Dua Tanda yang menjadi Ciri Ibadah Haji Anda Mabrur

berhaji.com

Terdapat dua tanda yang menjadi ciri bahwa ibadah haji yang dikerjakan diterima di sisi-Nya. Pertama, tanda yang terdapat di tengah-tengah pelaksanaan ibadah haji, yaitu orang yang berhaji melaksanakannya dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kedua, tanda yang muncul setelah ibadah haji dikerjakan, yaitu tumbuhnya keshalihan pada diri orang yang telah berhaji, yang ditandai dengan bertambahnya ketaatan dan semakin jauhnya dia dari kemaksiatan dan dosa. Dia memulai kehidupan yang baik, kehidupan yang dipenuhi dengan keshalihan dan istiqamah.

Patut diperhatikan bahwa seorang muslim tidak boleh memastikan bahwa amalnya telah diterima oleh Allah, meski dia telah mengerjakannya dengan sebaik mungkin. Allah ta’ala telah menjelaskan kondisi orang-orang yang memiliki keimanan yang sempurna perihal amal ketaatan yang mereka kerjakan untuk mendekatkan diri kepada-Nya,

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ (٦٠)

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” (Al Mukminun: 60).

Maksud dari ayat di atas adalah mereka telah mengerjakan ibadah yang diperintahkan kepada mereka berupa shalat, zakat, puasa ,haji dan selainnya, namun mereka merasa takut tatkala amalan tersebut dihadapkan kepada Allah dan tatkala mereka berdiri di hadapan Allah, ternyata amalan tersebut tidak mampu menyelamatkan dan ketaatan yang telah dilakukan tidak diterima oleh-Nya.

Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah rdah, bahwa dia berkata,

“Aku berkata kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai firman Allah (yang artinya), “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut “, “Apakah yang dimaksud adalah pria yang berzina dan meminum khamr?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak, wahai putrid Abu Bakr” atau “Tidak, wahai putrid Ash Shiddiq, akan tetapi dia adalah pria yang berpuasa, shalat, dan bersedekah, akan tetapi dia takut amalannya tersebut tidak diterima oleh Allah ta’ala.”[4]

Al Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan,

إن المؤمن جمع إحسانا وشفقة ، وإن المنافق جمع إساءة وأمنا

“Sesungguhnya seorang mukmin mengumpulkan amal kebaikan dan rasa takut sedangkan seorang munafik menggabungkan amal keburukan dan rasa aman.”[5]

Telah menjadi kebiasaan kaum mukminin sejak dahulu hingga saat ini tatkala selesai melaksanakan ibadah ini mereka saling mengucapkan, “Taqabbalallahu minna wa minkum.

Mereka semua mengharapkan amalan mereka diterima.[6] Allah pun telah menyebutkan dalam kitab-Nya yang mulia bahwa nabi Ibrahim dan anaknya Isma’il a.s., tatkala mereka berdua selesai mengerjakan pndasi Ka’bah, keduanya berdo’a kepada-Nya  dengan ucapan

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (١٢٧)

“Ya Rabb kami, terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau-lah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al Baqarah: 127).

Mereka tetap mengucapkannya, padahal mereka telah menunaikan sebuah amal shalih yang agung, meski demikian mereka memohon kepada Allah agar sudi menerima amal mereka berdua tersebut.

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Wuhaib ibnul Ward, bahwa ketika dia selesai membaca ayat ini, dirinya menangis, dan berkata,

يا خليل الرحمن، ترفع قوائم بيت الرحمن وأنت مُشْفق أن لا يتقبل منك

“Wahai kekasih Ar Rahman, engkau telah membangun pondasi rumah Ar Rahman, namun engkau masih saja takut amalan tersebut tidak diterima.”[7]

Jika kondisi pemimpin kaum yang hanif dan teladan bagi kaum yang bertauhid sedemikian rupa, maka bagaimanakah kiranya kondisi yang harus dimiliki oleh orang yang derajatnya di bawah beliau?

Kami memohon kepada Allah agar menerima seluruh amalan kaum muslimin, memberikan taufik dan hidayah kepada kita, menetapkan keselamatan dan perlindungan bagi mereka yang berhaji, menerima amalan shalih kita, dan memberi petunjuk kepada kita semua agar menempuh jalan yang lurus.

