Syarat Mampu untuk Berhaji

Berhaji.com

Ulama menyepakati, haji wajib dilaksanakan sekali seumur hidup selama memiliki kemampuan. Syarat mampu di sini bukan sekedar fisik, tapi juga batin.

Allah mengundang seluruh manusia yang mampu, sekali dalam seumur hidupnya, agar berkunjung ke rumah Allah. Walau dapat diselesaikan dalam waktu singkat, ibadah ini membutuhkan persiapan yang matang. Allah SWT berfirman, “(Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi.” (QS. Al-Baqarah: ayat 197). Beberapa bulan yang yang dimaksud adalah Syawal, Dzulqa`dah, dan Dzulhijjah.

Waktu yang panjang itu dimaksudkan agar Muslim dapat mempersiapkan diri dengan matang. Mereka akan meninggalkan keluarganya untuk mengunjungi Tanah Suci.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum berangkat haji. Pakar Ilmu Al-Quran, Prof Quraish Shihab, dalam buku Haji dan Umrah menyebutkan, syarat pertama untuk yang hendak melaksanakan haji adalah Muslim. Bukan saja karena ibadah ini adalah puncak rukun Islam, tapi juga karena di sanalah hendaknya nampak jelas penyerahan diri kepada Allah semata. Siapa pun yang hendak ke sana, diharapkan membersihakan diri dari dosa dengan bertaubat.

Kemudian, pelaksanaan haji jangan sampai dinodai dengan sesuatu yang haram. Harta untuk haji hendaknya diperoleh dengan cara halal.

Syarat kedua dan ketiga, adalah berakal sehat, dan berstatus merdeka, bukan budak. Akal yang sehat akan mengjasilkan pemahaman yang sempurna tentang ibadah haji. Status tak terikat dalam perbudakan membuat Muslim bebas menentukan pilihannya saat berhaji.

Syarat keempat, adalah kemamuan atau isthithaa`ah. Ini mencakup beberapa aspek, yaitu kemampuan material yang diperoleh dengan halal. Jangan sampai memaksakan berhaji dengan menjual satu-satunya sumber harta yang dimiliki, atau menjual sesuatu-satunya sumber harta yang dimiliki, atau menjual sesuatu yang mengakibatkan kesulitan hidup.

Kemamuan ini bukan semata bisa membayar biaya penyelenggaraan ibadah haji dan kebutuhan hidup di sana. Materi juga harus mampu menutupi kebutuhan hidup keluarga yang ditinggalkan selama perjalanan haji.

Selanjutnya, adalah kemampuan fisik. Ibadah ini membutuhkan fisik yang kuat. Karena jemaah haji akan bergerak dan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Syarat fisik ini semakin ditekankan, karena jumlah jemaah haji semakin banyak. Oleh karenanya, hal yang harus dipenuhi adalah fisik yang sehat.

Kemampuan yang lain berkaitan dengan keamanan dalam perjalanan, tempat yang dituju, serta tempat dan waktu pelaksanaan ibadah, hingga kembali berkumpul dengan keluarga. Keamanan keluarga yang ditinggal juga tak boleh diabaikan.

Syarat berikutnya dalah kemampuan berhaji pada waktunya. Kalau berhalangan, maka bisa ditangguhkan hingga bisa berangkat. Hendaknya tidak menunda keberangkatan haji jika tidak ada alasan kuat. Penundaan tanpa alasan dapat mengakibatkan dosa.

Ada sebagian ulama yang menambahkan syarat untuk perempuan. Muslimah harus didampingi mahramnya saat berhaji. Namun, syarat ini tidak ditekankan oleh Imam Syafi`i. Sebagian ulama mensyaratkan Muslimah dapat berhaji, asalkan didampingi orang yang terpercaya.

Kalau syarat yang disebutkan di atas sudah terpenuhi, maka kuatkan niat untuk berhaji.

 

Garuda Indonesia Siap Berangkatkan Calon Haji

Berhaji.com

Garuda Indonesia siap memberangkatkan sebanyak 79.020 calon jemaah haji (calhaj) dari Tanah Air ke Tanah Suci. Tahun ini, Garuda merupakan salah satu maskapai pengangkut jemaah haji. Maskapai lainnya adalah Saudi Arabian Airlines.

