8 Hal yang Harus Disiapkan Matang Sebelum Berangkat Umrah atau Haji

berhaji.com

Ibadah umrah dan haji merupakan ibadah yang membutuhkan banyak persiapan. Bukan hanya persiapan materi, namun juga persiapan fisik dan mental agar semua ibadah dapat dijalankan dengan baik. Berikut 8 hal yang perlu disiapkan sebelum berangkat umrah dan haji.

Niat

Luruskan niat hanya untuk beribadah dan memenuhi panggilan Allah, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di Tanah Suci kelak. Lupakan niat-niat lainnya seperti ingin pamer foto umrah di Mekkah atau ingin mendapatkan gelar haji untuk mendapatkan derajat tinggi di masyarakat, fokuskan niat hanya untuk beribadah dengan ikhlas.

Persiapan Fisik

Agar semua rukun haji bisa dilaksanakan dengan baik, pastikan Anda juga melakukan beberapa latihan fisik seperti berjalan pagi dan sore atau jogging jika memungkinkan. Lakukan juga olahraga ringan dan jaga kesehatan agar tetap fit.

Persiapan Ilmu

Manasik haji saja tak cukup untuk membekali kita dengan ilmu-ilmu ibadah haji. Bacalah buku saku yang diberikan agen haji dengan baik, juga baca beberapa artikel dan ayat-ayat Al-Qur’an mengenai ibadah haji, agar semua ibadah dapat dilakukan dengan nilai yang tinggi.

Membuat Target Ibadah

Tidak ada salahnya membuat target ibadah seperti khatam Qur’an minimal sekali selam berhaji atau selalu sholat berjama’ah di masjid. Namun, buatlah target yang wajar dan jangan sampai target tersebut justru membuat kita mengabaikan ibadah lain atau membuat ibadah menjadi tidak khusyuk karena terburu-buru.

Persiapkan Mental

Siapkan juga mental Anda untuk menghadapi berbagai hal, misalnya fasilitas toilet, menghadapi kelakuan orang dan juga menghadapi hal lainnya. Jangan sampai kita banyak mengeluh karena memiliki ekspektasi yang tinggi dalam beribadah haji.

Manajemen Waktu

Pelajari juga kebiasaan di Mekkah dan Madinah untuk dapat memanajemen waktu. Misalnya datang lebih awal sebelum sholat wajib untuk thawaf dan mencari tempat untuk sholat. Anda bisa menanyakan dan mengonsultasikan hal ini pada agen penyedia travel umrah dan haji yang Anda ikuti.

Packing

Jangan sampai ada barang bawaan yang tertinggal, terutama yang sering Anda butuhkan. (Baca: Tips Packinh Umrah dan Haji)

Menjalin Silaturahmi

Di Tanah Suci nanti, semua orang dari berbagai belahan dunia akan tumpah menjadi satu untuk memenuhi panggilan Allah. Anda bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menjalin silaturahmi dengan saudara sesama Muslim dari berbagai penjuru dunia, untuk menambah pengalaman dan juga ilmu dalam beribadah.

6 Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Agen Perjalanan Haji dan Umrah

Dailymoslem – Pengalaman haji dan umrah merupakan tantangan tersendiri bagi setiap umat Muslim, terutama bagi mereka yang baru pertama kali menjalaninya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar perjalanan haji dan umrah kita dapat berjalan sesuai rencana.

Berikut ini 6 hal yang harus diperhatikan dalam memilih agen perjalanan haji dan umrah agar kita tidak salah pilih.

Pertama, perhatikan penampilan kantor agen. Kali ini, Anda harus menilai berdasarkan penampilannya. Kantor agen yang terpercaya biasanya rapi dan tertata dengan baik, dengan customer service yang jelas dan fasilitas yang jelas baik di kantor maupun di perjalanan.

Kedua, cara melayani konsumen. Agen perjalanan yang buruk biasanya tidak memedulikan apapun kecuali transaksi. Sedangkan agen perjalanan yang baik biasanya melayani konsumen dengan penuh perhatian dan pengertian, mereka mendengar dan menjawab pertanyaan sesuai yang diinginkan konsumen.