Diterjemahkan dari Al Hajju wa Tahdzib an Nufus, Syaikh ‘Abdurrazaq al Badr. Ibnu Baththah dalam kitab beliau Al Ibanah (2/873) berkata, “…demikian pula seorang yang baru saja pulang dari melaksanakan haji dan ‘umrah serta menyelesaikan seluruh kegiatan manasik, apabila dirinya ditanya mengenai haji yang telah dilaksanakannya, maka ia akan mengatakan, “Kami telah berhaji, tidak ada lagi yang tersisa selain harapan agar amal tersebut diterima oleh-Nya.”

Demikian pula, do’a orang-orang bagi diri mereka sendiri atau do’a mereka kepada sesamanya adalah, “Ya Allah, terimalah puasa dan zakat kami.” Tatkala seorang menemui seorang yang telah berhaji, telah menjadi kebiasaan, dia mengucapkan, “Semoga Allah menerima hajimu dan membersihkan amalanmu.” Demikian juga, tatkala manusia saling bertemu ketika penghujung Ramadhan, maka mereka saling mengucapkan, “Semoga Allah menerima amalan kami dan amalan kalian.”

Saudia Mulai Operasi Penerbangan Skala Besar Untuk Para Jamaah Haji

LOGISTIK FEAT: Saudia akan mengoperasikan 1.531 internasional dan  76 penerbangan domestik untuk mengangkut jamaah ke tujuan mereka

berhaji.com

Saudi Arabian Airlines (Saudia) telah mulai beroperasi,  lebih dari 1.600 penerbangan haji kembali ke semua tujuan dari Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dan Bandara Internasional Prince Mohammed di Madinah setelah akhir dari ibadah haji tahunan.

“Kami akan mengoperasikan 1.531 penerbangan internasional dan 76 penerbangan domestik untuk mengangkut jamaah ke tujuan mereka,” kata Saleh bin Nasser Al-Jasser, director-general of the national flag carrier, yang memainkan peran penting dalam operasi  besar-besaran haji dari berbagai negara.

Dia mengatakan Saudia memperluas layanan terpadu untuk peziarah berkoordinasi dengan berbagai departemen pemerintah, termasuk Otoritas Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Haji dan Departemen Paspor.

“Rencana strategis Saudia untuk mengangkut jamaah haji dari 100 tujuan dalam dan luar negeri adalah sukses besar,” kata direktur jenderal, menambahkan bahwa rencana bertujuan mengangkut 818.000 jamaah.

Dia mengatakan baru dbelinya Boeing dan Airbus, serta 29 pesawat sewaan, memungkinkan maskapai untuk menawarkan layanan terbaik kepada para tamu Allah. “Kami telah mencapai tingkat tinggi untuk kinerja tepat waktu dalam penerbangan haji dan memastikan keamanan persen 100 untuk peziarah,” tambahnya.

Saudia mengangkut bagasi tanpa penundaan. “Kami telah mengerahkan eksekutif senior di stasiun utama untuk mengawasi penerbangan haji dan meningkatkan kesadaran tentang peraturan keselamatan kepada para peziarah. Kami juga telah menyiapkan ruang operasi khusus untuk memonitor penerbangan haji. ”

Penunjukan karyawan yang berbicara bahasa yang sama dengan jamaah yang datang dari Indonesia, India, Malaysia dan Bangladesh adalah ukuran lain yang memenangkan hati pelanggan.

“Kami mengirim botol air Zamzam untuk jamaah haji Indonesia, India dan Malaysia ke negara-negara mereka dalam penerbangan kembali kosong selama fase pertama dari operasi haji.”

“Kami juga  mengeluarkan boarding pass untuk penerbangan kembali di muka sehingga para peziarah tidak perlu mengunjungi kantor kami di Makkah dan Madinah untuk membuat pemesanan kembali dan mampu fokus pada ibadah dan haji ritual.”

Maskapai penerbangan yang ditunjuk awak kabin yang berbicara bahasa peziarah, makanan pasokan untuk memenuhi semua selera dan layar haji dokumenter selama penerbangan.

“Kami menyediakan layanan check-in kota untuk jamaah haji Indonesia dan Malaysia di gedung Ain Al-Aziziya di Jeddah dan untuk peziarah India dan Iran di Makkah,” kata Al-Jasser.

source:

http://www.arabnews.com/saudi-arabia/news/643536

Haji Mabrur Dambaam Setiap Ummat Muslim

berhaji.com

Sahabatku yang di rahmati oleh allah swt, mengkaji pembahasan yang sebelumnya sudahkah anda pahami makna dari berhaji? dalam melaksanakan haji yang perlu kita garis bawahi yaitu kata mabrur.  Haji mabrur yaitu melaksanakan semua proses haji dengan khusu semata-mata hanya ingin mendapatkan ridho allah swt dan yang terpenting setelah kita pulang ke kampung halaman masing-masing mendapatkan predikat haji yang menjadi panutan bagi setiap orang sekitar.

