Banyak kejadian yang dialami oleh para jama’ah haji Indonesia. Kejadian tersebut memberikan banyak ibrah dan pelajaran berharga. Seperti kisah seseorang yang diuji keimanannya oleh Allah dengan kehilangan benda yang penting baginya. selamat membaca dan menyelami lautan spiritual ibadah haji dan umrah. Semoga kisah ini menambah keimanan dan kecintaan kita kepada Allah.

Kegelisahan melanda hati H. Bastian, eksekutif PT Pusri yang berhaji untuk kesekian kalinya beserta istri dan kerabatnya. Rupanya ikat pinggang hajinya hilang. Bukan ikat pinggangnya yang menjadi pikiran, tetapi didalamnya terdapat 500 dolar AS dan beberapa ratus riyal.

“Bukan uang itu pula yang sangat mengganggu saya,”katanya di Aziziyah, maktab kami selama haji.

“Kalau uang insya Allah saya masih ada, lebih dari cukup untuk bekal selama haji,” katanya lagi

“Lantas apa yang membuat Bapak sedih?” tanya saya

“Ketika saya tahu ikat pinggang haji saya beserta uang didalamnya telah hilang, saya merasa sedih dan bertanya-tanya kepada Allah: Ya Allahh, Hamba datang ke Tanah Suci untuk memenuhi panggilan-Mu. Hamba datang dengan uang yang insya Allah halal, hasil keringat hamba bekerja dan berdagang. Kini Engkau mengambil sebagian, apakah ini artinya, ya Allah ?”

“Kalau itu berati ada yang tidak halal dalam harta yang hamba bawa, hamba ridha Engkau sebagai pemiliknya, mengambilnya dari hamba. Namun jika itu semua yang hamba bawa sebagai bekal ini halal, ya Allah, kembalikanlah uang hamba,” isak tangisnya tak lagi dibendung.

H. Bastian lalu menuju loket lost & Found yang terletak diarah pintu Babussalam menuju hotel Hilton. Kepada petugas, dia melaporkan kehilangan ikat pinggang haji dan uang. Petugas menunjukkan  beberapa ikat pinggang yang ditemukan. H. Bastian menunjuk satu sebagai miliknya. Petugas bertanya apa isinya. H. Bastian menyebutkan jumlah uang yang diyakininya berada didalamnya.

Petugas lalu memeriksa buku catatan barang temuan dan berkata, “Data anda tidak cocok dengan isi yang dicatat disini.”

H. Bastian yakin betul bahwa ikat pinggang itu adalah kepunyaannya. Namun petugas yang hendak mengakhiri waktu tugasnya itu tetap menolak untuk memeriksa kembali. H. Bastian tidak menyerah, dia menunggu pergantian petugas. Lalu setelah dilihatnya petugas berganti, dia melapor lagi. Petugas bertanya lagi dan meminta H. Bastian menunjukkan ikat pinggang miliknya, lalu menanyakan apa isinya.

H. Bastian mengulang jawabannya, “lima ratus dolar, dan beberapa ratus riyal.”

petugas segera memeriksa buku cacatan dan sambil tersenyum dia berkata, “Benar! Itu ikat pinggang Anda, dan isinya cocok dengan yang tercatat.”

Subhanallah, ketika ikat pinggang itu diterimanya kembali beserta uangnya, H. Bastian menangis haru dan bersyukur kepada Allah.

“Saya bersyukur, Allah menjawab pertanyaan saya, Allah kembalikan uang saya dan semoga ini adalah jawaban bahwa yang saya bawa dan saya jadikan bekal haji benar-benar halal, “kata H. Bastian sambil berlinang air mata yang juga tertumpa di Arafah ketika menjadi khatib dalam khutbah Arafah, saya mengingatkan kembali peristiwa dialog H. Bastian dengan Allah. Dialog melalui hilangnya ikat pinggang dan uang.

Komentar

Komentar