Ketiga, perhatikan kelegalan. Pastikan agen perjalanan yang Anda pilih telah mengantongi izin haji dan umrah dari Departemen Agama Republik Indonesia. Anda dapat mengetahui agen tersebut memiliki ijin resmi dari Depag atau tidak dengan melakukan pengecekan di Website Kementrian Agama.

Keempat, program Arbain dan Non-Arbain. Arbain merupakan program yang mengijinkan Anda tinggal lebih dari delapan hari di Madinah, sedangkan Non-Arbain merupakan program yang mengijinkan Anda tinggal beberpa hari saja di Madinah, dan selebihnya tinggal di Makkah. Pastikan agen perjalanan yang Anda pilih memiliki keduanya.

Kelima, jaringan kuat dengan industri pariwisata. Agen perjalanan haji dan umrah yang baik biasanya memiliki asosiasi dengan industri patiwisata lainnya seperti maskapai penerbangan, jaringan hotel hingga ke perusahaan rental mobil. Hal tersebut menunjukkan kredibilitas yang baik dari agen tersebut.

Keenam, pengalaman dan testimoni. Testimoni dari kerabat atau keluarga yang pernah menggunakan agen tersebut juga perlu Anda perhatikan. Pilihlah agen yang mendapat testimoni yang baik dan memuaskan dari konsumennya.

Kumpulan Foto Berhaji Di Masa Lalu yang Ternyata Lebih Menyejukkan Dipandang Mata

Berhaji.com

Tanah suci Mekkah dan Madinah telah mengalami berbagai kemajuan seiring perkembangan zaman. Bahkan, Masjidil Haram juga saat ini tengah mengalami perluasan untuk desain terbaru di tahun 2020 mendatang.

Berbagai kemewahan seperti lapisan marmer dan emas dapat kita lihat hampir di setiap sudut Mekkah dan Madinah, terutama di tempat-tempat melaksanakan ibadah haji. Pembangunan besar-besaran ini juga disebut-sebut sebagai salah satu tanda kiamat, sebagaimana disabdakan Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam.

Ibnu Syaibah meriwayatkan dengan sanadnya kepada Ya’la ibn Atha’ dari ayahnya, dia berkata: pada suatu hari, aku menuntun tali kekang onta Abdullah ibn Amr, lalu beliau berkata: “Bagaimana pendapat kalian, jika kalian hancurkan Ka’bah dan tidak menyisakan ada batu yang masih menumpuk? Mereka menjawab: oleh kita yang beragama Islam? Beliau menjawab: benar, kalian yang beragama Islam. Seseorang bertanya: lalu apa lagi? Beliau menjawab: kemudian ia akan dibangun dengan yang lebih bagus darinya. Apabila kalian telah melihat galian-galian besar di Makkah, dan bangunan-bangunannya menjulang tinggi melebihi pegunungannya, maka ketahuilah bahwa kiamat telah mendekatimu”(HR. Ibnu Abi Syaibah dan al-Arzaqi)

Mekkah dan Madinah di masa lalu memang tidak semegah dan mewah sekarang, namun ternyata lebih sejuk dipandang mata dengan berbagai kesederhanaannya.

Potret Jema’ah Haji Dari Berbagai Negara Di Dunia

Berhaji.com

Bagi seorang muslim, menunaikan ibadah haji merupakan salah satu keistimewaan dalam beribadah. Apalagi bagi umat muslim di negara selain Arab, menuju ke Mekkah dan Madinah untuk beribadah di hadapan Ka’bah bukanlah persoalan mudah. Berbagai usaha dan perjuangan harus dilakukan untuk sekali perjalanan ibadah haji.

Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari

Berhaji – Ada yang unik dari arsitektur Masjid Nabawi, yaitu payung-payung yang tersebar di pelataran masjid yang akan membuka dan menutup secara otomatis setiap pagi dan sore.