Gelar haji mabrur yang diberikan Allah SWT tentu menjadi dambaan setiap umat muslim diseluruh dunia yang sudah melaksanakan ibadah haji, atau yang sedang melaksanakan ibadah haji, begitu juga bagi yang sudah berniat untuk berhaji. Sahabatku tentu kita semua ingin mendapatkan gelar tersebut, namun sahabatku sudahkah kita mengikuti segala ketentuan yang sebenarnya untuk meraih gelar haji mabrur…

Sahabatku ketika kita ingin meraih kebaikan tentunya membutuhkan proses yang panjang dan tidak mudah akan banyak hal yang perlu kita pahami dan terapkan, tentunya segala sesuatu akan menjadi sulit dan melelahkan ketika niat kita kurang kokoh, oleh karena itu segala hal yang baik dan yang buruk selalu berawal dari niat yang tertanam, karena sesungguhnya niat adalah awal dari hasil yang baik begitu juga hasil yang tidak baik.

Menanamkan niat yang baik tentu bukan hal yang mudah, namun kita bisa memulai niat baik tersebut dengan berkomunikasi dengan Allah SWT yang maha membolak-balikkan hati dan, yang maha menata hati setiap manusia awali semuanya dengan mendekatkan diri pada sang kholik maka insyaallah segala hal akan menjadi mudah begitu juga dengan niat kita yang tersembunyi dalam hati akan terungkap dengan hal yang baik dan menghasilkan kebaikan pula.

Sahabatku bagaimana sudah mulai tergugat untuk mulai dan menanamkan sejak dini niat yang baik, mengokohkan diri untuk meraih ridho Allah SWT dengan melaksanakan segala perintahnya dan amlan-amalan yang baik, begitu juga dengan niat berhaji dengan tujuan meraih ridho Allah SWT dan meraih gelar terbaik dari Allah SWT yaitu haji mabrur.

Sahabatku yang selalu ada dalam rahmat Allah, begitu banyak kebaikan yang tercipta karena niat yang baik dan keinginan yang kuat untuk meraih kebaikan, dan bukan hal yang sulit pula untuk meraihnya saat niat kita berawal dari LILAHITA’LA maka akan muncul kebaikan-kebaikan pula, bagi para sahabatku yang sudah berpulang dari berhaji mari mulai tanamkan kebaikan-kebaikan dan amalan-amalan shaleh agar ibadah yang terlaksana berbuah baik dan bermanfaat bagi kita semua. amin

Sudahkah Anda Mempersiapakan diri dan Menata Hati Sebelum Berhaji?

berhaji.com

Sahabatku yang dirahmati oleh Allah swt, perlu kita ketahui bawasanya dalam berhaji diperlukan kesiapan spiritual, untuk menunjang kematangan spiritual banyak beberapa hal yang harus kita pahami dan dikaji lebih luas. Pada umumnya kesiapan spiritual berhaji yang seringkali dikaji dan dipelajari hanya mengenai manasik haji,pemahaman ilmu fiqih, dan menjelang keberangkatan baru mulai mengikuti pelatihan tatacara melakukan ritual haji, hal tersebut memang sudah benar dan harus dilakukan pada saat kaum muslim ingin berhaji.

Tapi coba pikirkan kembali sudahkah kita mempersiapakan diri dan menata hati sebaik mungkin….? atau sudahkah terbentuk niat kokoh berhaji hanya untuk meraih ridho allah dan menyempurnakan rukun islam….? sahabatku kaum muslim diseluruh dunia coba kita renungkan terkadang kita terbawa oleh kenikmatan duniawi semata, dan terbawa arus kehidupan yang sudah serba modern saat orang-orang ingin memanfaatkan materinya hanya untuk pencitraan saja dan meraih berbagai pujian yang dirasanya dapat memperbaiki diri. Bahkan saat ini mulai banyak yang ingin pergi haji dengan tujuan dipandang kaya dan pulang dengan gelar haji, selain itu ada yang berhaji hingga berkali-kali hanya karna ingin mendapat berbagai pujian dari banyak orang atau ingin dipandang baik dan hebat karna uang hasil kerjanya digunakan beribadah.

