Tas yang dibawa ke kabin (Tas tenteng)

Tas ini digunakan untuk membawa perlengkapan persiapan saat akan mengambil niat umroh. Isinya adalah:

  • 1 buah pakaian ihram plus pakaian dalam
  • Untuk perempuan, kaos tangan untuk melakukan shalat diatas pesawat
  • 1 pasang kaos kaki
  • obat-obatan pribadi

Tas tenteng ini juga nantinya berguna untuk menyimpan pakaian kotor yang telah dipakai, sehingga tidak bercampur dengan pakaian bersih lainnya.

Tas kecil

Meskipun kecil tas ini akan diisi dengan benda-benda penting dan juga berharga seperti:

  1. Tanda pengenal
  2. Passport
  3. Dompet
  4. Handphone
  5. kamera
  6. Bisa juga diisi dengan sandal, agar tidak perlu menitipkannya saat akan memasuki masjid

Tas Trolly

Dengan ukurannya yang besar, tas ini digunakan untuk menyimpan perlengkapan untuk 9 hari kedepan. Seluruh peralatan tajam seperti guntung kuku, shiver dan juga benda-benda cair dimasukan kedalam tas ini. Nantinya tas trolly ini akan masuk ke dlaam bagasi pesawat.

Kementrian Agama KALSEL Akan Bentuk Forum Travel Haji Untuk Minimalisir Travel Bodong

Berhaji.com– Kantor Kementrian Agama (Kemenag) provinsi Kalsel, berencana membentuk forum antar pengelola ibadah umrah dan pengelola ibadah haji khusus.

Tujuannya, agar pengelola ibadah umrah dan pengelola ibadah haji khusus yang legal dan aman itu bisa diinformasikan ke masyarakat.

“Masyarakat berhak tahu, mana-mana saja pengelola ibadah umrah dan pengelola ibadah haji khusus yang legal dan aman,” kata Kepala Kemenag Kalsel Noor Fahmi MM, Senin (30/11/17).

Menurut Fahmi, para travel jasa umrah dan ibadah haji khusus yang tak resmi atau ilegal pun bisa diketahui oleh masyarakat melalui forum tersebut. Kemenag Kalsel, akan berkomitmen dan fokus mendukung pada travel umrah dan haji yang punya izin jelas dan alamat kantornya jelas.

“Jangan sampai kasus masyarakat tertipu oleh oknum travel umrah beberapa waktu lalu terulang kembali,” ujar Fahmi.

ZIARAH KE MASJID NABAWI DAN MAKAM RASULULLAH

Dari Ibnu Umar, telah bersabda Rasulullah Saw, “Barang siapa berziarah kepadaku setelah aku meninggal, maka seakan-akan ia berziarah pada waktu aku masih hidup.” (HR. Baihaqi, Daruqutni, dan Tabrani)[i]

 

Banyak hadits yang menguraikan keutamaan ziarah. Dalam hadits lain dikatakan, “Barang siapa datang menziarahiku tanpa tanpa tujuan lain kecuali  untuk berziarah kepadaku, maka aku berhak menjadi pemberi syafaat baginya di hari kiamat.” (HR. Ath-Thabrani dari Ibnu Umar).

Hadits tersebut merupakan dalil dilarangnya mengunjungi makam Rasul dengan niat lain selain ziarah, seperti meminta doa dan dengan sengaja meminta syafaat di hadapan makam Rasulullah Saw.

Hukum Ziarah ke Masjid Nabawi dan Makam Rasul

Ziarah ke masjid Nabawi adalah sunnah. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Saw. “Janganlah mengadakan ziarah kecuali ke tiga masjid, yakni Masjidil Haram, masjid saya ini, dan Masjidil Aqsha.” (HR. Bukhari – Muslim)

Maka hendaklah orang-orang berziarah ke masjid Nabawi, karena satu kali shalat di dalamnya lebih baik daripada seribu kali shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Apabila seseorang akan pergi ke Madinah, seharusnya tujuan awalnya adalah melaksanakan shalat di masjid Rasulullah. Dan ketika dia telah sampai di sana, hendaknya berziarah ke makam Rasulullah Saw., serta makam kedua sahabat beliau yaitu Abu Bakar dan Umar r.a., sesuai dengan cara yang disyariatkan, tanpa melakukan bid’ah ataupun berlebih-lebihan.[ii]