Setiap jam 6 pagi payung-payung tersebut secara otomatis akan membuka dan setiap jam 6 sore payung-payung tersebut akan secara otomatis menutup. Suasana ini merupakan salah satu yang paling dinikmati jema’ah haji dan umrah setiap hari.

Suasana langit senja Madinah dari balik payung-payung yang mulai menutup. Berikut inilah potret keindahan suasana Masjid Nabawi saat senja hari yang pasti akan membuat siapapun yang melihatnya ingin datang berkunjung.


Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari Foto-Foto Menakjubkan Suasana Masjid Nabawi Di Senja Hari

Subhanallah, semoga kita termasuk golongan hamba-Nya yang diberi kesempatan untuk berkunjung ke tempat indah ini. Aamiin.

Video detik-detik menutupnya payung di Masjid Nabawi.

Di Tajikistan, Berhaji Hanya Boleh Dilakukan Mereka yang Berusia 35 Tahun Ke Atas

Berhaji.com – Terhitung mulai tanggal 13 April kemarin, Tajikistan menerapkan peraturan baru bagi warganya yang berniat menunaikan ibadah haji. Pemerintah hanya memperbolehkan mereka yang berusia di atas 35 tahun yang boleh berhaji.

Beberapa isu menghembus akibat munculnya peraturan ini, di antaranya adalah isu bahwa ini adalah usaha agar para orang-orang muda di Tajikistan terlibat dalam organisasi Islam sekuler, seperti ISIL.

Namun, seperti dilansir dari worldbulletin.net, pemerintah menyanggahnya dan mengatakan bahwa peraturan ini ditetapkan karena pemerintah ingin memberikan kesempatan bagi mereka yang berusia lebih lanjut untuk menunaikan ibadah haji. Pasalnya, Arab Saudi juga membatasi kuota jema’ah haji.

Tajikistan merupakan salah satu negara dengan jema’ah haji yang paling banyak. Di tahun-tahun sebelumnya, sekitar 8.000 warga Tajikistan pergi ke Mekkah dan Madinah untuk menunaikan ibadah haji setiap tahunnya. Namun, untuk tahun ini Arab Saudi telah membatasi kuota yang tersedia untuk Tajikistan.

Tahun ini, hanya 6.300 kuota yang disediakan oleh Arab Saudi untuk jema’ah dari Tajikistan.

Sebelum peraturan tentang berhaji ini, sebelumnya Tajikistan telah melarang pelajar muslimah untuk mengenakan hijab, melarang anak-anak ke masjid, dan memaksa ribuan siswa yang tengah menuntut ilmu di sekolah Islam di luar negeri untuk pulang karena banyaknya laporan bahwa banyak orang Tajikistan yang terlibat sebagai jihadis di Iraq dan Syria.

Yuk, Intip Proyek Perluasan Mesjid Nabawi

Berhaji – Seperti yang diketahui bahwa lonjakan jamaah haji dan umroh setiap tahunnya terus meningkat. Olehkarena itu pemerintah Arab Saudi terus melakukan perluasan di dua kawasan, yaitu Mesjidil Haram dan Mesjid Nabawi.

Perluasan Mesjid Nabawi secara besar-besaran sudah mulai dilakukan pasca musim haji tahun 2011. Perluasan ini paling tidak akan menggusur 60 hotel yang ada disisi barat dan timur mesjid tersebut. Ini semua adalah rangkaian dari giga proyek perluasan Masjidil Haram dan Mesjid Nabawi yang akan dilakukan hingga tahun 2020 nanti.

Berikut ini adalah beberapa gambar perluasan Mesjid Nabawi yang diambil dari skyscrapercity.

10356767_10153290814532125_6355917538363045112_n

11130197_10153288438517125_5596706045386778835_n

western-demolition-Madinah3

western-demolition-Madinah4

western-demolition-Madinah5

western-demolition-Madinah6

Jamaah Sering Selfie saat Umrah dan Haji, Haruskah Peraturan Tentang Smartphone Diterapkan di Masjidil Haram?