Kaum muslimin tentu kita tidak mau menjadi hamba allah yang haus akan pujian dan citra baik yang terkadang sudah menjadi kebutuhan, dan malah membuat ibadah kita menjadi nol besar dihadapan Allah. mari sahabatku kita mulai renungkan diri dan mawas diri kita bersihkan hati terlebih dahulu dari rasa ria karna sesungguhnya allah tidak suka pada umatnya yang ria, mulai saat ini tanamkan dalam diri hati yang bersih niat yang kokoh beribadah hanya untuk meraih ridho allah semata jangan tertipu dengan bayang-bayang pujian yang hanya datang sementara namun hal tersebut dapat memutus hubungan baik kita dengan Allah SWT.

Berhaji salah satu rukun islam yang ke lima tentu Allah sangat senang ketika melihat umatnya berniat untuk melaksanakan salah satu ibadah tersebut, dan allah akan lebih senang saat umatnya beribadah tanpa didasari rasa ria, memang bukan hal yang mudah untuk menghindari rasa ria karna kita hanya manusia biasa yang terkadang haus akan pujian dan ingin selalu meraih citra baik, namun kita akan menjadi lebih hebat dihadapan sang pencipta kita ketika kita mampu meredan rasa egois kita dan membersihkan hati dari rasa ria.

Sahabatku itu lah hal yang paling utama ketika kita memutuskan untuk berhaji, dan bagaimana cara kita mengelola hati sebaik mungkin agar tetap bersih dan terhindar dari rasa ria, dan alangkah baiknya ketika kita ingin berhaji persiapkan spiritual kita sebaik mungkin agar ibadah haji dapat terlaksana sesuai syariat dan ketentuan islam yang sesungguhnya, dan mari kita raih gelar terhebat dari Allah SWT yaitu haji mabrur.

3 Pilar Penting Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Berhaji

Sahabatku seluruh umat muslim didunia, sudah paham kan mengenai beberapa persiapan berhaji..? jika dikaji kembali ada tiga hal terpenting dalam berhaji yaitu kemampuan materi,mental,dan spiritual. Mari kita lanjutkan ke persiapan berikutnya yang tidak kalah penting dan harus kita pahami secara matang agar niat berhaji semakin mantap.

Jika dikaji dari istilah berhaji dibagi menjadi beberapa istilah berikut, yang pertama sering kali kita mendengan kata haji atau kata lain dari berkunjung ke baitullah untuk melakukan beberapa amalan thawaf,sa’i dan wukuf di arafah serta amalan lainnya pada masa tertentu demi memenuhi panggilan allah. Selain itu sering kaliyang kita dengan selain berhaji yaitu UMRAH merupakan hal yang sama yaitu berkunjung ke baitullah untuk melakuakn thawaf,sa’i dan cukur demi mengharap ridho allah.

Selain kedua istilah tersebut ada beberapa istilah lain yang mungkin sering kita dengar namun kurang dipahami, oleh karna itusedikitnya akan saya coba jelaskan, diantaranya ada istilah ISTITHA’AH yang artinya mampu yaitu mampu melaksakan ibadah haji atau umrah ditinjau dari segi jasmani, rohani dan ekonomi. Selain itu ada yang dinamakan rukun haji yang merupakan rangkaian amalan yang harus dilakuakn dalam ibadah haji dan tidak dapat diganti dengan yang lain walaupun dengan dam, jika rukun haji ditinggalkan maka tidak sah hajinya.

Selain itu adaistilah lain yaitu wajib haji yang merupakan rangkaian amalan yang harus dikerjakan dalam ibadah haji namun bila tidfak dikerjakan karena udzur syar’i sah hajinya akan tetapi harus membayar dam. Kemudian BADAL yaitu mengganti atau menukar, dalam kaitan dengan ibadah haji atau umrah adalah menggantikan orang lain karena udzur atau tealh meninggal dunia, untuk mengerjakan haji atau umrah atau juga menolong orang lain dalam hal melontar jumroh.

Setelah berangkat tentu disana kita akan melihat yang dinamakn KA’BAH sudah paham kah mengenai KA’BAH …? mari kita bahas lebih lanjut, KA’BAH merupakan rumah yang berbentu persegi empat atau kubus, dan menjadi kiblat bagi seluruh umat muslim ketika mengerjakan ibadah shalat. Berlanjut ke beberapa istilah berikutnya yaitu ada yangdinamkan MIQAT ZAMANI yang merupakan batasan waktu melaksanakan haji, menurut jumhur ulama MIQAT zamani mulai tanggal 1 syawal sampai dengan terbit fajar 10 dzulhijah. Sedangkan MIKAT MAKANI merupakan batasan tempat untuk mulai melaksanakan ihram haji atau umrah.  Berikutnya ada istilah IHRAM yaitu niat ketika memulai mengerjakan ibadah haji atau umrah dan orang yang berpakaian ihram disebut muhrim namun hal tersebut sering tertukar dengan istilah mahram oarang yang haram untukdinikahi.

