Dua Tanda yang menjadi Ciri Ibadah Haji Anda Mabrur

berhaji.com

Terdapat dua tanda yang menjadi ciri bahwa ibadah haji yang dikerjakan diterima di sisi-Nya. Pertama, tanda yang terdapat di tengah-tengah pelaksanaan ibadah haji, yaitu orang yang berhaji melaksanakannya dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kedua, tanda yang muncul setelah ibadah haji dikerjakan, yaitu tumbuhnya keshalihan pada diri orang yang telah berhaji, yang ditandai dengan bertambahnya ketaatan dan semakin jauhnya dia dari kemaksiatan dan dosa. Dia memulai kehidupan yang baik, kehidupan yang dipenuhi dengan keshalihan dan istiqamah.

Patut diperhatikan bahwa seorang muslim tidak boleh memastikan bahwa amalnya telah diterima oleh Allah, meski dia telah mengerjakannya dengan sebaik mungkin. Allah ta’ala telah menjelaskan kondisi orang-orang yang memiliki keimanan yang sempurna perihal amal ketaatan yang mereka kerjakan untuk mendekatkan diri kepada-Nya,

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ (٦٠)

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” (Al Mukminun: 60).

Maksud dari ayat di atas adalah mereka telah mengerjakan ibadah yang diperintahkan kepada mereka berupa shalat, zakat, puasa ,haji dan selainnya, namun mereka merasa takut tatkala amalan tersebut dihadapkan kepada Allah dan tatkala mereka berdiri di hadapan Allah, ternyata amalan tersebut tidak mampu menyelamatkan dan ketaatan yang telah dilakukan tidak diterima oleh-Nya.

Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah rdah, bahwa dia berkata,

“Aku berkata kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai firman Allah (yang artinya), “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut “, “Apakah yang dimaksud adalah pria yang berzina dan meminum khamr?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak, wahai putrid Abu Bakr” atau “Tidak, wahai putrid Ash Shiddiq, akan tetapi dia adalah pria yang berpuasa, shalat, dan bersedekah, akan tetapi dia takut amalannya tersebut tidak diterima oleh Allah ta’ala.”[4]

Al Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan,

إن المؤمن جمع إحسانا وشفقة ، وإن المنافق جمع إساءة وأمنا

“Sesungguhnya seorang mukmin mengumpulkan amal kebaikan dan rasa takut sedangkan seorang munafik menggabungkan amal keburukan dan rasa aman.”[5]

Telah menjadi kebiasaan kaum mukminin sejak dahulu hingga saat ini tatkala selesai melaksanakan ibadah ini mereka saling mengucapkan, “Taqabbalallahu minna wa minkum.

Mereka semua mengharapkan amalan mereka diterima.[6] Allah pun telah menyebutkan dalam kitab-Nya yang mulia bahwa nabi Ibrahim dan anaknya Isma’il a.s., tatkala mereka berdua selesai mengerjakan pndasi Ka’bah, keduanya berdo’a kepada-Nya  dengan ucapan

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (١٢٧)

“Ya Rabb kami, terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau-lah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al Baqarah: 127).

Mereka tetap mengucapkannya, padahal mereka telah menunaikan sebuah amal shalih yang agung, meski demikian mereka memohon kepada Allah agar sudi menerima amal mereka berdua tersebut.

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Wuhaib ibnul Ward, bahwa ketika dia selesai membaca ayat ini, dirinya menangis, dan berkata,

يا خليل الرحمن، ترفع قوائم بيت الرحمن وأنت مُشْفق أن لا يتقبل منك

“Wahai kekasih Ar Rahman, engkau telah membangun pondasi rumah Ar Rahman, namun engkau masih saja takut amalan tersebut tidak diterima.”[7]

Jika kondisi pemimpin kaum yang hanif dan teladan bagi kaum yang bertauhid sedemikian rupa, maka bagaimanakah kiranya kondisi yang harus dimiliki oleh orang yang derajatnya di bawah beliau?