Berhaji.com – Saat ini, mengunjungi Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan umrah bukanlah sekedar ibadah sakral, malah sudah menjadi lifestyle bagi beberapa kalangan tertentu.

Bahkan, berfoto selfie di tempat-tempat di Mekah dan Madinah juga menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi orang-orang tertentu. Ironisnya lagi, sekarang bahkan kita juga sering menjumpai foto selfie di depan ka’bah dan Masjidil Haram, yang seharusnya menjadi tempat sakral untuk beribadah dan berdo’a kepada Allah.

Dilansir dari arabnews.com, kolonel Badr bin Saud Al-Saud yang bekerja untuk pasukan keamanan Masjidil Haram mengatakan bahwa kebanyakan orang yang mengunjungi ka’bah merasa dirinya sedang piknik, sehingga mereka lebih fokus pada smartphone mereka dan minta difoto di sekitar ka’bah. Menurutnya, seharusnya orang-orang menggunakan smartphone mereka di kawasan Masjidil Haram hanya untuk keperluan komunikasi.

Saat ini, pemandangan jama’ah haji yang sibuk berfoto selfie di depan ka’bah adalah pemandangan yang umum.

Al-Saud mengutaraan hal ini di sebuah seminar yang diselenggarakan oleh King Fahad Security College mengenai isu-isu keselamatan dan keamanan di Kerajaan, dilansir dari media lokal.

Namun, peserta lain dalam seminar tersebut, di antaranya Abdulrahman Al-Faraj seorang penduduk Mesir tidak menyetujui hal tersebut karena bisa saja aplikasi smartphone yang mereka miliki dapat membantu dalam operasi penyelamatan.

Sungguh sebuah kesempatan yang baik jika kita bisa mengunjungi ka’bah dan beribadah di sana. Semoga hal tersebut tidak menjadikan kita orang yang riya dan menyombongkan diri. Aamiin.

Saudia Mulai Operasi Penerbangan Skala Besar Untuk Para Jamaah Haji

LOGISTIK FEAT: Saudia akan mengoperasikan 1.531 internasional dan  76 penerbangan domestik untuk mengangkut jamaah ke tujuan mereka

berhaji.com

Saudi Arabian Airlines (Saudia) telah mulai beroperasi,  lebih dari 1.600 penerbangan haji kembali ke semua tujuan dari Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dan Bandara Internasional Prince Mohammed di Madinah setelah akhir dari ibadah haji tahunan.

“Kami akan mengoperasikan 1.531 penerbangan internasional dan 76 penerbangan domestik untuk mengangkut jamaah ke tujuan mereka,” kata Saleh bin Nasser Al-Jasser, director-general of the national flag carrier, yang memainkan peran penting dalam operasi  besar-besaran haji dari berbagai negara.

Dia mengatakan Saudia memperluas layanan terpadu untuk peziarah berkoordinasi dengan berbagai departemen pemerintah, termasuk Otoritas Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Haji dan Departemen Paspor.

“Rencana strategis Saudia untuk mengangkut jamaah haji dari 100 tujuan dalam dan luar negeri adalah sukses besar,” kata direktur jenderal, menambahkan bahwa rencana bertujuan mengangkut 818.000 jamaah.

Dia mengatakan baru dbelinya Boeing dan Airbus, serta 29 pesawat sewaan, memungkinkan maskapai untuk menawarkan layanan terbaik kepada para tamu Allah. “Kami telah mencapai tingkat tinggi untuk kinerja tepat waktu dalam penerbangan haji dan memastikan keamanan persen 100 untuk peziarah,” tambahnya.

Saudia mengangkut bagasi tanpa penundaan. “Kami telah mengerahkan eksekutif senior di stasiun utama untuk mengawasi penerbangan haji dan meningkatkan kesadaran tentang peraturan keselamatan kepada para peziarah. Kami juga telah menyiapkan ruang operasi khusus untuk memonitor penerbangan haji. ”

Penunjukan karyawan yang berbicara bahasa yang sama dengan jamaah yang datang dari Indonesia, India, Malaysia dan Bangladesh adalah ukuran lain yang memenangkan hati pelanggan.

