4 Keutamaan Tanah Haram Makkah (Part I)

berhaji.com

Assalamualaikum sahabatku mari kita kaji kembali mengenai berhaji, dalam pembahasan kali ini kita perluas pemahaman keutamaan tanah haram di tanah makkah. Tanah haram jika dimutlakkan secara umum yang dimaksudkan adalah tanah Haram Makkah. Inilah tanah yang dimuliakan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika disebut Haromain, maka yang dimaksudkan adalah Makkah dan Madinah. Ibnu Qayyim Al Jauziyah menyebutkan dalam Zaadul Ma’ad, “Allah Ta’ala telah memilih beberapa tempat dan negeri, yang terbaik serta termulia adalah tanah Haram. Karena Allah Ta’ala telah memilih bagi nabinya –shallallahu ‘alaihi wa sallam– dan menjadikannya sebagai tempat manasik dan sebagai tempat menunaikan kewajiban. Orang dari dekat maupun jauh dari segala penjuru akan mendatangi tanah yang mulia tersebut.”

Di antara keutamaan tanah haram Makkah disebutkan dalam beberapa ayat dan hadits berikut.

Pertama: Di Makkah terdapat baitullah

Sebagaimana Allah menyebutkan mengenai do’a Nabi Allah –kholilullah (kekasih Allah)- Ibrahim ‘alaihis salam,

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Rabb kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim: 37).

Rumah pertama yang dijadikan peribadatan kepada Allah Ta’ala adalah baitullah sebagaimana disebutkan dalam ayat,

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia” (QS. Ali Imran: 96).

Dan baitullah inilah yang dijadikan tempat berhaji sebagaimana disebutkan dalam ayat,

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” (QS. Ali Imran: 97).

 

Barcode untuk Membantu Menemukan Tenda di Mina

berhaji.com

Pemerintah Saudi berencana untuk memperkenalkan sistem barcode untuk  tenda di Mina agar dapat membantu peziarah mengidentifikasi tenda-tenda mereka dengan bantuan Google maps.

“Sebuah teknologi sudah dikembangkan untuk tujuan ini,” kata Mohammed Al-Ruwaished, ketua komite teknologi informasi di Youth Welfare Presidency’s scout camp.

Dia mengatakan organisasi Tawaf untuk peziarah dari berbagai negara akan diminta untuk menggunakan teknologi untuk mengeluarkan barcode. “Setiap peziarah akan diberikan pergelangan tangan yang terdapat barcode pribadinya dan jika setiap peziarah kehilangan jalan, pemandu akan dapat membimbing mereka menggunakan barcode ini dengan mudah,” katanya.

Al-Ruwaished mengatakan jalan baru dan gateway di tempat suci di Mina, Arafat dan Muzdalifa sedang ditambahkan ke peta Google untuk membantu peziarah membuat cetakan dari peta ini dari mana saja di dunia.

Dalam perkembangan terkait, Eissa Rawwas, wakil menteri untuk urusan Haji Umrah, mengatakan penerapan sistem elektronik gerbang haji akan dibuat wajib mulai tahun depan. Sistem ini akan dihubungkan dengan haji visa. “Kami telah menerapkan fase pertama dari sistem tahun ini,” katanya, seraya menambahkan bahwa fase berikutnya akan dimulai pada Rabiul Awwal 1, 1436 (23 Desember). Dia mengatakan pelayanan telah mengerahkan 1.500 karyawan untuk memastikan gerakan halus dari peziarah dari tenda mereka ke Jamarat untuk ritual rajam. Rawwas kata kementerian itu akan meminta semua organisasi Tawaf untuk menjaga 50 persen dari jamaah mereka di Mina pada tanggal 13 Dzul Hijjah di tahun-tahun mendatang untuk menghindari berdesak-desakan di “mataf,” atau daerah pradaksina mengelilingi Ka’bah Suci di Makkah. “Tahun lalu, kami melihat bahwa hanya 300.000 jamaah tetap di Mina untuk hari ketiga rajam di Jamarat,” katanya.