Kami memohon kepada Allah agar menerima seluruh amalan kaum muslimin, memberikan taufik dan hidayah kepada kita, menetapkan keselamatan dan perlindungan bagi mereka yang berhaji, menerima amalan shalih kita, dan memberi petunjuk kepada kita semua agar menempuh jalan yang lurus.

Diterjemahkan dari Al Hajju wa Tahdzib an Nufus, Syaikh ‘Abdurrazaq al Badr. Ibnu Baththah dalam kitab beliau Al Ibanah (2/873) berkata, “…demikian pula seorang yang baru saja pulang dari melaksanakan haji dan ‘umrah serta menyelesaikan seluruh kegiatan manasik, apabila dirinya ditanya mengenai haji yang telah dilaksanakannya, maka ia akan mengatakan, “Kami telah berhaji, tidak ada lagi yang tersisa selain harapan agar amal tersebut diterima oleh-Nya.”

Demikian pula, do’a orang-orang bagi diri mereka sendiri atau do’a mereka kepada sesamanya adalah, “Ya Allah, terimalah puasa dan zakat kami.” Tatkala seorang menemui seorang yang telah berhaji, telah menjadi kebiasaan, dia mengucapkan, “Semoga Allah menerima hajimu dan membersihkan amalanmu.” Demikian juga, tatkala manusia saling bertemu ketika penghujung Ramadhan, maka mereka saling mengucapkan, “Semoga Allah menerima amalan kami dan amalan kalian.”

Saudia Mulai Operasi Penerbangan Skala Besar Untuk Para Jamaah Haji

LOGISTIK FEAT: Saudia akan mengoperasikan 1.531 internasional dan  76 penerbangan domestik untuk mengangkut jamaah ke tujuan mereka

berhaji.com

Saudi Arabian Airlines (Saudia) telah mulai beroperasi,  lebih dari 1.600 penerbangan haji kembali ke semua tujuan dari Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dan Bandara Internasional Prince Mohammed di Madinah setelah akhir dari ibadah haji tahunan.

“Kami akan mengoperasikan 1.531 penerbangan internasional dan 76 penerbangan domestik untuk mengangkut jamaah ke tujuan mereka,” kata Saleh bin Nasser Al-Jasser, director-general of the national flag carrier, yang memainkan peran penting dalam operasi  besar-besaran haji dari berbagai negara.

Dia mengatakan Saudia memperluas layanan terpadu untuk peziarah berkoordinasi dengan berbagai departemen pemerintah, termasuk Otoritas Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Haji dan Departemen Paspor.

“Rencana strategis Saudia untuk mengangkut jamaah haji dari 100 tujuan dalam dan luar negeri adalah sukses besar,” kata direktur jenderal, menambahkan bahwa rencana bertujuan mengangkut 818.000 jamaah.

Dia mengatakan baru dbelinya Boeing dan Airbus, serta 29 pesawat sewaan, memungkinkan maskapai untuk menawarkan layanan terbaik kepada para tamu Allah. “Kami telah mencapai tingkat tinggi untuk kinerja tepat waktu dalam penerbangan haji dan memastikan keamanan persen 100 untuk peziarah,” tambahnya.

Saudia mengangkut bagasi tanpa penundaan. “Kami telah mengerahkan eksekutif senior di stasiun utama untuk mengawasi penerbangan haji dan meningkatkan kesadaran tentang peraturan keselamatan kepada para peziarah. Kami juga telah menyiapkan ruang operasi khusus untuk memonitor penerbangan haji. ”

Penunjukan karyawan yang berbicara bahasa yang sama dengan jamaah yang datang dari Indonesia, India, Malaysia dan Bangladesh adalah ukuran lain yang memenangkan hati pelanggan.