“Kami mengirim botol air Zamzam untuk jamaah haji Indonesia, India dan Malaysia ke negara-negara mereka dalam penerbangan kembali kosong selama fase pertama dari operasi haji.”

“Kami juga  mengeluarkan boarding pass untuk penerbangan kembali di muka sehingga para peziarah tidak perlu mengunjungi kantor kami di Makkah dan Madinah untuk membuat pemesanan kembali dan mampu fokus pada ibadah dan haji ritual.”

Maskapai penerbangan yang ditunjuk awak kabin yang berbicara bahasa peziarah, makanan pasokan untuk memenuhi semua selera dan layar haji dokumenter selama penerbangan.

“Kami menyediakan layanan check-in kota untuk jamaah haji Indonesia dan Malaysia di gedung Ain Al-Aziziya di Jeddah dan untuk peziarah India dan Iran di Makkah,” kata Al-Jasser.

source:

http://www.arabnews.com/saudi-arabia/news/643536

4 Keutamaan Tanah Haram Makkah (Part III)

Ketiga: Rizki begitu berlipat di tanah haram.

Inilah juga berkat do’a Nabi Ibrahim ‘alaihis salam,

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

 “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim: 37).

Keempat: Tanah Haram tidak akan dimasuki Dajjal

Dajjal akan muncul dari Ashbahan dan akan menelusuri muka bumi. Tidak ada satu negeri pun melainkan Dajjal akan mampir di tempat tersebut. Yang dikecualikan di sini adalah Makkah dan Madinah karena malaikat akan menjaga dua kota tersebut. Dajjal tidak akan memasuki kedunya hingga akhir zaman. Dalam hadits Fathimah bin Qois radhiyallahu ‘anha disebutkan bahwa Dajjal mengatakan,

فَأَخْرُجَ فَأَسِيرَ فِى الأَرْضِ فَلاَ أَدَعَ قَرْيَةً إِلاَّ هَبَطْتُهَا فِى أَرْبَعِينَ لَيْلَةً غَيْرَ مَكَّةَ وَطَيْبَةَ فَهُمَا مُحَرَّمَتَانِ عَلَىَّ كِلْتَاهُمَا كُلَّمَا أَرَدْتُ أَنْ أَدْخُلَ وَاحِدَةً أَوْ وَاحِدًا مِنْهُمَا اسْتَقْبَلَنِى مَلَكٌ بِيَدِهِ السَّيْفُ صَلْتًا يَصُدُّنِى عَنْهَا وَإِنَّ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلاَئِكَةً يَحْرُسُونَهَا

Aku akan keluar dan menelusuri muka bumi. Tidaklah aku membiarkan suatu daerah kecuali pasti aku singgahi dalam masa empat puluh malam selain Makkah dan Thoybah (Madinah Nabawiyyah). Kedua kota tersebut diharamkan bagiku. Tatkala aku ingin memasuki salah satu dari dua kota tersebut, malaikat menemuiku dan menghadangku dengan pedangnya yang mengkilap. Dan di setiap jalan bukit ada malaikat yang menjaganya.” (HR. Muslim no. 2942)

Dan Dajjal tidak akan memasuki empat masjid. Dalam hadits disebutkan tentang Dajjal,

لاَ يَأْتِى أَرْبَعَةَ مَسَاجِدَ الْكَعْبَةَ وَمَسْجِدَ الرَّسُولِ والْمَسْجِدَ الأَقْصَى وَالطُّورَ

Dajjal tidak akan memasuki empat masjid: masjid Ka’bah (masjidil Haram), masjid Rasul (masjid Nabawi), masjid Al Aqsho’, dan masjid Ath Thur.” (HR. Ahmad 5: 364. Kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth, sanad hadits ini shahih)