Hubungan Ziarah dengan Haji

Tidak ada hubungan antara ziarah ke masjid Nabawi dan Makam Rasulullah dengan ibadah haji. Sesungguhnya ziarah ke masjid Nabawi ialah urusan di luar haji dan umrah. Akan tetapi, ahli ilmu membahasnya di dalam bab haji, karena pada zaman dahulu orang-orang mengalami kesulitan jika harus melaksanakan haji dan umrah dalam suatu perjalanan, sedangkan untuk ziarah ke masjid Nabawi dalam perjalanan yang lain. Jadi apabila mereka melakukan ibadah haji dan umrah, maka mereka sekaligus melewati Madinah untuk ziarah ke masjid Rasulullah Saw.[iii]

Adab Masuk Masjid Nabawi dan Ziarah ke Makam Rasul

Peziarah masjid Nabawi disunnahkan untuk mendatanginya dengan tenang dan sopan, memakai wewangian, mengenakan pakaian terbaik, memasukinya dengan kaki kanan, dan membaca do’a ma’tsur. Dia disunnahkan pula mendatangi raudhoh (taman) terlebih dahulu untuk mengerjakan shalat sunnah tahiyyatulmasjid dengan khusyuk. Sesudah selesai mengerjakan shalat sunnah ini, dia disunnahkan pergi ke makan Nabi Saw dengan menghadap kepadanya dan membelakangi kiblat untuk mengucapkan salam kepada Rasulullah Saw, kemudian bergerak mundur sekitar satu hasta ke arah kanan untuk mengucapkan salam kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., lalu bergerak mundur lagi sekitar satu hasta ke arah kanan untuk mengucapkan salam kepada Umar bin Khattab, lantas menghadap kiblat dan berdoa untuk dirinya, orang-orang yang dicintainya, sadara-saudaranya dan seluruh umat Islam, lalu langsung pulang ke kampung halamannya. Seorang peziarah hanya boleh mengeraskan suaranya hingga terdengar bagi dirinya saja. Dia juga harus menjauhi perbuatan mengusap-ngusap dan mencium makam Nabi Saw. karena itu termasuk perkara yang dilarang oleh beliau.[iv]

Larangan dalam Berziarah

Apa yang dilakukan sebagian orang dalam berziarah, yakni mengusap-usap dinding kamar makam Rasulullah, mengambil berkah dengannya, dan sebagainya, maka semua ini termasuk bid’ah. Dan yang lebih parah, lebih mungkar, dan lebih berat lagi ialah memohon kepada Nabi Saw. agar dimudahkan dari segala kesulitan dan tercapainya segala harapan, maka hal ini merupakan syirik besar, yang mengeluarkannya dari agama. Sesungguhnya Nabi Saw. tidak dapat mendatangkan manfaat maupun menolak madhorot terhadap dirinya sendiri, demikian pula terhadap orang lain. Beliau tidak mengetahui segala sesuatu yang ghaib. Beliau meninggal dunia sebagaimana anak cucu Adam meninggal dunia. Beliau tidak mengatur sedikitpun dari alam raya ini selamanya. Allah Swt. berfirman kepada Rasulullah Saw.[v]

Katakankah (Muhammad), ‘Aku tidak kuasa menolak madharat maupun mendatangkan kebaikan kepadamu.’ Katakanlah (Muhammad), ‘Sesungguhnya tidak ada sesuatupun yang dapat melindungiku dari (adzab) Allah dan aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain-Nya.” (QS. Al-Jin: 21-22)[vi]

Jadi, Rasulullah adalah manusia yang membutuhkan Allah. Beliau tidak akan bisa berbuat sesuatu tanpa izin Allah. Beliau adalah yang dipelihara oleh Allah dan diberi beban sebagaimana beban yang diberikan kepada manusia lainnya. Hanya saja beliau mempunyai kelebihan karena anugerah yang diberikan Allah kepadanya, yang tidak diberikan kepada orang lain sesudahnya.[vii]

 


[i] Al-Ghazali. Rahasia Haji dan Umrah. (Bandung: Karisma, 1997). hlm. 94.

[ii] Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar. Fiqih Ibadah: Kumpulan Fatwa Lengkap Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. (Surakarta: Media Zikir, 2010). hlm. 636.

[iii] Ibid. hlm. 637.

[iv] Sulaiman Al-Faifi. Mukhtashar Fiqih Sunnah Sayyid Sabiq. (Solo: Aqwam, 2010). hlm. 407.

[v] Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar. Op.Cit. hlm. 639

[vi] Ibid. hlm. 640

[vii] Ibid.

