Mekah

MEKAH

Sejarawan muslim menganggap Mekah sebagai pusat bumi. Dan bagi kaum muslim, Mekah juga punya arti penting pada zaman modern: ke kota inilah mereka menghadap saat shalat.

Mekah penting bagi kaum muslim tidak hanya karena Nabi Muhammad Saw lahir dan menghabiskan sebagian besar hayatnya di sini, tetapi juga karena Mekah merupakan tempat terdapatnya kabah. Selama ibadah  haji, ada ritus-ritus yang membawa jamaah haji menyusuri sejarah ke masa-masa awal kota ini dahulu.

Letak Geografis Mekah

Mekah yang mempunyai 11 nama lain seperti Bakkah, Al Balad Al-Amin, Um Al-Qura, dan sebagainya, merupakan kawasan yang dikelilingi bukit gersang, kering dan berbatu dengan ketinggian sampai 300 meter di atas permukaan laut, terletak berdekatan dengan Lembah Ibrahim. Bukit-bukit berbatu yang mengelilingi kota Mekah di bagian utara bernama Al-Falaq dan Qu’ Aqi’an. Di bagian selatan bernama Abu Hudaidah, Kuday dan Abu Qubais, serta di bagian lainnya Khindimah dan sebagainya. Memasuki kota Mekah harus melalui 3 pintu utama yang dinamakan Al-Mu’allat, Al-Musfalah dan Al-Shubaikah, yang pada umumnya letak pintu masuk ini lebih tinggi dari letak Masjidil Haram dengan kabahnya.

Ayat dan Hadits Mengenai Keutamaan Mekah

Di Mekah tanah yang mulia ini, ganjaran amal perbuatan dilipatgandakan Allah. Sabda Rasul: “Dan shalat di Masjidil Haram lebih baik seratus ribu kali lipat dari pada shalat di masjid lainnya.” (HR. Ibnu Majah). Dengan kata lain, satu kali shalat di Masjidil Haram sama nilainya dengan 55 tahun shalat di luar Masjidil Haram. Demikian juga sangsi untuk perbuatan buruk. Firman Allah Swt: “Siapa yang bermaksud di dalamnya (Masjidil Haram) melakukan kejahatan dzolim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya siksa yang pedih.” (QS. 22: 25)

Dan telah diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri r.a. bahwa berpuasa satu hari di Mekah sama (pahalanya) dengan berpuasa saratus ribu hari, bersedekah satu dirham sama dengan seratus ribu dirham, demikian pula satu perbuatan baik sama dengan seratus ribu.”

Diberitakan dalam sebuah atsar: Sesungguhnya Allah Swt setiap malamnya memandang kepada para penghuni bumi. Maka yang pertama kali dipandang oleh-Nya ialah para penghuni Al-Haram (Mekah). Dan yang pertama kali dipandang oleh-Nya di antara para penghuni Al-Haram adalah yang berada di Masjidil Haram. Dan barang siapa yang dilihat-Nya sedang berthawaf, maka Ia-pun memberinya ampunan. Dan barang siapa dilihatnya sedang berdiri menghadap kabah, maka Ia memberinya ampunan.