“Kami mengirim botol air Zamzam untuk jamaah haji Indonesia, India dan Malaysia ke negara-negara mereka dalam penerbangan kembali kosong selama fase pertama dari operasi haji.”

“Kami juga  mengeluarkan boarding pass untuk penerbangan kembali di muka sehingga para peziarah tidak perlu mengunjungi kantor kami di Makkah dan Madinah untuk membuat pemesanan kembali dan mampu fokus pada ibadah dan haji ritual.”

Maskapai penerbangan yang ditunjuk awak kabin yang berbicara bahasa peziarah, makanan pasokan untuk memenuhi semua selera dan layar haji dokumenter selama penerbangan.

“Kami menyediakan layanan check-in kota untuk jamaah haji Indonesia dan Malaysia di gedung Ain Al-Aziziya di Jeddah dan untuk peziarah India dan Iran di Makkah,” kata Al-Jasser.

source:

http://www.arabnews.com/saudi-arabia/news/643536

Kereta Mashair Memecahkan Transportasi Logistik

berhaji.com

Transportasi logistik telah menjadi salah satu tantangan utama bagi pemerintah Saudi selama musim haji, tapi miliaran riyal kereta Mashair  telah membuat proses ini lebih mudah.

Kereta mulai beroperasi di dini hari Jumat membawa 360.000 jamaah ke Arafah dari Mina dan kemudian kembali lagi. Kereta diangkut lokal, dari Selatan dan Asia Timur, dan Gulf Cooperation Council ke Arafat. Ada para peziarah berdoa Dhuhur dan Ashar di Masjid Nimra. Kereta akan terus beroperasi sampai pukul 10:00 Minggu.

Abdul Rahman Shahwan, juru bicara operator kereta api, katanya semuanya berjalan sesuai dengan rencana. Dia mengatakan pejabat pemerintah bekerja sama dengan operator haji untuk memastikan bahwa para peziarah tiba di stasiun pada waktu dan melakukan perjalanan dengan aman.

Dia mengatakan banyak relawan memberikan bantuan untuk memastikan proses berjalan lancar. Peziarah diterbitkan tiket di muka untuk menghemat waktu. Pejabat pemerintah dikerahkan di stasiun untuk memastikan bahwa jamaah memiliki tiket yang sah, mengurangi kemacetan, dan membantu orang sakit dan lanjut usia.

source:

http://www.arabnews.com/saudi-arabia/news/639611

Barcode untuk Membantu Menemukan Tenda di Mina

berhaji.com

Pemerintah Saudi berencana untuk memperkenalkan sistem barcode untuk  tenda di Mina agar dapat membantu peziarah mengidentifikasi tenda-tenda mereka dengan bantuan Google maps.

“Sebuah teknologi sudah dikembangkan untuk tujuan ini,” kata Mohammed Al-Ruwaished, ketua komite teknologi informasi di Youth Welfare Presidency’s scout camp.

Dia mengatakan organisasi Tawaf untuk peziarah dari berbagai negara akan diminta untuk menggunakan teknologi untuk mengeluarkan barcode. “Setiap peziarah akan diberikan pergelangan tangan yang terdapat barcode pribadinya dan jika setiap peziarah kehilangan jalan, pemandu akan dapat membimbing mereka menggunakan barcode ini dengan mudah,” katanya.

Al-Ruwaished mengatakan jalan baru dan gateway di tempat suci di Mina, Arafat dan Muzdalifa sedang ditambahkan ke peta Google untuk membantu peziarah membuat cetakan dari peta ini dari mana saja di dunia.