Direktur Utama Garuda Indonesia, M Arif Wibowo menjelaskan, pihaknya akan mulai memberangkatkan calhaj pada 9 Agustus mendatang dari delapan emberkasi, yaitu Banda Aceh, Medan, Jakarta, Padang, Solo, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.

“Kita berharap diberikan kemudahan dan kelancaran,” ucap Arif saat menerima kunjungan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Abdul Jamil, di Hanggar 4 GMF AeroAsia, Tangerang, Banten, Kamis (4/8).

Dia mengatakan, berbagai upaya persiapan telah dilakukan untuk melayani jemaah haji, seperti perawatan armada, sistem ground handling, layanan inflight catering, dan awak kabin beserta pilot.

Sinergi dengan anak perusahaan Garuda Indonesia pun dilakukan. “Sinergi tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan yang baik,” kata Arif.

Dalam upaya memberi pelayanan terbaik kepada para tamu Allah SWT, Garuda Indonesia telah menyiapkan 442 awak kabin. Dari jumlah itu, 40 persen di antaranya merupakan putra daerah asal embarkasi. Hal itu dilakukan untuk memudahkan komunikasi dengan para jemaah.

Pada musim haji kali ini, Garuda mengoperasikan 12 pesawat, di antaranya dua Boeing 747-400 berkapasitas 455 tempat duduk, empat Boeing 777-300 ER berkapasitas 393 tempat duduk, dan lima Airbus 330-300 berkapasitas 360 tempat duduk.

Rencananya, Garuda akan memberangkatkan 79.020 calhaj yang terbagi dalam 205 kelompok terbang (kloter), seperti dikutip dari harian republika. Pemberangkatan dibagi dua gelombang.

Abdul Djamil mengapresiasi persiapan Garuda Indonesia dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah. “Dari paparan Dirut Garuda, dari aspek kesiapan, insyaAllah siap,” ujar dia.

Abdul Djamil mengaku tidak khawatir terkait persiapan teknis Garuda Indonesia, mengingat maskapai nasional ini didukung oleh fasilitas perawatan yang memadai.

Mengenai Saudi Airlines, ia menjelaskan, maskapai asal Arab Saudi ini akan menerbangkan jemaah haji Indonesia melalui embarkasi yang lebih sedikit dibandingkan Garuda Indonesia.

Seperti halnya Garuda, lanjut Abdul Djamil, Saudi Airlines pun siap memberangkatkan para calhaj dari Tanah Air ke Tanah Suci.

Pada kesempatan itu, Abdul Djamil kembali menegaskan, pemvisaan untuk calhaj gelombang kedua mulai diproses.

Inilah Jadwal Penerbangan Jemaah Haji Indonesia

Berhaji.com

Kementerian Agama (Kemenag) merancang jadwal pemberangkatan 168.800 calon jemaah haji tahun 1437 Hijriah/2016 M ke Arab Saudi. Mereka akan diterbangkan dalam dua gelombang.

Gelombang pertama, calon jemaah akan mendarat di Bandara International Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, dan gelombang kedua calon jemaah terbang menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

“Masa pemberangkatan 168.800 calhaj selama 28 hari. Mulai 9 Agustus sampai 21 Agustus 2016 ke Madinah,” ujar Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag, Ahda Barori, dalam pembekalan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2016 di Asrama Haji Pondok Gede.

Dia menambahkan, para calin jemaah haji itu akan diberangkatkan dari 13 embarkasi se-Indonesia. Mereka akan terbagi dalam 384 kelompok terbang (kloter).

“Pemberangkatan calon haji gelombang II menuju Jeddah dimulai pada 22 Agustus hingga 4 September 2016. Pelaksanaan Wukuf bertepatan pada tanggal 10 September,” ucap Ahda.

Setelah puncak haji tersebut usai, para jemaah mulai bersiap kembali ke Tanah Air. Pemulangan jemaah haji gelombang pertama dari Jeddah akan berlangsung pada 17 September hingga 29 September 2016.