Kemudian sering kali kita mendengan beberapa istilah lain yang mungkin belum kita pahami lebih luas, mari kita telusuri istilah penting lainnya mengenai berhaji, THAWAF merupakan mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali, dimana ka’bah selalu ada disebelah kirinya dimulai dan diakhiri disudut rukun sejajar hajar aswad. Kemudian ada istilah THAWAF IFADAH yaitu thawaf rukun haji yang harus dilaksanakan tidak boleh ditinggalkan dalam pelaksanaan ibadah haji. THAWAF WADA ialah thawaf yang dilaksankan sebagai penghormatan akhir sebelum meninggalkan makkah, thawaf wada hukumnya wajib dalam pelaksanaan haji. THAWAF QUDUM ialah thawaf yang dilaksanakan sebagai penghormatan pada saat pertama masuk Masjidil haram, thawaf qudum hukumnya sunah. Bagi jamaah haji yang mengambil haji tamattu tawaf qudumnya sudah termasuk dalam tawaf umrah.

Sudahkah anda berhaji… ? dan apa yang anda ketahui tentang berhaji…?

Ketika mendengar kata berhaji pada umumnya yang pertama kali kita pikirkan adalah kesiapan secara materi, karena terkadang yang kita pikirkan adalah bagaimana kita bisa melakukan persiapan untuk berhaji jika secara materi belum siap, dan jika materi sudah memadai maka baru mulai memikirkan mengenai niat untuk melaksanakan ibadah haji. Realitanya yang kita pikirkan hanya kesiapan materi saja, tampa kita telusuri lagi apa hal utama yang seharusnya kita perhatikan jika kita berniat untuk memulai menanamkan niat berhaji.

Oleh karena itu mari kita kembangkan pemahaman kita mengenai berhaji, dikaji dari definisi dan latar belakang berhaji maka dapat disimpulkan, berhaji merupakan rukun (tiang agama) islam yang kelima setelah syahadat,shalat,zakat, dan puasa. Menunaikan ibadah haji merupakan ritual tahunan yang dilakukan oleh umat muslim diseluruh dunia yang mampu secara materi dan fisik. Berdasarkan definisi diatas benar bahwa berhaji tentu harus ada kesiapan secara materi, namun jika kita hanya berpikir mengenai materi tidak semua umat muslim dikategorikan mampu secara materi, bahkan sangat banyak umat muslim yang rendah secara materi. Melihat realita tersebut tentu banyak umat muslim yang menunda niatnya untuk berhaji, namun apakah kita akan terhenti dan mundur hanya karna masalah materi..?

Setiap umat muslim tentu mengetahui rukun islam yang kelima ini, dan bagi umat muslim yang ingin menyempurnakan rukun islam yang kelima tentu mempunyai keinginan yang sangat besar untuk mengunjungi kota makkah dan melaksanakan ibadah haji, dan jika hambatannya materi maka mari kita cari solusinya terlebih dahulu agar niat kita berhaji semakin mantap.

Allah SWT sungguh maha kaya dan maha segalanya mungkin kita sering mendengan kata kun faya kun yang artinya tidak ada yang tidak mungkin, dan jika ada niat yang kuat dan kokoh maka segala kesulitan akan menjadi mudah untuk dijalani, oleh karena itu mari kita kuat kan terlebih dahulu niat kita untuk berhaji. Seperti kita ketahui bumi ini sangat luas dan kaya akan isinya dan tentu hal yang mudah bagi umat muslim untuk meraih materi, naun terkadang kita hanya mengejar kekayaan duniawi saja tampa memahami dan mempelajari cara dan manfaatnya.

Sahabatku mari kita gali ilmu-ilmu yang telah allah paparkan dalam al-qu’an dan hadist, allah sangat senang ketika umatnya meminta padanya, namun terkadang yang kita ketahui hanya meminta dan jika tidak terpenuhi maka kita mulai malas dan mundur, dan pada ahirnya timbul rasa putus asa. Dan sesungguhnya allah sedang menguji atau menunda permintaan umatnya untuk waktu yang lebih tepat, wahai sahabatku allah maha baik tentu allah akan memberikan apa yang kita pinta terutama yang berhubungan dengan aqidah atau untuk menyempurnakanya  namun allah maha tau apa yang terbaik dan apa yang kita butuhkan, dan tugas kita hanya berusaha dan bertawakal.