Dalam perkembangan terkait, Eissa Rawwas, wakil menteri untuk urusan Haji Umrah, mengatakan penerapan sistem elektronik gerbang haji akan dibuat wajib mulai tahun depan. Sistem ini akan dihubungkan dengan haji visa. “Kami telah menerapkan fase pertama dari sistem tahun ini,” katanya, seraya menambahkan bahwa fase berikutnya akan dimulai pada Rabiul Awwal 1, 1436 (23 Desember). Dia mengatakan pelayanan telah mengerahkan 1.500 karyawan untuk memastikan gerakan halus dari peziarah dari tenda mereka ke Jamarat untuk ritual rajam. Rawwas kata kementerian itu akan meminta semua organisasi Tawaf untuk menjaga 50 persen dari jamaah mereka di Mina pada tanggal 13 Dzul Hijjah di tahun-tahun mendatang untuk menghindari berdesak-desakan di “mataf,” atau daerah pradaksina mengelilingi Ka’bah Suci di Makkah. “Tahun lalu, kami melihat bahwa hanya 300.000 jamaah tetap di Mina untuk hari ketiga rajam di Jamarat,” katanya.

Hari Arafat tahun ini jatuh pada hari Jumat, sejumlah besar peziarah diharapkan untuk bergabung dengan ziarah tahunan. Hatim Qadi, juru bicara kementerian haji, mengatakan pihaknya tidak takut pemilih besar peziarah pada hari Jumat karena pengaturan telah selesai menjadi tuan rumah tamu Allah.

“Pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah masuknya jamaah ilegal yang tidak membawa izin haji yang valid,” katanya, seraya menambahkan bahwa hukuman yang tegas akan dikenakan pada pelanggar tersebut. “Orang-orang harus berpikir beberapa kali sebelum melanggar aturan dan peraturan negara,” tambahnya.

source:

http://www.arabnews.com/featured/news/639211

 

Haji Mabrur Dambaam Setiap Ummat Muslim

berhaji.com

Sahabatku yang di rahmati oleh allah swt, mengkaji pembahasan yang sebelumnya sudahkah anda pahami makna dari berhaji? dalam melaksanakan haji yang perlu kita garis bawahi yaitu kata mabrur.  Haji mabrur yaitu melaksanakan semua proses haji dengan khusu semata-mata hanya ingin mendapatkan ridho allah swt dan yang terpenting setelah kita pulang ke kampung halaman masing-masing mendapatkan predikat haji yang menjadi panutan bagi setiap orang sekitar.

Gelar haji mabrur yang diberikan Allah SWT tentu menjadi dambaan setiap umat muslim diseluruh dunia yang sudah melaksanakan ibadah haji, atau yang sedang melaksanakan ibadah haji, begitu juga bagi yang sudah berniat untuk berhaji. Sahabatku tentu kita semua ingin mendapatkan gelar tersebut, namun sahabatku sudahkah kita mengikuti segala ketentuan yang sebenarnya untuk meraih gelar haji mabrur…

Sahabatku ketika kita ingin meraih kebaikan tentunya membutuhkan proses yang panjang dan tidak mudah akan banyak hal yang perlu kita pahami dan terapkan, tentunya segala sesuatu akan menjadi sulit dan melelahkan ketika niat kita kurang kokoh, oleh karena itu segala hal yang baik dan yang buruk selalu berawal dari niat yang tertanam, karena sesungguhnya niat adalah awal dari hasil yang baik begitu juga hasil yang tidak baik.

Menanamkan niat yang baik tentu bukan hal yang mudah, namun kita bisa memulai niat baik tersebut dengan berkomunikasi dengan Allah SWT yang maha membolak-balikkan hati dan, yang maha menata hati setiap manusia awali semuanya dengan mendekatkan diri pada sang kholik maka insyaallah segala hal akan menjadi mudah begitu juga dengan niat kita yang tersembunyi dalam hati akan terungkap dengan hal yang baik dan menghasilkan kebaikan pula.

Sahabatku bagaimana sudah mulai tergugat untuk mulai dan menanamkan sejak dini niat yang baik, mengokohkan diri untuk meraih ridho Allah SWT dengan melaksanakan segala perintahnya dan amlan-amalan yang baik, begitu juga dengan niat berhaji dengan tujuan meraih ridho Allah SWT dan meraih gelar terbaik dari Allah SWT yaitu haji mabrur.