Sedangkan awal pemulangan jemaah gelombang kedua dari Madinah, akan dilakukan pada 30 September hingga 13 Oktober 2016.

Indonesia tahun ini mendapat kuota sebanyak 168.800 calon jemaah haji.jumlah tersebut terdiri dari 155.200 haji reguler dan 13.600 haji khusus.

Pemerintah Arab Saudi sebelumnya memberikan kuota jemaah haji Indonesia sebanyak 211.000 orang. Namun sejak 2013, pemerintah Arab mengurangi 20 persen calon jemaah seluruh negara, termasuk Indonesia, menyusul adanya pelebaran areal Masjidil Haram.

Kesuksesan prosesi ibadah haji tak terlepas dari peran serta para petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Selama beberapa hari, mereka akan membimbing,melayani dan memberikan rasa aman kepada para tamu Allah tersebut.

“Tim advance akan bertugas selama 78 hari. Yaitu mulai 1 Agustus sampai 17 Oktober 2016. Jumlahnya sebanyak 10 orang,” kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag RI Ahda Barori.

Sedangkan petugas yang akan ditempatkan di daerah kerja Madinah dan airport berjumlah 231 oang. Mereka akan melayani para calon tamu Allah selama 72 hari. “Masa tugas mereka mulai 6 Agustus-16 Oktober,” imbuh dia.

Untuk yang ditempatkan di daerah kerja Makkah, mereka akan bertugas selama 60 hari, seperti dikutip dari news.liputan6.com. Mereka yang berjumlah 289 orang akan bertugas dari 9 Agustus-6 Oktober 2016.

“Sedangkan Ketua Delegasi Amirul Haj, akan berada di Arab Saudi selama 20 hari. Yaitu sejak 25 Agustus – 17 September. Atau sesuai kebutuhan. Jumlahnya 15 orang,” jelas Ahda.

 

Kementerian Kesehatan Saudi Luncurkan Aplikasi Elektronik untuk Jemaah Haji

Berhaji.com

Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan haji tahun ini, Kementerian Kesehatan Saudi telah melaksanakan beberapa langkah efektif seperti membuat aplikasi elektronik dan buku petunjuk untuk memudahkan jemaah haji dalam pelaksanaan ibadah haji.

Hal ini tentunya sebagai pendukung langkah-langkah sebelumnya, seperti adanya gelang khusus untuk jemaah, dan lain-lain. Langkah-langkah tersebut ditujukan untuk mengetahui lokasi para jemaah haji, sehingga mereka dapat kembali dengan selamat.

Komite Persiapan Haji telah menyelenggarakan pertemuan ke-22 mereka di biro kementerian di Riyadh, di bawah pimpinan Hussein Al-Ghannam, Ketua Komite Persiapan Haji dan pengawas umum dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan bagi Haji dan Umrah.

Pertemuan ini dihadiri oleh ketua komite, pejabat urusan kesehatan di Makkah dan Madinah, serta dari pihak King Abdullah Medical City melalui komunikasi video online.

Pertemuan tersebut membahas rencana pengadaan fasilitas kesehatan untuk musim haji mendatang, dan persiapan khusus dari panitia darurat selama haji, selain mekanisme untuk mengembangkan kerja darurat dengan membaginya menjadi tiga wilayah operasional: daerah pusat, Arafah , Mina, serta daerah Muzdalifah dan Makkah, seperti dikutip dari arabnews.com. Pertemuan itu membahas kontribusi dari angkatan kerja yang datang di spesialisasi bidang darurat yang jarang ada, seperti perawatan intensif dan luka bakar.

Pertemuan juga meninjau alur kerja dan penyelesaian persiapan medis dan non-medis, selain tindakan pencegahan untuk menghadapi penyakit menular selama musim haji, terutama dalam hal virus Mers-korona.

Fasilitas Kereta Cepat Mashair Railway Siap Digunakan Jamaah Haji Tahun Ini

Berhaji.com

Sekitar 30 sampai 50 persen dari fasilitas kereta cepat Mashair Railway (Makkah Metro) akan digunakan musim haji ini, menurut Abdullah Al-Khodairy, perwakilan dari pemerintah provinsi Makkah dan Ketua Komite Haji Eksekutif.