UMRAH

Definisi Umrah

Umrah diambil dari kata “I’timar” yang berarti “Ziarah” (berkunjung). Namun yang dimaksud dengan kata “umrah” di sini adalah mengunjungi kabah, thawaf, sa’i antara shafa dan marwah, dan mencukur atau menggunting rambut. Para ulama sepakat menyatakan bahwa umrah adalah sesuatu yang disyariatkan. Abu Hurairah menuturkan, “Rasulullah Saw. bersabda, ‘Umrah yang satu dengan umrah yang lain adalah penghapus dosa yang ada di antara keduanya, dan pahala haji mabrur adalah surga.”[i]

Rukun-rukun Umrah

Para ulama mengatakan bahwa rukum umrah ada tiga, yaitu ihram, thawaf, dan sa’i. Kewajiban-kewajiban umrah ada dua, yaitu melakukan ihram dari miqat dan mencukur atau memendekkan rambut. Sedangkan kegiatan lainnya adalah sunnah.[ii]

Melakukan Umrah Lebih dari Sekali

Abdullah bin Umar melakukan umrah dua kali setiap tahun selama bertahun-tahun di zaman Ibnu Zubair. Ini adalah pendapat yang dipegang mayoritas ulama, namun Malik memakruhkan pelaksanaannya lebih dari sekali dalam setahun.[iii]

Umrah Sebelum Haji dan pada Bulan-bulan Haji

Seseorang diperbolehkan mengerjakan umrah di bulan-bulan haji sekalipun dia tidak mengerjakan ibadah haji, karena Umar r.a telah mengerjakan umrah di bulan Syawal dan langsung pulang ke Madinah tanpa mengerjakan haji. Seseorang juga diizinkan untuk mengerjakan umrah walaupun dia belum pernah melaksanakan haji.[iv]

Jumlah Umrah Nabi

Ibnu Abbas r.a. menuturkan, “Rasulullah Saw melakukan umrah sebanyak empat kali: umrah hudaibiyah, umrah qadha’, umrah dari Ji’irinah, dan umrah yang beliau kerjakan bersama haji.” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah dengan sanad yang para perawinya adalah perawi yang terpercaya).[v]

Hukum Umrah

Mazhab Hanafi dan mazhab Maliki mengatakan bahwa hukum umrah adalah sunah. Sedangkan menurut mazhab Syafi’I dan mazhab Hambali hukumnya adalah wajib. Hal ini didasarkan pada firman Allah Swt:

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” (QS. Al-Baqarah: 196)

Dalam ayat ini, umrah telah disamakan dengan haji yang hukumnya wajib. Namun, pandapat pertama (bahwa umrah hukumnya sunah) lebih unggul.[vi]

Sebagian ulama yang lain memilah-milah antara penduduk Mekah dan selain penduduk Mekah. Mereka berpendapat bahwa umrah diwajibkan atas penduduk Mekah dan tidak diwajibkan atas selain penduduk Mekah. Adapun bagi yang berpendapat bahwa hukum umrah adalah wajib, akan tetapi kewajibannya tidak sebesar haji, karena kewajiban haji ialah kewajiban yang ditekankan dikarenakan haji merupakan salah satu di antara rukun Islam, berbeda dengan umrah.[vii]

Waktu Umrah

Mayoritas ulama berpendapat, waktu umrah adalah seluruh hari yang ada, sehingga bisa dikerjakan kapan saja. Namun, Abu Hanifah memakruhkan pelaksanaanya pada lima hari; hari Arafah, hari raya Idul Adha, dan tiga hari tasyrik. Dan waktu terbaiknya adalah pada bulan Ramadhan.

Miqat Umrah

Orang yang akan mengerjakan umrah memiliki dua kemungkinan; ada di luar miqat haji yang telah disebutkan, atau ada di dalamnya. Jika ia ada di luarnya, ia tidak boleh melewatinya tanpa ihram. Tapi bila ia ada di dalamnya, miqat umrahnya adalah tanah Halal sekalipun ia tinggal di Tanah Haram.[viii]

 



[i] Sulaiman Al-Faifi. Mukhtashar Fiqih Sunnah Sayyid Sabiq. (Solo: Aqwam, 2010). hlm. 397.

[ii] Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar. Fiqih Ibadah: Kumpulan Fatwa Lengkap Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. (Surakarta: Media Zikir, 2010). hlm. 466.

[iii] Ibid.

[iv] Ibid.

[v] Ibid. hlm 397-398.

[vi] Ibid. hlm. 398

[vii] Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar. Op.Cit. hlm. 434.

[viii] Ibid.