Sekilas dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa ketika kita memiliki niat atau keinginan untuk meraih ridho allah dan menyempurnakan aqidah tentu allah akan mempermudah jika ada kesungguhan, niat yang kuat dan kerja keras. Untuk seluruh umat muslim yang sudah memiliki keinginan berhaji mari kita mulai dengan menanamkan keyakinan yang kokoh, dengan modal kerja keras dan kesungguhan maka allah akan mempermudah masalah kita dalam meraih kesiapan secara materi.

sekilas pembahasan mengenai berhaji terkait kesiapan materi, jika kita telusuri lebih dalam ternyata berhaji tidak hanya mengutamakan kematangan materi saja namun masih banyak poin-poin lain yang perlu kita ketahui. Ibadah haji memerlukan persiapan fisik,mental yang sungguh-sungguh dan tidak hanya diperlukan ilmu mengenai manasik haji, ilmu fiqih dan lain-lain, tapi juga pengetahuan mengenai bagaimana melakukan ritual tersebut, mulai persiapan ditanah air, apa dan bagaimana selama di asrama haji, di pesawat, di bandara bahkan hingga bagaimana menyiasati situasi di tanah suci yang kadang-kadang luar biasa.

penambahan syarat” bagi yang sudah mampu” untuk wajib pergi haji, merupakan gambaran bahwa: ibadah haji itu tidak hanya disyaratkan mampu secara material (ONH) tapi juga mampu secara fisik dan mental-spiritual, juga tersedianya sarana pendukung yang memadai seperti kendaraan, akomodasi, pemondokan, makan-minim, transportasi, dan lain-lain. Termasuk didalam syarat “ mampu ” tersebut adalah : adanya situasi yang kondutif atau aman selama pelaksanaannya.

Sudahkah Anda Melakukan Persiapan Secara Mental untuk berhaji?

Sahabatku pemuda muslim Sudahkah anda melakukan persiapan secara mental untuk berhaji? realitanya yang sering kali kita lihat persiapan berhaji direncanakan pada usia dewasa atau setelah mapan bahkan terkadang kita mencanangkan rencana berhaji setelah lansia,hal  tersebut terjadi karna pola pikir kita mengenai kematangan materi dan mental akan terbentuk diusia kita yang sudah dewasa atau menjelang usia 40 tahun hingga 50 tahun.

Pola pikir yang terbentuk demikian memang benar namun pernah kah kita berpikir menjelang usia tua merupakan masa menurunnya daya ingat, fisik mulai lemah, kemampuan berpikir rendah bahkan terkadang penyakit pun mulai menyerang, memang yang kita lihat pada umumnya menjelang tua harta mulai menimbun dan masa kerja pun mulai berhenti saat dimana mulai rehat dengan segala aktivitas pekerjaan. Jika dikaji secara materi tentunya dapat dikategorikan sudah matang secara materi dan siap untuk melaksankan ibadah haji, akan tetapi coba kita perhatikan secara mental usia tua kita mulai mengalami penurunan secara fisik dan mental apakah hal tersebut dapat mempengaruhi iabadah berhaji ? jika dikaji lebih dalam tentu saja hal tersebut akan menjadi hambatan ketika kita melaksankan ibadah haji.

Berhaji itu diperlukan kesiapan materi, mental, spiritual, diusia tua saya yakin memang secara materi dapat dikategorikan matang dan mampu, secara mental siap secara spiritual pun siap, namun jika dikaji lebih jauh secara mental diusia tua mulai ada penurunan mental mulai mudah merasa takut dalam melakukan hal-hal yang baru, mulai mudah merasa takut dalam melakukan hal-hal yang tidak biasa seperti menghadapi iklim cuaca yang berbeda, orang-orang yang berbeda, dan hambatan-hambatan lainnya yang dihadapi saat melaksanakan ibadah haji.