Berbicara tentang layanan baru yang disediakan untuk jamaah haji tahun ini, ia berkata, “Perluasan Masaa (area berjalan antara Safa dan Marwah) telah selesai dan akan memfasilitasi ritual sai’ para jamaah haji.”

“Pembatasan dengan menyediakan kendaraan kecil untuk memasuki Makkah dan tempat-tempat suci lain adalah langkah-langkah yang diambil untuk menghindari para jamaah haji dari jongkok menunggu di tempat umum, juga akan memberikan kontribusi bagi keberhasilan haji tahun ini,” katanya.

Al-Khodairy memimpin pertemuan pada hari Selasa untuk mengatur kampanye media untuk menginformasikan publik tentang peraturan haji dan instruksi.

Gubernur Makkah Pangeran Khaled Al-Faisal akan meluncurkan kampanye kesadaran besar lain berjudul “Pelarangan Haji Tanpa Izin” pada hari Sabtu. Kampanye ini bertujuan untuk mendorong orang Saudi dan ekspatriat untuk memperoleh izin haji sebelum melanjutkan ke tempat-tempat suci untuk haji.

Sementara itu, Brig. Ayed Al-Harbi, komandan pasukan Haji Departemen Paspor, mengatakan kampanye kesadaran tahun lalu berperan dalam membantu peziarah memasuki tempat suci tanpa kesulitan.

Dia menekankan perlunya menerjemahkan isi kampanye ke dalam bahasa yang berbeda untuk memastikan bahwa pesan telah tersampaikan kepada beragam bangsa, seperti dikutip dari arabnews.com.

Dia juga menyerukan untuk menghentikan kendaraan ilegal yang membawa peziarah di pos pemeriksaan pertama untuk mengurangi tekanan pada pos pemeriksaan utama.

 

 

Antisipasi Keterlambatan Visa Haji

Berhaji.com

Komisioner Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI), Syamsul Ma`arif, mengingatkan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengantisipasi keterlambatan visa haji. Ia berharap, visa tidak menjadi persoalan yang menghambat penyelenggaraan haji.

“Ini yang harus segera diantisipasi,” ujar Syamsul.

Dia juga menekankan agar pemerintah memperhatikan visa jamaah yang diberangkatkan lebih awal. Harapannya, kejadian tahun lalu terkait visa haji tidak terulang.

Menurut dia, Kemenag perlu terus melakukan komunikasi intens dengan Pemerintah Arab Saudi. Ia yakin, apabila komunikasi intens dengan Arab Saudi terus dilakukan maka proses pemvisaan akan berjalan lancar.

“Karena, (penerbitan) visa berhubungan langsung dengan Pemerintah Arab Saudi,” kata Syamsul.

Kemenag, lanjut dia, juga perlu mengantisipasi data jamaah yang tidak terekam dalam sistem. Hal ini dinilai menjadi salah satu penghambat penerbitan visa.

Di luar proses pemvisaan, dia menilai, persiapan penyelenggaraan haji tahun ini sudah cukup baik, khususnya terkait pemondokan, transportasi dan katering.

Mengenai kuota haji, Syamsul Ma`arif meminta Kemenag agar jangan sampai tersisa. Ia juga meminta agar sisa kuota diberikan kepada calon jamaah haji seusai urutan.

“Ini harus diberikan kepada orang-orang yang wajib menerima.”

Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Sodik Mudjahid, juga mendorong Kemenag agar penerbitan visa tidak terlambat. Apalagi sudah ada pemberian biaya verifikasi dari tingkat kabupaten/kota hingga pusat, seperti dikutip dari harian republika. “Kami sediakan anggaran sesuai permintaan mereka. Jadi, tidak ada alasan lagi terjadi kemacetan,” ujar Sodik.

Ia mengatakan, saat ini penerbitan visa dipermudah dengan diterapkannya sistem online. Melalui sistem ini, Kemenag tidak harus membawa paspor secara fisik untuk penerbitan visa. “Namun paspor cukup di-scan untuk kemudian dikirim ke Pemerintah Arab Saudi,” katanya.