Sahabatku yang selalu ada dalam rahmat Allah, begitu banyak kebaikan yang tercipta karena niat yang baik dan keinginan yang kuat untuk meraih kebaikan, dan bukan hal yang sulit pula untuk meraihnya saat niat kita berawal dari LILAHITA’LA maka akan muncul kebaikan-kebaikan pula, bagi para sahabatku yang sudah berpulang dari berhaji mari mulai tanamkan kebaikan-kebaikan dan amalan-amalan shaleh agar ibadah yang terlaksana berbuah baik dan bermanfaat bagi kita semua. amin

Sudahkah anda berhaji… ? dan apa yang anda ketahui tentang berhaji…?

Ketika mendengar kata berhaji pada umumnya yang pertama kali kita pikirkan adalah kesiapan secara materi, karena terkadang yang kita pikirkan adalah bagaimana kita bisa melakukan persiapan untuk berhaji jika secara materi belum siap, dan jika materi sudah memadai maka baru mulai memikirkan mengenai niat untuk melaksanakan ibadah haji. Realitanya yang kita pikirkan hanya kesiapan materi saja, tampa kita telusuri lagi apa hal utama yang seharusnya kita perhatikan jika kita berniat untuk memulai menanamkan niat berhaji.

Oleh karena itu mari kita kembangkan pemahaman kita mengenai berhaji, dikaji dari definisi dan latar belakang berhaji maka dapat disimpulkan, berhaji merupakan rukun (tiang agama) islam yang kelima setelah syahadat,shalat,zakat, dan puasa. Menunaikan ibadah haji merupakan ritual tahunan yang dilakukan oleh umat muslim diseluruh dunia yang mampu secara materi dan fisik. Berdasarkan definisi diatas benar bahwa berhaji tentu harus ada kesiapan secara materi, namun jika kita hanya berpikir mengenai materi tidak semua umat muslim dikategorikan mampu secara materi, bahkan sangat banyak umat muslim yang rendah secara materi. Melihat realita tersebut tentu banyak umat muslim yang menunda niatnya untuk berhaji, namun apakah kita akan terhenti dan mundur hanya karna masalah materi..?

Setiap umat muslim tentu mengetahui rukun islam yang kelima ini, dan bagi umat muslim yang ingin menyempurnakan rukun islam yang kelima tentu mempunyai keinginan yang sangat besar untuk mengunjungi kota makkah dan melaksanakan ibadah haji, dan jika hambatannya materi maka mari kita cari solusinya terlebih dahulu agar niat kita berhaji semakin mantap.

Allah SWT sungguh maha kaya dan maha segalanya mungkin kita sering mendengan kata kun faya kun yang artinya tidak ada yang tidak mungkin, dan jika ada niat yang kuat dan kokoh maka segala kesulitan akan menjadi mudah untuk dijalani, oleh karena itu mari kita kuat kan terlebih dahulu niat kita untuk berhaji. Seperti kita ketahui bumi ini sangat luas dan kaya akan isinya dan tentu hal yang mudah bagi umat muslim untuk meraih materi, naun terkadang kita hanya mengejar kekayaan duniawi saja tampa memahami dan mempelajari cara dan manfaatnya.

Sahabatku mari kita gali ilmu-ilmu yang telah allah paparkan dalam al-qu’an dan hadist, allah sangat senang ketika umatnya meminta padanya, namun terkadang yang kita ketahui hanya meminta dan jika tidak terpenuhi maka kita mulai malas dan mundur, dan pada ahirnya timbul rasa putus asa. Dan sesungguhnya allah sedang menguji atau menunda permintaan umatnya untuk waktu yang lebih tepat, wahai sahabatku allah maha baik tentu allah akan memberikan apa yang kita pinta terutama yang berhubungan dengan aqidah atau untuk menyempurnakanya  namun allah maha tau apa yang terbaik dan apa yang kita butuhkan, dan tugas kita hanya berusaha dan bertawakal.