Hari Arafat tahun ini jatuh pada hari Jumat, sejumlah besar peziarah diharapkan untuk bergabung dengan ziarah tahunan. Hatim Qadi, juru bicara kementerian haji, mengatakan pihaknya tidak takut pemilih besar peziarah pada hari Jumat karena pengaturan telah selesai menjadi tuan rumah tamu Allah.

“Pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah masuknya jamaah ilegal yang tidak membawa izin haji yang valid,” katanya, seraya menambahkan bahwa hukuman yang tegas akan dikenakan pada pelanggar tersebut. “Orang-orang harus berpikir beberapa kali sebelum melanggar aturan dan peraturan negara,” tambahnya.

source:

http://www.arabnews.com/featured/news/639211

 

Mari Kita Kaji Kembali Pemahaman Wukuf

berhaji.com

Assalamualaikum sahabatku dan seluruh kaum muslimin di dunia, alhamdulilah hari raya idul adha tahun ini telah kita lewati, tentu sangat banyak makna yang terkandung dan hikmah yang kita dapat dari perayaan idul adha kemarin. Sahabatku sebelumnya sempat kita bahas mengenai perjalanan dan tatacara wukuf di arafah yang merupakan hal paling utama dan suatu keharusan yang dilakukan oleh para umat muslim yang telah melaksanakan ibadah haji, sebelumnya sudah kita bahas mengenai wukuf namun untuk menambah wawasan kita dan mengingatkan kita kembali mengenai pemahaman wukuf mari kita kaji kembali.

Wukuf merupakan keberadaan diri seseorang di arafah walaupun sejenak dalam waktu antara tergelincirnya matahari tanggal 9 dzulhijjah (hari arfah) sampai terbit fajar tanggal 10 dzulhijjah (hari nahar). Pelaksanaan wukuf memang hanya berkisar sebentar namun banyak hal yang dapat dipetik dalam pelaksanaannya karena dalam batas waktu yang singkat tersebut kita dapat lebih merasakan betapa nikmatnya ketika kita berada ditempat yang menjadi wadah sebagai pendekatan kita terhadap sang kholik, terhadap sang pencipta, saat dimana kita dapat merasakan kekhusuan yang begitu damai dan menenangkan jiwa.

Sahabatku keberlangsungan wukuf merupakan puncak utama dari pelaksanaan ibadah haji dan tujuan utama kita ketika memutuskan untuk melaksanakan ibadah haji, karena pada saat pelaksanaan wukuf kita dapat merasakan betapa agungnya dan betapa nikmatnya ketika kita berupaya mendekatkan diri kepada sang pencipta dengan tujuan yang baik dan disertai hati yang tulus dan niat yang bersih.

Diarafah kita berkumpul dengan seluruh umat muslim didunia bersama-sama saling mencari keberkahan dan rindho allah, dalam situasi seperti ini kita diajarkan untuk saling menghargai dan menghormati meskipun berbeda suku dan berbeda kebudayaan, karena sesungguhnya allah sangat menyukai kebersamaan yang damai demikian juga dengan rosul kita yang selalu mengajarkan kedamaian dan empati terhadap sesama umat terutama sesama umat muslim diseluruh dunia. Itu merupakan salah satu hikmah dan manfaat dari pelaksanaan wukuf.

Wahai para sahabatku yang sudah melaksanakan ibadah haji, semoga dapat memetik hikmah dan manfaat dari pelaksanaan haji dan semoga para jamaah haji dapat pulang dengan gelar terindah dari allah SWT sebagai gelar haji mabrur, namun bagi sahabatku yang belum sempat melaksanakan ibadah haji jangan berkecil hati semoga pemaparan saya lewati pemahaman berhaji ini dapat menjadi motivasi dan semangat sebagai pencipta kekokohan hati dalam melaksanakan ibadah haji.