Karena itu, kata Sodik, DPR mendorong Kemenag untuk mempersiapkan data dengan baik. Selain itu, sumber daya manusia (SDM) dalam pengurusan visa juga harus disiapkan dengan optimal. “Hubungan baik antara Kemenag dengan Kedubes Arab Saudi juga perlu dibangun,” ujarnya.

Terkait hal itu, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Kedubes Arab Saudi dan perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi. Melalui komunikasi ini diharapkan proses penerbitan visa dapat berjalan lancar dan tepat waktu.

“Visa tahap demi tahap terus kita pantau secara ketat karena ini kewenangan Saudi Arabia untuk mengeluarkan visa,” kata Menag usai menghadiri acara Halal Bihalal di Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (15/7).

Dalam upaya mempercepat penerbitan visa, Menag juga telah melakukan pemantauan langsung ke Arab Saudi sekaligus melobi Kementerian Haji Arab Saudi.

Ia mengakui, sejauh ini persiapan haji yang masih membutuhkan waktu untuk diselesaikan adalah visa. Saat ini, pembuatan visa masih dalam tahap entry data untuk diproses melalui sistem e-hajj.

Sementara, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Abdul Djamil, menginformasikan, pihaknya tengah menunggu persetujuan penerbitan visa dari Kementerian Haji Arab Saudi. Setidaknya, ada 40 ribu visa jamaah yang sudah diajukan ke Kementerian Haji Arab Saudi.

“Tinggal tunggu persetujuan, kalau sudah setuju tinggal cetak di Kedubes Arab Saudi di Indonesia,” kata Djamil.

 

 

Penggunaan Kuota haji Reguler dan Khusus Dioptimalkan Sesuai Regulasi

Berhaji.com

Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama mengoptimalkan pemanfaatan kuota haji reguler maupun khusus. Optimalisasi ini penting karena panjangnya daftar antrian.

Jadi, kuota-kuota harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh haji reguler maupun khusus sehingga seluruh kuota yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi dapat terserap maksimal. Tentu semua dilakukan Ditjen PHU sesuai dengan regulasi.

“Sampai dengan berakhirnya pelunasan tahap kedua, haji reguler (30/6/2016) masih tersisa kuota sebanyak 1.375 orang dan haji khusus (17/06/2016) sebanyak 439 orang,” kata Kasubdit Pendaftaran Haji Ditjen PHU Nur Aliya Fitra yang biasa disapa Nafit, seperti dikutip dari haji.kemenag.go.id.

Sisa Kuota Haji Reguler

Nafit menjelaskan bahwa untuk jamaah haji reguler, sisa kuota 1.375 tersebut akan dikembalikan kepada masing-masing provinsi dengan memasukkan jamaah haji cadangan yang telah melunasi pada tahap 1. Jamaah haji cadangan yang telah melunasi pada tahap 1 sebanyak 4.856 orang.

Bagaimana mekanisme pengisiannya, Nafit juga menjelaskan pengisian jamaah cadangan tersebut dengan mendahulukan jamaah lansia dan pendamping, penggabungan mahram, baru kemudian nomor urut porsi berikutnya.

“Apabula jumlah cadangan lunas pada suatu provinsi tidak mencukupi sisa kuota, maka akan dibuka kembali pelunasan di provinsi yang kurang tersebut sampai dengan kuota terpenuhi,” terangnya.

Sisa Kuota Haji Khusus

Lalu bagaimana dengan sisa kuota haji khusus sebanyak 439 orang? Nafit menerangkan untuk sisa kuota haji khusus akan diisi oleh jamaah haji cadangan yang telah melunasi pada tahap 1, sebanyak 439 orang. Namun hingga hari ini, berdasarkan laporan PIHK terdapat sebanyak 500-an jamaah yang telah melunasi pada tahap 1 dan 2, menunda/membatalkan keberangkatan.

“Karena jumlah cadangan tidak lagi mencukupi untuk menutupi sisa kuota setelah pelunasan tahap 2, maka direncanakan pelunasan haji khusus akan dibuka kembali tahap 3,” kata Nafit.

