Fenomena Selfie Jemaah Haji Di Tanah Suci

Berhaji.com

Dapat menunaikan ibadah haji merupakan kesempatan istimewa bagi umat Muslim, terutama bagi mereka yang berada di negara yang jauh dari Mekkah. Ongkos dan biaya yang mahal menjadikan beribadah haji merupakan kemewahan tersendiri.

Namun, sayangnya kesempatan mewah ini seringkali membuat orang yang mampu melaksanakan ibadah haji malah jadi pamer. Salah satu caranya adalah dengan selfie saat beribadah haji dan mengunggahnya di media sosial secara live.

Seorang jemaah haji asal Jordania mengakui bahwa mengunggah foto selfie saat menunaikan ibadah haji dapat menjadi salah satu cara untuk mengubah image berhaji yang tadinya melelahkan jadi menyenangkan.

“Saya juga mengambil selfie saat menunaikan ibadah haji, seperti saat berada di Arafah dan di Jamarat. Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menunaikan ibadah haji dan saya senang saya mendapatkan kesempatan tersebut. Saya ingin mengingatnya, jadi saya mengambil foto untuk kenang-keangan,” ujar seorang jema’ah haji asal Jordania, dilansir dari dailymoslem.com.

Sharing foto haji dan umrah di media sosial juga bisa membuat image berhaji jadi lebih menyenangkan, daripada image melelahkan yang selama ini sering didengar,” tambahnya.

Namun, sayangnya kegiatan selfie di sela ibadah haji ini seringkali mengganggu jemaah lainnya yang ingin khusyuk beribadah. Misalnya saat jemaah yang selfie tiba-tiba berhenti di tengah ritual untuk mengambil selfie dan menghalangi jalan jemaah lain, seperti yang dirasakan oleh Mohammed Rashid, jamaah asal Arab.

“Saya sangat terganggu dengan orang-orang yang tiba-tiba berhentu untuk berfoto selfie. Mereka mengganggu konsentrasi saya saat saya ingin khusyul beribadah – membuat saya harus pindah atau menjauh dari orang yang sedang berfoto itu,” ujar Mohammed Rashid.

Persoalan ini juga sempat menarik perhatian pemerintah Saudi yang berencana menerapkan peraturan mengenai smartphone di Masjidil Haram.

 

Kronologi Tragedi Mina yang Menewaskan Hingga 700an Jemaah Haji

Berhaji.com

Setelah tragedi jatuhnya crane yang menewaskan hingga lebih dari 150 orang, umat Muslim kembali berduka dengan tragedi mina yang memakan korban tewas hingga 700an lebih dan 800an orang luka-luka.

Peristiwa ini bermula dari rombongan jemaah yang baru selesai lempar jumroh di waktu subuh berpapasan dengan rombongan jemaah dari Mekkah yang hendak melaksanakan ritual lempar Jumroh. Pada pukul 7 pagi para rombongan jema’ah ini berpapasan di Jalan Arab 204 yang menyebabkan jemaah berdesakan, kehabisan oksigen hingga terinjak-injak.

Jama’ah yang berdesakan ditambah dengan cuaca panas menyebabkan banyak orang melemah hingga akhirnya tewas terinjak jemaah lainnya. Dalam hitungan menit, jumlah korban tewas bertambah hingga 300an orang. Kebanyakan korban diduga berasal dari Afrika dan Mesir.

Pemerintah Saudi langsung mengerahkan 4000 orang tim penyelamat besarta 200 ambulans untuk mengevakuasi korban.

Potret Jema’ah Haji Dari Berbagai Negara Di Dunia

Berhaji.com

Bagi seorang muslim, menunaikan ibadah haji merupakan salah satu keistimewaan dalam beribadah. Apalagi bagi umat muslim di negara selain Arab, menuju ke Mekkah dan Madinah untuk beribadah di hadapan Ka’bah bukanlah persoalan mudah. Berbagai usaha dan perjuangan harus dilakukan untuk sekali perjalanan ibadah haji.

Jemaah Haji & Calon Jemaah Haji, Berhati-hatilah Mengabadikan Foto di Jabal Rahmah

Berhaji.com

Bukit Jabal Rahmah, disebut-sebut  sebagai saksi kisah romantis pertemuan cinta Adam dan Hawa menjadi salah satu tempat bersejarah yang tak pernah sepi dari kunjungan para jamaah haji.

Berada di tepi Arafah yang merupakan suatu kawasan di bagian timur luar Kota Makkah. Lokasi Jabal rahmah pun tak jauh dari Padang Arafah, tempat para jamaah haji melakukan ibadah wukuf. Butuh waktu 15 menit untuk melewati 160-an anak tangga hingga mencapai puncak tugu Adam dan Hawa yang diyakini sebagai titik tengah pertemuan kembali Adam dan Hawa di bumi.

sejarah dan pemandangan yang terlihat dari Jabal Rahmah sudah mampu mencuri perhatian jamaah haji, tentunya hal ini menarik para jemaah untuk berbondong-bondong mengabadikan  moment-moment indah dengan berfoto di  Jabal rahmah, disana Anda akan mudah menemukan layanan tukang foto keliling,

Nah, bagi Anda para jemaah haji, berhati-hatilah sebelum Anda memutuskan untuk berfoto menggunakan jasa mereka. Biasanya kita akan dipakaikan sorban ala yaseer Arafat (Khas sorban Arab kotak-kotak) yang dilakukan sambil memaksa, sebaiknya hindari mereka karena mereka akan mengenakan tarif 50-70 SR sangat mahal untuk ukuran foto langsung jadi, tapi jika Anda ingin mempunyai kenang-kenangan , pandai-pandaialah dalam menawar dan cukup kuat negosiasi.

Menaiki Jabal Rahmah dengan teman bisa mengurangi resiko Anda dihampiri tukang foto ini. Tolak dengan tegas dan jangan dilayani jika Anda tidak ingin dilayani, kebanyakan  “korban” karena juru foto mempunyai tampang seram 🙂

Selain itu, Anda juga harus hati-hati  ber foto dengan unta genit (unta yang didandani sengat menarik) karena kurang lebih mereka menggunakan modus yang sama seperti diatas.

Selamat mendaki Jabal Rahmah, Selamat menapaki Romantisme Cinta Adam dan Hawa

jabal2