 

 

 

 

 

Mengenal Makna Idul Adha Lebih Dalam (Part III)

 “Hai anakkku sesungguhnay aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu “maka fikirkanlah apa pendapatmu? Ismail menjawab: Wahai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS Aa-saffat: 102)

Ketika keduanya siap untuk melaksanakan perintah Allah, datanglah setan sambil berkata, “Ibrahim, kamu orang tua macam apa kata orang nanti, anak saja disembelih?” “Apa kata orang nanti?” “Apa tidak malu? Tega sekali, anak satu-satunya disembeli!” “Coba lihat, anaknya lincah seperti itu!” “Anaknya pintar lagi, enak dipandang, anaknya patuh seperti itu kok dipotong!” “Tidak punya lagi nanti setelah itu, tidak punya lagi yang seperti itu! Belum tentu nanti ada lagi seperti dia.” Nabi Ibrahim sudah mempunya tekat. Ia mengambil batu lalu mengucapkan, “Bismillahi Allahu akbar.” Batu itu dilempar. Akhirnya seluruh jamaah haji sekarang mengikuti apa yang dulu dilakukan oleh Nabi Ibrahim ini di dalam mengusir setan dengan melempar batu sambil mengatakan, “Bismillahi Allahu akbar”. Dan hal ini kemudian menjadi salah satu rangkaian ibadah haji yakni melempar jumrah.

Ketika sang ayah belum juga mengayunkan pisau di leher putranya. Ismail mengira ayahnya ragu, seraya ia melepaskan tali pengikat tali dan tangannya, agar tidak muncul suatu kesan atau image dalam sejarah bahwa sang anak menurut untuk dibaringkan karena dipaksa ia meminta ayahnya mengayunkan pisau sambil berpaling, supaya tidak melihat wajahnya.

Nabi Ibrahim memantapkan niatnya. Nabi Ismail pasrah bulat-bulat, seperti ayahnya yang telah tawakkal. Sedetik setelah pisau nyaris digerakkan, tiba-tiba Allah berseru dengan firmannya, menyuruh menghentikan perbuatannya tidak usah diteruskan pengorbanan terhadap anaknya. Allah telah meridloi kedua ayah dan anak memasrahkan tawakkal mereka. Sebagai imbalan keikhlasan mereka, Allah mencukupkan dengan penyembelihan seekor kambing sebagai korban.

Mengenal Makna Idul Adha Lebih Dalam (Part I)

Sahabatku mari kita kaji lebih dalam mengenai idul adha berdasarkan  kandungan dari ayat-ayat alquran;

Karena pentingnya peristiwa tersebut. Allah mengabadikannya dalam Al-Qur’an:

 

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Artinya: Ya Tuhan kami sesunggunnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di suatu lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahmu (Baitullah) yang dimuliakan. Ya Tuhan kami (sedemikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah gati sebagia manusia cenderung kepada mereka dan berizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (QS Ibrahim: 37)

Seperti yang diceritakan oleh Ibnu Abbas bahwa tatkala Siti Hajar kehabisan air minum hingga tidak biasa menyusui nabi Ismail, beliau mencari air kian kemari sambil lari-lari kecil (Sa’i) antara bukit Sofa dan Marwah sebanyak 7 kali. Tiba-tiba Allah mengutus malaikat jibril membuat mata air Zam Zam. Siti Hajar dan Nabi Ismail memperoleh sumber kehidupan. Lembah yang dulunya gersang itu, mempunyai persediaan air yang melimpah-limpah. Datanglah manusia dari berbagai pelosok terutama para pedagang ke tempat siti hajar dan nabi ismail, untuk membeli air. Datang rejeki dari berbagai penjuru, dan makmurlah tempat sekitarnya. Akhirnya lembah itu hingga saat ini terkenal dengan kota mekkah, sebuah kota yang aman dan makmur, berkat do’a Nabi Ibrahim dan berkat kecakapan seorang ibu dalam mengelola kota dan masyarakat. Kota mekkah yang aman dan makmur dilukiskan oleh Allah kepada Nabi Muhammad dalam Al-Qur’an:

 

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـَذَا بَلَداً آمِناً وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ

Artinya: Dan ingatlah ketika Ibrahim berdo’a: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, sebagai negeri yang aman sentosa dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kiamat.” (QS Al-Baqarah: 126)

Dari ayat tersebut, kita memperoleh bukti yang jelas bahwa kota Makkah hingga saat ini memiliki kemakmuran yang melimpah. Jamaah haji dari seluruh penjuru dunia, memperoleh fasilitas yang cukup, selama melakukan ibadah haji maupun umrah.