“Waktu pelunasan tahap ketiga pada tanggal 19 sampai dengan 22 Juli 2016 sesuai dengan Keputusan Dirjen PHU nomor D/195/2016 tentang Pemenuhan Sisa Kuota haji Khusus Tahun 1437 H/2016 M,” ungkap Nafit.

Nafit juga menjelaskan bahwa pihaknya dipastikan akan terus melakukan monitoring sisa kuota pada jamaah haji reguler dan khusus agar tetap dapat terisi penuh.

“Apabila hingga masa pemberangkatan jamaah berlangsung, masih terdapat jamaah yang membatalkan, menunda, akan terus diupayakan diisi. Dengan mengganti jamaah tersebut, baik oleh jamaah cadangan lunas maupun pembukaan kembali pelunasan BPIH sesuai dengan sisa kuota yang ada pada jamaah haji regular maupun khusus. Tentu semua harus sesuai dengan regulasi,” tutupnya.

Sisa Kuota Haji Dikembalikan ke Daerah Sesuai Urutan Porsi

Berhaji.com

Ketua Rabithah haji Indonesia Ade Marfuddin mengatakan berdasarkan Peraturan Menteri Agama, calon jamaah haji lansia 75 tahun mendapatkan prioritas untuk mengisi kuota cadangan.

Selain calon jamaah haji lansia juga mahram dari calon haji wanita berusia 45 tahun ke bawah dan pendamping calon jamaah haji lansia mendapat prioritas mengisi cadangan selanjutnya calon jamaah haji sesuai dengan nomor urut porsi.

Menurut Ade, dilihat dari asas kadilan memang PMA dan undang-undang saling bertentangan. Di satu sisi, jamaah haji yang berangkat sesuai dengan antrian porsi tetapi ternyata Kemenag memberikan prioritas bagi beberapa kasus seperti jamaah haji lansia dan wanita tidak memiliki mahram.

“Masalah kuota ini jika ingin lebih adil harus dicari solusinya, karena bagi wanita yang tidak berangkat tanpa mahram melanggar aturan Arab Saudi, jika menggabungkan mahram juga bagi jamaah lain terasa tak adil begitu juga dengan lansia, tetapi karena keterbatasan kemampuan maha harus didahulukan,” jelasnya.

Tetapi seharusnya jika kuota cadangan ini tidak mengganggu kuota normal, seharusnya tidak ada masalah. Karena wanita yang harus memiliki mahram biasanya berusia 45 tahun, sedangkan selebihnya tidak wajib didampingi mahram.

Tetapi untuk keadilan, sebaiknya saat mendaftar bagi wanita harus mendaftar bersama suami atau anaknya, seperti dikutip dari republika.co.id. Hal ini untuk mengantisipasi rasa ketidakadilan bagi jamaah yang menunggu lama, tapi tersalip oleh keluarga calon jamaah wanita yang tidak memiliki mahram.

Begitu juga dengan calon jamaah haji lansia, seharusnya Kemenag mengelompokkan calon jamaah haji lansia 75 tahun selama tiga tahun ke depan untuk tahun pemberangkatan saat ini.

“Kemenag harus menginformasikan seluruh calon jamaah haji lansia tersebut mengenai kesiapan berangkat di tahun ini, karena banyak calon jamaah haji lansia yang kurang paham cara untuk mendaftar prioritas haji,” jelasnya.

Pelunasan Tahap Kedua Ditutup, Ada Tersisa 1.375 Kuota Haji

Berhaji.com

Pelunasan tahap kedua Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Reguler ditutup pada Kamis (30/6) sore. Data Monitoring Pelunasan Haji Reguler pada Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) mencatat sebanyak 9.822 jamaah telah melunasi sehingga kuota haji tersisa untuk 1.375 calon jamaah.

Pelunasan tahap pertama BPIH Reguler ditutup pada 10 Juni lalu dengan jumlah jamaah yang sudah melunasi sebanyak 142.852 orang (92.73%) dan masih tersisa 11.197 kuota (7.27%). Dengan demikian, total calon jamaah haji yang sudah melunasi BPIH tahap pertama dan kedua berjumlah 152.674 orang (99.11%).