Sekilas dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa ketika kita memiliki niat atau keinginan untuk meraih ridho allah dan menyempurnakan aqidah tentu allah akan mempermudah jika ada kesungguhan, niat yang kuat dan kerja keras. Untuk seluruh umat muslim yang sudah memiliki keinginan berhaji mari kita mulai dengan menanamkan keyakinan yang kokoh, dengan modal kerja keras dan kesungguhan maka allah akan mempermudah masalah kita dalam meraih kesiapan secara materi.

sekilas pembahasan mengenai berhaji terkait kesiapan materi, jika kita telusuri lebih dalam ternyata berhaji tidak hanya mengutamakan kematangan materi saja namun masih banyak poin-poin lain yang perlu kita ketahui. Ibadah haji memerlukan persiapan fisik,mental yang sungguh-sungguh dan tidak hanya diperlukan ilmu mengenai manasik haji, ilmu fiqih dan lain-lain, tapi juga pengetahuan mengenai bagaimana melakukan ritual tersebut, mulai persiapan ditanah air, apa dan bagaimana selama di asrama haji, di pesawat, di bandara bahkan hingga bagaimana menyiasati situasi di tanah suci yang kadang-kadang luar biasa.

penambahan syarat” bagi yang sudah mampu” untuk wajib pergi haji, merupakan gambaran bahwa: ibadah haji itu tidak hanya disyaratkan mampu secara material (ONH) tapi juga mampu secara fisik dan mental-spiritual, juga tersedianya sarana pendukung yang memadai seperti kendaraan, akomodasi, pemondokan, makan-minim, transportasi, dan lain-lain. Termasuk didalam syarat “ mampu ” tersebut adalah : adanya situasi yang kondutif atau aman selama pelaksanaannya.

Hari ini, Masjidil Haram Mulai dipadati para jamaah haji 2014

berhaji.com

Hari ini Masjidil haram sudah mulai dipadati para jemaah haji, Arus kedatangan jamaah sudah nampak dari hari  jumat 26 september 2014, dari arah pintu belakang masjid (bukit marwah) waktu makkah sudah terlihat sangat padat. Tempat sai lantai tiga pun sudah penuh sesak oleh para jamaah yang hendak melaksanakan  shalat jumat. Biasanya lantai ini sangat sepi, karena jamaah lebih afdhol sai di lantai dasar.

3 hari lagi pelaksanaan ibadah haji, jamaah indonesia gelombang 1 yg sudah menyelesaikan ibadah arbain di medinah sudah didorong semua ke mekkah, sehingga kepadatan masjidil haram saat shalat wajib sangat padat, Ditambah jamaah dari negara lain yang juga sudah berdatangan di mekkah. Tempat tawaf lantai 1 dan 2 sudah dioperasikan juga, dengan system buka tutup oleh askar, diprioritaskan untuk jamaah yg menggunakan kursi roda dan tua, sedangkan tawaf lantai dasar juga semakin padat.

Semakin dekat menuju puncak ibadah haji semoga para jemaah diberi kesehatan dan kehusyuan dalam menjalankan ibadah haji.. Aamiin Allahuma Aamiin…haji

Berhaji.com

Hari ini Masjidil haram sudah mulai dipadati para jemaah haji, Arus kedatangan jamaah sudah nampak dari hari  jumat 26 september 2014, dari arah pintu belakang masjid (bukit marwah) jwaktu makkah sudah terlihat sangat padat. Tempat sai lantai tiga pun sudah penuh sesak oleh para jamaah yang hendak melaksanakan  shalat jumat. Biasanya lantai ini sangat sepi, karena jamaah lebih afdhol sai di lantai dasar.