Hal itu membuktikan tingkat kemakmuran modern, dalam tata pemerintahan dan ekonomi, serta kaemanan hukum, sebagai faktor utama kemakmuran rakyat yang mengagumkan. Yang semua itu menjadi dalil, bahwa do’a Nabi Ibrahim dikabulkan Allah SWT. Semua kemakmuran tidak hanya dinikmati oleh orang islam saja. Orang-orang yang tidak beragama Islam pun ikut menikmati.

Persiapan Menjelang Idul Adha

Assalamualaikum sahabatku yang selalu ada dalam ridho allah, bagaimana persiapannya menjelang perayaan idul adha…? Ketika kita mendengar kata idul adha atau lebaran haji tentu yang kita ingat terlebih dahulu adalah saat dimana seluruh umat muslim berupaya mengumpulkan rupiah untuk memburu binatang kurban untuk disembelih dihari raya idul adha tersebut, dan bagi yang belum berkesempatan untuk melaksanakan kurban tentu yang dipikirkan akan mendapatkan daging dari perayaan idul adha tersebut.

Pada umumnya realita tersebut yang sering kali terjadi di setiap perayaan idul adha atau lebaran haji, terkadang kita hanya antusias dalam perayaannya saja tampa paham mengenai penertian, kandungan ataupun manfaat dari hari raya idul adha itu, oleh karena itu mari kita kaji dan dan kita bahas terlebih dahulu mengenai idul adha atau lebaran haji tersebut.

Idul Adha pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah juga dikenal dengan sebuatan “Hari Raya Haji”, dimana kaum muslimin yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah. Mereka semua memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit, yang di sebut pakaian ihram, melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan. Tidak dapat dibedakan antara mereka, semuanya merasa sederajat. Sama-sama mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Perkasa, sambil bersama-sama membaca kalimat talbiyah.

Disamping Idul Adha dinamakan hari raya haji, juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT. (Baca juga: Pengertian Qurban Secara Lengkap dengan Penjelasannya).

Jika kita menengok sisi historis dari perayaan Idul Adha ini, maka pikiran kita akan teringat kisah teladan Nabi Ibrahim, yaitu ketika Beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk menempatkan istrinya Hajar bersama Nabi Ismail putranya, yang saat itu masih menyusu. Mereka ditempatkan disuatu lembah yang tandus, gersang, tidak tumbuh sebatang pohon pun. Lembah itu demikian sunyi dan sepi tidak ada penghuni seorangpun. Nabi Ibrahim sendiri tidak tahu, apa maksud sebenarnya dari wahyu Allah yang menyuruh menempatkan istri dan putranya yang masih bayi itu, ditempatkan di suatu tempat paling asing, di sebelah utara kurang lebih 1600 KM dari negaranya sendiri palestina. Tapi baik Nabi Ibrahim, maupin istrinya Siti Hajar, menerima perintah itu dengan ikhlas dan penuh tawakkal.

 

 

 

Sisi Lain Keindahan Kota Jeddah yang sayang untuk Anda Lewatkan

berhaji.com

Kota Jeddah merupakan kota paling ramai dikunjungi jutaan ummat islam dari seluruh pelosok dunia baik dalam moment rangkaian perjalanan ibadah haji ataupun umrah. Jeddah sering dijuluki “Pengantin Laut Merah” karena berbatasan langsung dengan tepian laut merah tepatnya  75 km dari kota suci Mekah.