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen PHU, Ahda Barori, mengatakan jumlah yang melunasi ini jauh lebih banyak jika dibandingkan dua tahun lalu, seperti dikutip dari republika.co.id. Pada tahun 2014, pelunasan tahap kedua ditutup dengan sisa 2.505 kuota. Sedangkan pada tahun 2015, kuota haji masih tersisa 3.097 saat penutupan pelunasan tahap kedua.

Keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) No D/158/2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembayaran BPIH Reguler 1437 H/2016 M mengatur bahwa pengisian kuota jamaah haji reguler dibagi menjadi 2 tahap. Jika sampai tahap kedua ditutup, masih ada sisa kuota, maka hal itu diperuntukkan bagi kuota cadangan.

Dalam keputusan Dirjen PHU ditegaskan, Jamaah haji cadangan mengisi sisi kuota setelah pelunasan tahap kedua berakhir. Pengisian sisi kuota oleh jamaah haji lanjut usia, dan pendamping jamaah haji lanjut usia.

Proses pelunasan BPIH untuk jamaah haji cadangan sudah dilakukan bersamaan dengan pelunasan tahap pertama. Sampai dengan penutupan pelunasan tahap pertama pada 10 Juni lalu, calon jamaah haji yang melakukan pelunasan kuota cadangan mencapai 4.856 orang. Mereka baru bisa diberangkatkan jika terdapat sisa kuota pada masing-masing provinsi dan kab/kota setelah pelunasan tahap kedua berakhir.

Ahda Barori mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mengidentifikasi sisa kuota di tiap provinsi dan kab/kota, seperti dikutip dari republika.co.id. Menurutnya, identifikasi ini penting untuk menyesuaikan dengan jumlah calon jamaah haji yang melakukan pelunasan kuota cadangan.

“Saya berharap jamaah yang melunasi kuota cadangan merata di setiap provinsi sehingga bisa menutup sisa kuota yang ada,” kata Ahda. “Tentunya pengisian sisa kuota dengan kuota cadangan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada.”

Ahda juga berharap jamaah yang sudah melakukan pelunasan tahap pertama dan kedua yang batal berangkat karena berbagai sebab, jumlahnya tidak banyak.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, jamaah haji Indonesia akan diberangkatkan dalam 2 gelombang. Gelombang I rencananya mulai diberangkatkan pada tanggal 9-21 Agustus 2016 langsung menuju Madinah. Adapun gelombang II rencananya diberangkatkan pada tanggal 22 Agustus-4 September 2016 dengan tujuan Jeddah.

 

 

 

Jamaah Haji hanya Dijatah Membawa 5 Liter Air Zamzam

Berhaji.com

Ketua Daker Makkah Arsyat Hidayat menginformasikan bahwa setiap jamaah haji hanya mendapatkan jatah lima liter air zam-zam untuk dibawa ke Tanah Air. Jika ada yang berbuat curang atau menambah memasukkan air zam-zam ke koper, maka isinya akan dikeluarkan oleh petugas.

“Ini berdasarkan aturan yang berlaku di penerbanangan, jamaah haji dilarang memasukkan air zam-zam ke tas koper mereka dan jamaah haji hanya mendapatkan lima liter air zam-zam,” ujar Arsyad.

Imbauan ini kembali Arsyad tegaskan karena hingga Rabu (30/9) kemarin masih ada jamaah haji Indonesia yang membawa air zam-zam di dalam koper mereka dan itu harus dikeluarkan.

Sebanyak 13.679 jamaah yang dipulangkan dari 32 kloter haji, seperti dilansir dari republika.co.id. Para jamaah meninggalkan kota Makkah menuju Jeddah untuk kemudian pulang ke Tanah Air.

Air zam-zam sudah menjadi tradisi bagi jamaah haji sepulang dari Makkah, lalu membagikannya kepada sanak saudara di rumah masing-masing. Sebagai bentuk rasa syukur, mereka lalu membagikan menikmati air zam-zam untuk warga yang belum bisa ke Tanah Suci.

Maka tidak heran bila banyak jamaah haji, akhirnya berusaha menambah jumlah pasokan air zam-zam mereka.