3 hari lagi pelaksanaan ibadah haji, jamaah indonesia gelombang 1 yg sudah menyelesaikan ibadah arbain di medinah sudah didorong semua ke mekkah, sehingga kepadatan masjidil haram saat shalat wajib sangat padat, Ditambah jamaah dari negara lain yang juga sudah berdatangan di mekkah. Tempat tawaf lantai 1 dan 2 sudah dioperasikan juga, dengan system buka tutup oleh askar, diprioritaskan untuk jamaah yg menggunakan kursi roda dan tua, sedangkan tawaf lantai dasar juga semakin padat.

Semakin dekat menuju puncak ibadah haji semoga para jemaah diberi kesehatan dan kehusyuan dalam menjalankan ibadah haji.. Aamiin Allahuma Aamiin…

Pengurangan Kuota Haji 2013

menteri-agama-menag-suryadharma-ali

Jakarta (Sinhat), Kementerian Agama belum lama ini menerima surat dari Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi. Isi surat itu menyampaikan, kuota haji untuk Indonesia, dipotong 20 persen. “Benar surat itu sudah kami terima 6 Juni lalu. Isinya tentang pemotongan 20 % kuota haji untuk seluruh negara anggota OKI (Organisasi Konferensi Islam), termasuk Indonesia. Dalam surat itu disampaikan, keluarnya kebijakan itu, akibat lambatnya penyelesaian rehabilitasi Masjidil Haram. Sehingga, demi terjaminnya keselamatan jamaah haji, pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengurangi kuota haji,” tukas Menteri Agama Surya Dharma Ali, kepada watawan di lantai dua Gedung Utama Kementerian Agama, Rabu sore (12/06).

Keterlambatan rehabilitasi Masjidil Haram, lanjut dia, berakibat pada berkurangnya kapasitas daya tampung tempat tawaf, yang semula dapat menampung 48.000 jamaah dalam satu jam. Menjadi 22.000 jamaah dalam satu jam. “Artinya terpotong setengah,” tuturnya. Tapi, kata dia, bila ini dipaksakan, dikhawatirkan bisa berakibat fatal, bagi keselamatan calon jamaah haji (Calhaj). Sehingga, pemerintah Arab Saudi mengambil kebijakan itu, demi keselamatan jamaah. Insya Allah kebijakan ini, cukup hanya tahun ini,”tutur Suryadharma lagi. Dengan kebijakan itu, sambung dia, dipastikan 42.200 Calhaj batal berangkat.

“Dengan begitu, terjadi penurunan jamaah haji Indonesia. Dari tahun lalu 211.000 jamaah menjadi 168.800 jamaah. Dengan demikian, dari angka itu jamaah haji khusus yang terpotong 3400 orang. Dan, jamah haji reguler 38.800 orang,” imbuh Suryadharma. Meski demikian, ucap dia, pemerintah tidak tinggal diam. “Upaya lobi sedang dilakukan. Khususnya dengan Menteri Haji Arab Saudi. Mudah-mudahan ada dispensasi implementasi atas kebijakan tersebut,” ujarnya lagi. Sementara, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, Anggito Abimanyu memastikan calon jamaah haji yang terkena kebijakan itu, akan berangkat di tahun depan.

“Kami pastikan, musim haji 2014, yang terkena pengurangan kuota ini berangkat. Dan, apabila ada kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), alias bila terjadi selisih lebih, dari tahun ini, mereka tidak akan dikenakan biaya tambahan,” pungkasnya lagi. Ia kembali menjelaskan, yang paling krusial terkena pemotongan adalah jamaah haji usia muda. “Sedangkan jamaah usia lanjut di atas 83 tahun tetap diutamakan. Alias diprioritaskan,” jelasnya. (reporter:Mario/redaktur:rm)

Adzan Maghrib di Mekkah

Beautiful Makkah Maghrib Adhan 8th March 2013

Progres Perluasan Mataf

28 Februari 2013

Pembongkaran Minarets

Kolom dan Pondasi