Kota terbesar kedua di Arab Saudi setelah Ar-riyad ini telah berubah menjadi kota islam yang cosmopolitan dan relative terbuka dengan dunia luar. Namun, Jeddah tetaplah memiliki arti penting dalam pengembangan Islam terutama dengan kedudukannya sebagai pintu gerbang bagi para jemaah haji yang datang ke kota Mekah, Madinah dan Arafah. Keamanan dan keterbukaan kota ini sepanjang sejarah sangat mempengaruhi kelancaran pelaksaan rukun islam yang kelima menentukan bagi syarat istitaah (kesanggupan) seorang jemaah haji.

Disamping peranannya yang cukup sentral, Jeddah memiliki sisi lain yang dapat menjadi pesona keindahan wisata bagi para jemaah haji dan umrah. Berikut adalah sisi lain kota jeddah yang dapat Anda nikmati

Corniche Road

Pada akhir tahun 2012, proses pembangunan sebagian wilayah utara  corniche road baru selesai dirampungkan dan menghasilkan tempat rekreasi baru dipesisir pantai jeddah yakni nort corniche yg. Keindahannya menjadi salah satu tempat favorit para jemaah haji.

Senja di gurun pasir Bahran

Membentangkan tikar dan karpet ditengah gurun, menata bahan makanan sambil menikmati hamparan bukit-bukit gurun pasir Bahran yang menjulang bersama rombongan dikala senja akan menghadirkan sensasi yang indah dan sayang untuk Anda lewatkan.

Wisata Kuliner di Distrik Sharafiyah

Salah satu daerah yang memiliki banyak rumah makan yang menyediakan aneka rupa masakan asal tanah air dan menjadi favorit pemukim asal Indonesoa adalah Distrik Sharafiyah.

Bagaimana apakah ketiga tempat ini sudah menjadi target kunjungan Anda?

 

Ini dia Kuliner Asikk Makkah Ala Lidah Nusantara

Berhaji.com

Sepertinya para  pedagang arab sangat tau kesukaan jemaah Haji asal  indonesia, sebagai contoh kalau Orang  indonesia makan ga pake kerupuk itu rasanya kurang afdol. Makanya tidak heran disekitar pemondokan haji di mekkah, ada toko-toko yg menjual produk-produk asli indonesia, tentunya tidak ketinggalan kerupuk pasti ada dijajaran terdepan :).

Anda cukup merogoh kocek 2 SR untuk mendapatkan sebungkus kecil kerupuk sebagai teman makan pelepas kangen kampung halaman. Tidak tanggung-tanggung ternyata kerupuk yang dijual mereka asli buatan Madura di import dari indonesia.

selain kerupuk, bagi Anda pecinta bakso jangan khawatir di mekkah ternyata ada juga yang berjualan bakso, rasanya tidak kalah enak dari bakso yang ada di indonesia , Suerrr harganya pun cukup terjangkau, hanya 10 SR Anda sudah dapat menikmati bakso rasa indonesia banget karena yang jualnya pun orang pekalongan. Bakso ini dijual di dekat pemondokan jadi Anda tidak perlu repot-repot mencari kuliner khas indonesia.

Mantapkan kuliner bakso plus taburan kerupuk di mekkah ala lidah nusantara kriukkk..kriukkk yummy  🙂

 

Anggota MCH dan Jamaah PIHK Mendarat di Jeddah

Jeddah (Pinmas) —- Sebanyak 16 anggota Media Center Haji (MCH) sekitar pukul 17.20 mendarat di bandara King Absul Aziz Jeddah menggunakan pesawat Garuda 747. Anggota MCH tersebut akan bertugas di tiga kota, yaitu Jeddah, Makkah, dan Madinah.

Kedatangan anggota MCH tersebut disambut oleh Kadaker Jeddah Endang Jumali. Kadaker menyampaikan ucapan selamat datang kepada para anggota MCH dan berharap bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Informasi terkait perkembangan jemaah haji sangat dibutuhkan keluarga di Tanah Air. Ini kesempatan bagi tim MCH untuk memberi informasi yang akurat dan berimbang,” kata Kadaker.