Sahabatku jika rencana berhaji diusia tua banyak hambatan, alangkah baiknya kita para kaum muda mulai merencanakan berhaji sejak dini, karna saat ini mulai banyak para umat muslim muda yang sudah sukses dengan usahanya atau mapan dalam pekerjaannya, tapi terkadang yang pertama kali yang dipikirkan hanya investasi untuk hal-hal lain sedangkan rencana haji dicanangkan setelah menginjak usia tua. Memang saat ini mulai banyak pemuda yang berkeinginan untuk berangkat ke mekkah tapi realitanya hanya ingin  berumroh dengan niat ingin pencitraan, jalan-jalan, agar keinginannya terkabul tanpa ada makna ibadah ataupun pemahaman spiritual yang lebih baik. Apakah hal tersebut menjadi ibadah..? atau kah hanya menghabiskan uang semata..? jika dipikir kembali hal tersebut hanya perbuatan mubah saja, oleh karena itu mari kita mulai tanamkan niat berhaji sesuai kentuan yang sebenarnya sejak dini.

Kesiapan secara mental alangkah baiknya mulai ditanamkan sejak dini diusia muda, untuk para sahabatku yang sudah sukses dan mampu secara materi mari bergegas dan tanamkan niat berhaji yang kuat dan buat perencanaan berhaji sebaik mungkin jangan sampai kalah dengan saudara-saudara kita yang sudah lansia. Kita bentuk pemuda-pemuda sukses secara materi dan secara spiritual.

Hari ini, Masjidil Haram Mulai dipadati para jamaah haji 2014

berhaji.com

Hari ini Masjidil haram sudah mulai dipadati para jemaah haji, Arus kedatangan jamaah sudah nampak dari hari  jumat 26 september 2014, dari arah pintu belakang masjid (bukit marwah) waktu makkah sudah terlihat sangat padat. Tempat sai lantai tiga pun sudah penuh sesak oleh para jamaah yang hendak melaksanakan  shalat jumat. Biasanya lantai ini sangat sepi, karena jamaah lebih afdhol sai di lantai dasar.

3 hari lagi pelaksanaan ibadah haji, jamaah indonesia gelombang 1 yg sudah menyelesaikan ibadah arbain di medinah sudah didorong semua ke mekkah, sehingga kepadatan masjidil haram saat shalat wajib sangat padat, Ditambah jamaah dari negara lain yang juga sudah berdatangan di mekkah. Tempat tawaf lantai 1 dan 2 sudah dioperasikan juga, dengan system buka tutup oleh askar, diprioritaskan untuk jamaah yg menggunakan kursi roda dan tua, sedangkan tawaf lantai dasar juga semakin padat.

Semakin dekat menuju puncak ibadah haji semoga para jemaah diberi kesehatan dan kehusyuan dalam menjalankan ibadah haji.. Aamiin Allahuma Aamiin…haji

Berhaji.com

Hari ini Masjidil haram sudah mulai dipadati para jemaah haji, Arus kedatangan jamaah sudah nampak dari hari  jumat 26 september 2014, dari arah pintu belakang masjid (bukit marwah) jwaktu makkah sudah terlihat sangat padat. Tempat sai lantai tiga pun sudah penuh sesak oleh para jamaah yang hendak melaksanakan  shalat jumat. Biasanya lantai ini sangat sepi, karena jamaah lebih afdhol sai di lantai dasar.

3 hari lagi pelaksanaan ibadah haji, jamaah indonesia gelombang 1 yg sudah menyelesaikan ibadah arbain di medinah sudah didorong semua ke mekkah, sehingga kepadatan masjidil haram saat shalat wajib sangat padat, Ditambah jamaah dari negara lain yang juga sudah berdatangan di mekkah. Tempat tawaf lantai 1 dan 2 sudah dioperasikan juga, dengan system buka tutup oleh askar, diprioritaskan untuk jamaah yg menggunakan kursi roda dan tua, sedangkan tawaf lantai dasar juga semakin padat.

Semakin dekat menuju puncak ibadah haji semoga para jemaah diberi kesehatan dan kehusyuan dalam menjalankan ibadah haji.. Aamiin Allahuma Aamiin…

Insipirasi Haji, Saliwon Si Pengantar Telur Naik Haji

Berhaji.com

Hamba Mu telah datang memenuhi panggilan Mu Ya Rabb, Hamba Mu datang menyambut panggilan Mu. Sesungguhnya segala puji-pujian, nikmat dan kerajaan adalah kepunyaanMu dan tidak ada sekutu bagiMu

Banyak kisah inspiratif yang membuktikan bahwa keterbatasan materi bukanlah penghalang seseorang untuk menunaikan ibadah haji. Dan, kisah berikut ini dapat menjadi semangat kita (pembaca) dalam menumbuhkan kerinduan untuk segera memenuhi panggilan Allah untuk berhaji.

Berasal dari desa kemrajen, banyumas, Saliwon laki-laki paruh baya (49thn) ini, mengaku saat di sekolah termasuk murid yang tidak pintar, pernah salah satu gurunya berbicara pada saliwon bahwa sebenarnya jika hanya melihat nilai saja saliwon tidak layak naik kelas, namun karena ia selalu disiplin mengikuti pelajaran dan ringan tangan untuk membantu gurunya,  akhirnya kenaikan kelas selalu diberikan kepada saliwon.

Seorang kuli pengantar telur ini berhasil membuktikan bahwa kekuatan doa mampu menembus keterbatas materi. Sebelumnya, berhaji adalah sesuatu yang tidak pernah Ia bayangkan, “ya keinginan ada tapi uangnya dari mana???” ujar beliau. Dengan penghasilan yg hanya cukup utk kebutuhan dasar keluarga, rasanya tdk mungkin jika berangkat haji dengan cara menabung.

Saliwon berangkat haji karena mendapat reward dari majikan nya. Sang majikan mempunya peternakan ayam petelur dimana saliwon sehari-hari bekerja. Menjelang keberangkatan haji, majikannya memberikan libur 1 bulan untuk persiapan haji (sebelum berangkat)

“Di pemondokan haji di mekkah, kami setu regu selalu makan bersama, dan saliwon mengucapkan Alhamdulillah yang paling keras saat selesai makan :), tidak hanya saat setelah makan saja dia mengungkapkan rasa syukurnya, sering skali dia mengucapkan Alhamdulillah, dan terdengar bahwa itu dari hati, tidak sekedar keluar dari mulut”  ujar arum tim redaksi berhaji.com

Subhanallah, terbuktilah bahwa ke tanah suci itu undangan dari Allah SWT, berapapun penghasilannya, apapun profesinya, berapapun tingkat kecerdasannya. Jadi jangan pernah padamkan keinginan untuk berhaji, karena kita tidak tau dari pintu mana rejeki itu akan datang.saliwon

Klik di sini untuk Balas atau Teru

Jemaah Haji & Calon Jemaah Haji, Berhati-hatilah Mengabadikan Foto di Jabal Rahmah

Berhaji.com

Bukit Jabal Rahmah, disebut-sebut  sebagai saksi kisah romantis pertemuan cinta Adam dan Hawa menjadi salah satu tempat bersejarah yang tak pernah sepi dari kunjungan para jamaah haji.

Berada di tepi Arafah yang merupakan suatu kawasan di bagian timur luar Kota Makkah. Lokasi Jabal rahmah pun tak jauh dari Padang Arafah, tempat para jamaah haji melakukan ibadah wukuf. Butuh waktu 15 menit untuk melewati 160-an anak tangga hingga mencapai puncak tugu Adam dan Hawa yang diyakini sebagai titik tengah pertemuan kembali Adam dan Hawa di bumi.

sejarah dan pemandangan yang terlihat dari Jabal Rahmah sudah mampu mencuri perhatian jamaah haji, tentunya hal ini menarik para jemaah untuk berbondong-bondong mengabadikan  moment-moment indah dengan berfoto di  Jabal rahmah, disana Anda akan mudah menemukan layanan tukang foto keliling,

Nah, bagi Anda para jemaah haji, berhati-hatilah sebelum Anda memutuskan untuk berfoto menggunakan jasa mereka. Biasanya kita akan dipakaikan sorban ala yaseer Arafat (Khas sorban Arab kotak-kotak) yang dilakukan sambil memaksa, sebaiknya hindari mereka karena mereka akan mengenakan tarif 50-70 SR sangat mahal untuk ukuran foto langsung jadi, tapi jika Anda ingin mempunyai kenang-kenangan , pandai-pandaialah dalam menawar dan cukup kuat negosiasi.

Menaiki Jabal Rahmah dengan teman bisa mengurangi resiko Anda dihampiri tukang foto ini. Tolak dengan tegas dan jangan dilayani jika Anda tidak ingin dilayani, kebanyakan  “korban” karena juru foto mempunyai tampang seram 🙂

Selain itu, Anda juga harus hati-hati  ber foto dengan unta genit (unta yang didandani sengat menarik) karena kurang lebih mereka menggunakan modus yang sama seperti diatas.

Selamat mendaki Jabal Rahmah, Selamat menapaki Romantisme Cinta Adam dan Hawa

jabal2