Sementara itu, Kasi Pendataan PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) Cecep Nursamsi menjelaskan, Minggu, (22/9) pukul 17.00 WAS sudah empat PIHK mendarat di Jeddah. Keempat PIHK tersebut adalah Nurul Amanah (31 jamaah), Farfaja (138 jamaah), Andromeda (86 jamaah), dan Arminareka (178 jemaah)

Dua PIHK lainnya, yakni: Biyosiba dan Kinday, mendarat di Madinah.

“Jumlah jamaah haji khusus tahun ini sebanyak 13.600 orang yang diberangkatkan oleh 138 PIHKpemegang bendera. Sejauh ini baru enam PIHK yang memberangkatkan jamaah dari Jakarta dengan berbagai penerbangan. Mereka menetap di Arab Saudi maksimal selama 27 hari,” imbuh Cecep. (is/mkd)

Mekah

MEKAH

Sejarawan muslim menganggap Mekah sebagai pusat bumi. Dan bagi kaum muslim, Mekah juga punya arti penting pada zaman modern: ke kota inilah mereka menghadap saat shalat.

Mekah penting bagi kaum muslim tidak hanya karena Nabi Muhammad Saw lahir dan menghabiskan sebagian besar hayatnya di sini, tetapi juga karena Mekah merupakan tempat terdapatnya kabah. Selama ibadah  haji, ada ritus-ritus yang membawa jamaah haji menyusuri sejarah ke masa-masa awal kota ini dahulu.

Letak Geografis Mekah

Mekah yang mempunyai 11 nama lain seperti Bakkah, Al Balad Al-Amin, Um Al-Qura, dan sebagainya, merupakan kawasan yang dikelilingi bukit gersang, kering dan berbatu dengan ketinggian sampai 300 meter di atas permukaan laut, terletak berdekatan dengan Lembah Ibrahim. Bukit-bukit berbatu yang mengelilingi kota Mekah di bagian utara bernama Al-Falaq dan Qu’ Aqi’an. Di bagian selatan bernama Abu Hudaidah, Kuday dan Abu Qubais, serta di bagian lainnya Khindimah dan sebagainya. Memasuki kota Mekah harus melalui 3 pintu utama yang dinamakan Al-Mu’allat, Al-Musfalah dan Al-Shubaikah, yang pada umumnya letak pintu masuk ini lebih tinggi dari letak Masjidil Haram dengan kabahnya.

Ayat dan Hadits Mengenai Keutamaan Mekah

Di Mekah tanah yang mulia ini, ganjaran amal perbuatan dilipatgandakan Allah. Sabda Rasul: “Dan shalat di Masjidil Haram lebih baik seratus ribu kali lipat dari pada shalat di masjid lainnya.” (HR. Ibnu Majah). Dengan kata lain, satu kali shalat di Masjidil Haram sama nilainya dengan 55 tahun shalat di luar Masjidil Haram. Demikian juga sangsi untuk perbuatan buruk. Firman Allah Swt: “Siapa yang bermaksud di dalamnya (Masjidil Haram) melakukan kejahatan dzolim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya siksa yang pedih.” (QS. 22: 25)

Dan telah diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri r.a. bahwa berpuasa satu hari di Mekah sama (pahalanya) dengan berpuasa saratus ribu hari, bersedekah satu dirham sama dengan seratus ribu dirham, demikian pula satu perbuatan baik sama dengan seratus ribu.”

Diberitakan dalam sebuah atsar: Sesungguhnya Allah Swt setiap malamnya memandang kepada para penghuni bumi. Maka yang pertama kali dipandang oleh-Nya ialah para penghuni Al-Haram (Mekah). Dan yang pertama kali dipandang oleh-Nya di antara para penghuni Al-Haram adalah yang berada di Masjidil Haram. Dan barang siapa yang dilihat-Nya sedang berthawaf, maka Ia-pun memberinya ampunan. Dan barang siapa dilihatnya sedang berdiri menghadap kabah, maka Ia memberinya ampunan.